
Davied sangat senang menggoda Karin, saat Karin terlihat kesal, Wajah Karin sangat lucu menurutnya, Davied benar sangat mencintai Karin, dari lebihnya hingga kekurangannya Davied menerima Karin dengan segala rasa yang di miliki.
Pagi hari Karin berniat joging dan senam pagi di kediaman Davied, Karin mengendap-endap keluar dari rumah, belum sempat meraih gagang pintu kamar Karin di kejutkan oleh Davied yang menariknya, hingga keduanya bertumpang tindih.
"Aw...! Kau, eh My Abi kau mengagetkan ku." Keluh Karin kesal dan sedikit terkejut.
"Kenapa mengendap-ngendap, Kenapa tidak mengajak suamimu ini, apakah kau tidak mencintaiku lagi istriku...?" ucap Davied dengan seribu pertanyaannya, sambil menaik turunkan alisnya.
Davied juga malah menggoda Karin, dengan godaan yang mampu membuat rona wajah Karin semakin bersemu manja.
"Kenap kita tidak senam bersama, dikamar ini, kita olahraga berkuda," ucap Davied terkekeh.
Dengan polosnya Karin malah menjawabnya yang membuat Davied Terbahak mendengarkannya.
"kita berkuda disini, dimana, bagaimana caranya?" Kata Karin telihat bodoh.
Davied pun mengecup ujung kepala Karin, mengecupnya dengan sentuhan yang lembut, kecupan kasih sayang dari seorang yang tulus mencintainya.
Karin menikmati sentuham kecupan itu terlihat Karin terpejam menerima perlakuan Davied, yang akhirnya berujung ke pelepasan sebuah kenikmataan.
Lagi-lagi mereka melakukannya, entah berapa kali mereka melakukannya di malam itu, hingga pagi menjelang siang Karin malah berselimutkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
Di kediaman Pandawa mereka di hidangkan makanan yang cukup menggugah selera penikmatnya. Tetapi berbeda dengan Karin, yang biasa Karin antusias melihat makanan kali ini Karin terlihat kurang bersemangat, di pikiran Karin hanya makan seefood dan es krim di depan kantornya.
Hal itu membuat mereka mempercepat kepulangannya ke kota S, seluruh keluarga Pandawa malah tersenyum gembira karena tingkah Karin.
Setelah beberapa kejadian-kejadian itu, mereka mulai tidak canggung lagi bercumbu dan bermesraan, sampai bila ada waktu saat mereka menginginkannya maka mereka akan melakukannya, bahkan diruang kantor sekalipun.
Karin dan Davied pun kembali ke kota S, Karin terlihat sangat tidak sabar untuk sampai di kota S, hal yang berbeda sangat nampak terlihat dari Karin, Karin sekarang lebih menempel dan lengket di tubuh Davied.
***
__ADS_1
beberapa bulan berlalu dari masa honeymoon, Karin nampak lebih mudah lelah dengan pekerjaannya kali ini, lebih cepat terlelap, membuat Stevani khawatir dengan keadaan itu, tiba-tiba saat Karin sedang berkunjung mengawasi sebuah proyek yang dinaungi oleh Gtup Montana, Karin malah jatuh pingsan di lokasi, nampak terlihat keringat dingin yang keluar di atas alisnya.
Dengan sigap Stevani dan juga Wenwei melajukan mengurus Karin dan merujuknya kerumah sakit terdekat, lalu memberi tahu Davied keadaan Karin saat ini.
Dengan nada gemetar Wenwei menelpon Davied, terdengar suara Davied di ujung telpon sana menandakan Davied sangat khawatir, tanpa berfikir lebih lama Davied menyusul Karin kerumah sakit tersebut dan di susul Margaret.
Di ruangan itu terlihat Karin masih terbujur lemas dan tidak berdaya, Dokter menjelaskan kenapa Karin seperti sekarang, itu di sebab kan karena Karin sedang mengandung, usia kehamilan yang masih cukup muda terporsir dengan beberapa pekerjaan.
Mendengar hal itu Davied cukup senang, tetapi rasa khawatirnya lebih besar melihat Karin yang belum sadar hingga detik itu.
Tiga jam berlalu, akhirnya Karin sadar dan membuka sedikit mata indahnya, yang terlihat saat itu Davied dan Margaret duduk di sampingnya, mengetahui Karin sedang mengandung Davied segera memeluk Karin dengan eratnya.
"Istriku, sayangku, cintaku, kita akan segera memiliki baby, kau akan menjadi ibu dari anak-anak kita kelak." ucap Davied haru sambil memeluk Karin dengan Eratnya.
Karin masih belum terlalu menyadari ucapan Davied, saat Davied melepaskan pelukannya kembali Margaret sang mertua yang memeluk Karin, Setelah mendengarkan Ucapan selamat dari mertuanya itu, tanpa di sadari karin mengeluarkan buliran air mata kebahagiaannya.
Tidak cukup waktu lama Karin sudah di izinkan untuk beristirahat di rumahnya, di temani oleh mertuanya Karin nampak sangat bahagia, di masa-masa perubahan hormon, Karin mulai merasakan saat-saat mengidam di hamil mudanya kali ini.
Banyak permintaan yang Karin inginkan, terkadang membuat Davied frustasi di buatnya, tetapi karena kecintaan Davied tentunya dia cukup sabar dan telaten menjaga Karin.
Mendengar prihal ini, kakek dan nenek Karin luar biasa bahagia, mereka pun memutuskan segera kembali ke indonesia, sampai Karin melahirkan dan mereka melihat kehadiran buyutnya.
Hal yang mendebarkan juga dirasakan Karin, segala pekerjaannya di jalankan Davied, walaupun di bantu Stevani dan Wenwei, mereka cukup bekerja sama dengan baik, sementara itu Aldo menjalankan perusahaan yang di pimpin Davied.
Malam itu seperti biasa Davied pulang larut malam, terlihat karin masih duduk di ruang tamu menunggu kedatangannya.
"Istriku kau belum tidur," tanya Davied sambil mencium kening Karin.
"Aku kangen my Abi," lagi-lagi Karin menggelantung di tubuh Davied yang tegak.
Davied tersenyum mendengar penuturan Karin, jelas saja setiap hari Karin sangat manja, mandi makan selalu Davied yang melakukan, Karin juga selalu tidur berbantalkan dada bidang Davied, menjadikan kebiasaan Karin selama fase kehamilannya.
__ADS_1
Itulah sebabnya Karin tidak dapat tidur jika Davied belum pulang dari kantor, selarutnya Davied harus dan wajib pulang kerumah demi istri tersayangnya itu.
Mereka pun masuk ke dalam kamarnya, Davied membersihkan dirinya lalu mengganti pakaian kerja dengan pakaian tidurnya. Lagi-lagi belum sempat Davied istrahat Karin menuturkan keinginannya.
"My Abi, aku ingin jalan-jalan dan membeli sate di ujung jalan." Ucap Karin dengan setengah mata terbuka.
Mendengar ucapan Karin, Davied kembali mengiyakan, mengambil jaketnya lalu membawa Karin sesuai permintaan istrinya itu.
"Istriku apapun yang kau inginkan, selama aku masih bisa melakukan, maka akan ku berikan untukmu." Ucap Davied
Akhirnya mereka pun keluar dari gerbang rumahnya dengan motor besar milik Karin yang cukup lama Karin lupakan, rumah itu bak istana yang indah dengan pengawal dan penjaga yang cukup ketat di dalamnya.
Karinpun mendapatkan keinginannya sate di depan jalan rumahnya, Karin sangat menikmati sate dan melahapnya habis, setelah itu mereka kembali kerumahnya, betapa kagetnya Karin saat pulang kerumah terlihat Kakek dan Nenek Karin sudah tiba di kediamannya selarut ini.
Karin pun memeluk keduanya, Daviedpun mengikuti.
"Kalian dari mana." Tanya Montana
"Karin menginginkan sate di ujung jalan sana, lalu kami membelinya," jawab Davied sambil merangkul Karin.
Karin memanggukan kepalanya dengan senyum kepuasan.
Akhirnya dari perbincangan itu, mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristrahat, karena memang malam sudah cukup larut.
_____________
jangan sia siakan cinta yang sudah ada didepan mata.
jangan sia siakan rasa kalau memang sudah ada bersemi di hati
karena kalau kau tak dapat memiliki, hati pasti tersakiti....ππππ
__ADS_1
Kata siapa Asal kau bahagia aku rela?
Rela di pojokanπ π π π