You'Re My Everything

You'Re My Everything
Serangan


__ADS_3

Setelah mendapat kabar dari Felix kalau mereka sudah dijalan, Mike, Renaldo dan Lusi merasa lega.


Saat mobil mereka sudah memasuki daerah taman yang sangat sepi, mereka melihat mobil yang mereka duga mengikuti mereka dari belakang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Cit ......


Mike tiba-tiba mengerem kan mobilnya, karena dugaan mereka benar kalau mobil itu tiba-tiba berhenti di depan mereka.


"Apa yang harus kita lakukan pa?" tanya Mike pada Renaldo.


Apalagi delapan pria yang berdiri tegap keluar dari dalam mobil itu. Renaldo dan Mike tidak memiliki rasa takut, yang mereka kuatir kan Lusi.


"Lebih baik kita keluar. Kita tanya apa mau mereka" ucap Renaldo.


Mike langsung mengangguk kepalanya, lalu dia menatap Lusi dengan cemas.


"Sayang kamu tetap di dalam. Jangan keluar, apapun yang terjadi" ucap Mike dengan penuh tekanan.


"Tapi kak, ku tidak mungkin diam saja." ucap Lusi.


"Nak, kamu ikuti saja apa yang dikatakannya. Karena itu untuk kebaikan mu" ucap Renaldo.


"Baiklah, om dan kak Mike harus hati-hati" UC Lusi pasrah.


Mike dan Renaldo kini sudah berhadapan dengan delapan pria itu.


"Siapa kalian? Kenapa kalian menghalangi jalan kami?" tanya Mike dengan dingin.


"Hahaha. Kami? Kalian tidak perlu tahu siapa kami" ucap salah satu pria itu dengan ketawa.


"Apa mau kalian?" tanya Renaldo tutup poin.


"Kami hanya mau wanita yang bersama kalian itu. Kalau kalian menyerahkannya langsung, maka kalian akan kami bebaskan."


Mike dan Renaldo kaget dengan apa yang mereka katakan. Mereka sangat penasaran siapa orang ingin menyakiti Lusi.


"CK... Aku tidak akan pernah membiarkan kalian membawanya. Kalian harus mengambil nyawa ku dulu" ucap Mike dengan emosi.


Tanpa bicara lagi dua pria maju melawan Mike dan Renaldo. Lusi hanya melihat dari dalam mobil perkelahian antara Mike dan Renaldo melawan musuhnya. Awal nya Mike menang melawan lawannya. Salah satu dari lawannya membantu temannya untuk melawan Mike. Makanya terjadi dua lawan tiga.


Sedangkan Renaldo saat lawannya ingin meninjunya, Renaldo dengan sigap langsung menangkap tangan lawannya dan langsung menarik kedua tangan lawannya kebelakang tubuh pria itu. Saat lawannya ingin melepaskan jeratan dari Renaldo, Renaldo langsung mematahkan satu tangan lawannya.


"AW..." jerit lawannya.

__ADS_1


Renaldo langsung melepaskannya dan memberikan tendangan yang kuat pada lawannya, sehingga lawannya terhempas ke tanah.


Renaldo yang melihat putranya melawan dua orang, langsung membantu putranya. Karena sudah mendapatkan bantuan dari papanya, Mike langsung memberikan tendangan yang kuat pada wajah lawannya, sehingga lawannya mengeluarkan darah dari mulutnya. Melihat lawannya tidak lagi bertenaga Mike pun langsung menendang bagian perut lawannya. Lawannya pun langsung terhempas ke tanah tidak sadarkan diri, karena dapat serangan yang keras dari Mike.


Lima orang yang masih berdiri tegak itu menatap tajam ke arah Mike dan Renaldo. Dengan secara serentak mereka langsung melawan Mike dan Renaldo. Mike langsung melawan tiga orang, sedangkan Renaldo melawan dua orang.


Saat mereka lagi beradu kekuatan dengan lawannya, Felix dan beberapa bodyguardnya datang membantu Mike dan Renaldo. Sehingga mereka jadi satu lawan satu. Lusi yang melihat kedatangan Felix membuat dia merasa lega, karena tadi saat lima orang serentak melawan Mike dan Renaldo membuat dia ingin membantu Mike dan Renaldo.


Tapi karena melihat kedatangan Felix dan dua orang yang dibawa Felix, membuat dia mengurungkan niatnya.


Felix langsung mematahkan tangan lawannya, lalu menendang kepala lawannya dengan sekuat tenaga. Karena serangan Felix yang sangat kuat, membuat lawannya langsung terkapar dan banyak mengeluarkan darah dari mulutnya.


Hanya butuh waktu sepuluh menit lawan mereka telah kalah dan terkapar di tanah tidak sadarkan diri.


Mike yang penuh dengan emosi langsung menghampiri lawannya yang masih sadar itu. Mike langsung menarik kerah baju pria itu, sambil menatap tajam.


"Katakan siapa yang menyuruh kalian?" tanya Mike pada pria itu.


Dor...


Mike dan yang lainnya terkejut mendengar suara tembakan. Pria yang tadi masih hidup itu kepalanya sudah bersimbah darah.


Felix langsung melihat ada sebuah mobil yang berhenti tidak jauh dari mereka, dan pria itu menutupi wajahnya dengan memegang senjata api dan duduk di belakang.


Mike dan Renaldo langsung memeriksa keadaan pria itu, ternyata pria itu sudah meninggal.


Tidak beberapa waktu Niko dan beberapa polisi sudah datang ketempat mereka. Niko langsung menghampiri Felix yang lagi memeriksa lawan mereka yang masih hidup.


"Pak Mike, apa bisa tolong jelaskan bagaimana kejadiannya?" tanya Niko pada Mike.


Mike dan Renaldo langsung memberi tau kronologi kejadian yang terjadi pada mereka. Mike memberitahu dari sejak kapan mereka diikuti. Lusi yang berdiri di samping Mike, tampak sangat terkejut ketika mendengar kalau sasaran mereka adalah dirinya. Lusi bukannya takut, tapi dia sangat penasaran siapa yang ingin mencelakakan dirinya. Felix juga memberi tahu kepada Niko kalau dua anak buahnya sedang mengejar mobil yang diduga dalang dari kejadian yang menimpa keluarga istrinya itu.


Tring....


Felix langsung memeriksa teleponnya yang berdering di saku celanaku.


"Halo, ma..." ucapan Felix langsung terpotong karena Mama nya langsung bicara.


"Bagaimana? Apa semuanya baik-baik saja? Istri mu dari tadi mencari mu. Jadi mama bilang kalau kamu mama suruh jemput papa mertua mu. Karena mobil mereka mogok."


" Ma, tenang lah. Semuanya baik-baik saja. Kami sebentar lagi akan datang" ucap Felix.


"Baiklah. Kalian harus hati-hati"

__ADS_1


" Ia, ma" Felix langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Niko, apa kami sudah bisa pergi. Besok pagi kami akan datang ke kantor mu" ucap Felix.


"Baik, pak." Meskipun Felix tidak lagi atasannya, tapi Niko sangat menghormati Felix.


"Baiklah. Terimakasih. Kabari tentang nya" ucap Felix sambil menunjuk salah satu dari preman itu yang masih hidup.


"Baik, pak" Felix langsung mengangguk kepalanya.


"Pa, lebih baik kita pulang. Ira lagi menunggu kita!" ucap Felix.


Mike dan Renaldo pun langsung mengikuti Felix. Mike yang menyadari kalau Lusi masih tampak berdiri saja, Mike langsung menghampiri Lusi.


"Sayang apa kamu baik-baik saja?" tanya Mike sambil mengelus pipi Lusi dengan lembut.


Mendapatkan sentuhan di pipinya dan suara Mike, membuat Lusi langsung tersadar dari lamunannya. Dia hanya mengangguk kepalanya dengan sedikit tersenyum. Dia tidak ingin memberitahu kepada Mike apa yang sedang dipikirkannya saat ini. Karena dia tidak ingin membuat Mike kuatir.


"Apa kamu yakin? Aku tahu pasti kamu memikirkan siapa dalang semua ini kan?" tebak Mike, dia sangat yakin kalau Lusi pasti lagi memikirkan sesuatu.


"Kenapa kakak bisa tahu?" tanya Lusi dengan kaget karena ketahuan dengan Mike.


Mike langsung menarik Lusi kedalam pelukannya, dia mengelus kepala Lusi dengan lembut.


"Tenanglah, kita akan mencari tahu semuanya. Sekarang lebih baik kita kerumah Anda dulu. Dia sudah menunggu kita" ucap Mike.


Lusi langsung melepaskan pelukan Mike, dan dia menatap Mike dengan tersenyum bahagia. Lusi pun langsung mengangguk kepalanya.


Felix yang mengambil alih mengemudi, Renaldo duduk di depan duduk di samping menantunya itu. Sedangkan Mike dan Lusi duduk di belakang.


Saat mereka mulai memasuki pekarangan rumah Felix, mobil yang dipakai kedua bodyguardnya juga ikut masuk.


Setelah mereka keluar dari dalam mobil, Felix langsung menghampiri kedua bodyguardnya itu.


"Bagaimana? Apa kalian mendapatkannya?" tanya Felix.


"Tidak tuan. Tapi kami dapat Nomor plat mobilnya" ucap salah satu dari orang suruhannya itu.


" Baiklah. Nanti kita bicarakan. Ingat jangan sampai istri saya tau semua ini"


"Baik, tuan."


Felix dan yang lainnya langsung masuk kedalam rumah bersamaan. Tapi sebelum mereka masuk, mereka langsung disambut dengan Veby dan Putra.

__ADS_1


******


__ADS_2