
Kini Lusi duduk sendiri, karena dia tadi menolak kalau suaminya akan menemani dirinya. Meskipun suaminya sibuk berbicara dengan para kolega bisnisnya, suaminya tetap memperhatikan dirinya. Dia menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan dan minuman untuk dirinya. Saat dirinya lagi asyik makan, seorang pria dan wanita datang menghampiri dirinya.
"Lusi..." sapa seorang wanita itu dengan lembut.
Lusi mendengar namanya disebut langsung melihat kearah sampingnya. Lusi langsung bangkit berdiri karena melihat Bian dan Cinta disampingnya. Lusi langsung memeluk Cinta dengan bahagia karena melihat Cinta tampak sehat saja dan perutnya kini semakin membesar.
"Akhirnya kita bertemu lagi, Cin. Kamu dari mana saja sih?" tanya Lusi dengan tersenyum.
"Tidak kemana-mana kok." jawab Lusi.
"Sudah cukup meluk istriku, Lus. Aku suaminya, jadi hanya aku saja yang boleh meluknya" ucap Bian sambil memisahkan dua wanita itu.
"Tunggu! Istri? Kalian sudah menikah?" tanya Lusi dengan terkejut.
"Sudah, Lus. Beberapa hari yang lalu. Tapi hanya masih pemberkatan saja, belum acara resepsi. Maaf ya, kami tidak mengundang kalian. Soalnya acaranya dadakan dan acaranya hanya dihadiri orang tua mas Bian dan aku saja. Kalau kami buat acara resepsi pernikahan nanti pasti kami akan mengundang kalian." jelas Lusi dengan malu.
"Wah selamat ya. Aku senang mendengarnya. Kami akan datang, dan untuk mu awas ya kalau kamu sakiti Cinta lagi!" ucap Lusi sambil menatap tajam Bian.
"Hahah. Tenang saja, aku tidak akan menyakiti istri ku" ucap Bian sambil merangkul istrinya dengan erat.
"Mas, aku duduk dengan Lusi di sini ya." ucap Cinta pada Bian.
"Baiklah! Aku ngobrol dulu dengan teman-teman ku!" ucap Bian, sebelum dia pergi meninggalkan istrinya dia langsung mengecup kening istrinya dengan lembut.
Lusi sangat bahagia melihat Bian dan Cinta kini sudah menikah dan saling mencintai. Dia sangat salut dengan kesabaran Cinta pada Bian, padahal Bian sudah terlalu banyak menyakiti hati Cinta. Sekarang kini mereka tampak sangat mesra dan saling mencintai.
Setelah acara ulangtahun Miranda selesai, seluruh keluarga berkumpul di kediaman Keluarga Renaldo. Karena Mike ingin mengumumkan hal yang penting untuk keluarganya.
Setelah seluruh keluarga berkumpul, Mike mengabarkan bahwa istrinya saat ini sedang hamil dan umur janinnya sudah satu bulan. Tentu saja membuat seluruh keluarga bahagia. Terutama Mesya dan Geral, tampak sangat bahagia karena mereka langsung berdoa supaya dapat melihat kelahiran cicit mereka nanti. Renaldo juga sangat bahagia karena sebentar lagi rumahnya akan ada suara tangisan bayi dan rumah mereka akan tampak ramai. Begitu juga dengan Johnson tidak sabar akan kehadiran cucunya dari Lusi.
__ADS_1
***
Kini sudah lima bulan berlalu, Lusi semakin bahagia dengan pernikahannya. Berbeda dengan Roni semenjak mengetahui pernikahan Lusi dan Mike, Roni menjadi berubah sangat dingin. Setiap pulang dari rumah sakit, Roni sering mabuk-mabukan. Kedua orangtuanya yang mengetahui kalau putranya berubah, jadi memutuskan untuk menemui putra mereka yang memilih tinggal di apartemen di kota x. Padahal mereka mempunyai rumah besar yang ada di kota B, tapi putra mereka memilih bekerja di rumah sakit di kota x.
Saat mereka sampai di apartemen putranya mereka terkejut melihat kamar putra mereka sangat berantakan dan bau alkohol.
"Apa-apaan sih kamu Ron. Kenapa kamu bisa jadi begini, sih?" ucap mamanya Bian saat melihat putra mereka yang masih tertidur dengan pulas.
"Lebih baik mama bangunkan anak itu. Buat malu-malu saja dia!" ucap papanya Roni.
Roni dipaksa mamanya untuk bangun karena melihat suaminya yang sangat marah melihat putra mereka yang tampak berantakan. Roni dengan santainya berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, karena suruhan mamanya. Setelah badannya segar, Roni ke ruang tamu dan duduk di hadapan orang tuanya.
"Lebih baik kamu ikut papa dan mama pulang. Kalau ada keluarga kita yang tahu kerjaan kamu mabuk saja, buat kemana muka kami?" ucap sang papa dengan tegas.
"Nak, kamu kenapa jadi seperti ini? Apa kamu mengalami masalah? Beri tahu kami, nak!" ucap sang mama sambil menggenggam tangan putranya. Hatinya merasa kalau saat ini putranya lagi mengalami masalah yang sangat besar.
"Tidak perlu pura-pura membantu ku, ma. Karena ini semua kesalahan mama!" ucap Roni dengan dingin.
"Bicara yang sopan dengan mama mu Roni. Jangan melimpahkan kesalahan yang kamu perbuat karena mama mu!" teriak papanya.
Roni langsung bangkit berdiri ingin meninggalkan orang tuanya, tapi mamanya langsung menahan dirinya.
"Nak, jika mama lakukan kesalahan tolong beritahu apa yang telah perbuat supaya mama bisa memperbaikinya." bujuk mamanya.
"CK... Memperbaikinya? Apa mama yakin bisa? Mama tahu kan tujuan aku ke kota ini untuk mencarinya? Aku sudah menemukan dirinya, tapi karena ulah mam dan Sisi, dia membenciku!" ucap Roni dengan emosi.
"Jadi ini semua karena Lusi? Baiklah kalau begitu mama akan bertemu dengannya untuk meminta maaf padanya, tapi mama mohon jangan hancurkan hidup mu nak!" ucap mamanya lagi.
"Tunggu dulu, apa yang kalian bicarakan ini berhubungan dengan mantan mu, Ron?" tanya papanya yang sudah mulai lembut.
__ADS_1
Karena papanya juga sangat marah sewaktu mendengar cerita dari Putranya bagiamana istrinya merendahkan pacar putra mereka dihadapkan orang lain.
"Semuanya sudah terlambat ma. Dia tidak akan pernah kembali mau pada ku. Ini semua karena mama, kalau saja mama tidak berbohong tentang perlakuannya terhadap mama, ini semua tidak akan pernah terjadi" teriak Roni.
Roni langsung menarik tangannya dari genggaman tangan mamanya dan pergi ke kamarnya. Setelah beberapa menit, Roni sudah keluar dengan pakaian yang rapi. Dia memilih pergi kerja dari pada melihat waja mamanya.
Mamanya terus menangis dalam pelukan suaminya, karena tidak ingin putra mereka semakin hancur papanya memutuskan seseorang untuk mencari keberadaan wanita yang dicintai putranya. Papanya mengambil foto Lusi dari kamar Roni dan diberikan kepada orang suruhannya.
Tidak butuh waktu yang lama, orang suruhannya mendapatkan kabar keberadaan Lusi saat ini ada dimana. Saat orang suruhannya mengatakan kalau Lusi menuju rumah sakit, mereka langsung pergi untuk menemui Lusi.
***
Lusi dengan ditemani Miranda dan Dina kerumah sakit untuk memeriksa kandungannya. Karena Mike dan Baim lagi pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan. Semenjak Lusi hamil, Lusi memutuskan untuk berhenti bekerja karena tidak ingin membuat kehamilannya mengalami masalah. Mike malahan sangat senang dengan keputusan istrinya, karena dia juga sependapat dengan istrinya. Sekalian menemani Dina yang juga memeriksa kandungannya, karena Dina juga sudah berisi. Usia kandungan Dina saat ini empat bulan.
"Bagaimana, dok kandungan saya?" tanya Lusi dengan tersenyum ketika mendengar suara detak jantung anaknya
"Semuanya baik-baik saja. Apa ibu mau tahu jenis kelamin anak nya?"
"Apa sudah bisa dilihat dok?"
"Bisa Bu. Umur enam bulan, janinnya sudah tampak sempurna jadi kita bisa melihat jenis kelaminnya"
"Kalau begitu apa jenis kelamin keponakan kami dok?" tanya Miranda dengan antusias.
"Selamat ya nyonya Lusi jenis kelamin anaknya laki-laki" ucap dokter itu dengan tersenyum.
Tentu saja membuat Lusi dan kedua sahabatnya bahagia. Lusi meminta kedua sahabatnya itu untuk tidak memberi tahu langsung kepada suaminya, karena dia ingin kasih surprise pada suaminya saat ulang tahun suaminya dua hari lagi.
***
__ADS_1