
Kini Baim dan Mike berjalan masuk kedalam kantor dengan gagahnya setelah menikmati acara liburan mereka di LA selama dua Minggu. Meskipun Mike sudah menikah dan sebentar lagi mempunyai dua anak, pesonanya tidak pernah pudar.
Banyak pegawai wanita yang selalu mencoba untuk mencari perhatiannya, tapi dengan cepat para wanita itu langsung menghilang dari perusahaannya. Dibalik yang melakukan hal itu tidak lain Baim, atas perintah dari Mike. Mike tidak ingin membuat istrinya marah karena ulah para pegawai wanita ditempatnya.
Pernah waktu itu Mike mendapatkan sekretaris wanita, dengan secara terang-terangan wanita itu menggoda Mike didepan Lusi dengan cara pakainya yang kurang bahan. Saat itu sekretarisnya lagi mengantarkan berkas untuk Mike, saat dia tunduk miliknya yang diatas terpampang. Lusi dan putra mereka yang lagi berkunjung ke kantor suaminya langsung murka. Tanpa segan-segan dia langsung mendorong tubuh wanita itu, sehingga terhempas ke lantai. Mike hanya bisa diam melihat perbuatan istrinya karena dia tidak bisa bersikap kasar pada istrinya, apalagi saat itu usia kandungan anak kedua mereka masih empat Minggu.
Lagian itu semua tidak sepenuhnya kesalahan istrinya, sekertaris nya juga bersalah. Karena tanpa malu-malu menggodanya depan istri dan putranya.
"CK... Dasar perempuan murahan. Saya tahu kalau kamu ingin menggoda suami saya. Apa kamu tidak malu dan punya mata, kalau saya istri Sahnya ada disini!" ucap Lusi dengan emosi.
Tentu saja membuat wanita itu langsung malu. Wanita itu berusaha untuk bangkit berdiri dan saat dia ingin pergi meninggalkan ruangan itu Lusi langsung menghentikannya.
"Mulai besok kamu tidak perlu lagi datang! Jika kamu masih coba datang untuk menggoda suami saya, dalam tempo satu malam tubuhmu sudah akan dinikmati para pria tua yang kelaparan" ancam Lusi.
Tentu saja membuat wanita itu langsung takut, berbeda dengan Mike. Mike langsung ketawa mendengar ancaman istrinya pada sekretarisnya, OPS yang sudah jadi mantan sekretarisnya mulai saat ini.
Lusi yang melihat suaminya ketawa, langsung menatap Mike dengan dingin. Lalu dia mengambil tasnya dan membawa putra mereka pergi. Akibat dari itu, Mike dihukum Lusi tidak mendapat jatah selama satu Minggu. Akhirnya Mike menyuruh Baim untuk mencari sekretaris pria dan setiap wanita yang secara terang-terangan menggodanya langsung dipecat secara tidak hormat.
Tapi banyak juga pegawai wanita yang menyukai Baim. Setiap pagi pasti selalu ada saja yang letakkan cokelat, kue di atas meja kerja Baim. Baim yang tidak pernah tertarik langsung memberikan kue yang ada diatas mejanya pada sekretarisnya yang bernama Sari.
"Sari, saat makan siang nanti kamu temani saya!" ucap Baim ketika baru saja ingin masuk kedalam ruangannya.
"Baik, pak!" ucap Sari dengan menundukkan kepalanya untuk memberikan hormatnya pada atasannya itu.
Baim langsung masuk kedalam, setelah mendapat jawaban dari Baim. Baim langsung masuk kedalam ruangannya, sambil melirik Sari dari dingin kaca yang yang di ruangannya.
***
__ADS_1
Tok...tok...tok...
"Masuk" perintah Baim tanpa melihat siapa yang masuk ke ruangannya.
"Maaf, pak. Pak Mike menghubungi saya bertanya tentang bapak kenapa tidak mengangkat telepon dari beliau" ucap Sari.
Mendengar nama Mike, Baim langsung mengambil hp nya yang ada di tas kantornya yang dari tadi belum dia sentuh saat dia masuk keruangan. Dia juga lupa untuk mengaktifkan suara hp nya.
Baim melihat lima panggilan tidak terjawab dari Mike. Tidak hanya Mike, tapi juga ada Felix, Sam dan Bian. Baim langsung bangkit dan memakai jasnya yang sempat dia buka tadi. Dia merutuki dirinya yang melupakan janji makan siang bersama para sahabatnya.
"Sekarang kita bergerak." ucap Baim.
Tentu saja Sari mengerti, karena tadi pagi Baim sudah mengatakan kalau mereka akan makan siang diluar. Sebenarnya Bian disuruh Miranda untuk membawa sekretarisnya untuk makan siang bersama mereka. Karena Miranda dan istri-istri dari para sahabatnya akan membantunya untuk membuat Sari menyukainya.
Mereka sudah mengetahui kalau Baim menyukai Sari, karena sewaktu mereka liburan di LA Miranda melihat Baim sesekali melirik ke handphonenya. Karena jiwa keponya memberontak membuat dia dan kedua sahabatnya itu merencanakan untuk mengambil hp Baim secara diam-diam.
"Wah, kak Baim suka sama Sari?" tanya Miranda tanpa dosa. Baim tidak menjawab tapi langsung bangkit dan berjalan mengambil hp nya dari tangan Miranda.
"Mau kami bantu? Kami bisa bantu kak Baim untuk membuat Sari menyukai kakak!" ucap Lusi.
Mereka sangat mengenal Sari, karena mereka juga sering ketemu mau di kantor mau pun diluar.
Ingin sekali Baim marah, tapi karena mendengar tawaran yang menggiurkan membuat dia langsung menatap kearah istri-istri para sahabatnya itu.
***
Kini Baim dan Sari memasuki restoran, dan mereka langsung diarahkan untuk memasuki ruangan yang khusus VIP. Di dalam Mike dan yang lainnya sudah berkumpul.
__ADS_1
"Sari, kamu duduk bersama kita saja disini. Biarkan para pria duduk di sana!" ucap Lusi dengan tersenyum.
"Permisi pak saya bergabung dengan nyonya Lusi dan yang lainnya" ucap Sari.
Baim hanya mengangguk kepalanya saja. Sari pun langsung menuju tempat para wanita berkumpul, sedangkan Baim ke meja tempat diman sahabatnya duduk.
Akhirnya siang itu mereka makan siang dengan canda tawa. Setiap meja memiliki cerita masing-masing.
"Sar, kamu belum punya pacar?" tanya Lusi.
"Belum, mbak. Saya tidak punya waktu untuk mencari pacar. Ya, saya selalu sibuk mengurus pekerjaan saya." jelas Sari, Sari memang sudah sangat akrab berbicara pada Lusi dan yang lainnya.
"Kenapa, mbak? Mbak mau mencari kan aku pasangan? Kalau mau, cari pasangan untuk ku harus yang baik dan singele ya" ucap Sari dengan cengengesan tanpa malu-malu.
"Hahaha. Yakin, mau kami kenalkan? Kami punya pria yang sesuai kriteria mu! Tapi, usianya agak jauh dengan mu!" ucap Miranda.
"Memang jaraknya berapa tahun?"
"Delapan tahun. Usia pria itu saat ini tiga puluh tahun, sebentar lagi usianya 31 tahun. Dan dia mau mencari istri, bukan pacar" jelas Lusi.
"Hahaha. Saya kira beda sepuluh tahun lebih. Kalau masih delapan tahun jaraknya dengan saya, saya tidak masalah. Tapi yang penting itu karakter nya yang bagus dan pekerjaan keras. Ya, dia juga harus menerima segala kekurangan saya" jelas Sari.
"Wah, kamu masih muda tapi pemikiran kamu sangat dewasa ya. Kami sangat senang mendengarnya." ucap Dina dengan tersenyum.
"Terimakasih, mbak."
"Kalau begitu besok kami akan memperkenalkan kalian. Tapi ingat ya, kalau bisa kamu pakai pakaian yang sangat cantik" ucap Miranda. Sari hanya mengangguk kepalanya saja.
__ADS_1
****