You'Re My Everything

You'Re My Everything
Rindu Bian


__ADS_3

Setelah tiga hari sadar dari komanya, Cinta sangat terkejut melihat kedatangan kedua orangtuanya dari kampung. Kedua orangtuanya langsung memeluk dirinya sangat erat sambil menangis. Cinta bertanya kepada kedua orang tuanya kenapa bisa mengetahui kalau dirinya ada disini. Betapa terkejutnya Cinta ketika mendengar ternyata Bian lah yang datang. Bian juga sudah menceritakan semuanya bagaimana perlakuan Bian kepada Cinta. Tentunya kedua orangtuanya Cinta sangat marah dan membuat papanya Cinta kena serangan jantung, tapi Bian langsung membawa papanya Cinta berobat.


Kedua orangtuanya Cinta sudah memaafkan Bian karena melihat kesungguhan Bian untuk meminta maaf kepada mereka karena telah menyakiti putri mereka. Orang tuanya Bian tidak terkejut mendengar cerita dari orangtuanya Cinta, karena Bian sudah memberi tahu kepada mereka. Mereka malah sangat bangga pada putra mereka dengan berani bertanggung jawab.


Setelah seminggu dirumah sakit, cinta diperbolehkan untuk pulang. Kedua orangtuanya Cinta ingin membawa cinta pulang ke kampung, tapi kedua orang tua Bian meminta kepada keluarga Cinta biar Cinta tinggal bersama mereka. Kalau Cinta tinggal disana, takutnya banyak tetangga yang mengucilkan Cinta karena hamil tanpa suami.


Akhirnya kedua orangtuanya Cinta mengijinkannya. Cinta selalu bertanya kepada Venesia dan Samuel keberadaan Bian tapi mereka selalu mengatakan kalau mereka tidak mengetahuinya. Sebenarnya kedua orangtuanya Cinta dan Bian mengetahui keberadaan Bian, tapi karena mereka sudah janji kepada Cinta untuk tidak memberi tahu keberadaannya.


Hari ini sudah genap sebulan Cinta tinggal bersama kedua orang tua Bian, dan sebulan lebih lah dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan Bian, setiap dia selalu menghubungi Bian selalu tidak aktif.


"Cinta, sekarang kita berangkatnya ya nak takut nya nanti rame disana" ucap Venesia pada Cinta.


Venesia lah dan Samuel sudah mengganggap Cinta putri mereka. Mereka memperlakukan Cinta dengan lembut dan sangat baik. Hari ini jadwalnya Cinta untuk memeriksa kandungannya.


"Ia, ma" jawab Cinta. Venesia meminta Cinta untuk memanggil dirinya mama, tentu saja membuat Cinta bahagia.


Cinta sebenarnya tidak menyangka kalau orang tuanya Bian memperlakukan dirinya dengan baik dan menerima dirinya sebagai menantu mereka nanti. Cinta selalu berharap Bian datang, lalu dengan cepat dia ingin menjawab pertanyaan Bian waktu itu kalau dia menerima Bian jadi suaminya.


"Ma, papa dimana?" tanya Cinta karena tidak melihat Samuel didalam rumah.


"Papa mu, ingin mengurus restoran milik Bian dulu.

__ADS_1


Venesia dan Samuel sudah mengetahui kalau putra mereka telah memiliki usaha restoran yang sangat besar dan tersebar di seluruh Indonesia dan ada beberapa di luar negeri. Hal itu membuat mereka sangat bangga pada putra mereka, dapat membangun usaha tanpa bantuan dari mereka.


***


Kini Mike, Lusi, Miranda dan Felix pergi ke penjara sambil membawa makanan yang banyak. Miranda selalu mengandeng tangan suaminya, karena sejak usia kandungannya menunggu waktu membuat Miranda harus lebih hati-hati. Miranda juga tidak pernah ingin jauh dari suaminya. Jadi setiap Felix pergi, Miranda selalu minta ikut. Makanya karena itu Lusi pasti juga ikut supaya ada teman Miranda bicara.


"Mas, apa tidak bisa kita membantunya untuk bebas?" tanya Lusi dengan sendu.


"Sebenarnya aku dan Felix sudah ingin membantunya, tapi dia menolak sayang. Katanya dia ingin disini, dia ingin disini untuk merenungi segala perbuatannya." ucap Mike dengan mengelus rambut Lusi.


"Tapi, mas..."


"Ssst...Dia datang sayang, coba kamu saja yang bicara padanya" ucap Mike.


Ternyata Bian tidak pernah sekalipun datang menemui Cinta karena dia didalam penjara.


Flash back.


Setelah bertemu dengan keluarga Cinta, Bian bersama kedua orangtuanya datang ke rumah kediaman keluarga Renaldo. Mereka ingin bertemu dengan Lusi dan Mike.


"Silahkan duduk. Maaf tuan Sam, ada gerangan apa kalian datang kerumah kami?" tanya Renaldo pada Samuel. Ini pertama kalinya mereka bertemu sejak kejadian dimana Samuel memutuskan untuk tidak lagi ikut campur dalam urusan adiknya dan keponakannya kepada keluarga Renaldo.

__ADS_1


"Maaf tuan Renaldo, kami ingin bertemu dengan putra mu Mike dan Lusi. Apa bisa kami bertemu dengan mereka?" tanya Samuel dengan sopan.


"Papa ada tamu?" tanya Lusi pada Renaldo saat mereka mau masuk kedalam rumah.


Renaldo dan keluarga Samuel langsung melihat kearah pintu, mereka melihat Lusi dan Mike baru saja pulang dari kantor. Lusi dan Mike yang melihat keluarga Bian yang datang membuat mereka terkejut.


"Son, Lusi baguslah kalian sudah pulang. Mereka ingin bertemu dengan kalian berdua" ucap Renaldo pada Putra dan menantunya.


Mike dan Lusi langsung duduk di kursi yang dekat dengan Renaldo. Kemudian mereka menatap tamu mereka dengan biasa saja. Tak ada tatapan kebencian sedikitpun dari Mike dan Lusi.


"Nak Lusi saya dan keluarga saya datang kemari ingin meminta maaf kepada kamu dan Mike. Kami tahu terlalu banyak kesalahan yang telah kami perbuat. Terutama om! Kamu pasti sudah tahu kalau saya lah yang telah membantu adik saya Monika untuk membunuh mama kamu, supaya adik sayalah satu-satunya istri dari papa kamu"


"Saya siap kalau kamu ingin menghukum saya. Saya mohon maafkan lah om, nak. Saya terlalu buta untuk kasih sayang pada adik saya, sehingga saya tidak dapat melihat jelas kalau apa yang telah saya lakukan, bukalah perbuatan yang benar." ucap Samuel dengan sendu.


Lusi tampak bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Ya, dia memang masih sangat marah karena perbuatan Samuel, dia telah kehilangan kasih sayang dari mamanya dan membuat papanya pergi menjauh darinya. Tapi, entah kenapa dalam hatinya saat ini tidak lagi membenci Samuel. Semenjak Samuel mau membantu dirinya untuk lepas dari Monika dan Sisil. Lusi langsung menatap kearah Mike, dia ingin Mike untuk memberikan ketenangan padanya. Mike yang mengerti tatapan istrinya langsung menggenggam tangan Lusi dengan erat.


"Saya juga ingin meminta maaf kepada kalian berdua" sambung Bian sambil menundukkan kepalanya, dia sangat malu menatap Mike dan Lusi karena perbuatannya.


"Karena saya membuat kalian terpisah. Saya menyadari kalau saya melakukan hal itu bukan karena cinta dengan Lusi, tapi karena saya tidak menerima kekalahan dari Mike. Mike telah berhasil mendapatkan Lusi, padahal saya sudah lama mendekati Lusi, tapi Lusi tidak pernah sekalipun merespon saya. Maafkan saya, saya sudah siap untuk menerima hukuman dari kalian berdua" ucap Bian.


Mike dan Lusi langsung saling bertatapan, Mike dan Lusi jauh-jauh hari telah berdiskusi kalau mereka tidak akan menuntut Bian ke penjara. Mereka memutuskan untuk memaafkan atas perbuatan Bian, karena sebagai tanda terimakasih mereka karena telah membantu untuk menyelamatkan Lusi dari Monika dan Sisil.

__ADS_1


***


__ADS_2