A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
10. Awas! anjing itu kena rabies


__ADS_3

Bagaimana cara menangkap anjing rabies?.


Ting... 


Ciri-ciri Anjing Rabies yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mencegah Penularannya.


Waspada! Kenali 4 Tanda Hewan Terinfeksi Rabies


Aku mencari di google cara menangkap anjing rabies. Kebanyakan orang memilih jasa pengendali hewan, menelepon pemadam kebakaran, atau bahkan menelepon polisi.


Aku dapat info dari tetangga, anjing itu masih berkeliaran di kampung. Anjing itu terjebak di kampung kami karena akses keluar kampung harus melewati jembatan semen yang hanya ada 3 buah. Warga bersiap di tengah jembatan tapi anjing itu tidak muncul. 


Bukannya aku tidak mau membantu, tapi kalau ada terlalu banyak orang di jembatan anjing itu pasti tidak berani mendekat.


Aku tinggalkan ibu di rumah sakit untuk menunggu jalannya vaksin. Hatiku tidak tenang kalau harus berjalan di kampung yang ada anjing kematiannya. Terlebih lagi ibu jalannya lambat dan harus dituntun. Bisa gawat kalau kami diserang oleh Asu itu di tengah jalan.


Untuk itu aku meminjam sebuah ketapel dari tetangga di rumah yang lama, yang sebentar lagi akan digusur. Ketapel ini digunakan anaknya temanku untuk tawuran, ada beberapa anak panah juga. Akan ku bunuh anjing itu dengan senjata ini.


Lalu aku bertemu dengan para pria yang bertugas menangkap anjing rabies di atas jembatan. 


"Anjing sudah kelihatan belum pak?." Tanyaku. 


"Belum, ngomong-ngomong kamu warga sini?."


"Iya, saya baru pindah seminggu yang lalu ke kontrakan haji Ahmad."


"Kalau mas mau ke rumah sebaiknya jangan dulu mas. Soalnya ada anjing rabies."


"Iya, saya tahu pak. Ibu saya juga tergigit tadi siang, untuk cepat ditangani di rumah sakit."


Saat kami sedang mengobrol anjing rabies itu datang dari arah belakang. Kami semua terkejut melihat anjing itu datang dari liar desa dan sedang mengejar seorang pemotor.


"Awas! Minggir!!."


Karena jembatan semen itu sempit dan tidak ada penghalang sampingnya alhasil kami pun menceburkan diri ke sungai untuk memberikan ruang kepada pemotor itu.


Jangan khawatir sungainya tidak terlalu dalam dan tidak bersih. Anjing rabies itu ikut melompat ke sungai. Sialnya dia lompat ke arahku.

__ADS_1


Aku pun langsung bersembunyi ke dalam air yang cukup dangkal hanya setinggi paha orang dewasa dan kotor.


Setelah berhasil menghindari anjing itu aku pun langsung memanahnya dengan ketapel.


Blup!


Panahku meleset. Taksi kuning yang melintas di depan wajah mengacaukan konsentrasiku, apalagi baunya luar biasa.


"guk! guk! guk!."


"Berisik anjing bangsat!, ini jam 10 malam tahu!!."


Teriakanku menakuti anjing itu, dia berenang berlawanan arah denganku, punggungnya pun menjadi sasaran empuk buatku.


 "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam,"


Enam kali tembakanku kena, anak panahku memenuhi punggungnya, seharusnya aku oles ujung panah itu dengan racun kodok terlebih dulu.


Gerakan si anjing mulai melambat di saat itulah warga menjalanya dan menariknya ke tepian.


Aku mengambil hp ku yang jatuh di jembatan lalu pergi melihat kondisi anjing itu. 


Anjing rabies itu rupanya milik seorang warga takjil di kampung kami. Dia memelihara 2 ekor anjing, keduanya terjangkit rabies. Mulanya hanya satu yanh terjangkit dan anjing itu sudah dipindahkan ke penangkalan, sedangkan yang satunya lagi kabur ke perumahan warga. Itulah anjing yang kami tangkap.


Sang pemilik datang saat anjing sialan itu sudah mati. Dia mati karena kehabisan nyawa. Aku bernafas lega, namun helaan nafasku rupanya di dengar oleh pemilik anjing yang tidak terima anjing di panah sampai mati. 


"Jangan salahkan saya bu. Yang salah kan ibu. Kenapa anjing penyakitan sampai lepas ke permukiman. 2 orang jadi korban keganasan anjing itu. Ibu saya dan anak bu Nina."


"Betul kata mas Hasan. Harusnya ibu berterima kasih, bukannya malah menghardik."


Warga mendukungku. Mungkin karena merasa tidak berdaya dan sangat sedih. Ibu yang tadinya memelototiku berbalik pergi.


Setelah keadaan menjadi aman, aku kembali lagi ke rumah sakit untuk menjemput ibu, sampai rumah langsung tidur.


***


Aku bermimpi melihat kecelakaan hari itu dengan sudut pandang orang ketiga. Begitu menyebalkan melihat mimpi ini berulang kali. Aku juga sudah bersumpah akan mencari merek farfum itu kalau nanti memiliki uang. Aku tidak lagi trauma naik kendaraan roda 4. Tapi mimpi ini terus menerus menghantui pikiranku. Akibatnya, saat bangun tidur kepalaku sakit dan badanku pegal. 

__ADS_1


Ayah yang mendengarku mengeluh setiap pagi menjadi tidak tega dan menyuruhku membeli kasur baru yang nyaman. Tapi aku menolak ide itu karena buang-buang duit. 


"Jangan khawatir yah, Hasan punya cara mengatasi pening ini." Itulah kebohongan yang aku katakan setiap paginya.


Aku memiliki kebiasaan konyol saat mandi. Aku suka... menaruh gayung berisi air sabun di atas kepala. Shower mini yang guyuran airnya tidak merata. Topi gayung namanya. Setidaknya kebiasaan ini bisa untuk meringankan pusingku.


Sudah cukup bicaranya, saatnya bekerja.


Karena tugasku sebagai agen lapangan sudah selesai, aku pun hanya berdiam diri di kantor. Lalu karena aku tidak bisa menggunakan komputer, aku jadi tidak bisa melakukan apapun. 


Hari itu pak Naryono bilang akan mengajariku cara menghidupkan komputer dan menggunakan aplikasi word. Beliau ingin setidaknya aku memiliki kegiatan di waktu senggang. Jadi beliau mengajariku mengetik di word.


"Buatlah sebuah novel, karya tulis, hipotesis, atau apapun. Kau pasti bisa melakukan sesuatu dengan komputer ini. Oke."


"Baik pak."


Aku benci mengetik, jadi aku hanya menulis kata-kata bijak yang terlintas di kepalaku, setelah itu aku menikmati Wi-Fi kantor.


"Selamat pagi mas Hasan. Lagi sibuk ya?."


Mbak Siska datang padaku. Farfum yang dia gunakan adalah aspek pertama yang aku nilai. Wewangian adalah salah satu aspek lanjutan yang akan diperhatikan orang di sekitarmu. Farfum yang harum terlebih farfum yang aromanya mewakilkan dirimu akan memberikan daya tarik lebih. Itulah yang dilakukan mbak Siska.


Penampilannya yang menawan dipadukan dengan farfum beraroma jeruk yang tipis membuatnya memiliki ciri khas tertentu dalam penampilannya.


Ini membuatku penasaran. "Mbak Siska. Bagaimana cara berpenampilan menawan seperti mbak?."


"Memangnya mas Hasan mau tampil seperti apa?."


"Saya mau mencari farfum buah yang cocok untuk saya."


Ekspresi mbak Siska langsung berubah.


"Saya tidak tahu farfum apa yang cocok untuk mas. Tapi saya tahu siapa orang yang bisa. Dia seorang desainer. Kalau hanya minta saran merek farfum, saya yakin dia tidak akan meminta bayaran."


Mbak Siska ternyata lebih mudah dimanipulasi dari yang aku duga. Aku penasaran bagaimana wajah temannya itu. 


Rasa penasaranku terjawab beberapa hari kemudian. Ternyata temannya itu femboy atau gemulai.

__ADS_1


Yah aku sudah membayangkan bentuk orang ini. Laki-laki yang jago make up dan desainer pakaian, pasti tidak jauh-jauh dari sifat feminim.


***


__ADS_2