
Saat podcast dimulai Hasan diminta menceritakan 2 kejadian naas yang hampir merenggut hidupnya.
Hasan pun menceritakan kejadian tabrakan waktu itu dan kecelakaan di toilet umum yang baru-baru ini terjadi.
Hasan mengungkapkan kalau kecelakaan yang pertama adalah awal mula dia mendapatkan penciuman anjing pemburu.
Mendengar itu mas Dedi menyebutkan secara halus kalau mungkin saja ada komplikasi di dalam tubuh Hasan.
Namun Hasan menyanggah dengan mengatakan kalau dia sudah pernah memeriksakan diri ke dokter pribadi temannya dan ke dokter rumah sakit. Kalau memang komplikasi itu ada seharusnya dokter sudah memberitahunya.
Tanpa diduga mas Dedi menantang Hasan untuk periksa ke dokter ahli saraf dan penciuman. Tujuan tak lain adalah membongkar rahasia Hasan.
Hasan pun setuju karena dia sudah terlanjur datang ke studio itu.
"Mas Dedi mempersiapkan semuanya dengan baik. Bahkan sampai mengundang ahli hidung kesini, hahahahahaa... "
"Iya nih, sebenarnya yang memanggil ahli hidung tim kreatif, hahahahaahaa... " Sahut mas Dedi.
Siska menunggu Hasan dengan sabar di ruangan tunggu bintang tamu. Dia ikut karena ingin melihat studio mas Dedi dari dalam. Sayang seribu sayang dia tidak diajak ke depan kamera.
Setelah pemeriksaan oleh dokter ahli hidung dan penciuman si dokter menyimpulkan kalau sistem penciuman Hasan berbeda dari yang lainnya. Si dokter juga menyimpulkan kalau Hasan memiliki IQ yang lebih tinggi sehingga bisa mengenali aroma aroma tertentu.
Untuk pertama kalinya Hasan berterima kasih pada pengajaran yang diberikan dokter Brian.
Singkat cerita podcast berakhir dan Hasan serta Siska menyewa kamar hotel di Banjarbaru. Kebetulan mas Dedi melakukan podcast di studio nya yang berada di kalimantan.
"Fyuhh, enaknya jadi artis. Ngomong doang auto dapet 20 juta. Btw mas Dedi kaya banget ngasih kita 20 juta cuma buat sekali tampil." Ucap Hasan yang sedang rebahan santuy di kasur.
Siska turut berbahagia, dia membuka bajunya lalu naik ke atas Hasan. Selanjutnya, tidak perlu diceritakan.
Dalam satu bulan itu Hasan meraup keuntungan sampai 100 juta laba kotor. Laba bersih yang dia dapatkan adalah 80 juta. Angka yang cukup fantastis di mata kaum ekonomi menengah.
Hasan masih tidak puas dengan hanya 80 juta, masih ada acara yang harus dia hadiri. Percaya tidak percaya para host stasiun tv itu lah yang mendatangi Hasan ke kalimantan.
Nama Detektif Bau semakin melejit saat di salah satu streaming nya Hasan menunjukkan kalau dirinya bisa menemukan makanan beracun di antara makanan bagus.
Puncaknya Hasan di undang ke acara sains terkenal yang diproduseri oleh Kennedy Hillenburg, seorang profesor dari institusi sains terbesar di Amerika.
__ADS_1
Di acara yang disaksikan 200 juta penonton itu Hillenburg mengungkapkan kalau dia menganggap berita tentang Hasan adalah berita gorengan, alias di lebih lebihkan oleh media.
Profesor Hill pun menantang Hasan menebak aroma apa yang ada di balik dinding besi sejauh 20 meter darinya.
Tapi sebelum tantangan itu dimulai Hasan meminta agar apapun yang diletakkan di dalam sana tidak boleh menggunakan jenis hidangan yang tidak diketahui Hasan. Misal hidangan khas Amerika yang tentu tidak dikenali oleh Hasan.
Profesor Hill pun setuju dan dia meletakkan permen lolipop 7 rasa di dalam lemari besi itu.
Siska menonton dengan jantung berdebar kencang.
Hasan berkonsentrasi penuh. Di dalam ruangan tertutup penuh barang yang disisipi debu Hasan berusaha menemukan bau yang memancar dari lemari besi di depannya.
Untungnya tidak ada penonton di studio selain kru yang bertugas.
"Meskipun jauh dan tercampur banyak bau aku bisa mengejar jejak yang keluar dari lemari besi disana. Ini adalah makanan manis, mirip seperti permen dan sepertinya tidak hanya ada satu." Batin Hasan.
"Permen dengan banyak rasa." Jawab Hasan.
Si profesor mematung. Lalu dia mengeluarkan isi di dalam lemari besi itu.
***
Hasan pulang ke rumahnya dengan kondisi syok berat. Tidak pernah terbayang akan memegang kartu atm dengan nominal sebanyak itu dalam hidupnya.
Siska sampai melompat lompat kegirangan sambil menggandeng ayah dan ibu Hasan.
"Dengan uang itu kamu bisa mengoperasi mata ibu dan kaki ayah!" ucap Siska.
"iya, syukur banget. Tapi sebelum itu, aku harus memberikan bagian pak bos dan pak Naryono terlebih dahulu."
Hasan membagi jumlah uang dengan kalkulator agar tidak tertinggal hak orang di dalam gepokan uangnya.
15% bagian pak Naryono dan pak bos dibulatkan menjadi 1,9 Miliar.
Hasan mentransfer uang itu hari itu juga.
Beruntung sekali bagi pak Naryono, uang itu datang disaat dia akan melakukan pemeriksaan kesehatan. Ingat kan, sebelumnya Hasan melihat ada aliran darah pak Naryono yang akan tersumbat. Nah pak Naryono sedang dalam proses pengobatan untuk membersihkan area yang hampir tertutup itu.
__ADS_1
Sementara pak bos, tidak diketahui dia menggunakan uang itu untuk apa.
Saat Hasan ingin tidur tiba-tiba dia mendapat telepon dari mbak Melinda, bos kebun buah waktu itu.
Mbak Melinda mengajak Hasan bertemu di sebuah restoran saat larut malam.
Hasan yang ada janji dengan istrinya pun menolak dan mengajak bertemu besok pagi, mumpung masih ada waktu 2 minggu sebelum dia kembali bekerja di BPOM.
Hasan pun pergi ke kamar dengan semangat setelah sebelumnya chat an dengan mbak Melinda di wc.
"Hehehehehee... kehidupanku berputar 180 derajat!!" Seru Hasan saat bercinta dengan istrinya.
"Selamat ya, tidak salah aku memilihmu sebagai suamiku." Sahut Siska diiringi *******.
Keesokan harinya Hasan memenuhi janji temunya dengan mbak Melinda. Untuk mencegah wajahnya dikenali oleh orang lain Hasan menggunakan masker, topi, dan kacamata hitam yang sama yang dia gunakan saat pertama kali pergi ke motel bersama mbak Siska. Sampai saat ini kelakuan Hasan yang satu itu belum terbongkar oleh siapapun.
"Ada apa mbak mencari saya?" Tanya Hasan.
"Saya sudah nonton channel mas, ternyata itu alasan mas bisa memilih buah yang bagus saat di kebun. Saya mengetahuinya saat mas memberikan buah buahan paling segar pada saya."
"Begitulah mbak, waktu itu saya masih merahasiakannya, hahahahahahaha... " Hasan tertawa mengingat seberapa aneh tingkahnya dulu.
Tiba-tiba mbak Melinda menyodorkan dadanya ke meja lalu berkata dengan nada memeras yang seolah tidak cocok dengan tindakannya.
"Sebenarnya saya datang untuk meminta bantuan mas. Kebun buah saya rusak karena hujan deras tempo sebulan yang lalu. Sekarang saya sedang diambang kebangkrutan. Kira-kira boleh tidak saya hutang 300 juta untuk memperbaiki kebun buah saya?"
Hasan berpikir sejenak. Namun konsentrasinya terganggu karena di depannya ada 2 buah semangka yang tampaknya disengaja oleh mbak Melinda untuk menggodanya.
Akhirnya Hasan pun tergoda dan dia memberikan syarat yang cukup berat untuk dipenuhi.
Yaitu mbak Melinda harus melayaninya 3 kali setiap minggunya.
Mbak Melinda yang sudah tidak tahu harus kemana lagi pun menerima syarat itu dengan berat hati.
Uang dan kekuasaan mulai menggelapkan mata Hasan.
***
__ADS_1