
Letusan senjata dan pertempuran memenuhi medan tempur. Hasan berhasil bertahan selama 5 menit dan menghabisi 8 musuh, pencapaian yang sangat hebat.
[Bala bantuan datang, selanjutnya kau harus bertahan selama 10 menit.]
"Apa!!"
Singkat cerita ujian pertama berakhir dengan Hasan yang tertembak sebanyak 7 kali, namun dia dinyatakan lulus karena perpanjangan waktu sebelumnya hanyalah permainan the Nameless.
Nameless memberitahu kalau istrinya sudah siuman dan ada 20 panggilan tidak terjawab dari Cha Hae Lim.
Bergegas dia ganti pakaian dan pergi membeli buah tangan, sesampainya di rumah sakit Hasan disambut oleh kemarahan tersirat Lim. Lim menatapnya dengan senyum pahit. Hasan mengerti mengapa Lim sangat marah, karena Hasan meminta bantuannya menjaga Siska dan Amara dia jadi tidak bisa masuk kerja.
"Anu-maaf Lim, tadi aku ketiduran di mobil makanya tidak angkat telepon. Kalau gajimu dikurangi oleh bos, kau bisa minta gantinya padaku." ucap Hasan dengan senyum lembut.
"Bukan soal itu bodoh. Kemana saja kau saat istrimu sedang sakit? Bukan hanya tidak ada di sampingnya kau bahkan tidak mengangkat teleponku!"
Hasan mengamankan Lim ke luar ruang rawat inap lalu memberitahunya ujian masuk CRYNO. Lim tersentak, untuk sesaat dia tidak percaya pernyataan Hasan, namun setelah dipikir pikir lagi tidak mungkin pria itu keluyuran saat istrinya sekarat.
Lim mencoba percaya kepada Hasan meskipun hatinya berkata lain. "Apa lagi yang Nameless katakan padamu?"
"Dia bilang kantor departemen pusat akan dipindahkan ke kalimantan selatan berbarengan dengan dipindahkannya ibukota negara ke kalimantan barat. Lalu cryno akan terbentuk dalam 2 minggu."
"Tampaknya divisi itu akan diisi oleh orang-orang dengan kemampuan super sepertiku kau dan Silverblade."
"Apa kau iri?"
"Tentu saja tidak. Aku tidak menginginkan apapun dari pekerjaan sebagai agen cryno. Lebih baik mempertahankan kehidupan yang sudah ada ketimbang mengejar ketenaran di cryno." sahut Lim dengan tegas.
"Itu adalah alasanku tidak bergabung dengan cryno, lalu apa alasanmu bergabung?"
"Nameless bilang kalau dunia ini memiliki banyak misteri. Dia bicara seolah tahu segalanya tentang dunia ini, karena itulah aku ingin tahu asal usul kekuatan."
"Jadi itu alasanmu. Semoga beruntung."
"..."
__ADS_1
"...Nameless juga bilang kalau semua agen selatan akan dipindahkan ke pusat. Sedangkan dkk selatan yang kosong akan diisi oleh rekrutmen baru. "
"Benarkah! Itu artinya aku akan menjadi agen tingkat kapten dong! Setahuku hanya agen tingkat kapten ke atas yang bisa bekerja di pusat."
Hasan tidak tahu soal itu. Pemberitahuan ujian kedua pun muncul di gadget pintar Hasan. Ujian itu akan berlangsung besok pagi. Tidak ingin Siska mencarinya lagi Hasan pun memberitahunya soal ujian tersebut.
Siska hanya bisa mengangguk. Dalam hatinya dia sedih Hasan terasa semakin jauh dari dirinya.
"Kenapa Siska? Kamu kelihatan tidak senang?" tanya Hasan dengan lembut. "Bukannya aku tidak senang. Aku hanya tidak mengerti mengapa kamu memutuskan mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Apa kamu lupa nasihat nenek saat kita pulang kampung?"
"Aku tidak lupa. Tapi Siska, aku merasa perlu melakukan ini. Aku merasa musibah yang kamu alami, terjadi karena aku lemah. Agen pusat bilang kalau aku bergabung dengan cryno aku akan jadi lebih kuat. Aaahhh... mungkin seharusnya aku memilih pekerjaan di Grace Company waktu itu."
Hasan mulai menyesali keputusannya, terlepas dari banyaknya nyawa yang telah dia selamatkan sebagai agen dkk.
Siska khawatir melihat perubahan ekspresi suami dari riang menjadi cemberut. "Jangan sedih Hasan. Kamu melakukan hal yang benar kok. Karena alasanmu melakukan itu adalah untuk kebaikan aku dan Amara."
Siska menukir senyum seindah mungkin, di mata Hasan itu tampak seperti senyum gadis malang. Bagaimana bisa Hasan mengkhianati gadis sebaik Siska.
"Jadi kamu mendukungku? Istriku tersayang??"
Mendengar itu Hasan kembali merenung. Melinda meninggal karena Hagi, penyelidikan polisi membuktikan hal tersebut. Setelah kabur dari penjara, Hagi menangkap Melinda, membawanya ke suatu tempat yang dioperasikan sebagai pabrik pembuatan topeng. Lalu entah bagaimana Hagi dan Melinda bertukar posisi, mengelabui anjing-anjing Silverblade dan melompat dari menara. Mengakhiri hidupnya dengan gratis dan memutus hubungan duniawi dengan kedua anaknya.
Kejadian itu masih membayangi Hasan lebih dari kebahagiaan yang dia mengelilinginya saat ini.
...***...
Ujian kedua, dinamakan Red Bettle. Ujian pertarungan 1 vs 100. Mula mula Hasan diberi 1 lawan, lalu 3, 5, 10, 15, 20, 25, 40, 60.
Hasan mulai kelelahan saat melawan 60 orang. Sejauh ini skornya adalah yang paling tinggi. Rekrutmen lain hanya sanggup bertahan paling jauh vs 40 musuh. Musuh yang disediakan pun bukan orang sembarangan, mereka adalah praktisi bela diri ahli tangan kosong. Nameless menilai alasan Hasan bisa bertahan jauh lebih lama dari yang lain karena gaya bertarungnya yang menggunakan dua tongkat sebagai senjata.
Rekrutmen lain mengeluh kesakitan pada telapak tangannya tapi tidak dengan Hasan, dia menggunakan tongkat kayu jati yang dipoles agar nyaman digunakan.
Hasan berhasil menyelesaikan pertarungan vs 60 orang, Nameless bertanya apakah dia ingin melanjutkan ujian. Hasan menjawab "ya".
80 praktisi bela diri krav maga diturunkan ke arena.
__ADS_1
[Hall Fame, kalau kau menjatuhkan mereka semua aku akan menaikkan jabatanmu ke Mayor.]
"Sungguh! Kalau begitu gajiku akan semakin banyak?"
[Betul.]
Nameless ragu Hasan bisa melakukannya, dia tidak tahu Hasan punya future prediction yang memungkinkannya menghindari banyak serangan sekaligus, juga menemukan titik lemah mereka dari serangan yang mereka lancarkan.
"Bertahanlah Hasan. Serang titik buta mereka!" batin Hasan.
Seiring pertarungan ini berjalan Eskrima gaya Hall Fame semakin berkembang terlebih praktisi krav maga tidak mudah dikalahkan. Mereka adalah tipe petarung yang akan melakukan apa saja untuk menang, termasuk menyerang testis, menusuk mata, mencakar, dan mengeroyok.
Kebanyakan stamina Hasan gunakan untuk kabur alias mengambil jarak.
"Eskrima gaya Hall Fame, tebasan berputar."
Hasan menerbangkan 2 orang dengan sapuan kaki yang halus dan kuat.
Dua orang yang terbanting itu mengeluh. "Apa kau harus menyebutkan nama teknikmu?"
"Kenapa tidak boleh? Aksi itu membuatku lebih percaya diri."
Hasan mengubah gaya bertarungnya jadi lebih brutal, pada akhirnya Hasan gagal menyelesaikan stage ini. Meski begitu Hasan adalah rekrutmen dengan skor tertinggi di ujian Red Bettle.
Nameless mengarahkan Hasan ke ruang perawatan guna merawat luka lebam di badannya. Perawat di tempat itu sangat cantik berdarah tiongkok murni.
Setelah mengobati luka lebam yang tentu saja tidak bisa langsung sembuh, Hasan pergi ke kantor dkk selatan untuk latihan dengan Beyond Birthday.
"Kondisimu tidak terlalu baik, sebaiknya kau istirahat." ucap Beyond Birthday.
"Tidak mau, aku masih sanggup berlatih!"
Beyond Birthday meletakkan tangannya di bahu Hasan. "Dengarkan aku Hall Fame, menempa diri tanpa henti itu tidak bagus. Tubuhmu ibaratkan pedang dengan kualitas terbaik, proses penempaan pedang itu harus dilakukan dengan hati-hati, jika tidak pedang itu akan hancur atau bentuk akhirnya tidak rapi. Hanya ada 2 akhir untuk tubuhmu jika kau berlatih tanpa henti. Pertama, tubuhmu akan hancur. Atau kedua, mentalmu akan terpengaruh."
...***...
__ADS_1