A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
43. Arnis bela diri Filipina


__ADS_3

"Kau akan bekerja selama 9 jam setiap hari mulai jam 8 pagi. Ada kemungkinan lembur maksimal 6 jam. Sama seperti polisi tugasmu berpindah pindah terkadang di lapangan terkadang di kantor. Dalam menghadapi penjahat seperti tadi kau harus menguasai setidaknya 3 gaya bela diri dasar. Mengenai apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan saat di lapangan tertera di dalam buku ini. Lalu soal gaji, karena pekerjaan ini termasuk ke zona merah maka penghasilannya pun tinggi, 20 juta per bulan."


"Apa aku bisa pergi ke luar negeri dengan membawa identitas anggota departemen khusus?" Tanya Hasan.


"Bisa, tapi untuk apa dulu? Kalau kau datang sebagai turis sih tidak perlu bermulut ember seperti itu. Tapi kalau kau datang ke negara orang sebagai agen departemen tentu boleh." Jawab Lim.


"Ada sesuatu yang harus aku cari di mesir. Ini erat kaitannya dengan berkah penciumanku."


Tiba-tiba seorang wanita di dekat Lim berteriak meminta pertolongan.


Hasan mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke si pencopet, namun batu itu tidak cukup untuk menjatuhkan si pencopet, alhasil kejar kejaran kembali terjadi.


Singkat cerita, di 3 jam sebelum waktunya pulang Hasan dipanggil kembali ke kantor.


Bernard Beto memanggilnya ke lapangan indoor untuk berlatih bela diri.


"Ambil ini." BB memberinya dua buah tongkat.


"Mulai hari ini kau akan belajar Arnis. Sangat sedikit orang yang bisa menguasai bela diri ini. Aku dengar kau jago Knifehand Strike, itu artinya kau mungkin memiliki bakat atau minimal ketertarikan dalam menggunakan senjata tajam."


(Arnis adalah sebuah seni bela diri asal Filipina yang melibatkan penggunaan senjata seperti tongkat, pedang, dan pisau. Olahraga arnis juga sering disebut sebagai kali atau eskrima.)


"Ayo agen Hall Fame, pukul aku!" BB menyuruh Hasan memukul lehernya.


"Apa tidak ada gerakan menangkis atau menyerang dengan memperhatikan step atau semacam itu? Di sanggar taekwondo saya diajari kalau gerakan menyerang yang baik adalah gerakan dengan postur kaki yang tidak bisa ditendang."


Pengetahuan Hasan soal bela diri taekwondo tidak berguna dalam pelajaran Arnis, karena bela diri ini memfokuskan serangan pada kedua tangan bukan kaki.


"Belajar saja dulu menyerang dengan tongkat, cepat atau lambat kau pasti akan mengerti step nya."


"Asal kau tahu saja. Alasan mengapa Silverblade mengundangmu kesini karena ketua kami sangat menyukai orang yang memiliki kelebihan tidak biasa sepertimu."


BB memasang kuda kuda, satu tongkat dia letakkan di lehernya satu lagi dia arahkan ke lawan. Otot otot besar pria itu bergetar dalam penglihatan X-ray.


Tanpa ragu menutup jaraknya 10 meternya dari Hasan dan melancarkan pukulan tangan kanan yang sangat kuat bagaikan sambaran petir.


Hasan berhasil menghindari serangan itu tapi tidak dengan mentalnya. Mentalnya sedikit terguncang.


Hasan langsung meminta break pada BB tapi tidak diperbolehkan.


"Bagaimana kau akan melatihku kalau seranganmu seperti ayunan belalai gajah!? Seharusnya kau biarkan aku menyerang dan kau menangkis! Dengan begitu kau bisa mengajariku perlahan lahan."


BB menyentuh jenggotnya. Saat itu datanglah Lim yang sudah selesai dari tugas lapangannya.

__ADS_1


"Tidak perlu terburu buru BB, Hall Fame punya waktu satu bulan sebelum ditugaskan ke misi yang sesungguhnya. Jangan biat dia cedera berat seperti rekrutmen sebelumnya. Dan jangan kau rusak wajah tampannya." Lim melambaikan tangan pada Hasan kemudian berlalu pergi.


"Tidak biasanya Lim baik pada rekrutmen baru. Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya BB ke Hasan.


"Apanya? Aku tidak melakukan apapun padanya."


"Jangan bohong, pasti ada sesuatu yang dia sukai darimu. Lagipula wajahmu tidak setampan itu." BB memicingkan mata pada Hasan.


"Aku tidak melakukan apapun pak BB. Percayalah pada juniormu ini, dan tolong pelajarannya jangan terlalu keras."


BB berhenti menatap Hasan.


Pelajaran bela diri Arnis dimulai kembali, BB mengajari dasar dasar teknik Arnis versinya sendiri yang diberi nama Beyond Arnis. Memang agak menggelikan tapi hasilnya mungkin di luar ekspektasi.


***


Hasan pulang ke rumah jam 6 sore.


"Sayang, suamimu sudah pulang!" panggil Hasan.


Siska yang berada di dapur segera menghampiri suaminya.


"Kamu habis mandi? Pantas rambutmu wangi banget."


"Kamu pulang cepat hari ini. Aku sudah membeli bakpao daging untuk makan hari ini. Entah kenapa aku sedang tidak mood memasak." Siska mengusap perutnya yang kian hari makin membesar.


Hasan pun meminta izin istrinya untuk mendengarkan suara anak mereka.


Terasa tendangan dari dalam rahim si istri.


Hasan pun pergi untuk membersihkan diri, setelah mandi dia duduk di meja makan mencicipi bakpao yang dibeli istrinya, tidak lupa Hasan membuat teh seduh sebagai teman makan bakpao.


"Semua bakpao yang ada di meja ini untukku sayang?"


"Iya makan saja semuanya!" Teriak Siska, padahal rumah mereka tidak seluas itu sampai harus berteriak.


Selesai makan Hasan mengambil remot tv dan duduk di sofa samping istrinya.


Hasan curhat ke istrinya soal pekerjaannya yang dinilai sedikit berbahaya, dan orang-orang aneh di dalamnya. 


"Pernahkah kamu berangan angan bekerja di organisasi besar yang hanya beranggotakan beberapa orang saja? Pekerjaannya sedikit berbahaya tapi penghasilan perbulannya cukup menjanjikan. Menurut kamu organisasi apa itu?"


Siska paham Hasan sedang curhat soal pekerjaannya.

__ADS_1


"Mungkin hanya orang-orang terpilih saja yang bisa bekerja di perusahaan itu. Jadi wajar jika anggotanya sangat sedikit karena orang spesial itu sangat sedikit di dunia ini. Jadi jangan menyerah hanya karena hari pertamamu dalam pekerjaan itu buruk, hari esok bisa jadi lebih baik."


Siska memberikan motivasi secara langsung. Selain memberikan motivasi Siska juga memberikan sentuhan langsung ke kulitnya yang masih basah. Nampaknya Siska sedang menginginkan itu. Mau tidak mau Hasan harus berjuang memuaskan istrinya di kala pegal merundung sekujur badan.


***


Keesokan harinya Beyond Birthday memulai latihan kembali dengan tongkat yang lebih aman.


"Hari ini kita akan menggunakan tongkat plastik. Jangan tumbang lagi seperti kemarin."


Hasan mengangguk.


Latihan dimulai kembali, dalam latihan ini Hasan harus menangkis semua pukulan yang dilayangkan oleh BB. 


Karena sudah terbiasa dipukuli ditambah instingnya mulai menajam Hasan pun bisa membaca pola serangan Beyond Birthday.


Lebih lanjut Hasan juga berhasil menangkis serangan ke arah lutut dan pelipis. Dan mendaratkan pukulan ke leher BB. 


BB terkejut menyaksikan perkembangan Hasan yang sangat cepat tidak sampai 2 hari latihan.


BB pun melanjutkan latihan dengan gerakan yang belum pernah Hasan lihat sebelumnya. Tongkat kanan di atas punggung leher, tongkat kiri diturunkan sejajar perut bagian bawah. 


BB berputar bak tornado lalu mendaratkan serangan dari sisi yang sama berkali kali.


Serangan berputar itu lebih mudah untuk ditangkis, tapi serangannya tidak hanya mengarah ke satu bagian tubuh, BB juga menyerang paha Hasan dengan telak, membuat Hasan kehilangan keseimbangan.


Melihat BB mengayunkan tongkat padanya Hasan pun segera mengayunkan Knifehand Strike dari bawah ke atas.


Tongkat BB dan tangan Hasan mengalami benturan.


"Knifehand..!!!" Teriak Hasan saat mengayunkan serangan.


Karena tongkat itu terbuat dari plastik tongkat itu pun patah saat berbenturan.


Hasan justru merasa malu karena secara tidak sadar dia mengulangi kebiasaan masa smk nya, meneriakkan nama teknik saat bertarung.


***


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2