A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
71. Hukuman


__ADS_3

Burn Shadow sedang asik mengumpulkan informasi Amy Giselline saat Hasan memintanya mengawasi jadwal penerbangan dari jepang ke Indonesia.


Hasan mau tahu kapan temannya Silver Tongue, Jenderal Rangiku datang.


"Dia tidak akan datang kesini. Cukup kita saja yang bergerak mengurusnya."


"Seperti yang aku bilang sebelumnya, keluarga Hajimoto melanggar undang-undang tentang kulturisasi, itu saja sudah cukup untuk memulangkan mereka ke negeri asalnya. Disana mereka akan oleh Jenderal Rangiku. Serahkan saja padaku. Selain itu kau tidak perlu menjadi saksi."


"Mengapa aku tidak boleh jadi saksi?!"


"Semakin banyak saksi yang muncul akan semakin lama waktu persidangannya. Aku saja sudah cukup untuk mengurus masalah ini. Kau pulanglah setelah mengantarku."


"Baiklah, pastikan nona Carol bersatu dengan cintanya."


Silver Tongue tersenyum tipis.


Hasan pamit dengan Carol. Dan mempercayakan gadis itu ke tangan Silver Tongue.


Peran Hasan berakhir disini.


***


Hasan pergi ke taman yang sepi untuk healing. Dia menyukai kesendirian, tempat yang tenang membuatnya bisa melepaskan beban duniawi.


"Aku percaya pada kemampuan agen DKK. Da terlihat percaya diri. Silver Tongue pasti bisa melakukannya."


Hasan memutar lagu lalu menutup matanya.


***


Hasan bangun dengan kepala yang sakit. Doa tertidur cukup lama di kursi taman yang keras. Terlihat jam menunjukkan pukul 3 sore.


"Aku harus segera pulang. Mumpung belum disuruh masuk kerja oleh kolonel lebih baik aku santai di rumah." Gumam Hasan.


Tiba-tiba dia mencium aroma LP Trauma Apple. Farfum yang setiap kemunculan selalu menjadi awal dari suatu tragedi. Kali ini darimana asalnya?


Hasan melangkahkan kakinya ke jembatan yang berdiri di atas sungai besar. Bau itu berasal dari bawah jembatan.


Hasan menjinguk ke bawah kolong jembatan dan dia menemukan seorang mayat yang sudah membusuk tersangkut di antara batu. Tubuhnya membusuk tapi baunya sangat harum.

__ADS_1


Siapapun yang membunuh dan menyemprotkan parfum ke mayat itu pastilah bukan orang sembarangan.


Hasan melaporkan temuannya ke polisi.


Tim SAR dan warga saling bantu menarik mayat ke tepian. Selama proses evakuasi tubuh mayat itu sempat tercerai berai terbawa arus sungai sampai akhirnya berhasil dikumpulkan oleh tim warga. Polisi hanya celingak celinguk sama sekali tidak membantu.


"Mayatnya sangat harum. Rasa jijikku sampai hilang karena bau apel yang menyengat dari tubuh si mayat." Warga ramai membicarakan mayat berbau harum itu. Banyak yang percaya kalau mayat itu memiliki berkah karena itulah dia tetap wangi meski tubuhnya hancur lebur. Tapi bagi Hasan yang pernah mencium aroma itu tiga kali, dia tahu setiap parfum itu tercium maka sebuah tragedi akan terjadi. Benar-benar parfum yang memunculkan trauma.


Hasan mencabut kuku dan rambut si mayat.


"Maafkan aku pak. Aku akan membawa kuku dan rambut bapak untuk diteliti. Mungkin saja orang yang membunuh dan menyemprotkan parfum ke bapak adalah orang yang sedang kami kejar."


Hasan beranjak dari ruang mayat ke departemen.


Hari ini adalah hari bersih bersih kantor, petugas kebersihan yang berjumlah 20 orang didatangkan dari gedung lain.


"Selamat sore agen Hall Fame!!!" Ucap para ob secara serempak.


"Kalian bekerja dari pagi sampai sore?" Tanya Hasan.


"Begitulah pak. Ada banyak ruangan yang harus dibersihkan. Tugas para agen kan hanya menjalankan misi tidak bersih bersih."


"Itu masuk akal. Semangat kerjanya."


"Selamat sore gadis gadis, aku bawakan Kroisan untuk kalian."


(Kroisan, sejenis kue kering dari Prancis.)


"Pas sekali kami belum makan."


Burn Shadow langsung menyumpal sepotong roti ke mulutnya.


"Karena aku sudah memberimu kroisan, bisakah kau membantuku?"


"Bantu apa tuch?"


"Aku ingin melihat proses persidangan keluarga Hajimoto." Pinta Hasan dengan senyum lembut.


"Oke sayang. Sudah! Aku berhasil meretas kamera cctv di ruang persidangan itu. CCTV zaman sekarang bisa menangkap suara juga."

__ADS_1


Terlihat tampilan depan, belakang, sudut kanan, kiri, ruang persidangan.


Silver Tongue memberikan kesaksiannya.


Singkat cerita Carol berhasil memenangkan kasus itu dengan bantuan Silver Tongue dan Hotman Paris sebagai pengacaranya.


Mitsuda Hajimoto dihukum 3 tahun penjara dan denda 10 miliar rupiah.


Tidak hanya itu, mereka akan dikirimkan kembali ke jepang, dan diserahkan ke BKK (Badan Kepolisian Khusus). Jenderal Rangiku berjanji akan membebaskan Ren dan adiknya Kukio dari perbudakan psikologis yang dilakukan keluarga Hajimoto.


Jenderal Rangiku sempat bicara dengan ayah Mitsuda ketika di bandara. Pembicaraan itu terjadi karena inisiatif ayah Mitsuda sendiri yang ingin melaporkan 2 keluarga yang melakukan hal yang sama.


"Hajimoto Shinpachi, kau pikir aku takut pada kalian? Kalian hanya penjahat kelas teri jika dibandingkan dengan agen spionase yang aku hadapi di perang dunia kedua. Aku akan menangkap satu persatu keluargamu. Istrimu yang sedang berlibur di Hokkaido, ibumu yang suka duduk di kursi goyang di teras rumah, anak bungsumu yang seorang artis, adik laki-lakimu yang kau terlantarkan, bahkan anjingmu yang baru saja melahirkan. Semuanya akan aku bawa ke ruang interogasi."


Ayah Mitsuda keringat dingin mendengarnya. Dia tidak akan lolos dari Jenderal Rangiku. Orang ini adalah senior dari para senior, prajurit pemberani di perang dunia kedua yang tetap berdiri di garis depan meskipun Jepang sudah menyerah. Prajurit tua berumur 92 tahun yang masih segar bugar, dialah Hitsugaya Rangiku si penanggal anggota tubuh.


Masalah selesai, Carol lepas dari jeratan pertunangan. Kini dia sedang menunggu kabar dari kekasihnya, karena dia tidak bisa meninggalkan Indonesia saat ini.


Itu adalah cerita Carol yang belum terjadi tapi pasti akan terjadi. Kembali ke waktu saat ini, persidangan berakhir dan keluarga Hajimoto dinyatakan bersalah.


Hasan merasa lega. Dia bisa meninggalkan Grace Company dengan bangga sekarang.


Tidak lupa Hasan mentransfer 100 juta ke Silver Tongue sebagai ucapan terima kasih.


"Motivasiku membantu Carol hanya satu. Dia bersedia memberikan 10% saham miliknya padaku. Saham dengan profit setiap akhir tahun. Semoga saja sekali cair bisa puluhan juta." Gumam Hasan dalam hati. Tidak apa-apa rugi 150 juta asalkan dapat kepercayaan dari CEO organisasi besar.


"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Burn Shadow dengan mulut penuh kroisan.


"Aku punya waktu satu hari sebelum memulai misi tingkat B berikutnya. Restoran cina saat siang hari, tempat prostitusi saat malam hari. Aku harus menguatkan imanku."


Burn Shadow menyapu bibirnya yang penuh gula sambil menahan tawa


"Apa yang lucu?" Tanya Hasan penasaran.


"Kau kelihatan terganggu saat menyebut rumah bordil. Seorang agen harus membiasakan diri dengan hal hal seperti itu. Terkadang kau harus melakukan hal yang tidak kau sukai atau tabu untuk keberhasilan misi. Pengorbanan seperti itulah yang membuat jihad sebagai tentara dan agen lebih spesial dari jihad pekerjaan lainnya."


Kyle datang dengan membawa dua kotak susu. Burn Shadow mengambil satu lalu memberikannya ke Hasan.


"Susu mengandung asam amino triptofan, yaitu bahan utama penghasil hormon serotonin yang berperan mengatur suasana hati, menimbulkan rasa tenang, membuat tubuh lebih rileks, dan memicu rasa kantuk. Minuman itu cocok untuk orang yang khawatiran seperti ini."

__ADS_1


Hasan menerima susu itu lalu meminumnya sampai habis, tidak lama dia mulai mengantuk dan tidur dengan posisi menyender ke ranjang Burn Shadow.


***


__ADS_2