
Kletek, kletek, kletek, itu tekukan jari ternyaring yang pernah aku dengar.
"Fokus Hasan... fokus!"
Silverblade melompat lompat di tempat seperti Bruce Lee, lalu...
Dia berlari kencang sambil mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke perut dan wajah Hasan.
Pertarungan sengit yang tidak disangka sangka pun terjadi. Hasan bisa bertahan dengan kedua tangannya, dia menangkis setiap serangan Silverblade.
Hasan melancarkan tinju lurus horizontal yang menembus pertahanan Silverblade. Tinju itu sangat beruntung mengenai tubuh Silverblade.
Meskipun begitu Silverblade tampak baik baik saja.
Urat leher Hasan mulai menegang saat tinju yang dilancarkan Silverblade semakin kuat.
"Keluar dari jarak serangannya! Serang dia dari jarak aman dengan kakimu Hasan! Kau memiliki keunggulan panjang kaki!!" entah siapa yang mengatakan itu, Hasan tidak bisa mengenali suaranya karena seluruh perhatiannya terfokus pada Silverblade yang menyerangnya dengan gencar.
Hasan memilih memberikan skor tiga untuk Silverblade.
1 : 3
"Apa kau jadi begitu bersemangat karena kalah satu angka? Kalau begitu bisakah tenang sedikit?" Tanya Hasan.
Hasan bingung saat Silverblade nampak melirik ke nona Greywolf.
"Mau memancingku melakukan hal yang sama? Tidak bisa bro."
"Hmm? Maaf apa yang kau katakan tadi??"
"Lupakan saja."
Hasan yang ketinggalan 2 poin memikirkan cara untuk menang secepat mungkin. Karena selama dia beradu pukulan dengannya tadi, setiap tinju yang dilancarkan Silverblade semakin kuat.
Saat Silverblade mendekat dan akan melancarkan tinju pertama, Hasan berhasil menginjak kaki lalu melakukan Counter attack pada serangan pertamanya.
Kalau Hasan yang kena serangan di hidungnya dia pasti sudah jatuh, mungkin pingsan. Tapi ini Silverblade, anggota departemen khusus yang cukup kuat.
Silverblade kembali menyerang dengan gaya yang sama.
Serangan dengan kaki tidak akan berfungsi lagi setelah Silverblade memperbaiki step nya.
"Heeyaahh...!!!"
Hasan menumbuk punggung tangan Silverblade dengan sikut kiri di atas dan lutut kiri di bawah.
Serangan tak terduga dari Hasan itu sukses membuat tangan kanan Silverblade nyeri.
Silverblade melancarkan tendangan ke bahu kanan, Hasan berhasil menghindarinya.
Silverblade berputar dan melancarkan tendangan lurus kaki kiri namun berhasil ditahan Hasan.
Hasan menggunakan kaki Silverblade sebagai penopang untuk melompat, dengan segenap tenaga dia melompat dan menendang ke wajah Silverblade dengan gaya yang sama yang ditunjukkan oleh Silverblade.
__ADS_1
Silverblade belum juga terjatuh karena tendangan itu tidak kena tapi entah mengapa konsentrasinya berkurang.
Silverblade melihat ke Greywolf, gadis itu juga menatap tajam padanya, dahinya berkerut seperti sedang menunjukkan kemarahan ke pria dari departemen khusus.
Dan entah kenapa setiap setelah melirik nona Greywolf Silverblade menjadi angkuh.
"Pertarungan ini tidak seimbang, aku akan menggunakan satu tangan saja."
"Wahh baik sekali kau pada pemula sepertiku."
Hasan selesai menganalisa reaksi otot Silverblade, kali ini dia menyerang duluan.
Silverblade melancarkan pukulan 1 inci ke perut Hasan yang secara langsung membuat Hasan batuk darah.
Pak Naryono ingin menyudahi pertarungan itu tapi teriakan Hasan menghentikannya.
Hasan melancarkan pukulan bertubi tubi pada Silverblade namun semuanya bisa dia tangkis dan hindari.
Hasan berhasil menginjak kaki Silverblade dan dengan cepat beralih ke belakangnya. Hasan memeluk Silverblade lalu dengan segenap kekuatan dia banting pria itu dengan teknik suplex.
Skor Hasan pun kembali bertambah 2 : 3
Keduanya saling selang dengan gencar, Hasan mulai mengingat gerakan gerakannya yang dulu saat masih giat berlatih bela diri.
"Knifehand Strike."
Hasan memiliki punggung tangan yang sangat kuat ketika masih muda. Teknik Knifehand Strike adalah teknik serangan yang dia latih untuk menjatuhkan lawan, itu artinya Knifehand itu di arahkan ke kaki lawannya.
Hasan menunduk lalu mengayunkan Knifehand nya ke punggung kaki Silverblade.
"Ayo Hasan! Jangan mau babak belur olehnya!!"
Pak bos menghentikan sorakan yang ditujukan pada Hasan karena dikhawatirkan akan mengundang perhatian masyarakat sekitar. Namun sudah terlambat untuk menyembunyikannya, beberapa orang sudah mengintip dari luar pagar karena mendengar suara teriakan Hasan saat terkena serangan.
Skor saat ini 3 : 3
Hasan mengulurkan tangannya pada Silverblade namun dia menolak dibantu.
"Kau sangat suka bangun dengan cara yang ribet ya?" Kata Hasan.
"Itulah ciri khasku saat sparing di lapangan." Sahut Silverblade.
Kali ini keduanya saling mendekati dengan berjalan normal.
Saat mereka berdua berpapasan di jarak 30 cm tinju mendarat ke wajah.
Silverblade tidak bergeming sedikit pun saat tinju Hasan mendarat di pipinya yang memar.
Hasan melihat otot di tangan kanan Silverblade bergerak, lalu dia melihat ke perutnya dimana pukulan 1 inci siap dilepaskan.
Hasan langsung melompat ke Silverblade guna menghindari tinju menyakitkan itu. Dia berpegang pada kepala Silverblade dengan kedua kaki disilangkan ke bahu lawannya.
Silverblade membenturkan Hasan ke pohon pinus yang berada di pinggir arena yang daunnya melindungi kedua petarung dari sinar terik matahari.
__ADS_1
Hasan bertahan di badan Silverblade.
Silverblade yang hampir terjatuh pun mengarahkan pukulan 1 inci ke wajah Hasan.
"Tadinya aku tidak mau melakukan ini. Aku akan membayar biaya pengobatanmu."
Brak!
Tinju Silverblade meleset dan malah mengenai pohon pinus yang berdiri kokoh. Goncangan dari tinjunya sontak menjatuhkan para penghuni daun daun pinus yaitu koloni semut.
Semut berjatuhan ke kepala Hasan juga Silverblade.
"Sialan kau Silverblade! Banyak sekali serangga yang masuk ke dalam bajuku!!"
Silverblade melempar Hasan ke pohon lalu menendangnya hingga membentur pohon lagi.
Silverblade berusaha menendang kepala Hasan namun melakukannya lebih sulit dari yang dia bayangkan.
Hasan mentackle Silverblade lalu berusaha membantingnya. Silverblade pun melutut dada Hasan yang terluka pasca kecelakaan berkali kali hingga dia melepaskan pegangannya.
Tidak tahan dengan pertarungan ini Hasan ingin menyerah. Saat dia menurunkan Silverblade saat itulah Silverblade membantingnya dengan teknik Judo.
Skor saat ini 3 : 4
"Padahal dia hanya menggunakan satu tangan tapi dia bisa melemparku juga membantingku. Apa-apaan tenaganya itu?" Batin Hasan.
"Masih mau lanjut pak Hasan? Kalau tidak katakan saja 'aku menyerah' yang kencang agar wasit mendengarnya."
Secara tak langsung Silverblade meledek Hasan.
Siska mencoba menyelamatkan suaminya tapi lagi-lagi Hasan melarang orang lain ikut campur.
Silverblade bingung terhadap Hasan.
"Apa dia sengaja kena hajar supaya bisa melaporkan aku ke polisi? Atau dia lebih memilih hidup cacat daripada bergabung dengan kami? Ah itu tidak mungkin! Apa karena harga diri dia tidak bisa menyerah? Terlebih lagi ada istrinya yang menonton. Teori yang satu itu paling masuk akal. Mari kita lihat berapa lama lagi kau bisa bertahan."
Hasan menantang Silverblade maju, tantangannya pun diterima dan Silverblade menyerang dengan buas.
Di antara pukulan yang menyakitkan itu Hasan berhasil mendaratkan uppercut tepat ke wajah Silverblade dengan memanfaatkan sisi kirinya yang tidak terlindungi.
"Jadi itu rencananya! Hand Lock!"
Hasan menjepit tangan Silverblade lalu mendaratkan Knifehand di wajah Silverblade.
Seakan tidak memiliki kekuatan untuk menahan serangan itu Silverblade langsung jatuh dan skor pun menjadi seri.
Ronde berikutnya adalah penentuannya.
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................