
Besoknya, setelah 2 hari bekerja keras Hasan harus kembali berurusan dengan orang yang tidak lazim.
Seorang agen dari departemen khusus datang ke kantor BPOM. Dia diutus oleh komandannya untuk merekrut Hasan. Menurutnya Hasan lebih cocok berada di kepolisian walaupun BPOM yang membesarkan namanya.
Anjing-anjing milik polisi itu terus menggeram pada satpam yang memegang tali mereka.
"Seseorang dengan kemampuan khusus seperti anda sangat cocok bergabung dengan departemen kepolisian khusus. Contohnya saya adalah ahli menjinakkan anjing. Anjing rumah maupun anjing liar dapat saya latih menjadi anjing kepolisian yang kuat. Tentu saja kekuatan dan stamina mereka berbeda-beda tergantung jenis mereka."
"Di departemen khusus kemampuan anda bisa lebih ditingkatkan dan digunakan untuk tujuan yang lebih mulia. Selain itu, kami bisa mengajari anda teknik bela diri khusus untuk menangani penjahat."
Polisi khusus itu berusaha menarik Hasan ke departemennya dengan menjelaskan sisi positif dari departemen itu.
Nama polisi ini Cakra Silverblade, dia sangat tampan dengan rambut pirang dan mata biru samudra. Umurnya 28 tahun dan dia adalah Letnan bintang 1 di departemen khusus.
"Maaf Letnan Silverblade, tapi saya sudah jago bela diri tanpa bergabung dengan departemen khusus." Sahut Hasan dengan percaya diri.
"Oh ya? Kau bisa lebih jago lagi jika bergabung dengan kami. Selain itu jagoan apa yang tangan kanannya dibalut perban?"
Cakra Silverblade sudah mencari informasi tentang Hasan, termasuk 2 kecelakaan besar yang dia alami.
Cakra terus menghasut Hasan dengan kata-kata manis. Sampai Hasan kesal dan mengajaknya bertanding.
"Hei tuan Silverblade, kalau departemenmu memang sehebat itu bagaimana kalau kita bertanding? Aku pernah belajar silat, karate, kungfu, taekwondo, dan judo jadi kau tidak perlu lunak padaku. Kalau kau menang tawaranmu akan aku pertimbangkan."
"Hoho, ini cara seorang pria."
Disaat yang sama tamu lain yang juga bermaksud menemui Hasan sudah berada di ambang pintu lantai 1.
Orang itu adalah Mika Greywolf. Seorang pebisnis wanita yang anggun dan berkharisma.
"Saya datang untuk bertemu detektif Hasan. Jadwalnya hari ini kosong kan? Nah tolong pertemukan aku dengannya."
Satpam mempersilahkan wanita itu masuk.
Terjadilah bentrokan antara 2 perwakilan perusahaan hebat di kantor BPOM.
Cakra Silverblade melawan Mika Greywolf.
"Bisa minggir sebentar tuan Silverblade? Nampaknya pak Hasan tidak tertarik bergabung ke departemen khusus." Ejek Greywolf dengan senyum manis tapi sinis.
"Anda yang baru datang sudah seharusnya menunggu kami sampai selesai, jangan menyerobot antrian bu Greywolf." Silverblade nampak tidak senang dengan kehadiran nona Greywolf.
Mereka menatap dingin satu sama lain, lalu kembali ke Hasan.
Silverblade berucap. "ayo mulai pertandingannya pak Hasan!"
Pak bos yang melihat kelakuan bar bar karyawannya hanya bisa pasrah.
***
Karpet di ruang mushola dialihkan ke depan parkiran untuk keamanan pertandingan.
Hasan bersiap dengan kuda kuda Jeet Kuno Do.
Pak Naryono yang menjadi wasit.
"Aku ingin pertandingan yang jujur. Jika ada yang cedera, contohnya patah tulang, berdarah, memar parah, dan luka semacam itu pertandingan akan langsung dihentikan."
__ADS_1
"Pemenang adalah yang lebih dulu menjatuhkan lawan ke tanah sebanyak 5 kali. Dilarang melakukan tindakan brutal seperti menggigit, mencakar, bahkan mencubit tidak diperbolehkan."
"Ready... Go!"
Dengan aba aba balapan kedua pria itu saling serang dengan gencar.
Hasan berhasil melakukan tackle ke Silverblade, namun hanya serangan awalnya yang berhasil seterusnya Silverblade berhasil mengadu tenaga dengan Hasan.
"Dia kuat!?" Batin Hasan.
Punggung Hasan menjadi pendaratan empuk bagi sikut Silverblade.
Buk! Buk! Buk!
Hasan bertahan dari tumbukan sikut Silverblade yang sangat kuat.
Hasan mendongak dengan cepat, menyundul dagu Silverblade dengan kuat sampai bibirnya berdarah.
Silverblade berusaha menyembunyikan bibirnya yang berdarah dari wasit.
"Menjatuhkan lawan satu poin, dengan senang hati akan aku jatuhkan kau!"
Hasan maju zig zag.
Dia sangat berhati-hati pada tinju lawannya sampai tidak sadar kalau Silverblade menggunakan kakinya.
Pats, Hasan menangkap tendangan lurus Silverblade.
"Mau nendang bos? Gak bisa kelezz."
(Karena author tidak tahu nama tendangannya jadi cukup dibayangkan saja ya)
Sontak punggung Hasan langsung menyentuh tanah sementara Silverblade berhasil mendarat dengan aman.
Hasan vs Silverblade.
0 : 1
Hasan tidak segera bangun, dia terkapar menunggu momen yang pas untuk menjebak Silverblade.
Silverblade yang penasaran mengapa Hasan tidak bangun bangun pun mendekat, lalu saat dia menunduk Hasan langsung bangun dan memukul pipi kirinya.
Silverblade pun membalas dengan ayunan kaki yang seketika kembali menjatuhkan Hasan. Tampak memar di pipi kiri Hasan akibat dari tendangan itu.
"Jangan hitung yang itu! Interaksi kami tadi sama-sama tidak adil karena pak Hasan belum bangun sepenuhnya." Silverblade memberi Hasan keringanan.
"Bertarunglah dengan benar pak Hasan. Aku bahkan menahan luka di lidahku demi bisa bertarung dengan adil."
Kali ini Silverblade menyerang lebih dulu.
Dia berlari kemudian menendang mata kaki Hasan hingga membuatnya terjatuh untuk yang kedua kalinya.
0 : 2
"Bangun!" Ucap Silverblade.
Hasan bangkit dan mengaktifkan X-ray nya.
__ADS_1
"Pasti ada sesuatu yang bisa X-ray ini lakukan dalam pertarungan." Hasan membatin. Tiba-tiba dia teringat dengan panel komik jepang yang pernah dia beli, secara spesifik volume itu menceritakan tentang pertarungan 2 pria tangguh yang bisa melihat anatomi tubuh lawannya.
Hasan memfokuskan X-ray nya sampai menembus kulit Silverblade. Silverblade memiliki bentuk tubuh yang lebih bagus dari kelihatannya. Hasan mengingat setiap panel penjelasan dari komik itu dan sekarang adalah saatnya untuk mempraktekkan ilmu itu.
Hasan diam di tempat untuk melihat lebih jelas kesamaan antara gerakan yang dibuat Silverblade dengan gerakan tokoh di dalam komik.
Silverblade maju dengan gerakan Zig zag, teknik step nya jauh lebih bagus ketimbang teknik Hasan.
Dengan segenap tenaga Hasan menahan uppercut yang diarahkan ke dadanya.
Tubuh berotot pria itu, kekuatan pukulannya, dan arah serangannya benar-benar menakutkan bagi Hasan.
Hasan segera mundur menjauhinya.
Kalau saja uppercut tadi kena tulang rusuknya mungkin akan patah lagi, sekarang saja Hasan merasakan nyeri yang cukup menganggu di tulang lengannya setelah menahan tinju Silverblade.
"Kau payah Silverblade."
Ejekan itu datang dari pinggir arena.
"Menantang orang yang bukan anggota departemen khusus bertarung, bahkan memukulnya dengan kekuatan penuh, apa kau sudah hilang akal?" Ejek Greywolf.
"Pak Hasan sendiri yang mengajakku bertanding. Lagipula wanita sepertimu mana tahu selera lak-"
Hasan men tackle Silverblade lagi.
Kali ini Tackle nya berhasil menjatuhkan Silverblade ke tanah, lalu meninju wajahnya dengan keras.
Bagh!
Pipi kiri Silverblade pun memar sama seperti pipi kiri Hasan.
"Hasan berhasil menjatuhkan Silverblade! 1 : 2!" Seru pak Naryono.
"Bangunlah polisi khusus! Aku belum selesai denganmu!"
Silverblade merespon tantangan Hasan dengan senyum lebar di wajahnya yang tampan.
Anjing anjing Silverblade terus menggonggong.
Silverblade yang terpicu semangatnya bangun dengan cara yang keren.
"Baiklah pak Hasan, aku tidak akan segan segan membantingmu di ronde berikutnya."
Kletek.. kletek...
Silverblade menekuk jarinya.
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................
__ADS_1