
"Kolonel Amy Giselline,"
"...ternyata bukan kolonel Across Graham. Siapa orang itu?"
Hasan ingin bertanya pada BB. Tapi BB membatasi pertanyaan yang dapat dia ajukan di interogasi ini.
"Kolonel Amy Giselline adalah Kolonel pemimpin DKK Selatan sebelum Kolonel Graham. Kabar terakhir yang aku dengar berhenti dan pindah ke luar negeri. Datanya pun sudah dihapus oleh Silverblade."
"Ahh Silverblade..." Burn Shadow menyela BB. Tiba-tiba saja dia berhasil melepaskan borgol di tangannya.
Hasan yang terkejut berusaha memukulnya ketimbang memeluknya.
Burn Shadow menghindari pukulan Hasan, beralih ke belakang dan menendang buah ***** Hasan.
"Akhh...!!! Dia sangat cepat..!!"
Bukannya menangkap Burn Shadow BB malah menghampiri Hasan.
"Kau tidak apa-apa bro!?"
"Tangkap dia bodoh!!"
Burn Shadow melepaskan borgol adiknya lalu melarikan diri lewat pintu.
"Sial! Aku lupa mengunci pintunya!" Ucap Hasan.
Hasan menyalakan X-ray nya lalu mengejar mereka.
"Mereka menuju ke pintu depan! Kau kejar lewat sebelah sana BB."
BB sempat ragu pada tebakan Hasan, tapi dia memilih untuk melakukan arahannya.
Hasan berhenti untuk memberitahu Silverblade yang sedang berada di depan pintu masuk.
Hasan tidak bisa mengejar dua gadis itu karena mereka sangat cepat. Tapi matanya masih bisa mengejar mereka karena arsitektur bangunan kantor itu berkelok.
Burn Shadow berhadapan dengan kawan lamanya Silver Blade di depan pintu masuk.
Silver Blade menyapa Shadow dan adiknya. "Lama tidak ketemu kau makin ramping saja Burn. Ngomong-ngomong apa kau sudah nikah?"
"Minggir pria bajingan!"
Burn Shadow memasang kuda-kuda, sementara adiknya bersiap menghadapi Hasan dan BB.
"2 lawan 1 itu pecundang. Kalau berani majulah satu persatu." Ejek adik Shadow.
"Kau banyak bicara rambut sawi. Tapi aku setuju denganmu."
Hasan mundur Beyond Birthday maju. Dengan satu baton di tangannya BB membuat stimulasi pertarungan di dalam kepalanya.
"Aku tidak tega memukul perempuan, tapi beda cerita kalau dalam zona pekerjaan."
Silverblade dan Burn Shadow mulai lebih dulu. Sebelum bertarung mereka sempat bicara 4 mata. Sepertinya Silverblade gagal membujuk Burn Shadow.
__ADS_1
Shadow menguasai Hapkido.
Silverblade menguasai Jeet Kune Do.
Benar-benar kontras, antara bela diri terkenal dengan yang jarang dikenal. Pertarungan keduanya sangat seru untuk ditonton.
"Aku akan membuka jalan untukmu Kyle, mendekatlah padaku!"
Shadow berusaha mengunci gerakan Silverblade, tapi justru adiknya Kyle lah yang dikunci pergerakannya oleh Lim.
"Bagaimana aroma farfumku, harum sekali kan?"
Kyle memiliki alergi pada keju, termasuk aroma keju yang ada di tubuh Lim.
Kyle berusaha melepaskan diri tapi Lim terus menempel padanya sampai dia pingsan karena tidak kuat pada baunya.
"Adiknya mengidap Turophobia, bagaimana dengan kakaknya?" Lim tersenyum jahat.
"Aku tidak punya kelemahan konyol seperti itu!!" Ucap Shadow.
"Apa, konyol katamu!? Sejak lahir aku memiliki phobia ini, jadi itu bukan salahku!!" Kyle ternyata hanya berpura-pura pingsan.
Trik murahan itu berhasil mengelabui Lim dan menendang Lim hingga dia terpental.
Perlawanan dua lembar itu terus berlanjut.
Hasan yang muak mengambil taser gun milik Kyle yang tertinggal di ruang interogasi lalu kembali untuk melumpuhkan mereka.
Lucunya Shadow berusaha tidak terjatuh karena mengira dirinya sekuat Hasan atau tegangan listrik taser gun itu tidak terlalu tinggi. Pada akhirnya dia pingsan dengan dua buah jarum menancap di bokongnya.
Berikutnya giliran Kyle, dia tertembak di lengan, sebelum pingsan dia sempat menari dengan lincah.
"Gadis gadis ini akhirnya tenang juga. Ternyata dia tidak sesuram yang kau katakan Silverblade."
Silverblade menatap Hasan dengan tajam.
"Bagaimana ceritanya dua orang ini bisa kabur dari ruang interogasi?"
"Itu... Aku lengah saat agen BB menginterogasi, dan agen BB lupa mengunci pintu. Shadow menendang buah zakarku sebelum kabur, karena itulah aku tidak bisa mengejarnya dengan cepat."
Hasan masih dalam perlindungan satu bulan pertama jadi kesalahan ditimpakan ke Beyond Birthday.
Setelah kekacauan itu Shadow bersaudari diikat di kamar Hasan.
"Kamarmu yang paling luas di antara kamar pribadi agen lain. Jadi untuk malam ini kita pasung mereka disini. Mereka tidak boleh kemana mana sampai kita mendapatkan salinan data yang dicuri." Tutur Silverblade.
Di antara semua kamar, kamar Hasan lah yang paling luas karena dia tidak meletakkan barang-barang pribadi di dalamnya.
Khusus malam ini, Hasan diharuskan menjaga kedua orang itu, termasuk tidur sekamar dengan mereka.
"Jaga mereka agen Has, Beyond Birthday ada di kamar seberangmu. Jika terjadi sesuatu yang buruk yang kau tidak bisa tangani sendiri. Besok kita berkumpul lagi disini jam 8 pagi."
Silverblade pulang duluan. Lim menyarankan pada Hasan untuk tidak mematikan lampu.
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat di ruang interogasi, mereka bisa melepaskan borgol dalam hitungan detik. Bukan tidak mungkin mereka bisa melepaskan rantai itu juga dan menghabisimu saat tertidur. Cuma bercanda! Tidurlah yang nyenyak tuan X-ray."
Lim menggoda Hasan sebelum meninggalkannya bersama 2 wanita berbahaya itu.
Shadow dan adiknya Kyle diberi obat tidur jadi tidak mungkin mereka bangun. Justru pemikiran itulah yang membuat Hasan tidak tenang dan terjaga sepanjang malam. Hingga ketika jam 2 malam Hasan ingin membuat kopi namun di depan pintu dia tersandung tempat sampah.
"Duh siapa yang menaruh tong sampah di lorong? Merusak pemandangan saja."
"Aku yang menaruhnya." Beyond Birthday keluar dari balik kegelapan sambil memegang sepiring lilin.
Beyond Birthday memutuskan berjaga di kamar Hasan.
"Kau tidak bisa tidur karena takut mereka bangun kan?" Tanya BB lebih tepatnya dia menebaknya.
"Aku malu mengakuinya, tapi begitulah adanya."
"Hahahahaa...!!!"
Hasan panik mendenga tawa BB yang sangat nyaring.
"Tenang saja anak baru, mereka tidak akan bangun meskipun kau membalik tempat tidurnya."
Shadow dan adiknya diikat terlentang di 2 ranjang yang berbeda untuk mencegah mereka berulah saat sadar.
"Silverblade adalah ahli racun. Obat tidur pun termasuk racun karena membuat orang yang meminumnya kehilangan kesadaran. Kau bisa beristirahat dengan tenang malam ini."
"Aku tidak ingin tidur." Hasan masih teguh pada pendiriannya.
"Aku juga sepertimu saat pertama kali diberi misi pengawalan. Rasanya mata ini tidak bisa lepas dari orang yang harus aku jaga, sampai Silverblade datang dan menyuruhku tidur. Dia berkata dengan percaya diri 'Obatku bisa menidurkan Lu Bu Housen seandainya dia masih hidup di zaman ini'."
"Dia bilang begitu?"
"Benar, dia menambahkan 'Obat tidurku bahkan memberikan mimpi indah kepada siapapun yang meminumnya'."
"Tidak aku sangka dia bisa bersikap narsis seperti itu."
"Jadi apa sekarang kau mau tidur?"
"Baiklah, tidak enak juga begadang di ruangan penuh AC seperti ini."
Alasan sebenarnya Hasan berbaring karena dia tidak ingin melihat wajah brewok BB lebih lama lagi. Dia terbiasa tidur sambil menatap wajah cantik istrinya yang lagi-lagi harus tidur sendirian di rumah.
"Kasihan sekali Siska sendirian di rumah. Apa aku cari pembantu saja ya?"
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................
__ADS_1