A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
66. Kekacauan di gedung Gubernur


__ADS_3

"Aduh... Badanku pegal sekali... "


Saat Hasan mengecek hp nya muncul headline berita tentang aksi terorisme di kantor Gubernur Kalimantan Selatan yang sedang berlangsung saat ini.


Pantas saja banyak mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya depan kantor.


Hasan menelepon CEO.


"Halo nona, tetaplah di kantor! Saya melihat berita terjadi aksi teror*sme di kantor gubernur. Saya akan kesana untuk melihat kondisinya."


[Baik hati-hati...]


Ternyata tidak sulit meminta pada mbak Carol.


Hasan segera berangkat ke gedung gubernur, tempat dia kemudian mencium aroma aneh seperti jamur beracun yang pernah ditunjukkan dokter Brian.


"Aroma racun ini datang darimana? Racun ini berbahaya bagi manusia."


Hasan mendekat dengan hati-hati agar tidak masuk ke zona beracun.


Banyak orang berkumpul di belakang garis polisi yang berjarak 60 meter dari kantor gubernur, sementara orang yang boleh melewati garis hanya orang-orang dari kepolisian.


Hasan mendapat telepon dari Kolonel Graham yang menyuruhnya untuk ikut membantu kepolisian.


Hasan pun menunjukkan tanda pengenalnya ke petugas polisi. DKK terkenal di bidang kriminalitas, jadi Hasan diperbolehkan bergabung dalam operasi yang disebut Smoke Taming, atau penjinakkan asap.


Hasan dibawa ke barisan barikade polisi dan diberikan pakaian khusus. Di dalam pakaian yang tebal dan tertutup itu Hasan terlindungi dari udara beracun yang diduga dicemarkan oleh asap khusus. Kaleng yang diduga merupakan bom asap juga ditemukan oleh para peneliti.


"Karena detektif bau ada disini akan lebih mudah untuk menemukan sumber asap itu. Dengarkan saya pak detektif, semua asap ini kemungkinan berasal dari suatu tempat. Tugas bapak adalah menemukan sumber asap itu sebelum mencemari kota."


Hasan mengangguk lalu pergi dengan ditemani 4 tentara berpakaian sama dengannya.


Hasan gunakan indera penciumannya yang sensitif untuk mengenali ketebalan racun di setiap sudut area. Ditemukanlah area yang udaranya paling tercemar yaitu sudut belakang sebelah kanan yang merupakan gudang perabotan bekas.


Dengan bantuan para tentara DKK membongkar lantai gudang itu dan menemukan 10 buah kaleng asap yang ditancapkan ke tanah.


Hasan meninggalkan ruangan itu karena masih ada aroma lain yang menyempil di hidungnya.


Asalnya dari dalam kantor. Hasan membuka pintu kantor dengan gegabah mengakibatkan terbebasnya asap yang menumpuk selama semalaman di dalam gedung.


Hasan berlari ke  kerumunan masyarakat yang menonton, sementara di belakang asap mengepul ke langit.


"Menjauh dari tempat ini!! Lari sejauh mungkin sebelum asap beracunnya datang!!!"

__ADS_1


***


Hasan dipuji karena menemukan sumber asap tapi juga dicaci karena sembarangan menyentuh. Sekarang seluruh area itu dipenuhi asap beracun.


Puluhan tim pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprot asap dengan air.


Hasan ditelepon lagi oleh kolonelnya.


"Tidak berjalan baik pak. Aku berhasil menemukan sumber asapnya tapi terjadi kesalahan yang mengakibatkan gas menyebar lebih jauh."


[Aku mengerti. Bekerjalah sesuai porsimu agar kau disenangi.]


Ucapan Kolonel Graham ada benarnya. Tidak ada gunanya bekerja lebih giat di dalam tim.


Karena kesalahannya Hasan pun dicap sebagai tikus berdasi. Maksud tikus berdasi adalah pegawai yang makan gaji buta. Tidak bekerja tapi digaji setiap bulannya. Asumsi itu berakar dari kurangnya kehati hatian Hasan dalam bekerja.


Gunjingan terdengar dimana mana, kalimat sinis mereka nampaknya memiliki kekuatan gaib untuk menembus baju tebal yang dikenakan Hasan.


"Kalau saja tidak ada hukum di negara ini aku pasti sudah menghajar kalian lalu kabur dari negara ini." Batin Hasan yang ingin melayangkan tinju ke pohon.


Setelah penyemprotan disinfektan Hasan dan 4 pengawalnya kembali turun ke lapangan. Di tengah percikan air Hasan menemukan bau yang sedikit mencurigakan dari dalam gedung.


Setelah ditelisik ditemukan kaleng bom asap yang di dalamnya terdapat jamur beracun utuh.


Hasan menyerahkan temuannya pada tim peneliti.


Kolonel graham menemui Hasan untuk memberikan donat tadi. Lalu pergi menemui penanggung jawab operasi pembersihan asap ini.


"Siram dirimu dengan disinfektan lalu kembalilah ke Grace Company."


Instruksi si kolonel dia lakukan, namun saat kembali ke Company Hasan malah disuruh pulang oleh security.


"Kenapa kalian mengusirku seperti ini?"


"Ini perintah dari CEO, pulanglah DKK."


Hasan balik badan dengan perasaan bingung.


Di rumah dia membaca kelanjutan berita tadi pagi. Dikabarkan 30 orang keracunan 2 jam setelah memasuki kantor gubernur. Headline yang paling menarik adalah kondisi pak gubernur setelah menghirup asap beracun itu.


Pak gubernur dan korban lainnya masih belum sadarkan diri. Kondisi fisik mereka berubah, ruam merah menyebar di leher hingga bawah perut, para dokter masih belum memberikan klarifikasi tentang jenis racun itu.


Tujuan kedatangan Kolonel Graham ke lokasi kejadian adalah untuk menawarkan bantuan. Ada seorang agen DKK yang sangat ahli dalam ilmu farmasi. Keberadaannya hanya diketahui oleh DKK. Orang itu tidak lain adalah Neon Blood.

__ADS_1


Kolonel Graham menjadi jembatan pertemuan pemerintah dengan Neon Blood. Dalam negosiasi yang dilakukan kedua belah pihak Neon Blood menawarkan syarat kerja sama yang tidak masuk akal.


Singkat cerita dibuatlah surat perjanjian yang didalamnya tertulis sumpah pengikut Neon Blood dengan pemerintahan.


Beberapa hari setelah peristiwa itu muncul Headline berita di Twitter yang mengabarkan kesembuhan gubernur Kalimantan Selatan dan korban korban lainnya secara bergantian.


Tidak terasa masa kontrak Hasan juga hampir berakhir.


Seminggu sebelum kontrak dengan Grace Company berakhir.


Hasan bertemu dengan laki laki tampan dan takjil yang merupakan tunangan nona Carol. Anehnya wajah nona Carol berubah masam saat pria itu datang.


Carol berpura-pura tersenyum di depan pria yang mengajaknya makan malam di restoran mewah, seolah menunjukkan kekuatan yang dimilikinya.


Hasan melirik nona Carol.


Carol menolak ajakan tunangannya karena jadwal yang padat bahkan saat malam hari.


Si tunangan yang bernama Mitsuda Hajimoto tidak senang dengan penolakan itu.


Tanpa diduga dia mengucapkan kalimat kalimat kasar yang tidak seharusnya diucapkan pada wanita.


"Apa alasanmu menolak? Apa kau takut berat badanmu bertambah saat makan sepiring daging?"


Kebanyakan wanita membenci topik pembicaraan yang merujuk apalagi secara gamblang membahas soal berat badan. Carol salah satunya. Dia berolahraga setiap hari untuk menjaga berat badannya dan kesehatan lain yang hanya diketahui wanita.


"Aku tidak mengkhawatirkan hal seperti itu, hanya saja saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bersantai santai. Bagaimana jika teror asap beracun itu muncul lagi? Aku tidak mau terlibat dalam hal itu."


Mitsuda merangkul Carol lalu memeluknya.


"Kalau kau takut hal seperti itu terjadi bagaimana kalau kita makan di rumahmu saja? Aku akan membawa pengawal terbaikku."


"Itu bukan ide yang buruk. Aku akan membawa pengawal pribadiku juga."


"Pak Has!! Ikutlah ke rumahku malam ini."


"Baik bu."


Mitsuda mendengar rumor kedekatan Carol dengan Hasan. Mitsuda mengakui ketampanan Hasan.


"Aku harus menjauhkan Carol dari pria ini." Batin Mitsuda.


"Masuklah Ren!!"

__ADS_1


Pengawal pribadi Mitsuda adalah seorang pengguna ninjutsu, dalam kata lain 'ninja' bernama Ren Kagume. Dia pria dengan nama feminim dari pinggiran Hokkaido.


***


__ADS_2