
Beberapa hari berlalu setelah Burn Shadow dan Kyle bergabung dengan departemen kepolisian khusus kalimantan selatan.
Untuk pertama kalinya Hasan mendapatkan misi pengawal tingkat B. Misi ini seharusnya hanya bisa diambil oleh agen tingkat letnan ke atas. Karena itulah saat itu juga kolonel Graham menaikkan jabatan Hall Fame sebagai letnan yang sama dengan Lim dan BB.
"Terima kasih banyak kolonel." Hasan menundukkan kepala.
"Tidak perlu berterima kasih. Aku harap kau tidak gagal di misi ini, karena kau adalah orang yang lolos kualifikasi. Tidak seperti Lim dan BB, yang masuk kemari karena belas kasihan dari kami."
Mendengar itu Hasan menjadi curiga.
"Apa maksudmu Silverblade?" Tanya Hasan.
"Harusnya kau sudah sadar saat mendengar kisah Lim dan BB. Beyond Birthday bisa bergabung, sebagian besar karena belas kasihan dan back up dariku. Sedangkan Lim, dia hanyalah gadis kecil yang menempel pada kolonel Graham pada awalnya. Tapi kau berbeda, kau memiliki kelebihan untuk mencium, karena itulah kau memenuhi kualifikasi dan mendapatkan kartu agen dengan kemampuanmu sendiri."
Silverblade memanggil anjing-anjing.
"Lihat anjing-anjing ini. Mereka adalah jenis yang sangat sulit dijinakkan, tapi aku bisa menjinakkan mereka dalam hitungan detik. Alasannya karena tanganku lebih lembut dari kebanyakan manusia. Jadi aku melatih sentuhan tanganku dan menutupnya dengan sarung tangan jika tidak digunakan."
Silverblade adalah ahlinya menjinakkan dan melatih anjing. Dulu dia sering menggunakan kemampuan ini untuk menjinakkan anjing pemburu yang mengejarnya.
Sedangkan Hasan memiliki indera penciuman super tajam setara anjing pemburu. Karena itulah Silverblade tertarik merekrutnya.
"Tapi BB dan Lim berbeda. Mereka tidak memiliki kemampuan khusus apapun selain bertarung. Masalahnya bela diri bisa dipelajari oleh siapapun. Lim juga tidak pandai berakting sehingga misi penyamaran tidak bisa diserahkan padanya. Sedangkan BB, dengan otot sebesar itu dia jadi memiliki ciri khas dan sangat mudah untuk dikenali."
"Masuklah ke Grace Corporation sebagai bodyguard pribadi. Klienmu adalah orang penting dari perusahaan Grace Company. Aku rasa kau akan mengenalinya saat bertemu nanti."
Setelah menerima titah dari yang mulia Silverblade, Hasan berangkat dengan santai menggunakan mobilnya. Mobil itu dia beli bersamaan dengan sepeda motor baru.
Kolonel : [Dia sudah pergi Silverblade?]
Saya : [Sudah pak. Menurut bapak apa dia akan berhasil? Secara ini bukan tugas pengawalan biasa.]
Kolonel : [Dia pasti berhasil. Kegagalan sebelumnya pasti sangat traumatis sehingga dia akan jauh lebih hati-hati sekarang.]
***
Hasan sampai di Grace Company yang lokasinya tidak terlalu jauh, hanya beberapa kilometer dari kantor DKK.
Hasan memarkirkan mobilnya di area terdalam, tidak ada maksud tertentu dia melakukan itu.
Saat memperkenalkan dirinya sebagai anggota DKK, para satpam yang berjaga langsung menggiringnya ke kantor kecil dibelakang Grace Company.
__ADS_1
Disana dia bertemu lagi dengan gadis kutu buku temannya Mary. Nama panjang Carol Funnyheirs.
Hasan cukup terkejut mengetahui wanita itu adalah pemilik dari Grace Company yang sangat besar.
"Perusahaannya menaungi banyak klinik beda dan restoran. Apa dia sengaja menyewaku untuk diperkerjakan sebagai juru cicip?" Batin Hasan.
"Tidak kusangka kita akan bertemu lagi sebagai bos dan bawahan. Namaku Carol Funnyheirs. Siapa namamu agen?"
"Hall Fame. Kami tidak bisa memberitahukan nama asli sebagai gantinya kami pakai nama samaran." Jawab Hasan dengan dingin.
"Wihh keren~!! Apa kalian sama seperti agen rahasia yang menyelamatkan dunia seperti di film Kingsman?"
"Tidak sampai menyelamatkan dunia. Kami hanya mampu menyelamatkan jiwa yang membutuhkan pertolongan di depan kami." Hasan mencoba berbicara bijak walau suaranya jadi sedikit lucu.
"Hihihii... Kau lucu, maksudku suaramu. Kalau begitu selamat bertugas di Grace Company, Hall Fame. Oh ya, berteman baiklah dengan bodyguard lainnya, mereka suka bertarung untuk menentukan peringkat. Sebagai anggota DKK khusus kau pasti bisa melibas mereka semua."
Seorang pria botak berjalan ke depan Hasan.
"Nona, anda terlalu berlebihan. Kami Eagle Squad juga bagian dari satuan khusus. Tidak mungkin pria ini bisa melawan kami."
Hasan mengorek telinga sebagai bentuk ejekan tersirat ke si botak.
"Begitulah. Kenapa memangnya?"
"Bisa kita tentukan peringkat sekarang? Kebetulan aku sudah banyak berlatih Eskrima tapi tidak pernah menggunakannya dalam pertarungan langsung."
Hasan mengeluarkan dua buah baton dari tas kecil di pinggangnya.
"Aku izinkan kalian menyelesaikan masalah kalian secara jantan." Kata Carol.
Otot pria ini sangat besar dan postur badannya seimbang. Dengan postur yang seimbang dia tidak hanya memiliki kekuatan tetapi juga kecepatan.
Hasan hanya memiliki 1/3 dari otot si pria tapi tidak masalah. Karena Hasan itu tahan banting.
Hasan melancarkan pukulan yang langsung ditangkis dengan genggaman tangan.
Si bodyguard botak ini memperkenalkan dirinya sebagai pachin. Dia sangat suka memukul orang yang berada di genggaman tangannya. Dan Hasan sekarang berada di genggamannya.
Pachin melancarkan pukulan lurus, Hasan melepas batonnya lalu memukul area tangan yang sensitif yaitu sikut.
Berkat pukulan di sikut itu Hasan berhasil melemahkan sebelah tangan Pachin.
__ADS_1
"Lumayan juga."
Pachin bersiap dengan kuda kuda Jeet Kune Do. Kuda kuda itu memberikan Hasan PTSD pada Silverblade tempo hari.
Pachin menyerang dengan sangat cepat, setiap aspek dari gerakannya berbeda dengan Silverblade. Mungkin saja Silverblade tidak akan bisa mengalahkan Pachin dengan satu tangan.
Tinju Pachin melesat bak peluru di samping wajah Hasan. Lebih buruknya lagi, tinju itu menggores wajahnya.
"Apa tangannya terbuat dari besi?" Batin Hasan.
Hasan bertarung sambil terus mundur, Hasan melempar batonnya kepada Pachin saat jarak mereka menyempit, lalu mendaratkan Knifehand Strike ke sikut yang sama, lalu mundur teratur.
"Cara bertarungmu ini tidak efektif. Jika kau membuang terlalu banyak waktu untuk menghadapi satu orang, akan lebih baik jika kau tidak melawan orang itu. Dalam medan perang waktu adalah nyawa. Kalau kau berada di markas musuh terlalu lama kau akan dikepung, dan senjatamu akan dilucuti."
Pachin mengoper baton Hasan kepada bodyguard lainnya yang menjadi bawahannya.
Sekarang Hasan tidak bersenjata, namun disitulah puncak kehebatannya.
Dia berlatih Eskrima dengan Beyond Birthday selama 3 minggu. Materi yang dia pelajari tidak hanya gaya bertarung Eskrima yang asli tetapi juga Eskrima gaya Birthday.
"...tanganmu harus seperti petir, pukullah sekuat yang kau bisa, seperti petir yang menyambar,"
"Eskrima gaya Beyond Birthday."
Hasan menunjukkan kuda kuda tarung Beyond Birthday. Uniknya dia mengganti senjatanya dengan dua buah garpu yang diselipkan dalam baju.
"Maaf, sebelumnya aku basa basi untuk menunjukkan ini. Sekarang majulah! Atau kau mau aku yang maju?" Tantang Hasan dengan wajah santai.
Pachin menunjukkan kekuatan pukulannya yang dapat menghancurkan batu semen.
"Ronde kedua dimulai!!" Teriak Carol dari belakang bodyguard lainnya.
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................
__ADS_1