
"Aku melakukannya secara tidak sengaja, sekarang minggir!"
Ren tetap tak mau minggir. Dia menahan pintu mobil Hasan.
"Aku mengerti maksudmu, mari kita ganti tempat dulu."
Di belakang gedung Grace Company, area pertarungan Hasan dengan Pachin tempo hari.
"Aku penasaran ada hubungan apa diantara kau dan CEO. Dia nampak berdebar debar ketika melihatmu."
"Darimana kau tahu dia berdebar debar?"
"Banyak wanita melihatku seperti itu. Sekarang tunjukkan kemampuanmu bocah jepang!"
Hasan menantang dengan batonnya. Ren mengeluarkan katana kecil yang dia sembunyikan di balik bajunya.
"Dasar gila, apa kau membawa barang menyeramkan itu ke bandara?"
Ren menantang Hasan dengan katana pendek dan sarungnya.
"Selama sarungnya tidak kubuka, tidak ada alasan untuk takut terluka." Ucap Ren dengan senyum sinis.
Dilarang pulang sama dengan dilarang menemui istri, amarah Hasan semakin membara saat si pendek ini meremehkannya.
Hasan menyerang lebih dulu.
"Kau cepat, celahmu nyaris tidak ada, tapi kau menaruh terlalu banyak kekuatan seakan memukul dengan kekuatan amarah."
Ren melancarkan serangan balasan ke kaki Hasan. Menjatuhkan Hasan ke tanah.
Hasan tambah kesal lalu membanting badannya.
"Ronde kedua!"
Hasan berkelahi dengan Ren sampai berjam jam. Mereka baru berhenti saat pukulan Ren memecahkan kaca jendela gudang.
"Hei kalian yang berkelahi dari tadi!! Bertanggung jawablah!!!"
Sekuriti yang berjaga menghampiri Hasan dan Ren yang menatap tajam satu sama lain.
"Tanggung jawab...!" Kata pak Sekuriti sambil mengayunkan pentungan.
Hasan dan Ren melemparkan sejumlah uang ke pak sekuriti malang yang harus menjadi korban kemarahan mereka.
Aura intimidasi terasa.
"Sampai jumpa bocah jepang."
Ren meninggalkan tempat itu dengan perasaan lega.
Hasan pulang ke rumah dengan perasaan jengkel.
__ADS_1
***
Keesokan harinya di depan kantor CEO.
Fakta bahwa Carol lebih menyukai Ren ketimbang Mitsuda membuat keadaannya menjadi rumit.
Carol tidak pernah mencintai Mitsuda, pertunangan mereka terjadi karena kesalahpahaman.
Setahun yang lalu saat Carol berada di jepang dia bertemu dengan Ren. Seorang ninja pengawal yang kuat dan tampan. Ren mengabdi pada keluarga Hajimoto, konglomerat asal distrik elit.
Kedatangan Carol ke kediaman Hajimoto dianggap sebagai lamaran kepada putra tertua keluarga tersebut, Hajimoto Mitsuda.
Carol berusaha menjelaskan kalau dia datang untuk melamar Ren Kagume namun karena tekanan dan kelihaian Mitsuda dalam berbicara Carol jadi terjebak oleh permainan mereka. Ingat, Carol bukan CEO Grace Company yang sebenarnya. Dia hanya menggantikan posisi Mary Leadswan selama satu tahun.
"Nona, ada masalah? Anda terus menatap pengawal tuan Hajimoto selama 15 menit terakhir."
Hasan mencoba memastikan Carol baik-baik saja.
"Apa kau mau mendengar kisah lucu, pak Has?"
"Tentu mau kalau itu membuat anda merasa senang."
Carol membagikan kisah pilunya dijebak oleh keluarga Hajimoto dan dipaksa bertunangan dengan pria yang tidak dicintainya.
"Apa ada yang bisa saya bantu? Saya bisa bantu anda membatalkan pertunangan ini dengan sedikit imbalan."
"Benarkah?" Carol menatap penuh harap.
"Tentu saja. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Tadi anda bilang Mitsuda mematahkan setiap argumen anda. Kalau begitu kita hanya harus mencari seseorang yang lebih hebat berdebat dari dia."
"pak Has, jika kau menemukan cara membatalkan pertunangan ini tanpa menyakiti pihak lainnya, saya akan memberikan 10 persen saham milik saya."
"Anda lihat saja nona Carol."
Hasan menghubungi Silverblade memintanya mencarikan orang yang pandai berdebat di kesatuan DKK.
Silverblade [Aku punya satu nama, kau pasti sudah bertemu dengannya.]
Silverblade [Temui Silver Tongue, dia pernah memenangkan debat melawan ketua pasukan revolusi.]
Hall Fame [Jangan jangan itu kau... ]
Hasan menghubungi Silver Tongue.
Hall Fame [Aku dengar kau pria berlidah perak. Bisa bantu aku mengurus masalah CEO Grace Company sebelum masa kontrakku habis?]
Silver Tongue [Masalah apa?]
Hall Fame [Dia dipaksa menikahi putra tertua keluarga Hajimoto, padahal yang dia cintai adalah pengawal mereka.]
Silver Tongue [Bisa, tapi uang mukanya 50 juta. Kalau berhasil tambah 100 juta.]
__ADS_1
Hall Fame [Kalau hanya itu kita Deal!]
Silver Tongue [Deal,]
Silver Tongue [Kapan waktunya?]
Hall Fame [Akan aku beritahukan nanti, rentang waktunya sampai akhir pekan. Datanglah dengan pakaian yang rapi.]
Silver Tongue [Terserah.]
Selanjutnya Hasan membantu Carol untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada Ren.
Carol sempat khawatir dirinya ditolak tapi Hasan mengingatkan kalau bukan itu yang penting.
"Bagaimana kalau dia tidak suka aku?"
"Itu tidak penting, yang penting anda harus mengatakan perasaan anda, karena perasaan bisa berubah seiring berjalannya waktu. Karena itulah selama cinta itu masih ada tidak ada salahnya anda mengungkapkannya." Ucap Hasan dengan bijak.
"Baiklah, semoga dia membukakan hatinya untukku suatu saat nanti."
Hari ini hari sabtu, 1 hari sebelum masa kontrak Hasan habis. Carol memanggil Ren ke rumah, dia bersiap dengan pakaian serta riasan terbaiknya.
Saat melihat Carol Ren terpesona oleh kecantikannya. Ren berusaha menjaga pandangannya dari wajah tunangan tuannya.
"Ren, aku masih tidak rela dengan pertunangan ini karena sejak awal yang aku inginkan adalah kamu, bukan tuanmu Mitsuda. Aku mencintaimu, maukah kau menikah dengan ku?"
To the point itu bagus.
"Aku tahu ini sangat tiba-tiba, tapi aku juga tidak memiliki banyak waktu lagi." Sambung Carol.
"Nona. Jangan bicara seolah olah usiamu hampir habis. Saya tidak bisa menikah dengan anda karena jiwa dan raga saya adalah milik tuan Hajimoto."
Mendengar itu Hasan langsung memanggil Silver Tongue dengan mengirimkan sharelock GPS nya.
Silver Tongue [Aku akan tiba dalam 20 menit jika tidak ada gangguan di jalan.]
Hasan maju untuk membantu Carol.
"Memangnya kebaikan apa yang dilakukan keluarga Hajimoto sampai kau memberikan jiwa dan ragamu sebagai bentuk balas budi?"
Hasan paham betul orang seperti Ren. Kecenderungan membalas budi orang lain dengan melakukan apapun yang mereka suruh. Apalagi kalau bantuan yang si penolong berikan sangat besar, orang yang berada di bawah pasti bersedia melakukan apapun bahkan menyerahkan kehidupan mereka pada si penolong.
Ren terkena psikologis macam itu, pemikiran bahwa dia harus melakukan apapun untuk membalas kebaikan keluarga Hajimoto.
"Kau lebih pintar dari yang terlihat Has. Aku tidak bisa melawan mereka karena ini menyangkut nasib adik perempuan. Dia adalah menantu yang kurang diperhatikan di keluarga Hajimoto. Jika aku membuat masalah dengan mengambil tunangan Mitsuda, kehidupan adikku di keluarga Hajimoto akan memburuk. Kau tidak tahu bagaimana rasanya ditindas oleh keluarga pasangan kan?"
"Seburuk itu kah keluarga Mitsuda? Berarti memang tidak seharusnya kau menikahi pria dari keluarga itu."
"Benar, aku akan membatalkan pertunangan menyebalkan ini sekarang juga."
Hasan memberi semangat pada Carol.
__ADS_1
Mitsuda dan ayahnya pun datang ke Rest Room Grace Company. Disaat yang sama Silver Tongue datang dengan gayanya yang menyeramkan.
***