
Setelah kejadian itu Hasan mulai mendapat kepercayaan dari Carol, Carol ingin Hasan menjaganya terus sepanjang hari. Sementara 2 pembunuh tadi kebetulan di kirimkan ke departemen kepolisian khusus dan berurusan dengan BB.
Akhirnya pesta ulang tahun Grace Company dilanjutkan kembali dengan doa dan pidato dari Carol.
"Mengagumkan, dia sama sekali tidak trauma meski kejadian seperti itu hampir menimpanya. Saat pertama kali bertemu, aku kira dia hanya kutu buku yang culun, ternyata dia wanita mandiri yang bermental baja. Sungguh wanita yang langka." Hasan bergumam sendiri.
Tanpa dia sadari pujiannya itu didengar oleh karyawan wanita yang kemudian memberitahukannya pada bu CEO.
"Katakan padanya, aku tidak sehebat itu. Sebenarnya aku juga takut, tapi agen Hall Fame membuatku merasa lebih aman belakangan ini."
"Kenapa tidak anda katakan langsung?"
"Dia sudah pulang dan aku tidak memiliki nomornya. Tanyakan nomornya pada anggota pengawal yang lain dan sampaikan itu."
Hasan merasa puas saat bu Carol menghargai kerja kerasnya. Dengan tangan yang terluka sebelah Hasan tidak bisa mengendarai sepeda motor dan hanya bisa memegang satu baton.
Siska mengkhawatirkan kondisi suaminya, tapi mau bagaimana lagi, dia harus bekerja sebagai pengawal di Grace Company, apalagi kontrak nya diperpanjang oleh Carol.
Hasan berangkat dengan mobil, ketika masuk ke parkiran dia bertemu dengan Carol yang sedang menunggunya.
"Akhirnya kau datang pak Hall Fame."
Carol masuk ke mobil Hasan tanpa permisi.
"Apa yang kau lakukan bu CEO?" Tanya Hasan.
"Tadi malam aku tidur tidak terlalu nyenyak jadi hari ini aku ingin healing. Bawa ke tempat paling menyenangkan yang kau tahu." Ucap Carol.
Ketika mendengar tempat paling menyenangkan Hasan langsung terpikir ke bazar farfum tapi itu nampaknya kurang tepat.
Hasan memutuskan membawa Carol ke pantai. Carol berkata akan menanggung semua biayanya asalkan Hasan ikut bersenang senang.
"Anggap ini sebagai balasan karena sudah menyelamatkanku. Luka di tanganmu akan aku balas dengan kenikmatan di seluruh tubuhmu."
Hasan menyingkirkan pikiran kotor yang termanifestasi dari kalimat ambigu Carol.
Pantai yang Hasan datangi menyediakan semuanya. Butik baju, kios cenderamata, sauna, bahkan spa yang menjadi tempat Carol memberikan kenikmatan ke seluruh tubuh Hasan.
Hasan menikmati balas budi Carol dengan spa gratis. Itu lebih baik dari makan di restoran. Hasan bangun dengan badan segar bugar, sempat terlintas pikiran kekanak kanakan untuk tinggal di spa itu selamanya.
Hasan dan Carol melanjutkan healing mereka ke pantai. Iman Hasan diuji saat Carol mengenakan pakaian renang yang minim. Kalau kalian penasaran akan aku beri tahu sedikit. Carol memakai bikini berwarna kuning dengan rok putih transparan.
"Apa pakaianku terlalu terbuka pengawal?"
"Sangat bu..."
__ADS_1
"Tapi aku suka bikini model ini." Carol memaksa.
"...ya sudah kalau anda maunya begitu. Tapi anda akan diperhatikan oleh banyak orang."
"Tidak apa-apa, kan ada kamu pengawal."
Carol masuk ke dalam air yang dangkal, Hasan meningkatkan pengawasan matanya karena di pantai penciumannya tertutupi oleh bau garam yang tajam dari air laut.
"Aku benci pantai. Hanya ada aroma garam dan peluh, benar-benar memuakkan."
Hasan berdiri dengan mood yang jatuh, menunggu si bos membangun kembali semangat yang runtuh, sesekali si bos menawarinya makan tapi Hasan hanya menerima semangkuk es krim.
Lalu hal yang ditakutkan Hasan pun terjadi, Carol digoda oleh banyak pria hidung belang, para pria itu sampai menyentuh bahu bos nya.
"Cewek mulus, kamu datang darimana? Kota atau kampung?"
"Aku datang bersama pacarku."
Hasan memiringkan kepala mendengar Carol datang bersama pacarnya. Nafasnya membara saat sadar kalau yang ia maksud pacar adalah Hasan sendiri.
Bukannya menjauh para pria itu justru mengejek Hasan. Kehadiran mereka seperti tokoh antagonis rendahan yang munculkan dalam cerita sebagai media demonstrasi kekuatan sang tokoh utama.
Dengan pemikiran seperti itu Hasan dapat menumbuhkan nyali yang sangat besar.
Sehingga saat cerita berjalan seperti plot anime isekai umumnya Hasan dapat menghajar mereka dengan santai.
"tuan Hall Fame, kau... "
Hasan mengajak Carol, menarik tubuhnya mendekat hingga kulit mereka bersentuhan dengan intim.
Carol merona bagai bunga mawar yang baru mekar.
Hasan membawa Carol berdansa di atas pasir lalu menggunakan kakinya sebagai senjata untuk memukul wajah para bajingan mesum itu.
Carol tidak merasakan sakit di kakinya, tapi dia merasa sangat pusing lalu jatuh ke atas pasir.
Sementara para bajingan yang merasakan tendangan Carol menjadi ilfeel sekaligus takut dengan Carol. Mereka memilih meninggalkan Carol.
Hasan melarang Carol meminta maaf karena mereka juga melakukan hal yang tidak senonoh kepada Carol.
"Sudah cukup healing nya. Company mu membutuhkan bos mereka." Kata Hasan dengan lembut.
"Iya, aku mau ganti baju dulu."
Saat Hasan menjaga ruang ganti yang ada Carol di dalamnya, para bajingan tadi kembali lagi.
__ADS_1
"Kalian tidak cukup dihajar ya?"
Para bajingan itu lebih banyak dari sebelumnya. Untuk berjaga-jaga Hasan memanggil bantuan dari DKK.
"Kau yang memukul teman kami?" tanya pria bertato yang tampak kuat dengan otot besar di tubuhnya.
"Gadis ku lah yang menendang mereka, tapi secara teknisnya aku lah yang membuatnya menendang wajah temanmu. Jadi aku yang melakukannya."
Hasan dan para preman itu bertarung dengan sengit. Pertarungannya mereka digambarkan dengan suara suara gaduh dari balik pintu ruang ganti.
Carol yang mendengar suara gaduh dan rintihan tidak berani membuka pintu.
"Apa semuanya baik-baik di luar sana!?" Tanya Carol dengan nada khawatir.
Pintu dibuka dari luar, Carol terbentur pintu yang tiba-tiba terbuka beruntung dia tidak terluka.
Carol menari nafas lega saat melihat Hasan di ambang pintu.
"Ayo kita pulang." Ajak Hasan.
Saat berjalan keluar Carol melihat 2 buah batang pohon tergeletak di pasir.
Hasan menghajar 12 orang yang menyerangnya dengan batang pohon tersebut, kemudian menggelindingkan mereka ke tebing yang curam tapi tidak terlalu dalam.
"Kau akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kan?" Tanya Carol pada Hasan.
"Apa maksudmu? Tugasku hanyalah melindungimu, soal bagaimana caraku melakukannya dan dampak yang ditimbulkan itu adalah tanggung jawabmu. Kerugian yang disebabkan pengawal entah itu secara jasmani dan material semuanya ditanggung oleh penyewa jasa."
Carol mematung di tempatnya, lalu berkata dalam nada tinggi.
"MANA BISA BEGITU..!!!"
"Kalau kau tidak sengaja membunuh orang masa aku yang harus menanggung akibatnya..!!!"
Hasan tertawa lepas melihat reaksi dari Carol. Ternyata dia hanya menggoda Carol supaya bosnya itu tidak terlalu tegang.
Ekspresi marah yang Carol tunjukkan nampak tidak natural, membuatnya terlihat sangat imut.
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
__ADS_1
.................................................................................