A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
107. Terjebak bersama musuh


__ADS_3

Dalam kepanikan dan kekhawatiran, Hasan dengan cepat menarik Lim keluar dari asap yang menyengat kerongkongannya. Dia tahu bahwa waktu berlari cepat dan setiap detik sangat berharga. Dia baringkan Lim dengan, dan dengan nafas buatan terbalik, dia berusaha mengeluarkan asap beracun yang menyumbat kerongkongan temannya.


"Nafaslah, Lim! Kau harus bernapas!" seru Hasan dengan suara penuh kepedihan dan kekhawatiran.


Dia memberikan nafas buatan dengan hati-hati, meraba detak jantung Lim dengan teliti. Sementara itu, asap beracun masih menyelimuti udara di sekitar mereka, membuat situasinya semakin mencekam.


Hasan terus mengeluarkan nafas buatan dengan tekun, menanamkan semua energinya untuk menyelamatkan temannya. Matanya penuh perhatian dan kekhawatiran, dan dia tidak akan berhenti berjuang sampai Lim aman.


"Ayo, Lim! Tetaplah bertahan!" ucap Hasan dengan suara lembut, mencoba memberikan semangat pada temannya yang sedang berjuang untuk bernapas.


Setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian, Lim akhirnya mulai menggerakkan tubuhnya dan batuk-batuk dengan keras. Nafasnya kembali teratur, dan Hasan merasa lega melihat temannya kembali sadar.


"T... terima kasih, Hasan," ucap Lim dengan suara serak, tetapi dipenuhi dengan rasa syukur. Lim menyentuh pipi penyelamatnya yang membiru.


Risiko asap tertelan tidak bisa dihindari, sekarang asap beracun itu bersarang di tenggorokan Hasan. Dengan cepat Silverblade memeluknya dari belakang dan memompa perutnya, berulang ulang sampai Hasan muntah.


Kerja sama cepat mereka membuahkan Hasil, baik Hasan dan Lim keduanya selamat dari kematian mengerikan yang dulu merenggut nyawa rekan rekan Mello.


Lim bangun perlahan apa yang dia rasakan saat keracunan tidak akan diberitahu pada siapapun, rasanya seperti menjemput maut.


Mereka kembali berjalan, kali ini Hasan lebih hati-hati dalam melangkah karena area ini adalah antah berantah yang belum pernah terjamah oleh manusia.


"Jalannya menurun, awas jangan sampai terpeleset." ucap Silverblade.


Mata mereka terbelalak kagum saat melihat cahaya cyan yang indah menyinari ruangan gelap. Cahaya tersebut memberikan pesona magis yang memukau, membuat mereka seolah berada di dalam dongeng yang menakjubkan.


Hasan dengan penuh rasa ingin tahu, merasa beruntung telah menemukan kolam air wangi ini. Dia mengambil segenggam air dari kolam itu dengan penuh perhatian. Tetes air yang jatuh dari tangannya mengenai tanah dan dengan ajaib, tanah itu langsung berubah menjadi warna biru cyan yang menyilaukan.


"Wow, ini benar-benar luar biasa!" seru Lim dengan penuh kagum.

__ADS_1


"Terlihat seperti kita menemukan harta karun sejati," ucap Silverblade dengan senyum di wajahnya.


Mereka mengelilingi kolam air wangi yang penuh misteri ini, menyaksikan cahaya biru cyan yang terpancar dari setiap sudutnya. Ruangan yang tadinya gelap dan suram kini berubah menjadi dunia yang penuh keajaiban dan keindahan.


Hasan merasakan getaran magis dari air yang ada di tangannya. Dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang istimewa dengan air tersebut, sesuatu yang lebih dari sekadar keindahan visualnya. Dia merasa ada kekuatan misterius yang terkandung di dalamnya.


"Tentu saja, ini bukan hanya sekadar air yang memancarkan cahaya," ucap Hasan dengan tegas, "Coba buka maskermu Silverblade, dan kau akan mencium baunya."


Silverblade membuka maskernya. Bahkan seorang Silverblade pun candu dengan aroma wangi air itu.


Sekarang Hasan menyadari kalau farfum itu sebenarnya tidak beraroma apel melainkan hanya mirip dengan buah itu. Sama halnya dengan farfum LP Trauma Apple, air di sumur itupun memiliki campuran aroma buah dan bunga dengan didominasi wangi seperti apel.


Lim berswafoto di tempat itu, diikuti dengan Hasan dan Silverblade yang ikut masuk ke sorot kameranya.


Hasan mengeluarkan kantung air khusus untuk menyimpan air dalam jumlah banyak. Sekitar 3 - 3,4 liter.


Silverblade menemukan tuas di belakang batu bercahaya. Ada tulisan naik dan turun di tuas itu. Hasan melarang Silverblade menyentuh tuasnya karena tampak mencurigakan.


Hasan mengajak Silverblade memasukkan air wangi itu ke dalam kantong yang terbuat dari besi yang dapat dilipat hingga sekecil prangko. Sekarang mereka harus bekerja keras untuk membawa keluar air itu.


Namun karena tidak menemukan jalan yang tadi mereka jadi tersesat. Mereka juga menemukan sumur kecil yang dulu ditemukan oleh Mello. Lim mengambil air itu, memasukkannya ke dalam botol minumannya.


Setelah berjam jam berjalan di tempat itu Hasan akhirnya menyerah dan mencoba menghubungi ponselnya.


"Hah? Bagaimana caramu menghubunginya sedangkan disini tidak ada sinyal?" tanya Silverblade khawatir.


"Aku hanya akan menyambungkan sinyal hp ku yang ini dengan yang lain. Beda dengan kalian, aku sudah menyiapkan cara untuk keluar dari sini kalau tersesat seperti sekarang,"


"Ingat saat kita melewati lorong beracun. Nah, aku meninggalkan hp ku disana untuk melacak lokasinya dengan gps khusus yang dibuat oleh Burn Shadow."

__ADS_1


Strategi Hasan berhasil membawa mereka kembali ke tempat jebakan gas, namun pasukan penjaga ikut masuk ke dalam Sink Hole dan berpapasan dengan kelompok Hasan di medan yang paling sulit.


"Sialan, kenapa kita tidak bertemu mereka di ruangan sumur wangi saja!? Disana lebih mudah menghadapi mereka."


Puluhan laser merah menyentuh tubuh mereka. Disaat Hasan dan yang lain mengira mereka semua sudah gagal muncul hal tidak terduga.


Dari arah belakang pasukan penjaga muncul pasukan penjarah. Mereka menodong pasukan penjaga dan mengancam akan menghabisi mereka jika berbalik.


"Hahahhahaa...! Cagar budaya raksasa adalah yang terbaik. Presiden sangat menyukainya. Dia membiarkan kami berkuasa di tempat ini asalkan tidak membuat kerusakan. Itu artinya pembunuhan pun diperkenankan asalkan tidak terlacak oleh orang luar." Oceh pria yang. merupakan pemimpin para penjarah.


Para penjarah memukul mundur pasukan penjaga dengan ancaman yang nyata. Konfrontasi di tempat sempit itu membuat Hasan dan kawan kawannya harus terdorong mundur juga sampai ke depan ruangan kolam wangi. 


Di ruangan setengah gelap yang cukup luas itu para penjarah melucuti senjata penjaga memastikan mereka tidak berdaya ke depannya. Botol besi berisi air harum juga dirampas oleh mereka. 


Si ketua pemimpin terkejut melihat wanita korea menjadi bagian tim ekspedisi, sangkaannya kelompok Hasan adalah para penjarah sama sepertinya yang baru datang.


Ketua penjarah itu memuji hasil kerja kelompok Hasan.


"Kalian tahu cara melewati jebakan gas itu saja sudah menunjukkan kalau kalian memiliki alat yang hebat. Berikan alat itu padaku."


Hasan tidak bisa memberikan bola matanya dia berdalih kalau alasan mereka bisa melewati perangkap itu karena informasi yang diberikan oleh penjarah senior 50 tahun yang lalu.


Mendengar itu si ketua penjarah curiga Hasan sedang membohonginya, namun kehadiran Lim membuatnya teralihkan. Si ketua penjarah tertarik dengan Lim yang manis dan meletakkan tangannya di area terlarang bagian atas Lim.


"Kamu penjarah baru ya? Sudah punya pacar belum? Kalau belum, kamu bisa melamar jadi pacarku malam ini. Kita pesta sambil minum arak."


Tampang penjarah itu lumayan, tapi Lim bukan wanita murahan seperti yang dipikirkan penjarah. Ekspresi Lim berubah drastis dari khawatir menjadi murka.


...***...

__ADS_1


__ADS_2