A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
121. Permintaan maaf [ End ]


__ADS_3

Hasan ditempatkan di ruangan gelap penuh kain berwarna hitam, sehingga kegelapan yang hadir berkali lipat lebih gelap. Nameless ingin menguji teori liar di kepalanya.


"bisakah Hall Fame mengantisipasi datangnya serangan tanpa melihatnya? Itulah yang akan kita uji hari ini. Kemampuan super penciumannya tidak perlu diragukan lagi begitu pula dengan penglihatan X-ray. Jadi kita akan menguji reflek supernya."


Penguji adalah si satpam dengan pakaian serba hitam kelam. Dia membawa tongkat panjang yang dilapisi sarung tinju di ujungnya. Satpam itu menghampiri Hasan.


"Jangan gunakan X-ray mu, dan tutup matamu untuk lebih meyakinkan." satpam memberi kain hitam untuk Hasan menutup mata.


Setelah menutup mata dan pandangannya hilang sepenuhnya Hasan bertanya dengan nada serius pada satpam. "Darimana anda tahu saya punya penglihatan X-ray?"


"Aku penguji disini. Informasi peserta ada di tanganku." penguji pergi, lalu ujian dimulai.


Hasan dihujam oleh pukulan demi pukulan. Mereka datang dari arah yang tidak disangka sangka dari belakang kain hitam.


Grap! Hasan berhasil menangkap tongkat yang diarahkan ke titik vitalnya. "Kalau memukul jangan ke arah 'itu' sialan! Kalau bolaku pecah kau mau menggantinya dengan bolamu hah?!?!"


Hasan menangkis setiap serangan yang datang dengan lihat dan tepat. Bahkan saat penguji bertambah jadi 4 orang dia tetap bisa mengantisipasi serangan mereka seolah itu bukan apa apa.


"Cukup!" teriak Nameless.


"Sudah cukup aku melihatnya. Hall Fame, apa ada penjelasan mengenai kemampuanmu itu?"


"Satu satunya informasi yang kumiliki, kemampuan ini datang setelah aku dihajar oleh preman di pasar. Selebihnya aku melakukan eksperimen menghindari tembakan tadi pagi." terang Hasan.


"Kalau begitu kau punya kemampuan yang hebat tapi tidak jelas asal usulnya dan tidak ada indikasi bahwa kemampuan itu bisa dikembangkan. Tidak masalah, banyak yang sepertimu di dunia ini. Mendapatkan kekuatan dari sumber yang misterius. Ikut aku ke ruangan yang lebih terang untuk membicarakan masalah ini." Tutur dan ajak Nameless.


Neon Blood merasa tidak nyaman karena Nameless menggunakan kantornya sebagai kantor pribadinya. Pada akhirnya dia tidak mendapatkan apapun dari penelitian singkatnya. Harapannya menemukan formula yang dapat mengembangkan sel di tubuh manusia pupus gara gara Nameless.


"Begitu kau bergabung dengan cryno tidak ada yang bisa mengganggumu. Kalau ada itu artinya individu atau kubu itu menantang seluruh dkk. Begitulah cara kami memperlakukan agen terbaik kami."

__ADS_1


Hasan menolak rokok yang ditawarkan penguji, dia dan Nameless memiliki banyak kesamaan dari segi sifat, karena itulah mereka bisa memahami pikiran satu sama lain.


"Di cryno nanti akan dibuat 4 pilar, namanya Commander, Scientist, Combat, dan Assassin. Kalau berdasarkan kriteria dan kemampuanmu kira-kira ke mana kau akan masuk?"


Hasan berpikir sejenak. "Semua ujian yang aku jalani bersifat fisik, itu artinya antara Combat atau assassin. Aku lebih memilih assassin sih."


Nameless menjelaskan mengenai cryno dan tim yang terbentuk di dalamnya. Agen CRYNO akan dibagi menjadi 4 pilar yaitu;


Pilar commander yang ditandai dengan warna kuning. Tugas mereka adalah membuat rencana sekaligus mengarahkan anggota tim di lapangan. Pilar ini berperan penting dalam keberhasilan tim.


Pliar Scientist, Seorang ilmuwan tidak boleh pasif. Ia harus selalu berpikir, meneliti dan melakukan berbagai upaya untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi bidang spesialisasinya. Melalui cara demikian maka tugasnya sebagai ilmuwan dialah menyelesaikan teka teki saintis yang terpaksa harus diselesaikan saat berada di lapangan. Selain itu pilar ini merupakan pilar yang digeluti Nameless sebagai ilmuwan dan ahli teknologi.


Pilar Combat, bertugas sebagai pelindung anggota tim. Seorang ahli bertahan yang memegang kunci pertahanan tim. Mereka tidak menyerang jika tidak dibutuhkan dan hanya menyerang disaat yang tepat.


Pilar Assassin, bertugas sebagai anggota penyerang, satu satunya yang menyerang lawan secara langsung dan bertugas membuka jalan bagi anggota tim.


"Kau paling cocok berada di assassin. Tapi aku ragu kau bisa menembus pertahanan musuh sendirian. Operasi itu memerlukan banyak pengalaman dan pelatihan karena assassin akan masuk seorang diri ke baris pertahanan musuh. Sepertinya aku akan memasukkanmu ke Combat terlebih dulu."


Hasan dinyatakan lulus dalam ujian dan resmi menjadi anggota cryno. Dia bahkan mendapat nickname baru, nama Hall Fame tidak lagi dibutuhkan, nickname barunya [ Lycan ].


"Pulanglah sekarang Lycan. Ada yang sedang mencarimu di rumah."


"Bagaimana anda tahu?"


"Burn Shadow bekerja untukku."


Hasan tidak pernah menyangka kalau Siska sudah tahu soal perselingkuhan yang dia lakukan dengan bos kebun buah Melinda. Tampak jelas kemarahan dan kekecewaan di wajah wanita yang begitu mempercayainya itu. Siska menangis di pelukan ibu Hasan.


"Hasan, duduk!" ucap ayahnya tegas.

__ADS_1


Kelakuan buruknya di masa lalu telah terungkap Hasan pun menjelaskan semuanya. Dia terus memperhatikan perubahan ekspresi Siska. Sebelum terlambat Hasan bersujud ke depan istrinya, mengulangi tindakanmu di depan makam Melinda.


"Maafkan mas Siska. Mas khilaf waktu itu, mas terlena pada kekayaan dan ketenaran. Tanpa mas sadari sifat mas yang suka menolong berubah menjadi sifat busuk yang menginginkan balas budi dari orang yang mas tolong."


Siska mendekati Hasan, mengangkat wajah dengan lembut, tangannya seperti akan melayangkan tamparan ke wajah Hasan namun dia membatalkan niatnya tersebut. Hasan merasa lega saat Siska menurunkan tangannya.


Namun tamparan itu justru datang dari ibunya yang sangat murka mendengar kelakuan Hasan. Bagaimana si ibu bisa mendaratkan tamparan padahal matanya buta, itu hanya tuhan yang tahu.


Hasan diceramahi selama berjam jam oleh si ibu, sedangkan siska pergi ke kamar untuk menidurkan anaknya. Siska kembali dari kamar, rasa iba muncul melihat Hasan yang terduduk lemas di lantai.


Siska meminta ibu Hasan memaafkan perbuatan anaknya itu sebab Siska sendiri sudah memaafkan Hasan. Si ibu menangis, meminta pengampunan berulang kali.


Alasan Siska memaafkan Hasan, adalah karena suaminya itu bekerja sangat keras sejak masuk Departemen Kepolisian Khusus. Dengan mata kepalanya sendiri Siska menyaksikan betapa berbahayanya pekerjaan Hasan saat dia diculik oleh teror*s Underwave.


Momen hidup dan mati dan kelahiran Amara yang menegangkan di tengah rentetan peluru itu bagaikan mimpi. Bagaikan cerita masa penjajahan yang diceritakan nenek Hasan. Siska tidak pernah melupakannya barang sedetik pun, dia mengagumi suaminya yang bekerja di lingkungan seperti itu.


"Walaupun mas Hasan melakukan hal buruk padaku, walaupun sakit hatiku sulit untuk hilang, walaupun... mas Hasan menduakanku, aku ingin memberi mas kesempatan sekali lagi. Semenjak masuk dkk mas Hasan seakan berubah menjadi orang lain. Yang awalnya lemah dengan banyak cedera pasca kecelakaan menjadi sangat kuat. Lim yang memberitahuku kalau mas merupakan agen baru terbalik yang pernah mereka miliki."


Hati Hasan berdebar debar selama mendengar Siska bicara. Apa yang dia tunggu adalah pengampunan maaf yang tulus dari Siska.


Siska memeluk Hasan dengan lembut lalu mengatakan kepadanya kalau dia memaafkan Hasan.


Hasan memeluk Siska lalu meminta maaf.


...***...


Tampak Hasan sedang duduk di atap departemen dengan kaki menjuntai ke bawah. Semua yang dia inginkan sudah tercapai, menikah dengan wanita yang cantik, membangun keluarga yang bahagia, menjadi Crazy Rich pun sudah. Farfum LP Trauma Apple sudah berada di tangannya.


Tapi, selayaknya manusia pada umumnya yang tidak pernah puas dengan pencapaian mereka, Hasan pun bertekad menangkap Hagi dan membalaskan kematian Melinda.

__ADS_1


Cerita Hasan berakhir disini. Terima kasih sudah membaca cerita yang berakhir open ending ini.


...***...


__ADS_2