
Nameless meninggalkan sebuah kumbang mesin untuk Hasan. Benda itu adalah bom kejut cahaya dan listrik generasi awal yang didesain serupa kumbang. Tugas Hasan adalah menjaga tiket itu tetap di tangannya, karena kalau Hasan menggunakannya di tengah misi untuk menyelamatkan dirinya sendiri dia akan kehilangan tiket untuk bergabung ke Cryno.
"Dia masih memberiku ujian meski tahu keadaanku. Aku kira menerima tawarannya akan membuatku langsung bergabung ke cryno."
Hasan mencoba berpikir positif. Pemindahan kantor dkk ke kalsel akan berlangsung 2 minggu dan saat itu juga cryno. Selama itu Hasan harus menjaga kumbang itu sebagai tiket masuknya.
Dia mendapat panggilan dari Lim yang ternyata sudah berdiri di depan pintu ruang ugd. Lim bersama Amara membawakan si ayah dan ibu kue yang paling lezat untuk menaikkan mood mereka.
"Dimana kau membelinya Lim?"
"Bukan aku, tapi Amara lah yang membelinya. Iyakan Amara?" Lim minta izin sebelum mencium Amara.
"Lalu bagaimana dengan ayah dan ibuku, apa mereka tidak mau kesini?"
"Aku tidak tahu soal itu. Aku sudah mengajak mereka seperti yang kau suruh tapi aku ditolak dengan lembut. Beruntung sekali kau memiliki ayah dan ibu yang baik, aku dulu selalu dimarahi oleh ibuku makanya aku kabur dari rumah."
Hasan menyuapi Lim dengan kue, membuat Lim sedikit terkejut dengan perhatian yang diberikan temannya itu. Terlebih dia melakukannya di depan istrinya.
"Berhenti bicara masa lalu yang menyedihkan, apa itu tidak membuatmu sedih? Makan saja kue ini dan bermainlah bersama Amara."
Seolah mengerti yang dikatakan ayahnya ke Lim, Amara pun menarik jarinya Lim seakan mengajaknya melakukan sesuatu. Lim menggendong Amara menerbangkannya seperti pesawat tempur.
Tak lama kemudian Nameless menelpon Hasan, memberitahu Hasan ujian pertama dari keseluruhan ujian masuk cryno. Ujian pertama diberi nama Blue Bettle stage, yang akan dilaksanakan lusa nanti, Nameless bahkan menjelaskan detail pesertanya yang hanya terdiri dari Hasan sendiri.
"Apakah ujian itu sulit atau mengancam nyawa?"
Nameless [Pertanyaan yang bagus. Kau bisa memikirkan jawabannya selama 2 hari.]
...***...
__ADS_1
...***...
Singkat cerita ujian pertama Hasan di mulai. Ujian Blue Bettle yang dimaksud adalah ujian bertahan dari gempuran musuh. Hasan akan menggunakan pakaian polisi swat dan membawa perisai. Selama ujian berlangsung Hasan harus mampu melindungi aktor yang berperan sebagai tokoh penting dari serangan kelompok radikal.
Ujian yang sangat sederhana namun konsekuensinya tidak main main. Kalau berhasil menyelesaikan ujian Hasan akan mendapat 100 poin, kalau gagal akan mendapat -80 poin.
Arena ujian ini pun cukup panjang yaitu sekitar 100 meter, sejauh itu dia harus melindungi sang aktor dari serangan 4 arah. "Gagal di ujian ini tidak akan membuatmu dikeluarkan, kami ingin melihat seberapa cekatan dirimu dalam mengatasi situasi yang tidak bisa kau kendalikan sebagai pihak bertahan, jadi lakukanlah yang terbaik." ucap Nameless dari menara pengawas.
Hasan memberikan perisainya kepada si aktor, lalu menyembunyikannya di dalam bangunan yang memang difungsikan untuk berlindung dari serangan musuh.
"Bodoh! kau mau meninggalkan tokoh penting disini!?"
Dia tidak menggubris ucapan si aktor dan langsung mengunci pintu bangunan itu.
"Musuh berada di 4 titik berbeda, semuanya menggunakan senjata model sniper keluaran terbaru. Akan sulit menggapai mereka, tapi selama mereka tidak bergerak maju dan hanya mengincar nyawaku tidak ada alasan untuk takut. Baiklah, aku akan menunggu sampai salah satu dari mereka mendekat."
Hasan mencari titik aman dari bidikan senjata musuh kemudian menunggu disana.
Nameless yang mengawasi selama hampir sejam semakin tidak sabar. Dia menyuruh Hasan untuk segera bertindak.
[Agen Hall Fame, kalau dalam situasi nyata kau tidak akan bisa mengulur waktu selama ini. Kau akan terkepung oleh musuh kemudian dihabisi. Singkatnya kau akan gagal.]
Hasan menjawab. "Musuh tidak akan bisa menghabisiku dan si tokoh penting selama tidak bergerak maju."
[Jangan jangan kau memakai X-ray mu? Lalu bagaimana caramu menghindari tembakan jika itu datang secara tiba-tiba?]
"Tidak perlu khawatir soal itu. Aku punya cara untuk menghindari peluru, tetapi tidak ada cara untukku menyelinap ke tempat persembunyian musuh di antara 4 moncong senjata."
Sebenarnya ada jalur yang dapat Hasan gunakan untuk menyerang para sniper itu, dibutuhkan tingkat intelektual yang tinggi untuk menemukan jalur itu, dan Hasan tidak menemukannya.
__ADS_1
[Kalau di situasi nyata, kau masih memiliki kesempatan dengan hanya duduk seperti itu. Yaitu bala bantuan.]
"Itulah yang aku incar sejak tadi, tidak mungkin orang penting hanya dikawal oleh satu orang. Mungkin saja pengawal lainnya sudah terbunuh, tapi hanya masalah waktu hingga bala bantuan datang."
[Rencananya berubah. Bertahanlah selama 5 menit dari gempuran pasukan musuh, jika berhasil kau akan dianggap lulus ujian ini dan 2 ujian seterusnya.]
"Baiklah, aku boleh menggunakan senjataku kan?"
[Ya,]
Sistem ujian berubah, awalnya Hasan harus membawa tokoh penting ke save zone dengan selamat. Tapi sekarang berubah menjadi ultimate defense, dimana Hasan harus melawan pasukan yang ingin mencabut nyawa si tokoh penting.
2 truk tentara bersenjata laras panjang diturunkan ke arena. Hasan menggunakan penglihatan X-ray nya untuk melakukan trik. Dia berpindah ke area yang dibuat seperti medan perang dengan banyaknya barikade militer, lalu mulai menembaki musuh dari jarak 60 meter.
Senjata yang Hasan gunakan bukan senjata asli melainkan senjata dengan peluru saus tomat beku. Hasan dinyatakan terbunuh jika terkena lebih dari 5 tembakan. Oleh karena itu dia harus berhati hati, selain itu peluru saus tomat itu ukurannya jauh lebih besar dari peluru biasa.
"Keadaan nyata apanya. Senjata yang mereka berikan membuatku merasa sedang main perang perangan di pantai."
Baku tembak pun terjadi, Hasan vs 48 tentara. Hasan bersembunyi di belakang batu dan menembak dan celah sempit.
Nameless sedang menonton dengan tenang sampai nada dering yang nyaring memekikkan telinganya. Rupanya agen Lim menelepon Hasan dan hp nya ada di tangan Nameless. Lim ingin memberitahu kalau istrinya sudah siuman, Nameless mengangkat telepon itu, berpura-pura menjadi teman Hasan, mengatakan kebohongan lalu mematikan telepon, membiarkan Lim bergumam dalam kebingunan.
"Urus teleponnya jangan ada yang menelepon lagi sampai ujian ini berakhir." Nameless memberikan perintah kepada agen pusat di sampingnya.
Kembali kepada Hasan, dengan cerdik dia menembak dari celah sempit lalu berpindah ke tempat lain tanpa terlihat oleh musuh. Mereka tidak bisa melihat Hasan namun Hasan bisa melihat mereka dengan jelas melalui celah celah itu.
Pada saat musuh mengambil jalan memutar Hasan dapat mengantisipasi arah tembakan mereka melalui future prediction, dan mencegah kekalahannya datang.
Nameless kagum pada Hasan yang cepat dan punya refleks yang bagus. Tetapi jika dia gagal maka hutang poin akan ditambahkan ke dalam catatannya.
__ADS_1
...***...