
Dalam kekacauan yang melanda, secercah identitas terkuak dari gadis ******* yang bertekad menyerang gubernur Kalimantan Barat. Yupi, sosok yang menakutkan, adalah adik termuda dari keluarga kembar lima wanita iblis yang tergabung dalam pasukan elit Israel. Namanya mungkin terdengar imut, tapi jangan biarkan itu menipu. Yupi adalah ancaman nyata.
Dengan niat jahat yang meloncat di matanya, Yupi merencanakan untuk menangkap gubernur tersebut. Namun, keberaniannya terhenti mendadak oleh kemunculan para agen yang tak tergoyahkan.
Para agen, yang berdiri teguh dalam pertahanan mereka, menghadapi Yupi dengan ketegasan dan tekad yang sama. Mereka menyadari betapa berbahayanya gadis itu, dan dengan penuh determinasi, mereka mempertahankan gubernur dari cengkeraman Yupi yang ganas.
Para agen, dalam kebingungan mereka, tidak menyadari keberadaan si penyerang yang licik tersebut. Namun, tiba-tiba terdengar teriakan Hasan yang memecah keheningan.
"Dia berada di dalam ventilasi!" seru Hasan dengan suara lantang. Hasan berhasil melacak Yupi yang bersembunyi di dalam sistem ventilasi menggunakan mata X-ray.
Namun, sebelum para agen bisa merespons sepenuhnya, Yupi dengan cepat mengubah targetnya menjadi Hasan. Tanpa belas kasihan, dia melemparkan granat menuju arah Hasan, menciptakan ledakan dahsyat. Dalam kekacauan dan asap yang memenuhi ruangan, Yupi melarikan diri dengan lincah melalui jalur ventilasi yang telah menjadi tempat perlindungannya.
Kejadian tersebut meninggalkan para agen dalam kebingungan dan kepanikan. Mereka harus segera mengumpulkan diri dan menyusun strategi untuk mengejar Yupi yang terus menghindari mereka dalam serangkaian aksi liciknya.
Hasan mengikuti Yupi hingga tanpa sadar dia hampir saja terinjak jebakan beruang yang dipasang di belakang pintu. Hasan masuk ke sebuah ruangan diikuti 2 agen. Ventilasi di atas kepalanya dia tembaki sampai runtuh membuat Yupi tidak bisa lewat.
"Keluar dari sana teror*s!! Kau tidak akan bisa berputar ataupun berjalan mundur saat aku mengarahkan pistolku ke arahmu!!" Seru Hasan.
Yupi bergerak mundur menjatuhkan dirinya ke ruangan sebelah lalu melempar granat ke lorong ventilasi. Granat itu pun meledak dan sekali lagi membuat para agen ketar ketir.
Hasan mengikuti pergerakan teror*s, secepat mungkin dia mengambil posisi di depan pintu dan menembak punggung si *******. Yupi pun kesakitan namun dia masih kuat untuk melarikan diri.
Hasan bisa saja membunuh Yupi dengan menembaki selama dia masih terlihat namun nuraninya menghalanginya melakukan pembunuhan untuk kedua kalinya. Pembunuhan pertama yang dia lakukan adalah pada begal yang memukul kepalanya dengan batu.
Tembakan Hasan terus meleset saat bidikannya diturunkan. Yupi berbalik untuk melemparkan granat terakhir yang dimilikinya. Hasan berhasil menghalau granat itu di udara dengan melemparkan pistolnya ke granat tersebut. The Flow pun berhasil kabur keluar dan kembali menghilang di permukiman padat penduduk.
__ADS_1
Hasan pergi ke kantor gubernur untuknya beliau selamat dan hanya mengalami sedikit luka akibat terkena pecahan kaca dan senapan. Dengan sigap para agen membawa pak gubernur ke rumah sakit.
Hasan terkejut mendapati banyak orang terluka di luar gedung. Sempat terjadi adu tembakan singkat dengan para teror*s bodoh. Untungnya dengan bantuan para anjing pemburu yang dimiliki para agen para ******* itu bisa dikalahkan dengan mudah.
Silverblade kecewa berat karena pria tinggi botak yang muncul di Kal-Tim dan Kal-Teng tidak muncul hari ini. Terlihat pula Lim dan Beyond Birthday sedang membantu memasang perban ke anggota yang terluka, Hasan bersyukur mereka berdua baik-baik saja.
"Bagaimana dengan The Flow wanitanya?" Tanya Silverblade penuh harap namun harapannya dikecewakan oleh gelengan kepala dari Hasan.
"The Flow berhasil melarikan diri, aku tidak bisa mengejarnya karena dia terus melemparkan granat ke arahku."
"GYAAA...!!!!!!"
Teriakan wanita memekik di telinga Hasan yang berdiri di ambang pintu masuk. Setelah dicari ternyata ada seorang anggota medis wanita yang menginjak jebakan beruang yang pernah Hasan temui. Wanita itu membisu menahan sakit yang teramat dalam. Kakinya hampir putus, dalam hati Hasan senang bukan dia yang menginjak jebakan ini, di sisi lain dia juga kasihan pada si wanita.
"Silverblade kau urus dia, ada sesuatu yang harus aku lakukan."
Tanpa menunggu Lim dan Beyond Birthday Hasan melacak aroma farfum Trauma Apple yang begitu familiar di hidungnya. Bahkan di tengah kehancuran seperti sekarang aroma farfum itu tetap mendominasi setiap bau yang menyeruak. Kenapa hidungnya sangat peka terhadap bau Trauma Apple ini? Hasan akan mengetahui jawabannya jika dia berhasil menangkap si ******* yang juga mengenakan farfum yang sama.
Hasan berpapasan dengan Lim dan BB yang kemudian langsung mengikutinya tanpa bertanya seakan mereka sudah sangat mempercayai Hasan.
"Mau kemana kita? Kolonel akan marah kalau kita melakukan hal lain saat sedang bertugas." Kata Lim.
Hasan memberi isyarat dengan tangannya meminta Lim untuk diam. Hasan berbelok ke arah sekolah dasar, dia berjalan melewati sekolah itu dan berhenti di depan sebuah gereja. Jejak aroma farfum berasal dari dalam gereja itu.
"Hari apa ini Lim??" Tanya Hasan dengan nada serius.
__ADS_1
"Hari rabu," Jawab Lim.
"Bagus. Aku tidak suka masuk ke rumah ibadah orang lain, tapi untuk pekerjaan mau tidak mau aku harus masuk."
Hasan melangkahkan kaki ke depan pintu gereja yang terkunci. Hasan meyakinkan kedua temannya kalau aroma farfum itu menyeruak dari celah pintu gereja. Tanpa basa basi Beyond Birthday mendobrak pintu gereja, Hasan sangat senang Beyond Birthday bersikap tegas sepertinya meninggalkan Lim dengan perasaan bersalah telah merusak properti gereja.
Hasan menarik tangan gadis itu dengan sedikit paksaan, lalu saat ketiganya mendekati mimbar gereja semua pintu keluar tiba-tiba dihalangi oleh para The Flow. Yupi, pria botak incaran Silverblade, dan seorang pria berkacamata serta berjanggut merah menutupi 3 dari 4 pintu keluar.
"Itu dia mereka," Hasan mengeluarkan pistolnya yang tersisa satu.
Lim segera menelepon Silverblade namun di tempat itu tidak ada jaringan. Hasan dan yang lainnya masuk ke dalam perangkap walaupun The Flow tidak merencanakan perangkap itu sebelumnya.
The Flow wanita bicara dalam bahasa yang tidak dipahami oleh orang Filipina, Korea, dan Indonesia.
Dalam bahasa asing Yupi memerintahkan teman temannya seperti ini. "Pria itu si detektif bau. Dia dapat menahan efek racun Afrodisiak yang aku semprotkan. Dia adalah variabel yang tidak diketahui yang harus dihancurkan."
Si botak dan si jenggot mengangguk.
Sinyal tantangan diterima dari mata ketiga teror** itu. Pertarungan 3 vs 3 antara polisi melawan teror**.
...***...
Unnamed menilai bahwa upaya pemberantasan ******* oleh aden DKK Kalimantan telah menghadapi kegagalan sebesar 40 persen dari skala kesuksesan yang diharapkan. Masalahnya semakin rumit ketika para ******* The Flow yang berhasil ditangkap enggan membuka mulut. Mereka membentuk sebuah kelompok yang terdiri dari individu yang tampaknya kehilangan akal sehat, terikat pada pengaruh hipnotis yang misterius.
Karena penemuan itu Silverblade dan agen DKK TIMUR diperintahkan untuk mendatangi rumah sakit jiwa tempat para teror*s itu berasal.
__ADS_1
......***......