
Seorang wanita menghampiri Lim dan Hasan. Wanita itu menggunakan topeng wajah wanita tionghoa. Dia bisa menipu Lim tapi tidak bisa menipu Hasan.
Wajah di belakang topeng kulit manusia itu adalah Hagi, wanita yang menyerang kantor gubernur kalimantan selatan dan mencabut nyawa beliau dengan sangat kejam.
Meski kemarahan membelenggu jiwanya dan rasa ingin menghabisi memenuhi kedua tangannya Hasan mencoba berpikir dengan kepala dingin. Dia hebat bisa mengendalikan hasrat yang menggerola dalam dirinya.
"Ada perlu apa dengan kami nona yang cantik?"
Hasan bicara pada Hagi seolah dia tertarik pada identitas palsu yang Hagi kenakan bernama An Louhie. An Louhie/Hagi memperkenalkan diri sebagai anak perempuan tertua keluarga An. Kenyataannya dia telah membunuh anak perempuan yang asli tanpa sepengetahuan klien nya.
Hasan menangkap getaran kematian dari ucapan Hagi. Dia tahu kalau Hagi sudah membunuh An Louhie yang asli atau mungkin dia disekap di suatu tempat.
"Kakak kakakku terlalu serakah. Mereka tidak menjanjikan balas budi apapun padahal kalian berjanji akan membawa seseorang yang bisa menyelamatkan nyawa ayahku. Sebagai saudari mereka aku merasa malu dan ingin meminta maaf."
Perbincangan An Louhie dengan dua tamu asing di dengar oleh kakak laki lakinya. Dia benar benar tidak menghiraukan Hasan dan Lim dan hanya fokus merawat ayah mereka.
"Izinkan saya membalas budi kebaikan kalian berdua, sebutkan satu hal apapun yang kalian inginkan agar saya bisa tidur dengan tenang." Lanjut An Louhie.
Hasan maju mendekati Hagi menegapkan badannya yang menunduk penuh hormat lalu berbicara kepadanya dengan nada lembut.
"Kau sangat baik, kalau begitu malam ini juga kami akan memanggil dokter itu kesini. Aku ingin kau mengambil foto ayahmu dan ikut kami ke rumah dokter itu, bisa kan?"
Hagi terkejut dengan ajakan itu. Dia berusaha tetap tenang supaya penyamarannya tidak terbongkar.
"Tidak bisa. Malam ini adalah perayaan imlek yang sangat penting bagi ayahku. Jika salah satu anaknya pergi dia akan sangat sedih."
"Sejak janji itu terucap dari mulut kami, kami sudah berencana membawa salah satu dari kalian ke tempat dokter itu. Karena kalau terlalu lama ayah kalian bisa... "
"Baiklah aku akan ikut. Tapi kita harus cepat, jangan sampai ayahku tahu aku tidak ada. Waktu yang kita miliki 3 jam sebelum tengah malam,"
"Waktunya cukup! Ayo kita berangkat sekarang!"
Hasan tidak pernah ingin menemui Neon Blood, namun Lim sudah terlanjut berjanji. Namun langkah sembrono Lim malah menjadi keuntungan yang sangat besar. Hagi si pembunuh gubernur Kalimantan Selatan muncul dalam penyamaran, kemungkinan dia hendak membunuh klien nya, namun teralihkan oleh kehadiran Hasan yang di tubuhnya terdapat aroma farfum LP Trauma Apple. Sebenarnya Hagi juga memiliki aroma afrodisiak yang sama tapi tertutupi oleh kulit buatan.
__ADS_1
Dengan sedikit menyesal berlagak hebat. "Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang aku harus berhati hati pada sinar X dan faktor lainnya yang bisa melihat kejanggalan di wajahku." Batin Hagi.
Neon Blood sangat mudah dihubungi, dia seperti klinik yang buka 24 jam. Beruntung sekali dia sedang berada di Banjarmasin.
Burn Shadow memberitahunya lewat telepon kalau agen Hall Fame dan agen Lilipad ingin bertemu dengannya. Hall Fame ingin mereka berkumpul di rumah Neon Blood dan bersiap untuk penangkapan.
"Hall Fame akan datang kesini dengan anak terduga pelaku? Jalan cerita yang dia buat sangat menarik, aku akan menulis ini di bukuku."
[DKK SELATAN akan segera kesana, pasukan polisi akan datang sedikit terlambat karena persiapan mereka cukup banyak. Jangan lakukan hal aneh yang akan membuat target kita kabur Neon Blood!]
"Iya iya bro. Jangan khawatir." Neon Blood tidak tahu kalau Burn Shadow seorang gadis. Dia juga tidak peduli apa gender Burn Shadow yang sebenarnya.
Hagi dengan nalurinya yang kuat merasakan adanya bahaya di tempat itu. Itu bukan rasa mual berada sejam di mobil yang dikendarai Lim, melainkan murni perasaan cemas.
Hagi mempercayai instingnya, ketika mobil memasuki pesawahan yang gelap penerangan yang sudah tidak jauh dari rumah Neon Blood Hagi langsung menyuntik Hasan.
Obat yang dia suntikkan ke tubuh Hasan mengandung senyawa penyusun yang mirip seperti obat tidur yang membuat pandangan Hasan meredup.
"Tidak Lim! Pinggirkan mobilnya!!" Seru Hasan.
Sementara Lim mencari tempat yang aman untuk menepi di sela jurang yang curam Hasan melawan Hagi di kursi belakang. Dia beruntung melepaskan suntikan sebelum semua obat masuk ke tubuhnya sehingga Hasan memiliki waktu sekitar 20 menit sebelum pingsan.
"Sudah kuduga ada yang tidak beres denganmu."
Hagi menendang pintu mobil sampai terbuka lalu melompat ke persawahan. Mobil akhirnya berhenti dan Hasan langsung mengejar jejak Hagi begitu mereka turun.
Situasinya sangat tidak menguntungkan karena kegelapan yang luar biasa bahkan langit tidak memancarkan cahaya. Di ujung jalan terlihat rumah besar dengan pencahayaan remang remang, itu adalah rumah milik Neon Blood dan pasukan DKK SELATAN sudah bersiap disana.
Mengetahui ada yang tidak beres, dan mobil Lim tiba-tiba berhenti di tengah jalan Silverblade membawa anjing anjingnya menyusul Hasan dan Lim.
"Dimana dia?! Apa hidungmu bisa melacak baunya!!?"
"Tentu saja."
__ADS_1
Hasan mengejar aroma farfum yang tertinggal di udara.
Kejar kejaran di tengah sawah yang gelap bukanlah pilihan bagus. Beberapa kali Hagi melakukan pengalihan dengan melemparkan lumpur ke tempat lain namun sema usahanya sia sia karena hidung anjing pemburu Hasan tidak bisa ditipu oleh trik murahan seperti itu.
Hagi mengeluarkan sebuah pistol lalu menembak sembarang ke arah Hasan. Lensa kontaknya hampir lepas karena terlalu banyak berkedip saat menembak.
"Tetap menunduk Lim, dia tidak bisa melihat kita dengan jelas," Bisik Hasan.
"Menunduk sih menunduk, tapi kenapa kau menindih tubuhku?"
Mengambil kesempatan dalam kesempitan adalah salah satu secret skill yang dimiliki Hasan, namun Lim tidak keberatan dengan itu.
"Baiklah Lim, kita bangun perlahan..."
"Kita harus cepat! Jangan sampai kehilangan dia!!"
Karena Lim berteriak Hagi jadi tahu kemana dia harus meletuskan senjatanya. Beruntung Silver Blade lekas datang.
Blade mengkomandoi anjingnya untuk bergerak perlahan. Meskipun dia tidak tahu Hasan dan Lim berada dimana tapi dia tahu posisi musuhnya berkat formasi lingkaran 4 warna yang dibuat anjing anjingnya.
Formasi ini Silver Blade buat khusus untuk situasi seperti ini.
"Untung saja aku memasang kalung berwarna mencolok pada Yeti, Garry, Harry dan Sandy, jadi mereka bisa terlihat di tempat gelap. Aku bangga pada kalian anjing anjingku."
Silverblade membidik ke area tengah lingkaran dengan sedikit menunduk.
Disaat Hagi sedang dilanda kebingungan hendak lari atau menyerang musuh dia tertembak di perutnya.
Tidak hanya sekali tapi 4 kali di tempat yang berdekatan, dengan begitu Hagi tidak akan pernah memiliki keturunan.
"Bagus Silverblade!! Tangkap dia sekarang!!!"
...***...
__ADS_1