
Terkejut mendengar suara kencang yang terdengar seperti ledakan Carol langsung melepaskan tangannya dari si peramal.
"Kamu dengar itu Mary? ayo kita lihat apa yang terjadi..!!,"
Si peramal menggelengkan kepalanya sebagai respon atas tindakan Carol.
"Padahal sudah aku beri tahu untuk menyingkir. Dasar anak-anak zaman sekarang."
•
- Beberapa menit sebelum ledakan -
Hasan yang baru masuk bazar terkejut karena lagi-lagi hidungnya menangkap bau farfum LP Trauma Apple, namun kali ini bau yang tersebar di udara lebih tipis.
Hasan mengikuti aroma itu dan menemukan wanita cantik itu lagi di depan kios buku. Dia membaca novel HATS, terlihat dari sampulnya itu adalah volume ke 5.
Hasan mendekati wanita itu secara tidak sadar, seolah dirinya terhipnotis oleh kecantikan dan wangi yang menyelimuti tubuhnya. Namun Hasan dengan lekas tersadar saat mengingat wajah hulk botak yang mendorongnya setiap kali mendekati wanita itu.
"Masih ada hal yang ingin aku tanyakan padanya. Tentang syarat kalau ingin membeli farfum itu. Kenapa aku jadi seberani ini karena sebotol farfum sih?!. Ahh sudahlah, lebih baik aku pergi saja daripada digedik si botak." Batin Hasan.
Hasan tidak jadi menghampiri wanita itu. Keputusannya tepat, karena tak lama kemudian datang si botak yang menakutkan.
Hasan penasaran dengan tujuan wanita itu. Dia memakai farfum di tengah keramaian untuk menarik perhatian orang-orang. Dia juga memakai baju singlet yang bagian dadanya terbuka, sehingga belahan dadanya terlihat. Dia seperti ingin mendapatkan perhatian dari orang lain.
- POV Hasan -
Merasa lelah aku duduk di depan kios kebab yang berada tak jauh dari pintu masuk bazar. Lalu sebuah ledakan terjadi.
Aku memang tak melihatnya karena terjadi di belakangku tapi suaranya memekikkan telingaku.
Aku berbalik dan terkejut melihat para pengunjung bergelimpangan di tanah.
Dengan tergesa gesa aku tinggalkan kebabku, melewati pos penjagaan dan membantu seorang kakek tua yang tampak kesakitan.
Hanya beberapa orang yang masih berdiri, sementara sebagian besarnya meringkuk si tanah. Terlihat bekas ledakan berupa lingkaran asap di tanah. Aku terkejut melihat kios buku yang sudah hancur berantakan.
Meskipun toko buku yang meledak aku curiga kalau ada orang yang sengaja meledakkannya.
Aku membantu pengunjung lain memindahkan korban ke tempat aman. Sejujurnya jantungku berdetak kencang saat itu takut ada bom lainnya yang meledak.
Menurut pengakuan mereka yang sempat melihat ledakan, ledakan itu cukup besar dan disertai dengan api.
Luka bakar, luka akibat terkena serpihan benda tajam terpampang di tubuh para korban. Sementara pemilik toko buku yang meledak meninggalkan dalam kondisi mengenaskan.
Aku tidak tahu berapa jumlah korban dalam kejadian ini, polisi tidak mau berbagi informasi pada anggota BPOM, satu hal yang pasti, tidak akan ada lagi bazar di tempat ini.
__ADS_1
***
Kejadian itu masih menimbulkan tanda tanya besar. Muncul tragedi etiap kali aroma farfum Trauma Apple itu muncul.
Ini baru teori tapi citra aroma farfum itu mulai berubah di ingatanku gara-gara kejadian ini.
"Ini teh manis hangat untuk kamu."
"Makasih bu. Belakangan kota ini jadi kurang aman." Gumamku.
"Hah?,"
"Eh tidak, aku tidak serius, hahahaa."
Aku tidak mau ibu merasa tidak nyaman tinggal disini. Pertama anjing rabies, kedua keracunan massal, sekarang bom bunuh diri.
Keluarga melaksanakan sholat maghrib bersama, meminta selalu dilindungi oleh yang masa kuasa di manapun berada.
***
Hari ini entah mengapa semua pegawai BPOM dipulangkan lebih awal. Semuanya kecuali divisi lapangan, dan dokter laboratorium berserta seorang asistennya.
Jujur aku sedikit kecewa tidak bisa pulang 6 jam lebih awal.
Aku tidak bisa memenuhi panggilan pak Naryono dengan cepat karena harus berjaga di depan pintu toilet.
"Sudah selesai belum? Pak Naryono memanggil kita."
Suaraku nampaknya bergema di dalam toilet wanita.
Mbak Siska akhirnya keluar dari toilet.
"Terima kasih sudah menjaga saya, saya duluan ya mas."
Aku mendatangi pak Naryono yang sedang sibuk menata berkas-berkas.
"Silahkan duduk, pak Hasan."
"Saya belum memberitahu anda, belakangan ini BPOM Cabang Banjarmasin mengalami penurunan performa semenjak 5 anggota divisi lapangan mengundurkan diri."
"Jadi bapak ingin saya melakukan apa?."
"Saya ingin pak Hasan dan bu Hajeera menjadi bintang iklan BPOM di media sosial.
"Saya tidak mau melakukannya kalau tidak dijelaskan dengan benar." Kata mbak Hajeera dengan tegas.
__ADS_1
Pak Naryono menjelaskan apa yang akan terjadi kalau performa cabang ini mencapai batas terbawah dari yang ditentukan lembaga pengawasan Indonesia. Yaitu cabang tersebut akan ditutup. Jika sudah begitu maka para karyawan mau tidak mau harus mencari pekerjaan lain, atau kalau beruntung mereka bisa pindah ke cabang lain.
Mbak Hajeera adalah salah satu petugas pindahan tersebut. Dia tidak beruntung karena cabang barunya juga mendapat ancaman penutupan.
"Mbak Hajeera, apa yang akan mbak lakukan kalau cabang ini ditutup?."
"Saya akan mencari pekerjaan ke kantor lain lagi." Jawab mbak Hajeera.
"Jangan begitu dong. Harusnya kamu lebih semangat lagi untuk tidak membiarkan cabang ini ditutup, selain itu saya punya ide."
Untuk sementara aku tidak jadi bintang iklan, tapi jadi youtuber. Melalui platform youtube aku akan menunjukkan berkah penciuman ku.
Aku sudah bisa membayangkan berapa ratua ribu penonton yang akan melihat video ku. Selain itu mbak Hajeera tertarik menjadi penulis script video ku.
Dengan segala persiapan yang matang kami berdua akhirnya membuat sebuah channel youtube. Masalah pertama muncul, yaitu kami tidak bisa menentukan nama channel kami.
Mbak Hajeera ingin membuat nama yang simpel namun memorable seperti Miawaug, Saqahayang, Itssandwich, dan youtuber besar lainnya.
Aku kurang setuju dengan ide mbak Hajeera karena nama simpel seperti itu digunakan oleh youtuber yang kontennya nge-game. Sedangkan channel youtube kami adalah channel bisnis yang formal.
Nanti kalian akan lihat sendiri video apa yang kami buat.
Aku merasa malu saat mengajak mbak Hajeera ke rumah. Aku tahu seharusnya aku tidak malu.
Saat mbak Hajeera datang pas sekali kami sedang kehabisan teh, sehingga terpaksa ibuku yang buta pergi ke warung membeli teh.
"Ibumu tidak apa-apa berjalan sendiri?," Tanya mbak Hajeera khawatir.
"Tidak apa-apa." Jawabku spontan.
"Mari kita fokus menentukan nama untuk channel kita."
"Aku sudah menentukannya, Smell Detective. Itu nama yang sangat cocok untuk konten kita ke depannya."
Hajeera bersikeras ingin menggunakan nama itu, sampai dia tidak mau lagi mendengarkan pendapatku.
"Pokoknya namanya Smell Detective, percayalah padaku, nama itu pasti akan membuatmu laku di pasaran. Sekarang akan aku buat script yang pertama."
"Pastikan kau membuat script yang menunjukkan seberapa hebat kemampuanku. Kalau bisa buat yang kontroversial."
"Apa?,"
"Maksudku buat video yang membuat orang-orang gempar sekaligus mempertanyakan keaslian video itu." Ucapku sambil menunjuk ke hidung.
"Turunkan tanganmu, kau kelihatan seperti sedang mengupil."
__ADS_1