A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
36. Pemecahan masalah nugget jengkol


__ADS_3


Di tempat lain, di bawah jembatan layang yang waktu itu diterjang tornado -



Pria penjual boneka yang disebut oleh pelaku A dan G membuat tempat persembunyian menggunakan tumpukan kardus dan karung yang disusun dengan rapi membentuk kemah kecil.


Dia berinisial Z.


"Aku kabur dari sana saat mendengar suara tembakan. Keputusanku tepat meninggalkan boneka berisi jasad itu disana."


Pria itu mengira dia sudah lolos, tapi malam ini lebih panjang dari yang ia kira. Sekitar jam 2 malam terdengar suara gaduh di luar tenda.


Z mendengar keributan itu, dia mempersenjatai dirinya dengan pisau, perlahan suara itu menghilang dan berubah menjadi suara langkah kaki kecil seperti suara langkah kaki binatang.


Z mengintip dari celah kecil di antara karung yang dia susun hanya terlihat cahaya berwarna bergerak gerak. Z menelan ludah tatkala menyadari kalau benda merah bergerak itu adalah bola mata seekor anjing.


"Graagghhh...!!!"


Sekelompok anjing pemburu menyergap Z yang sedang bersembunyi.


Pemilik anjing tersebut tidak lain adalah anggota kepolisian yang bertugas dalam bidang penyelidikan dan pengejaran. Polisi ini kesal karena masyarakat tidak melapor ke kepolisian dan malah ke BPOM.


"Menurut informasi warga kampung rambutan detektif BPOM lah yang pertama menangani kasus ini. Seharusnya sekalian saja dia jadi polisi. Aku jadi ingin bertemu dengannya, pria berhidung anjing itu."


Z dikeroyok anjing sampai satu bola matanya lepas. Sebelum dia merintih pak polisi membius nya sampai pingsan. Metode penangkapan paling mengerikan yang pernah di praktekkan manusia di zaman modern dilakukan oleh polisi ini.


***


Penampilan pemilik yang menyeramkan bak the Butcher membuat Hasan sedikit takut. Hasan mencoba berpikir positif, mungkin saja orang ini sedang memotong daging sapi.


"Selamat malam bisa saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada anda. Ini tentang barang dagangan anda."


Dilihat dari wajahnya pria itu nampaknya bukan muslim, dab tampak tidak ramah juga.


Hasan pun berbalik,


"Tunggu! Mengapa kau pergi? Aku penggemar beratmu!" Ucap pria itu tiba-tiba.

__ADS_1


Hasan menoleh ke wajah pria itu dan melihat ekspresi nya berubah 180 derajat.


"Tapi anda kelihatan sibuk, kalau sibuk saya bisa datang besok."


"Tidak tidak tidak! Datanglah hari ini. Saya juga perlu membersihkan nama merek dagangan saya dari tuduhan pak Hartono."


Hasan pun mengikuti pria itu ke dalam rumahnya. Hasan terkejut mendapati bagian dalam rumah itu sangat bersih dan rapi, ada 2 perempuan gemuk dan 3 balita di ruang tamu.


"Rumah anda cukup ramai ya." Hasan berbasa basi.


"Mereka berdua istriku." Sahut si bapak.


"Begitu ya. Poligami memangnya boleh?"


"Di Indonesia masih boleh selama bisa menafkahi dan membagi kasih sayang. Selain itu silahkan hirup bau nugget ini. Nugget inilah yang menjadi dasar pak Hartono melapor ke BPOM." Terang pak butcher. Kita panggil saja beliau demikian sesuai kesan pertama Hasan.


Hasan menutup hidungnya saat mencium bau nugget itu, tapi ada yang aneh. Hasan menciumnya lagi dan mulai menyadari kalau nugget itu sebenarnya tidak bau, tapi itu adalah aroma khas dari perpaduan jengkol dan daging. Entah kenapa baunya kurang harum, tapi bisa dipastikan itu bukan bau busuk seperti yang dilaporkan.


Pak Butcher menjelaskan. "Saya membuat nugget dengan cita rasa jengkol karena terinspirasi dari kisah pak Hasan yang menemukan tikus di makanan jengkol. Tidak saya sangka perkara baunya malah mengundang pak Hasan kemari. Saya berani bersumpah tidak memasukkan bahan yang busuk apalagi racun ke dalamnya. Pak Hartono meninggal setelah makan jengkol saya hanya sebuah kebetulan saja."


Hasan mencicipi nugget jengkol dan ternyata enak, alhasil dia beli nuggetnya 3 box dengan alasan penyelidikan dan juga meminta nomor si penjual untuk cod.


[Kamu ini bagaimana sih! Sudah aku bilang jangan membuang buang uang! 20 box nugget buat apa coba?]


"Ehh...! jangan salah dulu sayang. Nugget ini untuk persediaan selama satu bulan, jadi kamu tidak perlu memasak selama sebulan. Nugget ini seenak makanan mewah."


Setelah itu Hasan menutup ponselnya tanpa mendengarkan pendapat istrinya lagi.


"Berapa harga semuanya?"


"800 ribu mas."


Hasan mengipaskan uangnya, lalu meminta pulang ke 20 box itu dengan menyewa tenaga ojol.


Pink Man yang baru sampai melihat Hasan memborong dagangan si tersangka.


"Apa yang kau lakukan Hasan?"


"Aku memborong makanannya. Tidak ada racun di makanan itu, baunya memang buruk seperti yang dikatakan oleh pelapor karena ini adalah nugget jengkol, walaupun begitu rasanya sungguh enak. Mungkin pak Hartono mati karena keenakan makan nugget ini."

__ADS_1


Hasan menyuapkan nugget bau ke mulut Pink Man yang langsung dia muntahkan tanpa mengigitnya.


"Hahahahahaaa....!!!" Hasan tertawa lepas setelah mem bully Pink Man.


***


Singkat cerita Hasan mencari pak Naryono yang rupanya bersembunyi di rumah Nina. Senior mereka itu numpang mandi dan makan setelah jatuh ke lumpur.


"Emm selamat malam."


Nina membukakan pintu untuk Hasan dan Pink Man lalu mereka berdua diajak makan. Hasan membuka satu box nugget yang rencananya akan dia gunakan sebagai barang bukti ketidak bersalahan si penjual.


Hasan meletakkannya di meja makan lalu menaruhnya ke piring yang disediakan Nina untuknya.


"Kalau ini untuk barang bukti kenapa kau membukanya disini?"


"Kita hanya butuh beberapa untuk dijadikan barang bukti, sisakan setengah, setengahnya lagi untukku yang keluar modal." Tutur Hasan.


Hasan membagikan Nugget itu pada Pink Man, Nina yang sudah makan meninggalkan Hasan dan yang lainnya di meja makan.


"Jadi apa yang kau dapatkan pak Hasan?"


"Fakta yang sebenarnya mengatakan kalau si pedagang yang bernama Hallim tidak bersalah. Nugget berbau busuk yang menjadi alasan kita datang kesini tidak mengandung bahan yang membahayakan. Bau busuk itu berasal dari bahan dasar pembuatan nugget yaitu jengkol. Lalu soal kematian si pelapor itu hanya kebetulan saja." Tutur Hasan sambil makan nugget jengkol.


"Apa benar sesederhana itu?" Pak Naryono ragu ragu.


"Itu bukan urusan kita pak, lebih baik kita segera berangkat ke tempat berikutnya. Aku juga sudah mengambil foto si pedagang jika suatu saat diperlukan."


Hasan menarik kunci mobil yang berada di atas meja dengan maksud mengajak mereka melanjutkan perjalanan. Namun Nina malah menawarkan kepada mereka untuk bermalam. Karena seperti yang kita tahu, di luar saja gelap.


Pink Man berkata dia ingin menginap, Hasan juga ingin begitu, karena kalah suara pak Hasan pun terpaksa mengikuti kehendak anak buahnya.


Akhirnya para petugas BPOM menginap di ruang tamu rumah mbak Nina. Mbak Nina tinggal seorang diri jadi rumahnya tidak terlalu sempit.


"Besok kita harus berangkat pagi-pagi karena janji kita dengan klien adalah jam 10 pagi. 2 jam perjalanan kesana berarti kita harus berangkat jam setengah 7 pagi."


Hasan mengangguk kemudian memejamkan matanya. 


***

__ADS_1


__ADS_2