A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
73. Restoran mencurigakan


__ADS_3

"Boleh aku membawa pistol? Peluru karet pun tidak masalah. Sudah lama aku ingin mengantongi pistol." pinta Hasan dengan menyedihkan.


"Baiklah Hall Fame, berhati hatilah menggunakannya kami tidak bisa selalu menyelamatkanmu dari hukum.


"Kau tidak akan rugi memberiku pistol pak."


Jenderal Graham memberikan pistol umum yang diberikan untuk agen DKK yaitu model Desert Eagle, satu lagi model Glock 17 miliknya pribadi sebagai tambahan, jadi Hasan mendapat dua pistol.


"Ohh, aku paham maksudmu memberikan 2 pistol. Arnis kan butuh dua senjata, karena tidak bisa membawa baton kau menggantinya dengan pistol. Benar kan pak?"


Jendral Graham mengangguk, dia tidak suka berekspresi di depan orang luar terutama Bounty Hunter.


Bounty Hunter memiliki hubungan yang spesial dengan Rum Candle alias jenderal Graham. Terlepas dari perbedaan usia mereka yang terpaut 10 tahun, Bounty Hunter memendam rasa tidak terbalaskan ke Rum Candle.


Bounty Hunter kerap kali menggoda jenderal Graham dengan lekuk badannya yang sempurna. Perlu dicatat, meskipun cantik wanita ini berumur 40 tahun dan seorang pelakor.


"Berhenti tebar pesona Bounty Hunter, semua pria di ruangan ini sudah punya pasangan. Kenapa kau tidak menggoda Beyond Birthday?"


"Aku tidak suka pria berotot. Yang balance seperti Hall Fame ini adalah tipeku. Kuat dan berkharisma, pasti banyak wanita yang jatuh hati padamu. Apa aku benar?"


"Tidak juga tuh." Jawab Hasan dengan malas.


Bounty hunter terus menempel padanya. Inti misi kali ini adalah pengintaian anggota ******* yang pernah datang ke restoran. Dengan tingkat keberhasilan 0,1 persen menjadikan misi ini sangat sulit.


Tidak ada cara pasti untuk memancing si *******.


Hall Fame dan Silver Blade sampai ke restoran jam 9 malam. Klien mereka bernama Yin Yue, biasa dipanggil nyonya Yin. Dia adalah pemilik restoran sekaligus rumah haram itu.


"Kenapa kalian hanya berdiri saja disana? Ayo masuk."


Yin Yue menyambut mereka dengan kue dan puding manis. Ternyata dia tidak sekeras yang dibicarakan orang-orang departemen.


Selain Hasan, Cakra dan Bounty Hunter, Silver Tongue juga ikut andil dalam misi pengintaian ini. Silver Tongue memanggil mereka ke ruangan sama yang didatangi Hasan pertama kali. Disana dia membagikan buku berisi daftar nama dan foto setiap pelanggan tengah malam juga daftar par pegawai rumah bordil, bahasa kasarnya pel*cur.


Silver Tongue juga membuat sketsa wajah wanita itu dengan pensil.

__ADS_1


Setelah Hasan melihatnya dia teringat dengan wanita cantik yang dia temui di bazar. Si cantik berambut hitam yang dijaga oleh pria botak besar itu lho.


"Kalau diingat ingat dia pernah singgah di lapak jenderal Graham. Mungkin aku harus bertanya ke dia."


Hasan memotret sketsa itu lalu mengirimkannya ke Jenderal Graham.


Jenderal [Itu memang dia. Wanita yang singgah di lapakku untuk meletakkan bom. Aku juga sedang mencari dia.]


Hasan [Kalau begitu saya percayakan pada anda.]


Burn Shadow akan bekerja keras mulai hari ini, tugasnya adalah menemukan wanita di sketsa yang juga pernah muncul di bazar parfum.


Para agen diajak berkeliling tempat kerja mereka. Sialnya Hasan dan Silverblade harus tidur bersebelahan kamar dengan kamar motel.


Hasan tidak ambil pusing dan memilih maraton novel Hunter and The System dari awal lagi.


"Bagaimana hubunganmu dengan Mika Greywolf?"


"Berjalan baik. Tidak ku sangka dia belum punya pacar." Jawab Silverblade dengan rasa senang.


Intinya Hasan menyuruh Silverblade untuk langsung pdkt dengan Mika, seperti dia dan Siska dahulu yang to the point.


"Akan aku lakukan nanti." (Silverblade)


"Jangan nanti-nanti, kalau keduluan orang bagaimana?" (Hasan)


"Lalu apa yang harus ku lakukan? Aku sedang dalam misi dan tidak bisa pergi kemanapun!" (Silverblade)


"Telfon saja dia dasar bodoh! Ajak dia kencan 2 minggu dari sekarang." (Hasan)


"Kalau kau penakut seperti ini mana mungkin dia tertarik padamu! Kalau mau hubungan kalian kembali seperti dulu lagi kau harus menunjukkan kalau dirimu sudah berubah. Dari yang awalnya dingin menjadi hangat, tidak akan ada yang keberatan dengan perubahan sifatmu. Malah para wanita akan mengejarmu nantinya."


"Ada apa ini, kalian berisik sekali."


Psk dari kamar sebelah mendobrak kamar Hasan dan Silverblade.

__ADS_1


"Aku hanya sedang menyemangati dirinya, mohon maaf nona."


Psk itu pergi, Hasan mendecakkan lidah.


"Kau lihat kostumnya tadi? Aku bahkan tidak pernah memakaian kostum vulgar macam itu ke istriku. Silverblade?"


Silverblade menatap layar ponsel dengan gugup. Dia sedang menunggu balasan dari Mika.


"Kau mengajaknya makan malam setelah mendengar bacotanku tadi?"


"Begitulah, terima kasih sudah membuatku kesal dengan congormu. Sekarang aku jadi bad mood dan ingin mencari orang lain untuk diajak bicara."


Mendengar kata kata sinis itu Hasan pun keluar untuk cari makan. Di perjalanan mencari makanannya, Hasan sampai di dapur dan melihat 2 orang gadis maksudku wanita sedang berganti pakaian.


Kedua wanita itu memberikan sepotong tiramisu beku untuk Hasan. Makanan untuk para agen bisa dimasak sendiri atau diambil yang sudah jadinya di kulkas. Mereka dilarang membeli makanan dari luar entah apa alasannya.


Hasan makan di meja makan yang terletak di ruangan sebelah dapur. Kedua wanita tadi masih melempar tatapan yang dalam padanya.


Hasan menyalakan X-ray walaupun tindakan itu akan mengotori matanya.


"Aku harus mengawasi setiap sudut tempat ini bagaimanapun caranya." Gumam Hasan dalam hati.


Setelah makan di beranjak ke lantai dua, tempat yang hanya bisa dimasuki agen dan beberapa pelayan.


Hasan beban bergerak di tempat ini. Dia boleh memasuki semua pintu kecuali yang sedang digunakan oleh pelanggan.


Sistem keamanan di tempat ini juga cukup mumpuni. Ada cctv tersembunyi di setiap ruangan, dan setiap pelanggan yang datang akan diperiksa kejiwaan dan barang bawaannya. Semua itu untuk menjamin keselamatan para talent.


Respek Hasan untuk pemilik rumah haram ini.


Di lantai dua dia menemukan kamar bordil yang lebih besar, gabungan 3 kamar di lantai satu. Lantai kedua diperuntukkan untuk orang-orang elit seperti pejabat atau tokoh masyarakat.


Kalian bertanya apakah ada tokoh masyarakat yang pergi ke rumah prostitusi? Tentu saja ada. Itu sudah menjadi rahasia umum, dimana ada cahaya pasti ada kegelapan, tempat ini adalah sisi gelap peradaban yang dikuasai oleh seorang mantan diktator tua bernama Yin Yue.


"Yin Yue, dia pernah dihukum penjara dan kursi listrik namun berhasil selamat karena anak buahnya bergerak cepat menolongnya. Terkenal sebagai diktator di masa pemerintahannya, dia datang ke tanah air untuk memulai bisnis restoran namun berakhir jadi rumah bordil. Mulanya restoran ini mengusung konsep restoran 21+ dengan pelayan yang berpakaian minim. Suatu hari dia tertarik dengan obrolan panas pelanggannya dan memutuskan mengubah tempat ini jadi rumah bordil saat malam."

__ADS_1


"Yin Yue terbebas dari hukum yang berlaku karena memiliki orang belakang yang sangat kuat di negara asalnya. Kalau saja dia berasal dari jepang Jenderal Rangiku pasti bisa menangkapnya."


__ADS_2