
Curry bersantai di antara kemeriahan pernikahan, dia menodongkan pistol yang tersembunyi dalam bucket bunga ke Hajeera untuk mengancamnya jika tidak mau menari.
Setiap detik terasa seperti menyeberangi jurang dengan jembatan yang terbuat dari seutas tali. Curry tidak segan untuk menembak Hajeera kalau berani bertingkah di podium.
Jari jemari kecil hingga di bahu Curry, itu adalah tangan Levi. Kakaknya ketiganya itu memberitahu kalau DKK setuju untuk membebaskan Hagi dan Yupi.
Curry menelan sepiring puding di mejanya lalu bersiap dengan pistolnya. Hatinya berdebar debar, tidak sabar untuk membully kakak kedua dan adik termudanya.
"Ahh... Aku tidak sabar melihat wajah mereka. Walaupun aku sayang mereka bukan berarti aku akan memeluk mereka saat mengalami kegagalan. Kita harus tegas mengejek mereka."
Levi memiliki firasat buruk. "Apa kau tidak merasa aneh? Kak Hagi sangat ahli dalam menyamar tapi dia tertangkap oleh 2 agen. Dia bahkan pernah mengenakan topeng kulit selama seminggu demi keberhasilan misi."
Namun Curry menanggapinya dengan Sinis. "Palingan agen pria itu mengingat suaranya. Kak Hagi tidak bisa mengganti intonasi suaranya sepenuhnya kan?"
"Tetap saja aneh. Ah! Mereka sudah di lantai 1!"
Saat Levi hendak berdiri dia bertabrakan dengan seorang pria jepang yang tampan, pria itu adalah Ren Kagume, mantan pengawal Mitsuda Hajimoto dan calon suami Carol. elakangan di ketahui nama belakang nona Carol adalah Funnybunny.
"Maaf nona, bajumu jadi basah,"
Ren memancarkan pesonanya di depan sang teror*s. Beberapa menit yang lalu Hasan meneleponnya. Setelah tahu apa yang terjadi Ren bersedia membantu Hasan menyelamatkan istrinya terlebih lagi dia sedang berada di Unison Square.
"Bagaimana aku harus bertanggung jawab nona?" Tanya Hasan merendahkan diri.
Levi menatapnya dengan dalam, dia menyukai wajah tampan Ren karena sangat maskulin. Wajah tampan maskulin seperti orang eropa Ren memiliki wajah seperti itu.
"Kalau mau bertanggung jawab duduklah bersamaku disini."
Levi berencana menjadikan Ren tameng hidup saat pertukaran sandera dilakukan. Meskipun tugas itu diserahkan pada Curry Levi tetap harus menjaga Hajeera karena pertukaran sandera akan dilakukan secara terpisah.
"Kalau itu... saya tidak bisa. Sebab saya datang kesini bersama seseorang. Saya tidak bisa meninggalkannya sekarang."
Levi tersenyum lalu berkata. "Kalau begitu bawa temanmu itu kemari." paksaan Levi membuat Ren sedikit was was.
Ren pun melakukan trik. Dia meminta Carol yang sedang menunggunya di meja depan dekat pelaminan untuk pulang lalu mencari seseorang untuk berpura-pura menjadi kekasihnya. Kebetulan ada seorang fotografer yang menganggur, Ren menyewanya sebagai pacarnya.
__ADS_1
Dengan dalih perlu bantuan untuk meyakinkan seseorang si fotografer yang sedang perlu duit pun menerima ajakan Ren.
Sambil berusaha keras mempertahankan senyum Ren membawa Halidah duduk ke samping Levi yang dia sudah tahu merupakan anggota teror*s yang Hasan cari.
Halidah si fotografer berbincang seru dengan Levi sementara wanita yang satunya lagi terus menerus menyilangkan tangannya. Ren menyadari kalau wanita itu sedang terborgol dari suara gemerincing samar dari pergelangan tangannya. Dan dia adalah istri Hasan yang sedang hamil. Sementara satu wanita lagi yang rambutnya kuncir kuda fokus melihat ke arah tangga.
Aku sedang bersama dua teror*s, istrimu sedang hamil besar kan? Dia ada di seberang mejaku dengan kondisi tangan terikat.
"Kagume berhasil menemukan mereka, dan pembantuku yang sedang menari di atas panggung, ciri ciri berkulit sawo rambut hitam legam dan mata hitam."
"Hebatnya juga temanmu itu! Siapa tadi namanya? Ren Kagume. Benar benar membuatku kagum." Timpak Beyond Birthday.
Hasan dan timnya yang terdiri dari Lim, BB, Silverblade, dan anggota tidak resmi yaitu Ren. Membuat siasat untuk naik ke lantai atas tanpa terjadi pertumpahan darah. Caranya sederhana Ren hanya harus mengalihkan perhatian dua wanita itu dari tangga.
Hasan dan Ren berhubungan via Whatsapp.
Ren menggunakan si pacar sewaan sebagai pengalih perhatian darinya. Beberapa kali matanya bertemu dengan mata Siska. Ren tahu kalau Siska sedang membutuhkan bantuan namun yang tidak dia dan para teror*s ketahui adalah Siska sedang menahan sakit di perutnya.
Perasaan Hasan semakin tidak enak. Dia menyalakan X-ray nya guna meneliti posisi Ren. Ternyata Ren berada di ujung sebelah kanan ruangan yanh jauh dari tangga naik. Itu artinya kalau terjadi aksi penembakan dan orang orang melarikan diri ke lantai bawah si penculik kemungkinan akan berada di barisan paling belakang."
[...Siap!!]
Hasan memberitahukan ciri ciri si wanita.
"Satu orang kuncir kuda, satunya lagi berambut pirang pendek dan ikal. Wajah mereka sama persis dengan Hagi." ucap Hasan sebelum naik tangga bersama Hagi dan Yupi.
Aroma makanan berminyak menyumbat hidung. Kemampuan itu sudah tidak terlalu berguna lagi.
Akhirnya mereka sampai di Unison Garden lantai teratas. Hasan berpura-pura mencari si teror*s.
Ren melihat Hasan datang, ini adalah saat yang paling tepat untuk melumpuhkan mereka berdua.
Dikala Ren sedang berpikir wanita kuncir kuda bangkit dari kursinya. Dia membawa Siska bersamanya tapi tidak dengan Hajeera. Wajah Siska nampak sangat panik.
"Kalau teror*s ini bergerak berarti Hasan sudah sampai disini dengan teror*s lainnya!" Batin Siska penuh harap.
__ADS_1
Curry membawa Siska ke belakang panggung, Hasan terus mengikuti mereka, dia menunggu aba aba dari Curry.
Aku melihatmu dari sini. Lepaskan mereka berdua dan aku akan melepaskan istrimu. Jangan ada tipuan! Tulis Curry.
Aku juga melihatmu membawa istriku ke belakang panggung. Ketahuilah kalau kau tidak menepati janjimu aku akan meletuskan kepalamu di pertemuan berikutnya! Balas Hasan penuh amarah.
Curry membalas lagi.
Coba saja kalau kau bisa.
Hasan melepaskan pegangannya ke dua perempuan itu dan membiarkan tangan mereka terborgol. Sesuai arahan Hasan Yupi dan Hagi pergi ke belakang panggung.
Curry menepati janjinya dan melepaskan Siska. Hasan sempat bernafas lega, namun Siska ambruk di tengah jalan.
Hasan yang tidak tahu keadaan Siska menjadi salah paham dan mengira duo teror*s melakukan sesuatu terhadap istrinya.
Levi pamit pergi lalu menembak wanita yang dia kira kekasih Ren 3 kali sampai tewas.
Ren pun merebut pistol Levi dan menodong balik ke arahnya membuat Levi terkejut.
Para tamu undangan yang terkejut dengan suara tembakan lantas mencoba menyelamatkan diri. Mereka berdesakan turun melalui eskalator dan tangga darurat.
Tak berhenti sampai disitu Curry memicu alat pemadam api yang ada di langit langit gedung, akibatnya alarm kebakaran berbunyi dan gedung dihujani dengan air pemadam dari langit langit.
Curry, Yupi, dan Hagi melarikan diri lewat tangga darurat kecil yang hanya diketahui oleh staf sedangkan Levi tertahan oleh Ren.
Disinilah pengejaran dimulai. Hasan mengarahkan teman temannya ke pintu keluar tangga tersembunyi itu yang akhirnya mempertemukan tiga agen selatan dan tiga teror*s underwave.
Fokus kepada Hasan dahulu. Hasan berteriak pada Ren.
"Ren, tangkap wanita itu! Aku harus menolong istriku dulu!"
"Baiklah!!" Sahut Ren.
Hasan menemukan Siska menggeliat di lantai, bayi mereka akan segera lahir!
__ADS_1
...***...