A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
33. Kasus kriminalitas mengerikan


__ADS_3

Sebelum kesadarannya hilang Hasan menggunakan tenaga terakhirnya untuk memutar lehernya.


Cuih! Hasan meludah ke orang yang mencekiknya lalu sekuat tenaga berusaha menggapai genangan sop panas.


Walaupun tangannya terbakar Hasan berhasil mengelap sop panas itu ke wajah orang yang mencekiknya lalu membantingnya dengan teknik judo.


Perlawanan Hasan dihentikan oleh tendangan pria lainnya tepat di dagunya. Tapi ternyata tidak.


Hasan masih sadar, dia menjatuhkan pria yang menendangnya dengan menarik kakinya.


Melihat perlawanan yang diberikan Hasan, Pink Man pun tidak mau kalah.


Saat cekikan pria di belakangnya melemah Pink Man berusaha melemas wajahnya.


Sayang sekali yang mencekik Pink Man adalah pria berotot yang tentunya membuatnya tidak bisa melawan banyak dan berakhir pingsan di tempat.


"Tolong! Tolong kami pak Naryono! Mereka orang gila!!"


Pak Naryono yang sedang asik berbincang dengan Khairun pun mendengar teriakan Hasan. Pak Naryono langsung berlari ke lokasi diikuti mbak Khairun.


"Berhenti! Angkat tangan!!"


Pertama kalinya pak Naryono menggunakan pistolnya dia langsung menembak ke atas untuk menakut nakuti mereka.


Hasan pun langsung bangun dan menginjak wajah pria itu sampai mencium genangan sup panas.


Si otot yang membuat Pink Man pingsan mencoba melarikan diri. Dengan cepat pak Naryono menembak kakinya dan ia pun jatuh sambil meringis kesakitan.


"Itu cukup jauh, darimana bapak belajar menembak?" Tanya Hasan.


"Nanti saja, sekarang tangkap ketiga orang ini dan kumpulkan di bilik!"


2 orang mengalami luka bakar ringan di wajah, satu orang terluka di kaki. Pink Man yang sudah siuman mencatat hasil tangkapan mereka hari ini.


Satu petugas dicekik sampai pingsan, satu lagi mengalami luka bakar di tangan kanannya.


Hasan menendang wajah orang yang terluka karena sup panas.


"Katakan dimana kalian menyembunyikan!! Aku sudah mencium bau darah sejak datang kesini tapi kalian beralibi dengan kebohongan darah sapi. Dimana kalian menyembunyikan korban kalian? Anak yang menangis dan berteriak di malam hari itu?"

__ADS_1


Si penjahat yang berinisial P ini pun menunjukkan kuburan si anak yang cukup jauh dari mall.


Ditemani rintik hujan Hasan menyuruh P menggali kuburan itu.


Di tempat lain pak Naryono dan mbak Khairun mendatangi rumah pak rt. Pak rt menuturkan kalau anaknya memang hilang, dan sudah 5 hari mereka tidak bisa menemukan anaknya.


Khairun pun dengan berat hati memberitahukan kejadian yang terjadi di mall tua, bahwa seorang penjual yang tinggal disana mengaku sudah menculik anak pak rt dan memasaknya.


Mendengar berita mengerikan yang terkesan mengada ngada itu pak rt pun langsung berangkat ke lokasi, tepatnya ke kuburan rahasia yang disembunyikan oleh para pelaku.


"Gali lebih cepat!! Secara kedokteran luka di wajahmu tidak berdampak pada tenaga maupun ototmu!!!" Hasan mendesak P sambil beberapa kali melemparinya dengan batu.


Kemarahan dalam diri Hasan sangat besar dan meluap luap. Selingkuh itu buruk tapi membunuh anak kecil adalah perilaku iblis. Diketahui korban mereka ada 2, satu anak laki-laki berumur 9 tahun warga kampung sebelah. Satunya lagi anak perempuan berumur 7 tahun anak pak rt kampung sini.


Mayat korban di kuburkan sedalam 8 meter. Hasan yang terkejut lantas bertanya bagaimana cara mereka menggali kuburan sedalam 8 meter.


P menuturkan kalau itu sebenarnya adalah lubang bekas galian warga, P dan rekan rekannya yang berinisial A dan G menggunakannya sebagai lubang kuburan korban kedua kemudian menutupnya dengan tanah beka galian yang tertumpuk di samping lubang.


Hasan mengakui ketiga penjahat ini sangat niat dalam menghilangkan barang bukti. Kalau mbak Khairun tidak mengadu, anak itu akan terkubur selama di lubang bekas galian tanpa dimandikan dan didoakan.


Dan juga karena kuburannya sangat dalam butuh waktu panjang untuk mencapai mayatnya.


Kericuhan pun terjadi.


"Apa yang kamu lakukan pada anak saya?! Dimana dia sekarang?!!"


"A-a-anak bapak... " Jawab P dengan terbata-bata.


"Biar saya jelaskan!"


Hasan menyela di antara pak rt dan P.


"Anak bapak sudah meninggal, dia dikuburkan sedalam 8 meter di lubang itu. Sekarang kita harus mengeluarkan mayatnya bagaimanapun caranya."


Mata pak rt membulat sempurna. Dia segala melepas P dan mengambil cangkul yang ditinggalkan P. Sementara si P dihajar oleh kerumunan masa yang mengikuti pak rt selama di jalan.


Dengan bersusah payah Khairun menarik P dari kerumunan warga. Tapi usahanya sia-sia saja. Warga lainnya menahannya supaya tidak bergerak. Sementara 2 orang pria membantu pak rt menggali kuburan.


Warga utusan pak rt mendatangi mall dan bertemu dengan pak Naryono yang sedang menjaga penjahat A dan G. Dengan sedikit musyawarah pak Naryono akhirnya setuju menyerahkan kedua orang itu ke warga. Warga berjanji akan menyerahkan mereka ke polisi.

__ADS_1


Kepala anak kerja berhasil ditemukan berkat kerja keras warga. Perlahan kepala kecik itu diangkat. Tidak ada badan yang tersangkut di bawahnya. Pak rt pun mengenali sepotong kepala itu sebagai kepala putrinya.


Amarah pak rt kembali meluap, dia menginjak lengannya P berulang kali berharap lengannya itu bisa putus.


Hasan hanya menonton warga yang main hakim sendiri. Dia merasa tidak memiliki kewajiban ikut campur dalam urusan keluarga korban.


Sementara di tempat A dan G yang mendapat pemukulan tiada henti dari warga akhirnya buka mulut soal keberadaan tubuh anak pak rt. 


Fakta yang terungkap sangat mengerikan. Setelah memakan tangan dan paha korban, mereka juga melakukan pelecehan seksual kepada mayat korban. Kemudian menyembunyikan tubuhnya di dalam teddy bear seukuran manusia yang berada di toko ujung mall.


A dan G meyakinkan warga kalau ada satu orang lagi yang tidak kalah keji dari mereka, orang itu berinisial S. Dia pemilik toko boneka yang bertempat di ujung lorong itu.


Dengan segera warga menyeret kedua kanibal itu menuruni tangga. Sama seperti Hasan pak Naryono pun tidak ingin ikut campur lebih jauh. 


S yang sudah mengetahui penggrebekan itu pun berhasil melarikan diri lewat pintu belakang yang tersembunyi.


Sedangkan Teddy Bear nya ditinggal. Benar saja di dalamnya ada tubuh manusia yang masih segar, mengingat si anak baru menghilang selama 5 hari.


Kepala dan tubuh itu pun disatukan, kemudian diurus untuk dikuburkan.


Mbak Khairun menjadi takut tinggal di mall itu. Disaat klien mereka ketakutan Hasan masih bisa bercanda dengan mengajak Khairun tinggal di rumahnya sebagai pembantu.


"Memangnya salah? Istriku sedang hamil, sehingga dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Kalau istriku menolak menyewa pembantu, mbak Khairun bisa bekerja di rumah orang tuaku. Benar! Bekerjalah di rumah orang tuaku mbak Khairun, mereka mengalami cacat pasca kecelakaan. Ibuku buta dan ayahku lumpuh, jadilah pengasuh mereka, bagaimana?"


"Emm entahlah pak, saya tidak yakin."


Hasan meyakinkan Khairun untuk menerima pekerjaan itu.


"Ayolah, aku terlalu sibuk bekerja untuk menafkahi anak, istri, dan orang tuaku. Aku tidak bisa menjaga mereka setiap hari." 


Hasan memegang tangan Khairun dengan kuat.


"Baiklah pak Hasan, tapi gaji saya jangan dibawah 1 juta per bulan ya?" 


Permintaan Khairun dikabulkan oleh Hasan dengan janji manis.


Sementara dalam hati Hasan senang menempatkan satu wanita muda di rumah orang tuanya. X-ray adalah anugerah tidak ternilai setara anugerah penciuman super.


Hasan tersenyum licik. Sedari bertarung tadi X-ray masih aktif. Secara langsung dia sudah melanggar janjinya dengan istrinya.

__ADS_1


***


__ADS_2