A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
55. Penggunaan bayangan


__ADS_3

"Kyaa~! Jangan~! Rambutku lama tumbuhnya, tolong aku kak!!"


"Lepaskan dia DKK..!!!"


Burn Shadow tampak menyedihkan di mata Hasan, mungkin itu adalah trik nya untuk membuatnya lengah.


Burn Shadow menjatuhkan Stun gun nya lalu mengangkat tangannya.


"Gadis pintar." Kata Hasan.


"Awas kau! Akan aku patahkan tanganmu!" Batin Burn Shadow.


Hasan memborgol tangan kedua gadis itu, lalu memasukkan mereka ke dalam mobil.


Karena Hasan menonton banyak film laga yang memperlihatkan adegan tokoh utama mencekik pengemudi dari kursi belakang, Hasan pun menguatkan ikatan Burn Shadow dan adiknya.


"Heiii... kau tidak perlu membalut tangan kami juga!" Protes Burn Shadow.


Dia lebih berisik dari apa yang tergambar di wajahnya. Seorang perempuan nolep yang pemalu dengan mata panda tanda kurang tidur. Dia juga sama sekali tidak memakai make up. Penampilannya sangat suram persis seperti yang digambarkan Silverblade.


"Kau lebih cocok diam Burn Shadow. Aku tidak tahu data apa yang kau curi dari departemen sehingga mereka mengirimkan agen untuk menangkap kalian dan bukannya polisi normal." Kata Hasan.


Tiba-tiba si adik berteriak meminta pertolongan.


"Tolooonng..!! Para biksu, kami diculik...!!!"


Itu adalah teriakan pertama sekaligus terakhir si gadis sawi. Karena tepat setelah itu Hasan mengarahkan taser gun ke mulutnya.


Dengan lembut Hasan mengusap kepala gadis sawi yang membeku kemudian pergi ke kursi pengemudi.


Hasan menghubungi Silverblade.


[Bagaimana Hall Fame?]


"Aku berhasil menemukan mereka."


[Mereka?]


"Ada satu orang lagi yang menyamar sebagai Burn Shadow. Dia adalah adik Burn Shadow itu sendiri. Jadi aku membawanya sekalian."


[Bagus, bagus. Masuklah lewat gerbang belakang. Kita sedang mendapat kunjungan dari walikota.]


"Siap Kapten."


Hasan terjebak macet selama hampir 2 jam. Keadaan ini membuatnya semakin khawatir dengan kondisi dua orang di belakangnya.


"Kenapa dia terus menengok ke arah kita?" gumam wanita berambut sawi.

__ADS_1


"Sepertinya dia takut kita melakukan sesuatu. Kelihatan sekali dia adalah agen baru yang penakut."


Gunjingan kedua orang itu menusuk hati Hasan.


Hasan mendengarkan ejekan mereka sepanjang arus macet ini. Dan saat sampai di kantor departemen dia langsung pergi ke toilet dan membasuh muka.


Setelah itu Hasan mendekati Burn Shadow dan adiknya lalu mengendus bau mereka.


"Kau sedang apa? Mengendus tubuh sesama jenis saja sudah kurang ajar apalagi lawan jenis. Menjauh dari kakakku, cabul!"


Meskipun kedua wanita itu terus bersikap kasar padanya, Hasan tidak marah karena sebagai ganti kekasaran itu Hasan memandangi tubuh ramping mereka sepanjang jalan.


"Justru kau lah yang cabul sawi. Aku bisa melihat bentuk ****** ***** yang kau gunakan. Pakaian dalam model itu kan sangat sedikit menutupi kulitnya dan rentang talinya terlihat sangat jelas saat kau berjalan."


Deskripsi Hasan soal ****** ***** itu membuat si sawi merah padam, malu bercampur marah.


Perhatian Hasan tertuju pada Burn Shadow yang matanya berubah menjadi sorot tajam penuh ketakutan.


Hasan bertanya kenapa Burn Shadow memasang raut muka seperti itu. Burn Shadow menjawab. "Kau membawaku ke tempat Rum Candle berada. Itulah yang membuatku takut."


"Begitu ya, aku jadi penasaran apa yang kau takutkan dari kolonelku."


Hasan mengangkat kedua wanita itu. Ternyata tenaganya pun ikut meningkat setelah jadi bulan bulanan begal.


Hasan bingung karena tidak ada seorang pun di kantor. Lalu terdengar suara Lim memanggilnya.


Pujian Lim membuat hati Hasan berbunga bunga tapi dia tidak mengekspresikan kesenangan itu secara berlebihan.


Lim berada di lantai dua yang hanya bisa dinaiki dengan tangga. Tidak ada lift di kantor 2 lantai tersebut. Mungkin nanti kalau ada lantai 3,4,5 barulah dibuatkan lift.


Burn Shadow dan adiknya di bawa ke ruang interogasi yang terlapisi baja. Ruangan ini dulunya digunakan untuk menyimpan peti berisi kutukan dari abad pertengahan.


Hasan terkesima dengan kekokohan ruangan itu.


"Aku baru tahu kantor kita memiliki ruangan sekeren ini." Kata Hasan.


"sniff~ sniff~ kau wangi, farfum apa yang kau gunakan?"


"Ohh ini farfum keju mozarella."


Lim tertawa lepas mendengarnya.


"Kau sangat lucu agen Has. Mana ada farfum beraroma mozarella."


"Ada kok, akan aku ambil tasku."


"Berhenti disitu agen Has! Kau tidak boleh meninggalkan ruang interogasi sampai interogasi ini selesai." Kata Beyond Birthday.

__ADS_1


Hasan pun mengarahkan Lim untuk mengambil farfum itu sendiri di dalam tasnya Hasan. Sementara Hasan ditempatkan di belakang Burn Shadow dan saudarinya.


"Kalau mereka berbuat macam-macam dengan kaki kau boleh memeluk mereka."


Hasan terdiam mendengar perintah Silverblade sedangkan kedua gadis yang menjadi targetnya merasa jijik.


"Kita tidak bisa menyakiti Burn Shadow karena dia masih bagian dari agensi. Jadi peluk saja mereka dengan kencang."


Hasan tersenyum lebar lalu meletakkan tangan di bahu kedua gadis itu.


Interogasi pun dimulai.


Beyond Birthday menanyakan alasan Burn Shadow menyalin data rahasia DKK.


"Aku sedang mencari data teman-teman lamaku. Agen High Salt, Sky Glass, dan Deadly Falcon."


Mereka bertiga adalah agen yang masuk departemen sebelum BB dan Lim. Bisa dibilang mereka adalah angkatan generasi pertama DKK Selatan bersama Silverblade.


"Aku pernah mendengar nama nama itu sebelumnya. Mereka agen sebelum kami rekan rekannya Silverblade kan? Mereka sudah mati. Jadi untuk apa kau mencari data mereka?"


"Untuk balas dendam ke orang yang telah membunuh mereka." Sahut Burn Shadow dengan tatapan tajam nan suram.


...


"Kau ingin membalas dendam pada siapa tepatnya? Mungkin kami bisa membantu." Beyond Birthday menawarkan bantuan, dia hanya mengikuti keinginan hatinya yang lembut.


"Kau masih baru Beyond Birthday, kau tidak tahu siapa yang membunuh agen generasi pertama. Dulu aku hanyalah side kick mereka bertiga, hingga datang hari orang itu merenggut nyawa mereka. Setelah mereka bertiga mati orang yang membunuh itu ingin mengangkatku sebagai pengganti mereka."


Berdasarkan keterangan itu, jika mengesampingkan fakta atau hoax nya, kemungkinan pembunuh itu adalah orang dengan jabatan tinggi di departemen seperti kolonel Graham atau orang-orang di atasnya.


"Burn Shadow yang berarti membakar bayangan adalah nama alias yang orang itu berikan setelah membunuh teman temanku. Aku tidak bisa kabur darinya, saat berhasil kabur ternyata aku masih berada di genggaman tangannya. Karena itulah aku menjadi agen tanpa departemen sekarang."


Burn Shadow mengakhiri ceritanya.


"Teman temanmu dibunuh oleh seseorang kemudian dia mengangkatmu menjadi agen. Berarti dia adalah orang yang punya jabatan lebih tinggi dari para agen. 


"Benar, orang itu adalah... "


***


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


.................................................................................

__ADS_1


__ADS_2