
"KELUAR KALIAN BRENGSEK....!!!!!!!"
Cakra menendang pintu barak sampai rusak tapi keenam orang itu sudah menghilang. Mereka kabur tepat saat pasukan kembali ke barak.
Cakra langsung memanggil anjing anjing pemburunya yang ganas, namun ternyata 4 dari 5 ekor anjingnya sudah mati ditusuk dengan benda tajam. Cakra menduga kalau merekalah juga yang membunuh anjing anjingnya. Sementara seekor lagi yang masih hidup selamat karena berpura-pura mati.
Karena tidak lagi memiliki anjing Cakra pun meminjam anjing anjing pemburu tidak terlatih dari kandang lain lalu melatih mereka dengan intens.
Hanya dalam 5 jam Cakra berhasil mengubah anjing anjing itu menjadi anjing pemburu yang gila. Cakra memberi mereka minum alkohol khusus kemudian menutup wajah mereka dengan baju bekas para tentara yang melarikan diri.
Efek alkohol khusus membuat anjing anjing itu menjadi sangat kuat dan cepat saat mengejar targetnya. Cakra juga tidak kalah cepat. Dia menjadi satu satunya tentara yang bisa berlari secepat anjing pemburu.
Perspektif dari langit menunjukkan kejar kejaran antara 5 ekor anjing pemburu dengan 6 tentara pengkhianat.
Sampai akhirnya para anjing itu berhasil memojokkan mereka ke sebuah sungai yang arusnya cukup deras.
Para tentara itu tidak bersenjata api karena senjata mereka dilucuti oleh orang yang membantu mereka bersembunyi.
Cakra sangat senang menemukan mereka, dia memerintahkan para anjing untuk menggigit ************ manusia kecuali dirinya dengan bahasa siulan yang unik.
Tidak ada yang tahu Cakra memiliki kemampuan yang begitu mengerikan, teman temannya di barak mengira dia bicara dengan hewan untuk mengisi waktu luang.
Para anjing menggigit ************ mereka sampai putus, 3 orang mati di tempat, 2 lainnya berusaha melawan namun berakhir mengenaskan di mulut para mamalia itu.
Sisa satu orang ini Cakra gunakan untuk melampiaskan kemarahannya, sebelum itu dia bertanya secara spesifik soal pelecehan yang mereka lakukan ke Greywolf.
Setelah menjawab semua pertanyaan, dengan berlinang air mata si tentara dipaksa memakan batu sungai sampai mulutnya robek. Cakra mendorong batu yang tersangkut di tenggorokan dengan moncong senjata lalu memasukkan batu batu tajam yang merobek si pria ketika masuk ke dalam tenggorokan. Sungguh kematian yang mengerikan, tapi itu sepadan dengan kekejian yang telah dia lakukan.
Cakra kembali dengan membawa name tag keenam tentara, saat itu juga dia berlutut pada Greywolf yang kesakitan di kursi.
Cakra Silverblade menangis sejadi jadinya, kalau saja dia tidak menyakiti Mika semua nasib buruk ini tidak akan terjadi, tapi dia tahu tangisannya juga tidak akan mengembalikan apapun.
Air mata Silverblade menetes saat membagi cerita kelam itu.
Mika memaafkan Silverblade lewat surat yang dia kirimkan lewat kotak pos setelah perang usai. Tapi tetap saja Silverblade tidak merasa membaik sedikitpun membaca surat itu, karena bisa jadi surat itu ditulis oleh orang lain.
__ADS_1
Hasan merasa kasihan pada Silverblade. Dia hanya pria malang yang ingin kekasihnya terhindar dari nasib buruk tapi malah terkena nasib buruk lainnya.
Mika Greywolf ada di Grace Company sekarang, mendekatinya pasti tak akan sulit dengan bantuan CEO. Tapi dia harus mendekati CEO secara personal untuk melakukannya.
Sementara Silverblade berada di DKK. Bukan hal yang mustahil menyatukan mereka kembali.
"Hei kapten, apa kau ingin meminta maaf secara langsung padanya? Pada Mika?" tanya Hasan dengan raut wajah penuh keyakinan.
"Aku selalu ingin melakukannya, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku katakan dan aku..., aku takut dia makin membenciku karena mengingatkannya dengan kejadian mengerikan itu."
"Tidak akan, buktinya dia kehilangan kendali saat melihatmu. Selain itu dia juga harus minta maaf atas kejadian hari ini kan?"
Untuk itu Hasan membuat rencana mempertemukan Cakra dan Mika kembali. Tidak masalah bagaimana pun suasananya, dia ingin membuat pertemuan mereka jadi senatural mungkin.
Keesokan harinya di kantor CEO Grace Company, Hasan bertanya pada Carol.
"Apa anda mengenal salah satu pegawai anda yang bernama Mika Greywolf?"
"Tentu saja aku kenal. Dia sepervisor yang andal di bidang penjualan produk dan temanku yang protektif. Kenapa memangnya?"
"Rekanku dalam DKK punya masalah dengan Mika Greywolf, tapi wanita itu selalu sibuk sehingga dia memiliki waktu untuk urusan pribadi, apa anda bisa memberinya cuti satu hari?"
Carol berpikir keras, Mika bukanlah tipe orang yang suka diatur atur, apalagi oleh Carol yang bukan CEO asli. Lebih tepatnya Carol segan pada Mika.
"Itu sulit. Mika itu gila kerja, dan dia agak emosional kalau membahas hal pribadinya secara tiba-tiba. Kalau mau mengajaknya kau harus memberinya alasan yang kuat dan juga orang untuk menggantikan pekerjaannya, atau kau bisa menunggu sampai hari minggu berikutnya."
Hasan pun mengundurkan rencananya ke sabtu yang akan datang, sementara itu Silverblade sedang kena serangan panik.
Dia menjadi aneh sejak bertemu Mika kemarin. Perasaan bercampur aduk, hatinya berdegup kencang walau tidak ada hal yang membangkitkan gairah.
Melihat kondisi Silverblade yang tidak karuan Burn Shadow berharap Hasan segera mempertemukan mereka berdua.
"Orang aneh ini disini hampir setiap malam. Bisa kau bayangkan seberapa mengganggunya dia saat mondar mandir tak jelas di kantor." Bisik Burn Shadow ke Hasan.
Hasan tidak ingin ambil pusing, dia menunggu hari sabtu dengan tenang sambil berlatih Eskrima dengan Beyond Birthday.
__ADS_1
"Kau sudah semakin hebat ya..!!"
"Begitulah. Aku berhasil mengalahkan pimpinan pengawal CEO dengan sepasang garpu. Seperti ini...."
Hasan mengganti senjatanya dengan sepasang garpu runcing.
Keseharian para agen itu berjalan dengan santai minggu ini, terkecuali untuk Silverblade. Dia harus bekerja sambil memikirkan masalah pertemuannya dengan Mika Greywolf.
Satu hari sebelum hari pertemuan yang direncanakan Hasan.
Mika mendapat telepon dari bos nya yang memintanya pergi ke suatu tempat, sejenis room cafe yang cukup terkenal.
Mika menuruti perintah Carol.
Sesampainya di room cafe, Mika bertemu dengan Lim.
"Ini ruangan nomor 12 kan? Apa anda yang ingin bertemu saya?" Tanya Mika sambil meletakkan tas bermerek nya di ranjang.
"Bukan, orang yang harus anda temui sedang berada di toilet."
Silverblade tidak berani menemui Mika, dia sudah mengurung diri di toilet selama 30 menit sebelum Mika datang.
"Ayolah kapten Cakra, kau tidak akan bisa meminta maaf kalau seperti ini.!!"
Suara Hasan di dengar oleh Mika yang lokasi kamarnya tidak terlalu jauh dari toilet.
"Tunggu sebentar lagi..! Aku masih merangkai permintaan maafku."
Hasan menarik pintu wc tapi gagal dan jatuh tersungkur. Saat itulah dia melihat Mika tengah berada di ambang pintu masuk toilet.
Lim menggeleng di belakang Mika, dia tidak bisa menahan wanita itu lagi.
"Kapten, Mika Greywolf ada disini..."
Bilik toilet itu menjadi hening.
__ADS_1