A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
57. Pencurian data rahasia


__ADS_3

Di malam hari seorang agen yang punya kekuatan super pun tertidur.


Keesokan harinya Hasan terbangunkan oleh dering panggilan telepon tepat di samping telinganya.


Ternyata itu adalah istrinya yang mengetahui kebiasaan buruk suaminya yang sulit bangun pagi jika tidur lewat dari tengah malam.


Saya : [Bagaimana kamu tahu tadi malam aku tidak tidur tepat waktu?]


Istriku : [Ini hanya naluri seorang istri, sebagai bentuk kepedulian akan suaminya yang jauh dari rumah.]


Saya : [Sabar ya Sis, sebentar lagi aku akan pulang. Ini kan hari minggu.]


Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Hasan bergegas mandi di kamar mandi khusus milik agen pria di tengah lorong kamar para agen. Dilanjutkan dengan sarapan 2 potong roti bakar khas sarapan orang amrik. Lalu minumnya bisa diambil dari kulkas. Dan terakhir pakaian, Hasan sudah menyiapkan beberapa set baju sebelum menginap. Semua kegiatan itu dia lakukan hanya dalam 15 menit.


Beyond Birthday nampaknya menyerah menjaga mereka semalaman.


Hasan mencari Beyond Birthday ke kamarnya. Saat masuk ke kamar BB yang tidak dikunci dia kaget karena kamar itu didesain dengan nuansa Vintage yang sangat kental.


Ada banyak barang antik perabotan lama tahun 1980 an.


"Kamar ini seperti dunia lain. Aku jadi teringat masa masa sd dulu."


Hasan lahir tahun 1993, sekarang dia sudah berusia 30 tahun, dan kamar itu mengingatkannya dengan masa kecilnya yang begitu indah.


Tanpa sadar Hasan menitikkan air matanya.


"Nostalgia banget,"


Hasan keluar dari kamar penuh siluet kenangan itu dan melanjutkan pencarian ke ruang monitor.


Ruang monitor berada di depan kantor Kolonel Graham. Dengan penjagaan dan sistem kontrol kamera pengawas yang dikendalikan oleh AI semua yang terjadi di gedung ini bisa dipantau.


Yang lebih keren lagi, agen bisa mengunci pintu dari dalam dengan perintah.


"Buka kunci."


"Tutup kunci, jangan buka kuncinya untuk siapapun bahkan kolonel Graham sekalipun."


[Bip~!]


[Anda kartu keanggotaan anda tidak bisa memblokir kartu keanggotaan yang lebih tinggi milik Rum Candle]


"Kalau begitu jangan buka kunci untuk agen selain Rum Candle."


[Tring~!]


[Permintaan diterima]


Hasan duduk di kursi depan layar monitor super besar yang menampilkan 30 tampilan kamera pengawas.


Hasan iseng membuka laci yang berada tepat di bawah monitor CCTV, dia menemukan sebuah remot dengan satu tombol yang tampak seperti detonator bom.

__ADS_1


Hasan memotret remot itu lalu mengirimnya ke Lim.


Saya : [Ini remot apa Lim? Aku menemukannya di laci dalam ruang monitor.]


Lim smiley : [Remot itu untuk mengaktifkan mode karantina gedung markas. Seluruh pintu yang ada di markas akan bisa kau buka tutup dari sana.]


Saya : [Aku mengerti, terima kasih sudah fast respon Lim.]


Lim Smiley : [😉]


Hasan menekan tombol itu, seketika mengaktifkan mode karantina.


Hasan memantau Shadow bersaudara yang sudah sadar, mereka tidak menunjukkan pergerakan yang berbahaya jadi Hasan tidak berniat menjahili mereka.


Hasan mengalihkan pandangan ke pojok kanan bawah layar. Terlihat Beyond Birthday sedang santai minum kopi di lantai dua.


Beyond Birthday yang kehabisan kopi ingin mengisi gelasnya lagi namun dia malah menjadi korban kejahilan Hasan.


Dia terbentur pintu sampai gelas yang dia pegang jatuh dan pecah.


Beyond Birthday menyesali perbuatannya, itu adalah gelas edisi terbatas tahun 1950. Selusin gelas itu dia beli dengan harga 20 juta rupiah.


Beyond Birthday penasaran siapa yang telah menjahilinya, karena tak mungkin pintu yang diam bisa menutup dengan sendirinya.


BB berusaha membuka pintu yang tertutup namun tidak berhasil, dia pun sadar kalau salah satu dari 2 temannya, Hasan atau Lim sudah mengaktifkan mode karantina, karena hanya mereka berdua yang paling mungkin melakukan kejahatan seperti ini.


BB mengirimi Lim pesan berantai.


Lim : [Bukan aku, itu Has. Tadi dia bertanya padaku soal remot di ruang monitor.]


BB : [Bagitu ya. Maaf sudah menuduhmu.]


BB mengirimkan pesan suara ke Hasan.


Lim bilang kau menemukan remot karantina. Matikan mode itu sekarang, kalau sampai kolonel Graham tahu kita berdua bisa dimarahi.


Aku akan kembali ke tempat tahanan segera setelah kau membuka pintu ini.


Hasan membalas dengan pesan suara.


Baiklah, tapi sebelum itu ambilkan 3 gelas kopi. Tahanan kita pasti haus setelah tidur selama 12 jam. 


Hasan yang tidak tahu cara mematikan mode karantina lantas bertanya lagi ke Lim.


Lim smiley : [Aku sedang dalam perjalanan,]


Lim Smiley : [Katakan ke kotak hijau yang ada di atas layar monitor 'Matikan mode karantina!' katakan dengan lantang, biasanya AI itu agak sulit menangkap suara.]


"Matikan mode karantina!!"


[Perintah suara diterima]

__ADS_1


[Mode karantina dimatikan]


Hasan lebih dulu ke kamar. Sekarang jam setengah 8, harusnya sebentar lagi Lim datang, tapi malah BB yang datang lebih dulu.


Dia membawa 5 gelas kopi, untuk tahanan dan ketiga agen, sedangkan Lim tidak suka kopi.


Setelah menyeruput sedikit kopi Hasan menyalakan X-ray nya. Dengan rendah hati Hasan melepaskan ikatan tangan mereka agar shadow dan adiknya Kyle bisa duduk untuk minum kopi.


Bagian dalam tubuh Shadow mencurigakan. Tepatnya saat bertarung dengannya kemarin Hasan melihat benda seperti plastik di dalam rahim Shadow.


Tidak ingin ketahuan memiliki kemampuan X-ray Hasan pun mencoba memancing Shadow mengatakan dimana data curiannya di simpan.


"Aku menyimpannya di dalam flashdisk yang terkubur di suatu tempat di kota ini. Kalian tidak akan bisa menemukannya kecuali kalian membongkar seluruh kota."


Hasan tidak bisa melepaskan pandangan dari perut Shadow. 


Dia pun membuka baju Shadow hingga terlihat perutnya.


Shadow mengira Hasan ingin melecehkannya.


"Apa ini yang menonjol di perutmu?" Tanya Hasan sambil menunjuk ke area rahim Shadow yang sebenarnya tidak ada tonjolan sedikit pun.


"Apa maksudmu?" Shadow semakin jijik padanya.


"Aku tanya benda apa yang membuat dinding rahimmu tampak lebih menonjol dari wanita pada umumnya?"


Hasan menatap tajam Burn Shadow. Gadis itu tampak panik, pandangannya beralih alih dengan cepat seperti orang yang sedang kebakaran jenggot.


"Aku sudah memperhatikan perutmu sejak kemarin malam. Awalnya aku kira rahimmu dipenuhi benih seseorang sehingga tampak menonjol. Tapi setelah aku mengamati lebih jauh ternyata itu sesuatu yang lain." Kata Hasan yang sangat manipulatif, bahkan BB tidak ingat kapan Hasan melakukannya.


"Kau pikir aku menyembunyikan sesuatu di dalam rahimku? Kau gila. Lebih baik aku masuk penjara daripada memasukkan benda aneh yang akan membuatku terkena penyakit kelamin."


Burn Shadow berhasil mengontrol serangan paniknya dan balik melototi Hasan.


"Makanya itu, keluarga bungkusan yang kau sembunyikan di dalam rahimmu! Kalau tidak kami akan mengeluarkannya dengan cara kami sendiri!"


"Apa kau yakin dengan itu Hasan? Kalau iya aku akan mengambil kamera X-ray di kantor kolonel." Tanya BB. 


"Ambil saja. Gadis ini menyembunyikan sesuatu di dalam rahimnya. Cukup berani, tapi sangat berisiko, apalagi kalau lawanmu sangat berhati-hati seperti aku. Kau bisa dioperasi, perutmu akan dibelah, rahimmu dipecah, kemudian kau dibiarkan dalam keadaan yang seperti itu. Kau tidak akan mati karena bius super kuat milik kami. Bercanda!! Aku tidak sekejam itu, aku hanya akan memasukkan tanganku ke dalam mem*kmu."


"Tiidaaakk....!!!!! Menjauh dariku pria hidung belang...!!!!!"


***


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


.................................................................................

__ADS_1


__ADS_2