
Silverblade merasa sedikit menyesal menerima tantangan Hasan. Setelah pipi kirinya akan mendapat pengobatan.
Lain halnya dengan Hasan yang terluka hampir di seluruh bagian tubuhnya terutama di kedua lengannya.
Mereka berdua saling menatap dengan mata yang tidak lagi bersemangat meskipun begitu Silverblade masih menyerang dengan gencar.
Silverblade mengeluarkan kombo serangan yang langsung menjatuhkan Hasan, pertama dia menyapu kaki Hasan lalu kedua dia melakukan Knifehand Strike yang sama dengan Hasan.
Hasan pun terjatuh dan akhirnya...
"Hasan belum kalah!!" Seru wasit.
Hasan masih belum menyentuh tanah, dengan segenap kekuatan yang ada dia membanting Silverblade yang kala itu posisinya sedang jongkok.
Punggung Silverblade pun menyentuh tanah dan kalah.
Wasit menyebutkan skor akhir.
"5 : 4, pak Hasan berhasil keluar sebagai juara!"
Semua orang bertepuk tangan. Silverblade tersenyum dan mengakui kekalahannya walaupun dia memberikan banyak keringanan pada Hasan.
Sekarang Silverblade tidak bisa menggangu gugat keputusan Hasan lagi, jika dia memang tidak ingin bergabung dengan departemen khusus maka departemen tidak boleh mengganggunya lagi.
"Terima kasih untuk waktunya pak Hasan, saya akan menunggu keputusan anda dalam 1 minggu. Kalau anda menginginkan ganti rugi seperti biaya berobat tinggal telepon ke nomor ini. Kalau anda ingin mencari tahu lebih banyak tentang pekerjaan departemen husus atau anda memutuskan untuk bergabung, silahkan hubungi nomor itu juga. Saya akan pergi sekarang."
Hasan mengangguk. Silverblade bersiap siap pulang. Dalam hati dia sangat kecewa karena telah gagal memenuhi tugas bosnya. Dan yang lebih membuatnya kesal adalah kegagalan itu terjadi karena kebodohannya menerima tantangan Hasan.
Tidak hanya pulang dengan tangan kosong Cakra Silverblade juga babak belur. Lalu karena seluruh badannya sakit dia jadi tidak bisa banyak bergerak dan Hajeera pun menaruh simpati padanya yang duduk di tangga sendirian.
***
Selesai berurusan dengan anggota Departemen Khusus, Hasan sekarang berhadapan dengan perwakilan Grace Corporation.
Mika Greywolf memperkenalkan dirinya sebagai ketua divisi pengembangan obat suntik dari perusahaan Grace. Salah satu perusahaan yang didanai serta dinaungi oleh perusahaan Mary yang bernama Baroness Corporation.
Mika Greywolf mengajak Hasan bergabung dengan divisi peracik obat, tapi Hasan menolaknya dengan alasan yang tidak jelas.
"Apa alasan anda menolak tawaran kami?" Tanya Mika Greywolf.
"Belakangan ini saya kesulitan membedakan bebauan. Saya khawatir terjadi masalah di penciuman saya jika setiap hari harus menghirup bau obat obatan. Selain itu, saya merasa kurang cocok bekerja di tempat tertutup."
Hasan memberikan kode kalau dia akan memilih departemen khusus ketimbang Grace Corporation.
__ADS_1
Rupanya Cakra Silverblade berhasil memberikan kesan yang lebih baik saat berbicara dengan Hasan walaupun pembicaraan itu berakhir dengan adu jotos yang menyakitkan.
"Anda yakin tidak mau menerimanya? Berbeda dengan tawaran dari departemen khusus, tawaran ini hanya berlaku selama saya masih duduk disini?"
Silverblade duduk di kursi tamu di belakang Greywolf.
Hajeera berbaik hati membersihkan lukanya dengan kapas basah.
Silverblade yang entah memiliki dendam atau apa, dia terus menerus membuat suara yang menganggu nona Greywolf.
"Pelan-pelan mbak," Kata Silverblade dengan nada ambigu.
"Kantor ini tidak memiliki ruangan pribadi untuk tamu ya?"
Hasan tertawa kecil mendengarnya.
"Mohon jangan banyak bergerak, kalau salah nanti bisa sakit!" Protes Hajeera yang kesulitan membersihkan luka di wajah Silverblade.
Silverblade terus menganggu sampai pembicaraan mereka berakhir dan Mika Greywolf pergi dengan perasaan kesal.
Saat nona Greywolf pergi Hajeera selesai menempelkan plester di luka memar Silverblade.
"Sudah selesai, sebaiknya kau oleskan obat ke pipimu, aku tidak memilikinya disini." Terang Hajeera.
"Ti-tidak, tidak perlu membalas budi. Santai saja pak, pertandingan itu kan ide pak Hasan."
Hasan mengambil kursi lalu duduk di depan Silverblade dan Hajeera.
"Silverblade, aku sudah memikirkannya. 70 persen aku menerima tawaranmu. Sekarang tinggal meminta izin keluargaku. Aku yakin mereka akan memberikan izin." Terang Hasan.
"Aku hargai niatmu, akan aku anggap kau sudah bergabung, pak Hasan."
Jabat tangan yang dilakukan departemen khusus berbeda dari biasanya, mereka lebih suka melakukan tos dengan rekan kerjanya seperti anak muda yang ketemuan di tongkrongan.
***
Hasan meminta pendapat Siska ketika mereka sampai di rumah.
"Tunggu sebentar ya sayang. Aku mandi dulu, habis itu baru kita ngomong." Kata Siska.
Setelah mandi...
"Tunggu dulu, aku belum pakai baju dan make up. Nanti kamu gagal fokus kalau aku telanjang."
__ADS_1
Setelah berpakaian...
"Jangan menunda nunda lagi sayang. Aku mau minta pendapat kamu." Ucap Hasan dengan tegas.
"Kamu mau pindah kerja ke departemen khusus kan? Hajeera yang memberitahuku. Tapi bukankah kamu tidak berani bekerja di bidang yang ada sangkut pautnya dengan aparat hukum? Departemen kepolisian khusus jelas memiliki hubungan yang erat dengan aparat hukum."
"Sebenarnya aku memiliki alasan khusus menerima pekerjaan ini. Aku ingin pergi ke mesir bukan sebagai tulis."
"Hahh?"
"Ada sesuatu yang harus aku cari di mesir, jika aku datang sebagai seorang aparat hukum pasti akan lebih mudah mencarinya."
Sisika tidak tahu Hasan sedang mencari farfum LP Trauma Apple yang disebutkan oleh google berada di mesir.
Selain itu Hasan masih penasaran siap wanita yang dia temui di bazar farfum hari itu. Wanita itu memakai farfum LP Trauma Apple, menjadikannya petunjuk terbesar untuk menemukan farfum itu.
Itulah tujuan Hasan yang sebenarnya, tapi dia berdalih ingin membuka restoran di mesir sana kepada istrinya.
Uang 9 miliar yang mereka miliki cukup untuk seumur hidup jika tidak menerapkan budaya bolos.
"Aku ingin membuka sebuah usaha, kalau sukses akan aku buka cabang di berbagai negara termasuk Mesir. Aku suka mesir karena mereka adalah tim favoritku di piala dunia." Semua itu adalah kebohongan.
Siska yang tidak bisa menghentikan semangat suaminya pun mengizinkan Hasan pindah kerja ke departemen khusus. Dengan syarat Hasan tidak boleh selingkuh jika dia ditugaskan ke luar negeri dan tidak bisa pulang dalam waktu yang lama. Siska berjanji akan setia seumur hidup pada Hasan.
Menurutnya Hasan adalah orang yang aneh tapi sangat menawan dan penuh kejutan.
Hasan beralih ke rumah orang tuanya. Pendapat mereka adalah prioritas mengisi kekosongan 30 persen.
Ayah dan ibu yang sudah tua tidak terlalu mempermasalahkan dimana anaknya bekerja. Sebenarnya Hasan berhasil membuat mereka bungkam karena Hasan berjanji akan membuat usaha makanan seperti yang diinginkan oleh ibunya.
Selanjutnya adalah orang tua Siska. Secara kasarnya mereka hanya menginginkan uang Hasan. Mengapa aku sebut demikian? Karena mereka meminta mahar sebesar 100 juta secara tiba-tiba saat Hasan mendapatkan hadiah uang tunai dari kuis.
Mereka tidak peduli Hasan bekerja dimana yang penting nafkahnya ke Siska lancar. Jenis orang tua ini harus dihindari di kehidupan nyata.
***
Keesokan harinya di depan kantor Departemen Kepolisian Khusus, Hasan menilai harga bangunan yang berdiri kokoh bak markas Avenger baru.
"Penciuman ready, X-ray sudah dimatikan, aku siap."
Departemen Kepolisian Khusus adalah tempat Hasan memulai cerita A Unique Path Become CRAZY RICH yang sebenarnya.
- END OF PROLOG -
__ADS_1
* Bab Selanjutnya : A TRUE BEGINNING