
Sebenarnya trik apa yang dilakukan Hasan hingga bisa mengalahkan Yupi dengan begitu cepat?
Simpel. Formulanya adalah penglihatan masa depan + refleks super + serangan dasar dan bertahan Arnis, sudah cukup untuk menumbangkan gadis kecil itu.
Sebenarnya Yupi cukup mahir dalam Close Combat namun karena serangan bisa diramal dia pun kalah tanpa bisa mendaratkan satu pun pukulan. Hasan memukul tendonnya dengan gagang pistolnya membuat Yupi tidak berdaya.
Hasan tidak membiarkan Yupi bergerak barang hanya satu jari, dia akan langsung menginjak tangan Yupi dan membuatnya menyatu dengan tanah.
"Aaarrgghhh...!!"
Hasan tidak menghiraukan rintihan Yupi yang menggambarkan rasa sakit yang nyata.
Dia membawanya ke bawah 'dia'. Lalu Hasan berkata kepada Yupi. "Kalau kau mengenakan kalung salib itu berarti kau cukup religius. Aku bukan orang nasrani namun aku tahu berbohong di gereja bukanlah hal yang pantas dilakukan."
Untuk lebih menunjukkan intimidasi Hasan melanjutkan ucapannya dengan berbisik di telinga Yupi. "Kalau kau bohong di hadapan patung tuhanmu kau akan dikutuk."
Hati Yupi mulai goyah tapi dia memakai kalung salib itu hanya untuk aksesoris.
"Tapi aku memakai kalung hanya untuk aksesoris semata dan juga aku orang atheis."
Hanya senyum sumringah. "Lalu apa?! Kau akan tetap menjawab pertanyaanku dengan jujur karena aku akan mengikatmu di atas bara api! Aku akan memukulimu dengan cambuk sampai kakimu tidak kuat lagi menopang bobot tubuhmu!!"
Hasan menginjak tangan Yupi dengan sekuat tenaga. Yupi pun harus mengucapkan selamat tinggal pada tangan kanannya. Dia menjerit dan menangis namun Hasan tidak memperdulikannya. Dia menelanjangi Yupi untuk melucuti semua granat korek yang dia sembunyikan di tubuhnya.
Granat berbentuk korek api biasanya merujuk pada granat asap yang dirancang untuk menghasilkan asap ketika dinyalakan. Dan mekanisme granat tersebut cukup sederhana.
Setelah melepas semua pakaian yang menutupi tubuhnya ditemukan granat korek terikat di pahanya. Hasan menebak kalau granat korek itu berisi zat afrodisiak yang membuat Castle Snake menjadi gila.
__ADS_1
Yupi melihat celah untuk menyerang balik saat itu juga dia merebut korek lalu meledakkannya di depan wajah Hasan. Yupi ingin memastikan kembali efek gas afrodisiak itu kepada Hasan. Dan ternyata benar, Hasan tidak terpengaruh gas afrodisiak itu begitupun dengan Yupi.
Hasan menyadari kalau farfum dengan bau yang menyengat yang digunakan Yupi lah yang melindunginya dari efek Afrodisiak, terlihat dari bagaimana rongga hidung bereaksi saat gas itu terhirup.
"Begitu rupanya. Farfum LP Trauma Apple memiliki kegunaan lain seperti ini. Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk bicara denganku di bazar waktu itu."
Yupi gagal melawan. Hasan menduduki badannya lalu mulai melakukan hal hal yang tidak senonoh karena gemas pada tingkahnya yang sok kuat. Hasan memelintir rambut Yupi lalu memukul dadanya dengan baton yang selalu dibawanya.
Beberapa detik kemudian Beyond Birthday melempar Spiral Riot keluar dan adegan di bab sebelumnya terjadi hingga Yupi berhasil melempar sebuah granat dan membebaskan Spiral Riot dari tumpukan bangku panjang.
"Kau masih sempat menolong temanmu. Kau lebih bernurani dari yang aku kira." Gumam Hasan.
"Sampai kapan kau akan menahanku?!!"
"Sampai pasukan agen datang."
Sementara itu di taman belakang gereja Beyond Birthday mengejar Spiral Riot. Karena badannya besar dia lebih lambat dari Riot. Namun tubuhnya yang tinggi besar itu juga memberikan keuntungan tersendiri.
Berkat tingginya yang diatas rata rata kepalanya jadi bisa melihat ke balik tembok dan disana ada anjing anjing milik Silverblade.
Para anjing memburu Spiral Riot yang ternyata sangat pandai melakukan parkour. Aksi kejar kejaran intens terjadi antara Silverblade dan Spiral Riot. Silverblade yang berasal dari angkatan pertama tentu saja tidak akan membiarkan Spiral Riot kabur kecuali mendapat kejelasan atas apa yang telah terjadi padanya. Spiral Riot dapat merasakan aura mengancam Silverblade yang ingin membawanya kembali ke departemen yang begitu ditakutinya.
"Kembali kau Riot...!!!!"
Tanpa diduga Silver Blade dan Spiral Riot memiliki sejarah rivalitas yang kuat di masa lalu. Silver Blade memang suka bersaing dengan orang orang. Karena itulah dia mendapatkan nama samaran 'pedang perak' yang juga merupakan nama belakangnya.
...***Flashback***...
__ADS_1
Silver Blade sering kali membully Spiral Riot yang waktu itu masih bekerja di departemen sebagai agen Selatan. Meskipun Spiral Riot tidak pernah membenci Silver Blade karena Riot masih memiliki banyak harapan di hatinya.
Namun sejak anak dan istri yang menjadi sumber kekuatan mentalnya meninggal dia kehilangan semangat dan kendali diri. Saat Silver Blade mengganggunya dia tidak segan memaki bahkan meludah ke Silver Blade. Setiap hari mereka melakukan itu sampai membuat bos mereka geram dan mempertimbangkan mengusir salah satu diantara mereka.
Akhirnya Spiral Riot mengalah dan resign dari departemen.
Setelah itu Riot menjadi agen freelance yang terlupakan karena kemampuannya biasa biasa saja. Hanya sedikit lebih hebat dari polisi dan tidak sehebat tentara yang latihan setiap hari. Intinya tidak memenuhi kualifikasi agen yang mumpuni.
...***...
Langkah mantap Silverblade dan kawanan anjingnya melampaui rintangan demi mengejar Spiral Riot, tak terhalang oleh waktu atau jarak. Menyusuri jejak-jejak kejahatan, mereka akhirnya tiba di jembatan yang memayungi keheningan sungai. Namun, di sinilah Spiral Riot, dalam keputusan berani yang menggugah, mengambil langkah tak terduga.
Dengan niat terakhir yang tak bisa disangkal, sang penjahat melompat dalam ketebasan ke aliran sungai yang berderap di bawah jembatan. Dalam keadaan yang mengejutkan, Silverblade dan anjing-anjing setianya, tanpa ragu atau keberatan, melesat mengikuti, melompat ke dalam sungai yang ganas. Momentum bergulir, menghantarkan mereka dalam badai gelombang yang bergemuruh.
Namun, perjalanan berputar itu tak sepenuhnya berhasil. Spiral Riot, dengan kecerdikan yang mencengangkan, menggunakan kekuatan alam untuk menghindar. Ia melarikan diri dari cengkeraman mereka, memperoleh pertolongan tak terduga dari gelombang yang mendadak menerjang. Seperti sekutu yang tak terduga, alam membebaskannya dengan gemuruh kekuatannya yang menggoda.
Terhempas di tepi sungai yang berkecamuk, Silverblade dan anjing-anjing setianya terperangah, dicengkeram oleh kekaguman dan kekecewaan yang tak terelakkan. Di antara hembusan angin yang membelai, mereka berdiri, mata terfokus pada aliran yang tak pernah berhenti. Itu adalah saat refleksi, pengakuan tanpa kata akan kekuasaan alam yang bisa ikut campur dalam perjuangan manusia. Namun, di tengah kegagalan itu, bara semangat mereka semakin berkobar.
Silverblade menolak gagal, dia memikirkan cara lain untuk mengejar Spiral Riot lalu dia melihat sebuah kelotok terparkir di pinggir sebuah rumah.
Walaupun berhasil lepas dari Silverblade, Spiral Riot tidak yakin dirinya akan berhasil lolos, karena di atas sana ada helikopter.
Pengejaran besar besaran anggota teror*s terjadi. Castle Snake yang sudah sadar diarahkan oleh Lim ke gereja. Disana dia menemukan Hasan sedang memborgol Female The Flow.
Dua dari tiga anggota The Flow sudah tertangkap, sisa satu lagi yang sedang berenang di sungai bak ikan laut yang tersesat.
...***...
__ADS_1