
"Untuk saat ini kau masih menjadi Side Kick ku, tapi bukan tidak mungkin posisi kita bertukar setelah kau menguasai bela diri Arnis seluruhnya." Terang Cha Hae Lim sambil tersenyum, yang mana itu tidak disukai oleh Siska.
"Anda tidak perlu tersenyum setiap kali mengatakan sesuatu." Protes Siska dengan nada lembut.
Lim mengabaikan Siska dan kembali meminta Hasan berhenti menjadi youtuber.
"Kalau memang harus seperti itu apa mau dikata. Aku tertarik bergabung ke departemen khusus karena pekerjaan ini akan memberikan status yang jauh lebih tinggi dari petugas BPOM. Aku perlu menemukan sesuatu di mesir, sebuah farfum yang disebut Love Phobia Trauma Apple."
"Trauma Apple?"
Lim nampak mengetahui sesuatu, dia membuang muka seperti terganggu dengan nama itu.
"Ada apa Lim? Kau tahu farfum itu?"
"Tidak. Hanya saja nama farfum itu sedikit aneh. Penjual macam apa yang menamai produk dengan kata trauma?"
Hasan menggeleng.
Lim pun pulang setelah menyampaikan hal tersebut.
Hasan menghubungi pak Naryono dan Hajeera, meminta mereka datang ke rumahnya setelah pulang kerja untuk membicarakan soal pembekuan akun.
Karena makin banyak orang datang Siska pun meminta bantuan Khairun yang tinggal di seberang rumah untuk menyiapkan cemilan. Siska tidak bisa melakukannya karena tiba tiba saja kepalanya sakit.
Khairun adalah wanita yang Hasan temui di mall angker beberapa waktu yang lalu. Dia menerima tawaran Hasan untuk bekerja sebagai art di rumah orang tuanya dan dibayar 2 juta per bulan.
Pak Naryono dan Hajeera datang. Hasan mencoba memetik hikmah dari pembekuan akun ini. Konten konten yang dia buat memang kurang diminati belakangan ini karena trend telah berubah. Kesuksesan sebagai youtuber itu berjangka dan dia harus berbagi penghasilan dengan kantor.
Channel Smell Detective tanpa sang bintang detektif adalah cangkang kosong sehingga mau tak mau mereka harus mematikan channel itu.
Hajeera menyarankan menjual channel itu. Hasan dan pak bos adalah pemilik dari channel itu jadi salah satu pihak bisa menjual dan membeli dari pihak lainnya.
"Tapi bukankah aku bekerja untuk pak bos? Apa dia mau membayar akun yang dibuat oleh anak buahnya sendiri?"
"Kau adalah orang yang paling bekerja keras membesarkan channel ini, lagipula di perjanjian yang kita buat dengan BPOM, kau memiliki hak sebesar 40% dari akun itu. Sekarang mari kita cari berapa harga akun 5 juta subscriber jika dijual."
Hasan menelepon pak bos untuk membahas penjualan akun itu.
***
Setelah berunding cukup lama pak bos tetap tidak mau membelinya.
Pak bos berencana mencari pengganti Hasan, dengan begitu nama Smell Detective akan tetap hidup.
Pak bos mengkritik keputusan Hasan yang dengan mudahnya meninggalkan BPOM seakan tidak ada yang mendukungnya selama bekerja.
"Maaf pak, kehidupan akan terus berjalan. Saya ingin mendapatkan apa yang saya inginkan. Saya meninggalkan teman teman untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi di masyarakat."
__ADS_1
Kecewa dengan ucapan Hasan, pak bos langsung menyudahi perbincangan mereka.
Hasan menutup hari yang panjang dengn tidur 2 jam lebih awal.
***
Keesokan harinya anggota departemen khusus lain saingan departemen Hasan datang untuk melihat rekrutmen baru.
"Siapa mereka?" Tanya Hasan ke BB.
Hasan masih berlatih saat kedua orang itu datang.
"Wanita itu Castle Snake, yang pria Full Moon."
Castle Snake suka mengganggu Lilipad kecil karena iri pada kecantikannya. Kenyataannya Castle Snake tidak cantik meskipun sudah menggunakan make up tebal yang sulit dihapus.
"Selamat pagi Lilipad Cha Hae Lim, dimana rekrutmen baru itu?" Castle Snake mendekatkan wajahnya ke Lilipad kecil yang selalu tersenyum
"Kenapa Silverblade tidak menunjukkan fotonya? Bukankah setiap menerima rekrutmen baru kepala departemen harus segera mengirim datanya ke pusat?" Timpal Full Moon.
Lim mengantar kedua orang itu ke lapangan indoor.
Ketika baru pertama kali melihat Hasan Castle Snake langsung ada rasa padanya.
"Laki-laki tampan itu? Hall Fame?"
"Menurutmu aku tampan. Terima kasih." Hasan menundukkan kepalanya.
"Apa kelebihan orang ini selain bisa mencium bau?" Tanya Full Moon pada BB.
"Dia jenius bela diri. Dalam waktu satu minggu dia berhasil menguasai lebih dari 5 teknik serangan dan bertahan bela diri Arnis dengan sempurna. Aku juga sudah pernah sparing dengannya."
Full Moon tersenyum sinis mendengarnya. "Kalau hanya 5 gaya menyerang dan bertahan belum pantas disebut jenius bela diri."
Hasan setuju dengan perkataan Full Moon, saat ini dia masih seorang pemula. Hasan pun menunjukkan salah satu teknik menyerang yang baru dia kuasai bernama menyapu semut.
Hasan meletakkan tongkat batonnya di sepatu Full Moon lalu menyapu kakinya hingga jatuh mencium tanah.
"Kau sama sekali tidak siaga ya? Agen Full Moon."
Castle Snake mengarahkan ujung heels nya ke wajah Hasan.
"Kalau berani bergeraklah lagi. Agen Hall Fame." Tantang Castle Snake.
Disaat yang sama Lim bersiap menusuk ubun ubun Castle Snake dengan pecahan botol minuman.
Konfrontasi antara Full Moon, Hall Fame, Castle Snake, dan Lilipad berlangsung singkat. Saat Silver Blade datang mereka langsung menjaga sopan santun kecuali Hasan.
__ADS_1
"Kenapa kalian berhenti? Lanjutkan saja." Kata Silver Blade.
Castle Snake mendecakkan lidah. Full Moon melempar tatapan tidak menyenangkan ke Silver Blade.
"Selamat atas kenaikan pangkatmu Silver Blade."
BB tos dengan Silver Blade.
"Dia naik pangkat jadi apa?" Bisik Hasan ke Lim.
"Ke kapten, dia baru saja menyelesaikan misi tingkat A kelima nya dalam tahun ini. Dia adalah yang terbaik di departemen kita, kandidat terkuat pengganti kolonel Graham. Bahkan BB sendiri mengakui tidak bisa bersaing dengan dirinya."
Hasan tidak menyangka orang yang pernah dia lawan ternyata seorang tentara berpengalaman.
Silver Blade memberikan arsip data Hasan juga sampel darahnya, sebelum itu dia meminta maaf atas keterlambatannya.
"Maafkan aku. Aku tidak ada di kantor selama 1 minggu dan Kolonel kami sedang ada urusan, jadi tidak ada yang mengurus arsip ini." Silver Blade menundukkan kepalanya.
Castle Snake selalu menyukai sikap rendah hati pria tampan.
"Sudah aku katakan padamu mulailah pekerjakan orang di tempat ini. Merepotkan kalau kami harus mendatangimu setiap ada rekrutmen baru."
Full Moon cukup banyak bicara untuk seseorang yang dijatuhkan dengan mudah oleh seorang junior.
Full Moon menerima arsip agen Hall Fame dan pergi tanpa mempermasalahkan perbuatan Hasan tadi.
"lain kali jangan lakukan serangan mendadak." Ucap Full Moon ke Hasan.
Castle Snake memberikan kiss jarak jauh kepada Lim yang langsung dibalas dengan remasan tangan oleh Lim.
"Siapa mereka sebenarnya?"
"Mereka agen dari departemen khusus Kaltim. Mereka berada di kalsel untuk menjalankan sebuah misi jadi wajar mereka marah saat disuruh mengurus berkas. Jadi jangan terlalu membenci mereka Has." (Silver Blade)
"Aku mengerti kapten Silver Blade." (Hasan)
"Ngomong ngomong sudah sampai mana latihan Arnis mu? Apa kau mau mendengar cerita bagaimana BB bertemu dengan Arnis?"
Para agen duduk di tengah lapangan. Hasan, BB, Lim, Silverblade, mereka muncul menceritakan kisah hidupnya masing masing juga seni bela diri yang mereka kuasai.
Dimulai dari BB, dia menyukai bela diri bertongkat asal Filipina yang dikenal sebagai Eskrima atau Arnis.
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................