
Burn Shadow melihat pria tinggi besar yang dikalahkan Lim berjalan dengan santai ke depan unison square sambil menenteng tas panjang yang mencurigakan.
Rum Candle masih stay di markas untuk menjaga agen wanita lainnya. Saat itulah dia melihat Baldy Flow menembaki pengunjung unison square dengan senapan serbu yang tersembunyi di dalam tas nya.
"AKU KEMBALIII...!!! DAN AKU SANGAT MARAHH...!!!!" teriaknya menghadap kamera cctv.
"...darimana dia datang? Seharusnya dia sudah mati setelah melawan Lim."
"Sepertinya anda salah pak," sahut Burn Shadow dengan enteng.
Rum Candle memutuskan ikut turun ke lapangan.
"Misi ini sudah tidak rahasia lagi. Aku akan menangkap si botak itu, dengan bantuan pengawasanmu."
Burn Shadow menempelkan tangannya ke kening, membentuk hormat tentara.
Kembali ke Ren, dia menghadapi kebencian lawannya yang terbawa dari insiden lubang api persia. Ren tahu dia tidak bisa mengabaikan musuh ini, kalau diabaikan dia akan menghantui Ren seumur hidupnya.
"Aku adalah salah satu tentara angkatan udara yang menyerang pasukan israel. Aku melakukannya sesuai perintah, dan sekarang aku akan menghancurkanmu hingga tidak bisa lari lagi,"
"Wanita iblis!"
Levi menendang Ren dengan penuh tenaga. Kehilangan dua tangan bukan masalah besar buatnya karena dia adalah praktisi Taekwondo wtf.
Di momen yang bersamaan trio agen bertemu dengan tiga wanita iblis di lorong tangga. Karena tangga itu terlalu sempit mereka jadi tidak bisa bertarung. Silverblade menggunakan cara lama yaitu mengancam dengan pistol.
Namun Curry yang penuh keberanian menodongnya balik dengan granat. Granat afrodisiak.
Curry melempar granatnya dengan bayaran tertembak di bagian lengan. Pasukan agen yang sudah bersiap memakai masker gas untuk menangani gas afrodisiak tersebut. Lim yang terlambat memakainya terkena sedikit efeknya. Penglihatannya berembun lalu jantungnya berdegup kencang.
Beyond Birthday berusaha menangkap Yupi dan Hagi sementara Silverblade melawan Curry.
Ren menepis tendangan demi tendangan, lalu dia sampai ke kesimpulan. Ren memutar pinggangnya guna melesatkan tendangan super kuat. Tendangan itu menghujam dada Levi, membuatnya terdorong ke belakang sampai 5 meter. Levi pun pingsan karenanya.
Untuk memastikan wanita itu tidak bisa melawan lagi Ren melucuti sisa magazine di balik roknya.
Hasan keluar dari tempat persembunyian bersama anak dan istrinya di gendongannya.
__ADS_1
Mata Ren membelalak saat melihat bayi merah di pelukan Hasan.
"Syukurlah istrimu melahirkan dengan selamat,"
Ren menepuk pundak Hasan dalam suasana bersuka cita. Dengan baik hati Ren menawarkan ke Hasan untuk mengantarkan istri dan anaknya ke rumah sakit agar Hasan bisa melanjutkan tugasnya.
"...? Tapi di bawah sana ada ******* bersenapan serbu yang mematikan, bagaimana caramu keluar dari tempat ini dengan selamat?,"
"Aku punya caranya," sahut Ren dengan percaya diri. Ia menunjukkan sabuk aneh yang sekilas mirip sabuk ksatria baja hitam. Benda itu disebut Manuver Gear. Sisa sisa cosplay yang tersisa di tubuhnya dapat digunakan untuk bergelantungan.
Ren mengulurkan tangannya melepaskan tanggung jawab Hasan dari istri dan anaknya.
"Percayalah padaku, aku ini ninja sungguhan yang bisa parkour di atas gedung."
Hasan yang bingung akhirnya menguatkan hatinya dan mempercayakan anak istrinya ke Ren. Ren pun pergi dengan menggendong Siska dan anaknya.
Ren menargetkan jendela di sisi kanan, dia melompat memecahkan jendela itu, sementara Siska menjerit selama perjalanan mereka melintasi atap gedung gedung.
Hasan melihat aksi Ren melompati gedung dan terkadang bergelantungan seperti spiderman, dia sangat keren, lebih keren dari ninja yang diperkenalkan lewat film jepang.
"Jangan lepaskan kami tuan Ren...!!!!" pekik Siska.
Siska menutup matanya, bayinya terus menangis memberi Ren deadline untuk segera mencari tempat mendarat yang aman.
Karena kedua tangannya terkunci Ren pun menuruni sebuah gedung secara bertahap dari lantai 5 ke lantai 1 dengan menuruni jendela balkon. Berkat keberanian dan keahlian Ren Siska berhasil keluar dari unison square dengan selamat. Bergegas dia pergi ke rumah sakit dengan berlari ke rumah sakit terdekat.
***
Hasan memborgol Levi. Burn Shadow menghubunginya tepat setelah Levi kalah.
Burn Shadow [Jangan turun ke bawah! Kolonel menugaskanmu menjaga wanita itu dan menyerahkan 3 teror*s wanita lainnya kepada rekan rekanmu]
Tulis Burn Shadow ke smartphone Hasan yang belum kemasukan air sehingga masih bisa dinyalakan.
Hall Fame [Baiklah,]
Hasan mencari tempat menyembunyikan Levi, dia tidak mendengarkan perintah kolonel Graham yang datang dari mulut orang lain.
__ADS_1
***
Di lantai 1 Baldy Flow kedatangan musuh tidak terduga yaitu kolonel Graham. Awalnya dia tidak mengenali Rum Candle sampai dia teringat foto yang ditunjukkan Spiral Riot.
"Kolonel Departemen Selatan, itu kau kan?"
[Angkat tangan! Sudah cukup banyak nyawa yang kau cabut hari ini. Pengadilan akan menghabisimu!]
Dorr!
Rum Candle menembak Baldy Flow dengan sniper milik Bounty Hunter. Senjata wanita itu spesial karena memiliki fitur pencari panas layaknya rudal rusia.
Peluru pertama menembus leher Baldy Flow kemudian peluru kedua menembus jantung dan peluru ketiga menembus selangkang*n.
Dor! Dor! Dor! Dor! berkali kali letusan peluru terdengar sampai Baldy Flow tidak lagi bernyawa. Dia tidak bisa menembak karena tidak menemukan lokasi kolonel Graham setelah ia bersembunyi.
Setelah Baldy Flow mati kolonel Graham mendekati jasadnya lalu memenggal kepalanya. Dengan begitu riwayat hidup kriminal botak itu pun resmi berakhir. Meskipun begitu dia sudah membunuh sekitar 35 orang dengan senapan serbunya, dampak kejahatannya akan terus berlanjut meskipun jiwa tidak ada lagi di dunia ini.
Keluarga korban berdatangan ke lokasi. Mereka sudah menunggu pria itu dihabisi agar bisa mengambil alih jasadnya. Setelah ucapan terima kasih sederhana terlontar dari mulut mereka, mereka pun pergi untuk melenyapkan mayat sang pembunuh.
"Terima kasih pak. Mampirlah ke gang kami untuk minum kopi." Kata seorang wanita ke kolonel Graham.
Sorak riuh warga memenuhi jalanan. Mereka mengarak mayat Baldy Flow yang tidak pernah diketahui nama aslinya keliling kota dan berhenti di pinggir sebuah sungai yang dipenuhi buaya. Setelahnya kita tahu apa yang terjadi.
Sementara itu trio agen sedang melawan tiga kakak beradik, Hagi, Yupi dan Curry.
Tidak disangka Beyond Birthday dan Silverblade menjadi jauh lebih hebat saat bertarung bersama. Mereka berhasil melumpuhkan Curry yang bertarung menggunakan katana pendek.
Yupi ditangkap oleh Lim yang mabuk afrodisiak, dia dibangkit lalu digantung di sisi tangga yang miring.
"Kau pikir aku akan mati kalau jatuh dari ketinggian 3 meter!!" Seru Yupi sambil berusaha melepaskan ikatan Lim di lehernya.
Lim adalah petarung Krav Maga. Krav Maga adalah seni bela diri yang sangat brutal. Menyerang area mana saja, menyerang menggunakan apa saja. Tidak ada batasan moral dan rasa kasihan saat bertarung. Yupi terlambat menyadari kalau Lim adalah praktisi Krav Maga sejati karena tertipu oleh penampilannya yang manis.
Yupi berusaha menusuk bola mata Lim namun tidak sempat lagi, dia kehilangan kesadaran saat tangannya seinci dari mata Lim.
"Hampir saja aku buta, hahahaa... " Lim tertawa bahagia setelah mengalahkan Yupi.
__ADS_1
...***...