A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
72. Pisum kuku mayat


__ADS_3

Dalam mimpinya Hasan mengulang penemuan mayat tadi. Berbeda dengan yang terjadi di dunia nyata, aroma mayat dalam mimpinya sangat busuk sampai menyakiti indera penciumannya.


Mayat itu hidup dan meminta pertolongan dengan suara patah patah yang menyeramkan.


Tiba-tiba Hasan terjatuh dari atas jembatan, dia terdorong oleh arus air sungai hingga menabrak si mayat yang menangis.


Hasan berusaha menjauhi si mayat dengan berpegang ke batu sungai besar yang menghimpit si mayat.


"Ehh.. Kok batunya kenyal begini?"


Hasan membuka matanya, entah bagaimana kedua tangannya bisa menempel di gunung kembar Shadow dan adiknya. Apalagi shadow hanya menggunakan tank top, tekstur daging dalamnya lebih terasa.


Butuh waktu 4 detik hingga Hasan benar-benar menyadari apa yang tangannya sentuh. Dengan muka tidak bersalah Hasan melepas pegangannya. "Aku tidak sengaja. Mohon maaf yang sebesar besarnya."


Kyle menatap kakaknya, Burn Shadow menggeleng melarang Kyle melakukan itu ke Hasan, Kyle pun menampar pipinya sendiri. Sungguh adik yang penurut.


"Lebih baik kau pulang tuan Hasan. Besok adalah hari terakhirmu di Grace Company, sebaiknya kau menyiapkan kata-kata perpisahan yang singkat, padat, dan bermakna."


"Benar juga. Jam berapa sekarang?"


Hasan segera mengambil jaketnya lalu pamit. Namun dia kembali lagi karena teringat dengan kuku dan rambut yang dia cabut dari mayat.


Kuku dan rambut itu masih memancarkan bau yang khas.


Hasan kembali ke kamar Shadow.


"Maaf, tapi bisakah aku merepotkanmu lagi? Ini soal penemuan mayat di bawah kolong jembatan beberapa jam yang lalu."


"Silahkan masuk pak Hasan."


Hasan merogoh dompetnya membuat Kyle curiga padanya.


"Untuk apa dia mengeluarkan uang? Apa dia mau mengajak kami." Kyle berpikiran kotor.


"Ini adalah kuku dan rambut mayat itu. Bisa kalian cium bau wanginya?"


Burn Shadow menjalankan kursinya ke Hasan.

__ADS_1


"Wanginya... Apa yang kau semprotkan ke anggota tubuh mayat ini?" Burn Shadow menghirup kuku mayat dari dekat, wanginya sungguh mempesona. Kini Hasan tahu kalau bukan dia saja yang jatuh hati dengan bau itu.


"Aku tidak melakukan apapun. Mayat itu sudah beraroma seperti ini sejak aku menemukannya. Karena aroma menyengat inilah aku menemukannya."


Burn Shadow meletakkan kuku ke atas meja lalu mengambil helai rambut. Kyle merasa jijik pada kakaknya.


"Buang itu kakak!! Aku pernah membaca, menyentuh mayat sembarangan bisa mengakibatkan banyak masalah. Hal itu terjadi karena bakteri di tubuh si mayat berpindah ke si penyentuh."


"Tenang Kyle, aku akan cuci tangan setelah ini."


Jawaban Shadow membuat Kyle cemberut.


Melihat adiknya cemberut Shadow pun langsung mengajaknya bercanda dengan meremas gunungnya.


"Hentikan kak...! Ada orang lain disini, ehh... Gyah... Enaak... "


Terkadang Burn Shadow itu tidak tahu malu. Hasan sebagai satu satunya pria di kamar itu pun balik badan juga tutup telinga. Walaupun sayang juga menolak pemandangan indah itu.


Burn Shadow menempelkan rambut ke hidung Kyle, wanginya yang harum membuat Kyle berubah pikiran. Dia mengendus dengan gencar.


"Jangan tanya apa merek parfumnya, aku tidak tahu."


"Aku harus kuku dan rambut ini kemana?"


"Neon Blood. Dia adalah dokter yang sangat ahli, hanya saja cara bicaranya mengganggu dan dia sulit diajak bekerja sama. Tapi mungkin denganmu dia akan bersikap sedikit lebih baik, mengingat dia pernah mengundangmu."


"Aku ingin mencari tahu merek parfum ini, bukan mengotopsi mayat. Sudahlah, akan aku cari sendiri. Kalau ada waktu bantulah seniormu ini mencari parfum apel bermerek Love Phobia Trauma Apple."


Hasan pergi lagi, kali ini dia benar-benar pulang.


Selalu ada kejutan setiap Hasan pulang ke rumah. Kali ini Siska menyambutnya dengan tagihan belanja yang sangat banyak.


- Tas merek ternama, Rp 8.000.000,00


Rasanya ingin marah tapi istri sedang hamil besar. Karena tak sanggup memarahi istri Hasan pun menasihatinya dengan lembut. Namun Siska malah tertawa. Sikap Siska semakin membuat Hasan murka, sang istri menjelaskan kalau struk harga tadi itu palsu. Harga tas itu sebenarnya hanya 800.000,00 ribu. Siska suka membercandai suaminya selepas pulang kerja akhir akhir ini.


"Kamu ini Sis, jantung hampir copot melihat harganya tadi. Apa ngidam mu itu bercanda dengan suami?"

__ADS_1


"Masa ngidam ku seaneh itu? Enggak deh kayanya, soalnya aku lagi suka makan mangga madu."


"2 bulan lagi kamu lahiran, aku harus sering duduk di rumah kalau begitu. Lusa aku mulai kerja di tempat baru lagi. Aku akan jarang pulang karena ini misi pengintaian. Bisa seminggu atau bahkan sebulan aku tidak pulang."


Siska merasa sedih mendengarnya.


Di hari terakhirnya bekerja di Grace Company dia gunakan untuk berpamitan terutama dengan Carol.


"Sampai jumpa nona Carol, ku harap anda menemukan cinta sejati anda. Dan soal anda bertukar jabatan dengan Mary, aku tidak akan bermulut ember dengan membocorkan hal tersebut."


"Tunggu! Ini saham yang aku janjikan."


Saham itu hanya berbentuk kertas seperti struk belanjaan. Benarkah kertas ini bisa memberinya uang setiap akhir tahun.


"Kalau kau tidak mengerti dengan permainan saham, kau bisa tanyakan padaku kapan saja. Sederhananya kau bisa mendapatkan uang sebesar 80 juta rupiah setiap akhir tahun selama perusahaan masih berdiri. Jumlah itu akan semakin tinggi tergantung peningkatan profit perusahaan, mungkin sekitar 0,3 persen kenaikan yang akan terjadi."


Hasan menerimanya dengan senyum cerah.


"Terima kasih bu, saya akan menjaga struk saham ini dengan nyawa saya."


Terakhir Hasan berjabat tangan dengan Carol, mengakhiri kontrak selama 1 setengah bulan itu. Sebagai bonus Hasan dapat nomor kontak Carol.


***


Sebelum misi pengawalan sekaligus pengintaian tingkat B di restoran cina dimulai para agen yang terlibat dikumpulkan untuk instruksi. Hall Fame, Silver Blade, dan yang baru datang dari pusat Bounty Hunter, dia adalah seorang gadis bertabiat mirip Lim tapi lebih tua dan lokal.


"Aku ulang pembagian tugasnya, Bounty Hunter akan mengintai dari gedung seberang."


"Kalau pas malam kalian dengar suara gaduh jangan-jangan dicari ya. Itu mungkin aku yang sedang menabuh drum." Bounty Hunter tertawa, selera humornya buruk.


"Hall Fame dan Silver Blade akan berjaga bergantian setiap 12 jam. Hall Fame akan berjaga saat siang, Silver Blade malam karena dia sudah terbiasa dengan dunia malam. Para agen juga diizinkan saling membantu, anggaplah kerja lembur."


"Izin bertanya pak, berapa lama kami tidak bisa pulang ke rumah?"


"Sesuai kontrak awal 2 - 3 minggu. Tenang saja, kau bisa menemani istrimu saat persalinan nanti. Kami mengerti seberapa pentingnya momen kelahiran itu." 


Hasan tersentuh dengan kata-kata jenderal Graham.

__ADS_1


Hasan mendengar kalau kliennya kali ini cukup keras. Mereka tidak memberikan waktu istirahat diluar jam yang sudah ditentukan yaitu 12 jam setelah pergantian shift.


***


__ADS_2