A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
25. Rekrutmen baru yang tidak terduga


__ADS_3

Hasan bergabung dengan para pria untuk makan sate.


Sekarang Hasan sudah mulai menjadi orang yang terpandang di kampungnya. 


Bagaimana tidak demikian, diketahui gajinya setiap bulan mencapai angka minimal 30.000.000,00 atau tiga puluh juta rupiah.


Karena trend yang dimulai Hasan jadi banyak orang yang ingin menjadi detektif bau sepertinya.


"5 juta untuk biaya keluarga kami bulan ini, 5 juta untuk ayah dan ibu. 5 juta untuk uang simpanan. 15 juta untuk ditabung di bank. Hoho, aku memang jenius. Sekarang tinggal mempertahankannya." Hasan membatin di tengah pestanya.


Melihat rumah anaknya dikunjungi banyak orang si ayah merasa senang, namun tidak dengan sang ibu. Sang ibu yang tidak dapat melihat wajah anaknya selalu khawatir berlebihan terhadapnya.


"Sebenarnya ibu tidak mau tinggal terpisah dari Hasan." Gumam ibu.


"Yahh mau bagaimana lagi bu. Doakan saja Hasan semakin sukses, agar suatu saat nanti bisa mengoperasi mata ibu." Kata ayahnya sembari berjalan ke dalam rumah.


***


Siska melambaikan tangan kepada teman temannya.


Sementara Hasan sedang sibuk makan sate di dapur.


Dia merasa kaget sekaligus terganggu saat mendapat telepon beruntun dari orang-orang tidak dikenal.


Namun ketika Hasan menelepon balik ke satu persatu nomor itu dia hanya mendengar suara mesin motor yang seakan berada sangat dekat dengan telepon.


"Dasar orang-orang ini, aku tidak tahu siapa kalian. Berhentilah cari perhatian denganku."


Berpikir dirinya mendapat gangguan dari orang-orang yang iri Hasan pun memblokir setiap nomor itu.


Hasan memblokir semuanya lalu pergi ke kamarnya untuk tidur.


***


Keesokan harinya Hasan membeli sebuah laptop bekas seharga 2 jutaan untuk menulis script.


Kulkas yang penuh menghangatkan hati Siska. Usia kandungannya sekarang masuk 2 bulan.


"Hasan kamu mau makan apa malam ini?" Teriak Siska dari dapur.


"Apa yang ada?" Sahut Hasan.


"Ada ayam, ikan bandeng, ikan patin, dan kepiting yang kita beli minggu lalu."


"Masak ikan bandeng goreng saja deh,"


"Oke sayang."


Makanan datang, pertama kali Hasan mencicipi makanan seafood buatan istrinya. Sebelumnya Siska hanya memasak ayam, telur, dan daging kambing pemberian keluarganya.

__ADS_1


Siska cukup andal memasak, apalagi kalau bumbunya lengkap.


Sebenarnya dulu pun Hasan pernah mencicipi bekal yang dibuat Siska. Rasanya memang lezat. Siska adalah istri yang serba bisa dalam urusan rumah tangga.


Setelah makan Hasan ingin pergi keluar padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


"Kamu mau kemana malam malam begini?"


"Membeli susu."


"Membeli susu? Kamu tidak akan kabur kan?"


"Kabur? Mengapa aku melakukan itu? Hanya orang bodoh yang akan menyia nyiakan istri secantik kamu." Hasan menggoda istrinya ditambah sedikit sentuhan manja di area yang disebut 'kue' para wanita.


Setelah Siska puas Hasan meninggalkannya untuk mengurus panggilan tugas dari BPOM.


Alasan Hasan tidak jujur pada Siska karena takut Siska tidak mengizinkannya bekerja lembur. Mengingat Hasan dalam minggu ini sudah bekerja lembur sampai malam sebanyak kali. Sekarang jadi 6 kali.


***


"Ada pekerjaan apa pak Naryono. Tumben bapak berada di kantor ini sampai larut malam?" Tanya Hasan.


"Saya pun sebenarnya tidak ingin berada disini."


Selain pak Naryono, Hajeera juga ada disini.


Hasan terkejut melihat wanita itu lagi. Wanita yang dia temui di bazar farfum. Wanita yang disangkanya kaya raya karena aura yang dimilikinya.


Mary tidak terkejut bertemu Hasan. Malah dia kagum pada Hasan yang rela bekerja lembur untuk mengurus pelamar kerja. Tidak seperti suaminya yang payah.


"Hasan. Senang bertemu dengan anda."


"Mary Leadswan. Apa kabar pak Hasan." Mary membuat indikasi mereka pernah bertemu sebelumnya.


"Hasan apa kau pernah bertemu dengan bu Leadswan sebelumnya?"


"Iya kami pernah bertemu di bazar farfum. Saya sempat mengira anda orang takjil karena aura anda." Papar Hasan.


"Aura? Anda orang yang unik."


Mary tertawa geli mendengar penilaian Hasan akan dirinya.


"Anda tidak salah pak Hasan. Anda mungkin tidak mengenal saya, tapi saya adalah CEO dari perusahaan kecantikan yang menaungi banyak rumah bedah."


Mendengar itu pikiran Hasan langsung mengarah ke obat obatan yang mereka gunakan. 


"Dia CEO perusahaan kecantikan? benarkah? Kenapa orang kaya sepertinya ingin bekerja di cabang yang kecil seperti ini?" Batin Hasan menalar dengan keras.


"Tolong terima saya, saya tidak tahu harus pergi kemana lagi. Suami saya mengusir saya dan mengambil hak atas kekayaan saya. Membeli beras saja susah."

__ADS_1


Mary menyeka air mata di pipinya yang minim make up. Meskipun begitu dia tetap cantik.


Hasan menduga Mary memiliki level kecantikan alami tertinggi. Bahkan Siska full make up pun tidak sampai sejengkal kecantikan Mary tanpa make up.


Hasan mulai menebar pesonanya pada Mary.


"Maaf nyonya, anda harus lulus seleksi terlebih dahulu sebelum bisa bekerja disini."


Tiba-tiba pak Naryono mendorong Hasan jatuh dari kursinya. 


"Apa yang kau lakukan pak?!"


"Berhentilah membuat buat peraturan pak Hasan. Kita sedang kekurangan orang, kedatangan nyonya Mary seperti berkah.. maksudku, seperti bala bantuan dari pemerintah! Anda boleh bergabung dengan kami, mulai besok datanglah setiap hari kesini jam 9 pagi."


"Emm... apa ada lagi yang perlu saya ketahui sebelum masuk kerja?" Tanya Mary.


"Datanglah dengan pakaian rapi, kemeja putih dan celana panjang hitam. Selebihnya soal pekerjaan akan dijelaskan besok."


"Oke pak."


Mary senang bisa mendapatkan pekerjaan ini. Namun ada hal lain yang dia sembunyikan. 


Sebenarnya Mary tidak bangkrut, dia masih seorang CEO.


Apa yang terjadi pada Mary sedikit rumit. Sang suami setuju bercerai dengan Mary jika setelah bercerai Mary bisa membuktikan kalau dia lebih hebat dari sang suami.


Duduk perkara perceraian Mary dan suaminya Maurice adalah karena Maurice sangat payah dalam mengelola usaha. Ditambah lagi dia pernah ketahuan selingkuh 2 kali dengan wanita yang berbeda.


Secara moral keputusan Mary menceraikan Hasan itu benar. Ditambah lagi dia tidak pernah mencintai Maurice.


Namun syarat dari tanda tangan surat cerai itu adalah Mary harus meninggalkan kehidupan mewahnya selama satu tahun dan mencari pekerjaan lain. 


Mary menyanggupi tantangan suaminya yang tidak masuk akal itu guna bebas sepenuhnya darinya.


Banyak pihak merasa kasihan pada Mary bahkan Carol menyimpan kebencian yang sangat dalam kepada Maurice, terlepas dari dia pernah menjadi penyelamat hidupnya.


Mary menitipkan kekayaannya pada Carol dan berjanji akan menjadi pegawai terbaik di tempatnya bekerja selama 5 bulan berturut turut dalam setahun. Jika tidak seperti itu Mary dianggap gagal dalam pekerjaannya.


Pak Bos BPOM berencana menempatkan Mary di divisi kantor. Divisi yang menangani urusan administrasi dan lain lain yang berhubungan dengan dokumen. Tapi rencana itu berubah saat dia teringat Hasan bekerja keras mengurusi channel youtube sendirian.


Akhirnya dibentuklah divisi baru yang dinamakan divisi penyiaran.


Divisi ini nantinya akan membantu Hasan dalam pekerjaan sebagai Youtuber.


Hasan yang mendapat kabar ini pun sangat tidak senang. Karena pembagian penghasilannya akan semakin banyak jika anggota bertambah.


"Berani sekali dia mengatur ladang cuanku!!"


***

__ADS_1


__ADS_2