
Di arena dalam kantor departemen selatan, sudah lama sejak terakhir kali Hall Fame dan Beyond Birthday berada di satu ring. Dengan gagah mereka mengangkat dua buah tongkat, melangkah dengan cepat, memukul seperti kilat menyambar di mata orang biasa.
Mereka sedang merayakan keberhasilan dkk menangkap teror*s dan menemukan sumber air ajaib. Hasan bertanya berapa gaji BB bulan ini setelah semua misi sulit yang mereka lalui.
"50 juta. Sedikit lebih rendah dari bulan lalu, bagaimana denganmu?" Jawabnya. "140 juta, aku beruntung." BB sedikit iri kepada Hasan, ingat, hanya sedikit.
Hasan sangat senang karena Mary memborong air wanginya seharga 15 triliun rupiah, jumlah yang sangat luar biasa. Uang yang masuk ke kantongnya memperkuat pukulannya. Sekali sabetan bisa sampai mendorong BB yang sebelumnya tidak pernah terdorong oleh pukulan Hasan.
"Eskrima gaya Hall Fame,"
Menggabungkan refleks super dengan ketepatan serangan Hasan/Hall Fame berhasil membuat BB terbang dengan memukul mata kakinya.
Hentakan pria itu ke tanah terdengar sampai ke lantai 2 tempat Burn Shadow bekerja. Dulu Burn Shadow tidak mau keluar ruangan, sedangkan sekarang mau. Perubahan itu terpicu karena sifat extrovert Lim. Kini Burn Shadow tidak si introvert dulu lagi.
"Halo Shadow, apa yang sedang kau tulis,"
"Novel, aku malu menunjukkannya padamu, jadi jangan mendekat sampai aku menyelesaikan 20 bab pertama."
Hasan menduga Shadow tertarik menulis novel setelah membaca novel HATS.
"Kau sudah baca arc utama sebelum arc terakhir novel Hunter and the System. Yang cerita 3 pahlawan muda menyakiti ibu mereka sendiri sampai sang ibu koma selama bertahun tahun?,"
"Aku ingat bagian itu, ada apa memangnya?,"
Hasan berhasil menemukan topik pembicaraan yang tepat, namun Hasan tidak bisa melanjutkan cerita itu karena beberapa sebab sehingga dia berpamitan dengan Burn Shadow.
Hasan merencanakan pulang kampung lagi di akhir tahun. Di tengah perjalanan dia sempat mampir ke tempat tempat yang menjadi lokasi dia mendapatkan kekuatan. Mulai dari ujung pembatas jalan di jalanan tempat ia mengalami kecelakaan pertama yang mematahkan tulang rusuk dan lehernya.
__ADS_1
Hasan mengingat lagi masa itu. Di dalam mobil yang bagian depannya remuk Hasan hanya bisa menggerakkan satu jarinya. Rasa sakit tidak terbayangkan, tidak berdaya dan tidak memiliki harapan, bahkan saat dibawa ke rumah sakit hatinya semakin terbebani saat mendengar biaya operasinya. Pengemudi minibus yang menabraknya dahulu sudah ditangkap, tidak sulit melakukannya jika kau anggota dkk.
•
Lokasi kedua adalah toilet umum di belakang warung pinggir jalan. Entah bagaimana petir yang menyambar bilik itu memberinya kekuatan yang paling berguna di antara yang lainnya.
Sampai sekarang Hasan masih tidak tahu kelainan apa yang terjadi pada bola mata serta otaknya. Mungkin hanya Neon Blood seorang yang tahu jawabannya, sayangnya Hasan tidak mau berjumpa dengan pria itu.
•
Lalu area parkir tempat ia keracunan Karbondioksida ketika tidak sengaja ketiduran di dalam mobil. Insiden ini salah satu yang paling krusial. Berkat insiden ini jarak X-ray Hasan meningkat drastis.
•
Berikutnya adalah pasar dan pos satpam tempat dia dipukuli hingga nyaris meninggal. Yang ini adalah yang paling traumatis. Rasa sakit mati perlahan lahan hanya terjadi di tempat ini.
Berkah yang Hasan dapatkan adalah, spider sense versi inferior dan peningkatan stamina serta ketahanan tubuh. Berkah yang satu ini sangat berguna dalam pertarungan, bahkan terkadang Hasan tidak merasakan ketakutan saat berhadapan dengan lawan bersenjata.
•
Hasan juga mengunjungi restoran nyonya Yin. Dia datang dengan tujuan damai yaitu untuk mengingat momen menyakitkan di akupuntur, berkat akupuntur menyakitkan itu Hasan mendapatkan kekuatan supranatural yang diluar nalar, yaitu Future Prediction. Berkatnya Hasan mampu mengantisipasi datangnya bahaya 5 detik sebelumnya.
Bahaya tersebut termasuk bahaya yang mencederai maupun mematikan. Refleks super dan penglihatan masa depan, keduanya aktif dengan cara yang berbeda. Refleks super selalu aktif dan akan memperingatkan Hasan jika ada sesuatu yang mendekat, mirip seperti mata kedua. Sedangkan penglihatan masa depan hanya aktif saat terjadi sesuatu yang melukainya, Hasan akan melihat kejadian itu 5 detik atau 3 detik sebelum event nya terjadi.
Hasan menghindari sumpit yang dilempar seseorang dari arah samping, hebatnya lagi dia melakukan itu dengan mata tertutup dan hanya sedikit menggerakkan lehernya.
Nyonya Yin mengaku hanya ingin mengetes apakah kemampuan itu masih ada dalam diri Hasan. Nyonya Yin duduk di depan Hasan, di kursi depannya. Karena posisi mereka di ujung ruangan yang jauh dari pengunjung restoran jadi tidak ada yang akan mendengar apa yang akan mereka bicarakan.
__ADS_1
Nyonya Yin membuka obrolan dengan pembahasan yang santai mengenai karung uang yang baru saja Hasan dapatkan. "Aku dengar dari Silver Tongue, kau baru saja kembali dari mesir, kalian berhasil mendapatkan harga karun langka berupa air wangi yang menjadi bahan dasar pembuatan senjata berbahaya yang digunakan teror*s,"
"Tch, Silver Tongue, sejauh mana dia membocorkan informasi kami kepada wanita ini," gumam Hasan dalam hati.
"Aku tidak berniat membahas ini, tapi karena anda sudah tahu saya juga tidak bisa menyangkalnya."
"Nampaknya ini topik yang sensitif buatmu. Kenapa?,"
Hasan tidak menjawab pertanyaan tersebut dan bergegas untuk pergi. Namun belaian tangan nyonya Yin di wajahnya membuatnya membeku. Entah bagaimana wanita itu tiba-tiba berada di sampingnya.
Nyonya Yin memberi sinyal tangan kepada pelayan toko. Lalu 5 wanita berbaju adat tiongkok pun turun ke lantai satu dan menutupi nyonya Yin serta Hasan dengan tubuh mereka. Membentuk tirai merah dari gaun yang mereka kenakan serta melarang pelanggan yang lain mengganggu nyonya Yin.
Bibirnya yang ungu memberikan kesan misterius, wanita ini sedikit bermain kata-kata dengan Hasan. "Tidak ada yang melihat kita, semua pelanggan disini tahu kalau tirai merah manusia sudah muncul itu artinya nyonya Yin sedang berbicara dengan sosok penting," ucap nyonya Yin seharus sutra di telinga Hasan.
"Sejujurnya aku datang kemari hanya untuk mencicipi menu ikan baru kalian, tak kusangka kau akan berbuat sejauh dan semencolok ini. Jadi apa yang kau inginkan nyonya Yin?," tanya Hasan.
"Aku masih penasaran dengan aliran chi mu. Aku tidak akan memanggil tabib kali ini karena aku sendiri sudah menguasai keahlian itu. Naiklah ke lantai 3, kita periksa tubuhmu." ajak wanita itu suaranya yang binar.
Hasan menghela nafas panjang lalu menatap nyonya Yin yang masih di dalam tirai manusia dengan tatapan lelah. "Aku sudah muak dengan orang-orang yang ingin memeriksa tubuhku. Aku sudah menolak tawaran agen paling berbakat dalam ilmu kedokteran. Tidak ada alasan untuk saya menuruti anda."
Nyonya Yin tidak menyerah. "Kalau begitu begini saja, kalau kau izinkan aku memeriksa tubuhmu maka para talent disini akan aku bebaskan."
Para wanita yang membentuk tirai merah tersentak mendengarnya. Nyonya Yin yang terkenal dingin dan kejam rela membebaskan para talent hanya untuk memeriksa tubuh pria pribumi ini.
Hasan tergoyahkan oleh penawaran itu.
...***...
__ADS_1