A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
105. Kota kuno Ramesh '3'


__ADS_3

6 hari kemudian...


Lim akhirnya memiliki kesempatan untuk menyelamatkan Silverblade yaitu saat kunjungan ketua pemeliharaan sejarah. Pada saat itu semua penjaga akan menitik beratkan penjagaan pada sang ketua, menemaninya mengelilingi reruntuhan kota kuno.


Lim mencuri pakaian penjaga di pintu depan, sambil menahan aroma tidak sedap dari pakaian itu Lim berjalan cepat ke arah kerumunan penjaga. Tidak ada yang menyadari kehadiran penjaga bertubuh pendek disana, Lim memang mengembangkan keahlian 'menghapus hawa keberadaan'.


Setelah melewati barisan penjaga Lim dan masuk ke area terluar kedua sebelum lautan batu Lim bergegas menyembunyikan pakaian bau itu.


Reruntuhan kota kuno terdiri dari 5 lapis area.


Area pertama adalah Egyptian Mayan stone ruins. Area yang hanya berisi batu dan pecahan dinding ini adalah satu satunya jalur darat untuk masuk ke reruntuhan kota Ramesh. Karena tidak ada penjarah di area ini penjaganya pun cenderung sedikit.


Area terluar kedua adalah kota pada masa lampau. Banyak rumah lawas khas warga miskin yang masih berdiri kokoh. Tempat ini juga merupakan rumah para penjarah, perampok, dan lain sebagainya yang tidak diterima oleh masyarakat atau kabur dari penjara. Jadi tidak semua orang adalah penjarah, bisa jadi lebih bengis dari itu.


Di lapisan inilah Silverblade berada. Lim menyamar menjadi penjarah, awalnya dia kebingungan mencari lokasi Silverblade. Sampai akhirnya dia menemukan hp Silverblade di kantung seorang penjarah.


"Gantungan kunci itu! Itu pasti hp Silverblade." Pikir Lim.


Lim mengawasi sekitar. Saat ada kesempatan dia membekap orang itu dengan jaketnya sampai pingsan. Setelah itu Lim mengurung orang itu di dalam sebuah sumur. Lim mengira sumur itu hanyalah sumur biasa padahal sumur itu merupakan tempat pembuangan kotoran bagi warga sekitar. Sehingga penjarah itu akan sadar lebih cepat dari yang dia perkirakan.


Selanjutnya Lim menyandera seseorang yang sedang duduk di atas meja penuh botol minuman. Lim mengancam akan menusuknya dengan beling jika berani bersuara.


Beruntungnya Lim mendapatkan lokasi penjara tempat Silverblade dikurung. Dia tidak semerta merta menghambur lewat pintu depan penjara yang berada di dalam bangunan bekas peternakan unta.


Dengan penyamaran yang sempurna Lim memasuki tempat itu. Anehnya tidak ada yang menjaga pintu depannya.


Tak jauh Lim berjalan terlihat sebuah retakan yang nampak tidak natural di tanah. Lim menundukkan kepalanya dan terkejut tidak main melihat Silverblade dikurung dalam semen. Saking sempitnya penjara itu Silverblade harus menundukkan tulang belakangnya dan melipat sempurna kakinya.

__ADS_1


Ditambah lagi celah itu gelap tanpa pencahayaan.


"Psstt... Cakra... kau, masih hidup kan? Tidak gila kan?"


"Cepatlah Lim. Cari alat untuk menghancurkan semen ini." ucap Silverblade dengan lirih. Selama ini dia hanya diberi makan ubi dan minum segelas air.


Melihat kondisi rekannya yang tidak mungkin bisa berlari setelah bebas, Lim pun memikirkan cara lain. Dia mengambil alat pengebor dari ruangan lain dan meletakkannya di ruangan Silverblade.


Sebelum membebaskannya Lim ingin mencarikan temannya itu makanan untuk memulihkan energinya terlebih dahulu.


"Apa kau sudah dengar? Seorang Crazy Rich akan datang kesini."


"Wahh~! Kita akan punya mangsa baru dong!"


Orang-orang di jalanan sibuk membicarakan seorang Crazy Rich yang merupakan target empuk. Kira-kira siapa dia?


"Silakan makan dan minum, Silverblade," ucap Lim dengan lembut sambil meletakkan hidangan tersebut di dekat temannya.


Silverblade tersenyum lembut, merasa sangat bersyukur atas perhatian dan perhatian yang diberikan oleh Lim. Dia dengan cepat mulai menyantap makanan dan minuman, merasa sangat berterima kasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan.


Sementara Silverblade memulihkan tenaganya, Lim berfokus pada tugasnya untuk mengebor lantai itu. Dia mengambil alat bor dan mulai bekerja dengan cermat. Meski situasinya gelap dan sempit, Lim tetap fokus dan tekun dalam pekerjaannya.


Sambil mengebor, Lim memposisikan hp Silverblade di depan pintu sebagai pemantau situasi. Dia berusaha memastikan bahwa mereka tetap dapat mengawasi pergerakan para penjarah yang mungkin mendekati tempat itu.


Setelah berhasil dibebaskan dari kurungan semen, Silverblade merasa lega namun kondisinya masih lemah. Lim yang telah menyelamatkannya berjanji akan melindunginya hingga tenaganya pulih kembali.


"Terima kasih, Lim. Kau sungguh menyelamatkan hidupku," ucap Silverblade dengan suara lemah, namun penuh dengan rasa terima kasih.

__ADS_1


Lim tersenyum, "Tentu saja, Silverblade. Kita tim, kan? Kita selalu saling melindungi."


Dia membantu Silverblade untuk menyandarkan diri ke dinding agar temannya dapat istirahat sejenak. Meski situasinya masih berbahaya, Lim bertekad untuk menjaga Silverblade agar dapat pulih dengan baik.


"Santai saja, aku akan menjaga situasi di sini. Kau istirahatlah sebentar," kata Lim dengan lembut.


Silverblade mengangguk dan tertidur dengan tenang, mengetahui bahwa dia berada di tangan yang aman dengan Lim. Meskipun lelah dan lemah, dia merasa nyaman dan percaya pada temannya yang telah memberikan bantuan dan dukungan tanpa pamrih.


Selama Silverblade beristirahat, Lim berjaga-jaga dan tetap waspada terhadap segala kemungkinan bahaya. Dia menyisir setiap sudut ruangan dan memantau situasi di luar melalui hp-nya. Meski lelah dan tegang, dia tahu bahwa menjaga Silverblade adalah prioritas utamanya.


Saat para penjarah datang untuk memberi makan tahanan, Lim bersiap menghadapinya. Dengan keahliannya, dia dengan cepat melumpuhkan salah satu dari mereka sebelum mereka menyadari apa yang terjadi. Namun, aksi tegasnya membuat situasi semakin rumit karena tindakan tersebut mengundang perhatian para penjaga lainnya.


Tiba-tiba, ada kebisingan besar dari luar penjara. Dinding penjara itu tiba-tiba runtuh, mengungkapkan Hasan yang berdiri di baliknya dengan sikap yang heroik. Dia masuk dengan cara yang epik, seakan tak kenal takut menghadapi bahaya.


"Kalian berdua baik-baik saja?" tanya Hasan dengan khawatir saat melihat Silverblade yang masih lemah dan Lim yang menghadapi para penjaga.


Lim dan Silverblade mengangguk dengan bersyukur atas kedatangan Hasan yang tepat waktu. Mereka tahu bahwa bersama Hasan, mereka memiliki peluang untuk mengatasi situasi ini.


"Kita perlu keluar dari sini segera!" ucap Hasan dengan tegas.


Mereka berdua bergerak cepat untuk menyusun rencana. Hasan dengan sigap menangani para penjaga yang datang mengejar mereka, sementara Lim dan Silverblade menyusun rencana untuk keluar dari reruntuhan kuno itu.


Dalam kekacauan dan kekacauan yang mengelilingi mereka, mereka berusaha untuk tidak terpisah satu sama lain. Lim berjuang dengan sigap melawan para penjaga yang mendekat, sementara Silverblade memastikan dirinya dan Lim tetap aman.


Hasan menggunakan beladiri Arnis  untuk menghadapi para penjaga dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa. Dia dengan cekatan menghindari serangan mereka dan memberikan balasan yang tegas.


...***...

__ADS_1


__ADS_2