
Beberapa menit yang lalu.
Beyond Birthday melawan Glasses Flow dengan dua baton. Dia bukanlah tipe petarung yang menggabungkan banyak seni bela diri untuk menang dia adalah praktisi Arnis sejati yang menganggap semua bela diri itu Arnis karena itulah dia menciptakan Arnis gaya Beyond Birthday.
"Apa kau mengingatku Beyond Birthday?" Glasses Flow masih sempat bertanya saat harus menghindari serangan baton BB yang seperti sekelebat burung gagak yang menyerang bersama sama.
"Aku tidak kenal kau siapa. Katakan saja apa yang mau kau katakan." Ucap BB sembari mengatur nafas.
Beyond Birthday mengenali wajah pria yang tersembunyi di balik kacamata dan tebalnya jenggot itu, dia adalah agen generasi pertama DKK SELATAN yang fotonya dipajang di kantor kolonel Graham.
Spiral Riot itulah nama panggilannya.
"Spiral Riot, apakah itu kau?"
"Benar! Aku terharu kau mengenalku." Riot/Glasses Flow menyapu air mata yang tidak ada.
"Bukankah kau sudah gugur dalam misi penting?"
"Memalsukan kematian adalah hal yang mudah buatku. Karena itulah aku diberi julukan Spiral, aku selalu selamat dari kematian seakan siklus hidupku tidak pernah berakhir."
***Flashback***
Spiral Riot adalah agen angkatan pertama yang netral namun ikut bantu dalam sebuah misi sulit. Ibaratnya dia adalah Burn Shadow di masa awal DKK. Dia memalsukan kematiannya untuk bisa terbebas dari jeratan Departemen yang terus menerus membebankan sesuatu di pundaknya.
***
"Aku tidak mau lagi kembali ke Departemen. Uang yang mereka berikan tidak sebesar risiko nyawa yang dipertaruhkan terutama saat menyelesaikan misi tingkat E. Bonus yang mereka berikan tidak sepadan dengan biaya pengobatan yang aku berikan ke rumah sakit." Curhatan Spiral Riot ditanggapi sinis oleh Beyond Birthday.
"Awalnya aku ingin iba tapi melihatmu menjadi teror*s membuatku hilang rasa. Majulah Spiral Riot! Akan aku seret kau ke departemen selatan!!"
__ADS_1
Di ruangan yang sempit, Beyond Birthday dan Spiral Riot siap untuk bertarung. Beyond Birthday memegang erat kedua batonnya, sedangkan Spiral Riot siap dengan gerakan silatnya yang lincah.
Pertarungan dimulai dengan cepat, Beyond Birthday mengayunkan batonnya dengan keahlian yang luar biasa. Spiral Riot dengan lincah menghindari setiap serangan dan membalas dengan serangan-serangan silat yang presisi.
Namun, Beyond Birthday tidak mudah ditaklukkan. Ia memanfaatkan kecepatan dan kekuatannya untuk terus menyerang Spiral Riot. Serangan-serangannya begitu cepat dan kuat, membuat Spiral Riot terdesak.
Melihat kesempatan, Beyond Birthday dengan kekuatan penuh mendorong Spiral Riot dengan keras ke arah pintu. Spiral Riot terlempar ke ruangan tengah, tetapi dia tidak menyerah. Dengan cepat, Spiral Riot bangkit dan melawan kembali.
"Hall Fame! Kau baik-baik saja!?"
"Ya!" Sahut Hasan yang sedang menghadapi Female Flow.
Beyond Birthday berdiri membelakangi Hasan kursi kursi dia tendang untuk lebih memperluas jaraknya.
"Tidak sopan menendang tempat duduk pengunjung gereja." Ucap Spiral Riot pura-pura keberatan dengan perbuatan BB.
"Pengunjung gereja?? Kau bahkan tidak tahu mereka disebut apa, dasar atheis gila!!"
Namun, setelah beberapa saat, kelelahan mulai terasa. Napas keduanya tersengal-sengal, tetapi mereka tidak menyerah. Mereka terus bertarung dengan segenap kekuatan yang tersisa.
Riot mengetahui titik lemah Beyond Birthday. Setiap kali dia memukul tubuh BB selalu merasakan kesakitan luar biasa. Spiral Riot memiliki gauntlet yang di ujung jarinya dipasangi cakar besi.
Beyond Birthday menyiapkan kuda kuda Arnis gayanya sendiri.
Dengan tatapan penuh tekad, Beyond Birthday tiba-tiba melemparkan sebuah kursi panjang dengan kekuatan yang mengejutkan. Serangan tak terduga ini membuat Spiral Riot terkejut dan tergagap.
Dengan kecepatan yang luar biasa, Spiral Riot berusaha menghindar dengan maju dan menunduk. Namun, sebelum ia menyadari apa yang terjadi, kursi panjang lainnya sudah meluncur dengan ganas dan menimpa dirinya. Spiral Riot terjatuh dengan keras, kesadarannya sedikit terhenti sejenak.
Rupanya, kuda-kuda Arnis yang digunakan oleh Beyond Birthday hanyalah trik untuk memancing kesalahan dari Spiral Riot. Beyond Birthday memahami betul bahwa Spiral Riot memiliki refleks yang cepat dan keahlian menghindar yang mengagumkan. Oleh karena itu, dia menggunakan kursi panjang sebagai pengecoh, mengubah dinamika pertarungan.
__ADS_1
Spiral Riot terjepit di tengah tumpukan kursi panjang yang menindihnya. Rasa sakit fisik terasa tak berarti jika dibandingkan dengan luka batin yang sedang ia hadapi. Saat ia terkurung di antara beban berat itu, kenangan pahit masa lalunya merasuki pikirannya.
Masa lalu yang begitu indah, ketika kebahagiaan masih tersenyum di wajah anak dan istrinya. Segala keterbatasan hidup tak menghalangi semangatnya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Dia terpaku pada visi indah itu, merasa bahwa menjadi agen adalah jalan satu-satunya untuk mewujudkan mimpi mereka.
Namun, takdir kejam memutuskan ikatan yang telah terjalin begitu erat. Mereka ditarik jauh dari genggaman Spiral Riot oleh tangan kejam musuhnya. Anak dan istrinya lenyap, meninggalkan ia dalam keputusasaan yang tak terkira. Semua yang pernah ia perjuangkan, kini hancur berkeping-keping.
Saat itulah, dalam kehampaan dan kekosongan, semangat Spiral Riot mulai menghilang. Api yang pernah menyala dalam dirinya, kini mati dan tak terkudus lagi. Mimpi dan harapan yang dulu meneranginya, kini hanya tinggal debu yang tersapu oleh angin waktu.
Dan di saat ia terjepit di bawah tumpukan kursi panjang itu, dia merasakan puncak keputusasaannya. Semua keraguan dan kehilangan yang ia rasakan, menjadi satu dalam penderitaan yang tak terucapkan. Air mata bercucuran di matanya yang penuh dengan rasa kehilangan dan penyesalan.
Tak ada kata-kata yang terucap, hanya gemetar dalam kesedihan yang tak terbendung. Dalam keheningan yang menggelayuti ruangan, hanya terdengar ******* napas berat yang menjadi saksi dari kehancuran yang melanda dirinya. Ia merasa terperangkap dalam labirin kegelapan yang tak berujung, tanpa jalan keluar yang terlihat.
Spiral Riot terjebak dalam rasa sakit dan keputusasaan yang membelenggu jiwanya. Ia berjuang dengan keras untuk mencari cahaya dalam kegelapan yang menyelimutinya, untuk menemukan arti hidup yang telah hilang. Namun, ia merasa bahwa nasibnya telah ditentukan dan ia hanyalah boneka dalam pertunjukan tragis yang tak berujung.
"Aku tidak mau menjadi agen lagi... " rintih Spiral Riot. Tiba tiba dia berteriak memanggil seseorang. "YUPIIII...!!!!! LEMPARKAN GRANATMU KE ARAHKU....!!!!!"
Yupi pun mengabulkan permintaan spiral Riot yang terdesak.
Hasan berusaha menggagalkan rencana mereka namun dia terlambat. Yupi melemparkan granat ke arah Spiral Riot. Ledakan menciptakan debu dan gelombang kejut yang cukup kuat yang mendorong beberapa kursi. Spiral Riot memanfaatkan kesempatan itu untuk membebaskan dirinya dan kabur dari Beyond Birthday. Sedangkan Yupi gagal melarikan diri dikarenakan Hasan bisa membaca semua pergerakannya.
"Jangan lepaskan wanita itu Hasan..! Aku akan menangkap bajingan itu..!!"
Hasan menatap Yupi dengan intens.
"Yupi, namamu sangat manis seperti permen yupi." Guman Hasan.
***
Beberapa menit yang lalu...
__ADS_1
Hasan berhasil mengalahkan Yupi tidak lama setelah mereka berpisah, Hasan ingin menginterogasi Yupi tepat di bawah dia.
***