A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
119. Ujian masuk CRYNO [4]


__ADS_3

Kedua pemuda itu dilempar ke tempat sampah lalu kabur terbirit birit. Pemukulan yang dilakukan Hasan tidak disadari oleh para pengunjung. Hasan sudah memperhitungkan kalau tidak ada orang yang memperhatikan mereka di sudut ruangan itu, bahkan teriakan mereka tidak akan didengar oleh pengunjung lain karena area ini sangat berisik.


Hasan tidak tahu kalau game yang dia mainkan terinspirasi dari kejadian lubang api persia yang sesungguhnya. Arcade game itu dibuat oleh Nameless berbekal informasi dari saksi hidup kejadian tersebut.


Kedua pemuda pengganggu kembali mendatangi Nameless. "Gawat bos, dia kasar sekali, perutku jadi mules." keluh si pemuda.


"Tahan sebentar lagi sep. Kau mau duit atau tidak?"


Nameless mengibaskan segepok uang dengan nominal 5 juta untuk asep dan kawannya. Tentu saja Asep tidak akan menolak tumpukan uang itu.


Hal unik terjadi di antara Nameless, Siska, Amara, dan Bounty Hunter. Keempat orang ini duduk berdekatan di kursi panjang yang berbeda. Siska dan Amara duduk di kursi panjang di tengah antara Nameless dan Bounty Hunter.


Nameless mengenal Siska dan Amara, juga mengenal Bounty Hunter si agen pusat. Secara tidak langsung Nameless menjaga keluarga Hasan tanpa dipungut biaya.


Setelah menyelesaikan game pertama dan mendapat ranking 3 Hasan berbalik untuk melihat Siska. Alangkah terkejutnya ia melihat bosnya dan si prajurit bayaran berada di dekat istri dan anaknya.


"Bounty Hunter... "


"Dia bilang akan menjaga jarak 10 meter dari Siska dan Amara, dia tidak melakukannya."


Hasan berencana memotong bayaran Bounty Hunter jika alasannya melanggar janji tidak bagus.


Hasan mencoba game kedua yang berjudul 'Dalia Revenge'. Game bertema horror fantasi ini beda daripada yang lain, karena menggunakan sistem Half Virtual Reality.


Hasan merasa pusing memainkan game ini karena dia dipaksa memainkan game dengan dua sudut pandang berbeda di kedua matanya. Mata sebelah kanan first person, sebelah kiri Third person. Selain itu ada banyak serangan yang harus dihindari oleh player, sehingga memaksa player menggoreng otaknya. Karakter Dalia yang digunakan player tidak bisa mati, player akan terus bermain hingga babak terakhir.


Setelah 20 menit bermain game aksi dua pov Hasan terkena migran. Setelah semua kesulitan yang dia lalui arcade game tersebut hanya memberinya ranking 12. "Terima kasih untuk pengalaman buruknya Dalia Revenge. Aku bersumpah tidak akan membiarkan darah dagingku memainkanmu!" Hasan geram sampai memaki game itu.


Hasan rehat sejenak dengan mendatangi istrinya. Tidak ada larangan beristirahat dalam ujian ini, Hasan hanya merasa tidak senang pada dirinya sendiri karena sudah membuat Siska serta Amara duduk di kursi itu selama hampir 1 jam.


"Maafkan aku, kalian pasti lelah menunggu disini. Ayo kita jalan jalan."


"Hasan, kurasa anak kita tidak suka area ini. Sejak tadi dia terus membenamkan wajahnya di bajuku, lebih baik kita pergi ke area lain, ke restoran atau toko mainan bayi gitu...?"

__ADS_1


Hasan mengangguk sambil tersenyum.


Melihat Hasan meninggalkan area ujian dengan santai Nameless hanya bisa menghela nafas berat, dia lupa membuat aturan soal meninggalkan tempat ujian.


[Sebenarnya apa tujuan anda melibatkan anak dan istrinya pak?] tanya seseorang di alat komunikasi.


"Tidak ada, aku hanya ingin melihat keluarganya. Sepertinya ujian ini akan berlangsung lebih lama dari sebelumnya." ucap Nameless sambil terkikik.


Hasan memesan burger dan makan dengan lahap, Siska memesan kentang goreng, sedangkan anak mereka Amara dibuatkan semangkuk es krim rasa biskuit bayi.


"Kelihatannya es krim nya lezat, boleh papa minta sedikit, Amara?"


Amara yang tidak mengerti hanya memandang ayahnya dengan senyum dan tawa. Hasan pun mengambil sedotan lalu menghisap es krim itu. "Huekk, rasa biskuit bayinya kental banget!"


Hasan sangat tidak menyukai rasanya. Siska menggeleng kepala melihat kelakuannya lalu menyapu mulut Hasan dengan tisu. "Apa kamu hanya makan kentang sayang?"


"Iya, aku sedang diet. Seandainya disini ada jus sayur, ....!! Ehh, itu ada...!"


"Mbak cantik, Mas ganteng, adek imut, semua jenis makanan vegan ada disini. Tapi untuk wanita yang sedang diet pasca melahirkan kami punya jus bayam campur alpukat, jus wortel dan lain sebagainya. Jangan khawatirkan buah buahan di dalam jusnya, itu hanya perisa tambahan untuk pembeli yang tidak suka rasa sayuran murni." Terang si penjual.


"Jadi bagaimana, kamu mau beli?"


"Karena kita sudah kesini tidak ada salahnya beli untuk persediaan. Apa ini bisa basi?"


"Semua makanan bisa basi mbak. Tapi lain cerita kalau mbak punya lemari pendingin, jus ini tidak akan basi."


Siska memutuskan membeli 4 gelas jus bayam yang akan dia minum pas sampai ke rumah.


Nameless terganggu dengan kehadiran Bounty Hunter. Perlahan Nameless mendekati wanita itu dari arah samping.


"Sendirian aja neng?" tanya Nameless dengan bahasa daerah.


"Iya bang, eh kang, lagi nungguin temen," sahut Hunter dengan gugup. Mungkin wajah tampan Nameless yang membuatnya gugup.

__ADS_1


"Sedang menunggu teman atau mengawasi seorang teman?"


Bounty Hunter mencoba tetap tenang dihadapan pria itu.


"Apa maksudmu? Kau orang aneh?"


"Semua agen itu aneh kan. Ada yang bisa menjinakkan anjing dalam hitungan detik, ada juga wanita yang menjadi sangat kuat saat hatinya dipenuhi emosi tertentu, seperti rekan kita Lilipad dari kalsel."


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Hunter penuh rasa penasaran.


"Hanya seseorang yang tidak suka tampil ke publik tapi memegang peranan besar dalam organisasi."


Permainan kata-kata Nameless ditanggapi dengan sinis oleh Hunter. "Kau pandai beromong kosong ya, aku kenal semua kolonel dari Sabang sampai Merauke, tidak ada pria sepertimu di antara jajaran orang-orang hebat itu."


"Syukurlah kau tidak tahu siapa aku." gumam Nameless sebelum pergi meninggalkan Hunter.


Hunter menatap pria itu. Dia memutuskan tidak mengejarnya karena Hall Fame akan marah besar kalau dia menghilang. "Benar-benar pria yang aneh."


...***...


Hasan bertanya ke istrinya. "Jus sayur itu pasti sangat tidak enak. Yakin kamu mau meminumnya?"


"Iya yakin, bagaimanapun caranya aku harus tetap seksi supaya kamu tidak bosan." sahut Siska. "Hahahaa, aku tidak akan bosan denganmu sayang. Kamu kan istri limited edition."


"Disini terlalu ramai, ayo kita pulang dulu dan kembali lain hari." Hasan tidak bisa menolak keinginan istrinya. 


Di belakangnya Siska menatap dengan pahit. Beberapa hari yang lalu Siska mendapat kiriman foto dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai sepupu dari wanita yang menjadi simpanan Hasan. 


Wanita itu adalah Melinda, pemilik kebun buah yang dulu pernah meminjam uang sebesar 300 juta rupiah. Siska mengetahui sedikit perselingkuhan yang Hasan lakukan, dari bukti video yang diberikan orang itu. Walaupun begitu Siska masih berharap Hasan kembali ke jalan yang benar.


Dan walaupun suaminya itu bertobat Siska masih tetap sulit untuk memaafkan perbuatan Hasan. "Hasan, aku akan menunggumu memberitahuku." gumam Siska sambil menatap punggung Hasan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2