
Keterampilan melihat masa depan yang menakjubkan itu Hasan gunakan untuk membantu para pelayan restoran yang akan mengalami musibah. Kemampuan barunya ini dia beri nama Unpredictable foresight (Pandangan ke depan yang tidak dapat diprediksi).
Merasa bosan dengan kesehariannya sebagai pemilik toko ditambah ada seorang pria yang tidak dia sangka akan mencuri hatinya membuat nyonya Yin tidak bisa menahan diri untuk tidak memanggil Hasan.
Hasan menerima panggilan mencurigakan nyonya Yin. Biasanya dia menyampaikan pesannya lewat pelayan di lantai tiga tapi sekarang dia menge chat dengan lebih pribadi.
Hasan naik ke lantai 3, hatinya terkejut melihat nyonya Yin berganti pakaian tanpa membawa dirinya ke tempat tertutup.
Hatinya berdebar debar sebelum menutup mata dan menjauhkan pandangannya dari pemandangan punggung nyonya Yin.
"Kau sudah datang tuan Hall Fame? Tunggu aku mengganti pakaian dulu. Anggaplah ini sebagai keberuntungan seumur hidupmu."
Hasan bergumam dalam hati menyangkal kata-kata nyonya Yin barusan.
Nyonya Yin mempesona dengan gaun merah panjang yang melambai indah di sepanjang tubuhnya, memancarkan aura elegan yang tak terbantahkan. Gaun tersebut dirancang dengan hati-hati, dengan potongan yang presisi dan jatuhnya yang sempurna, menonjolkan lekuk anggun tubuhnya. Kain merah yang menghampar di sekelilingnya memberikan kesan keberanian dan keberuntungan, mencerminkan semangat serta keinginan kuat dalam dirinya. Selendang berwarna kuning melambangkan kekayaan dan kemakmuran, memperkuat aura keseluruhan Nyonya Yin sebagai sosok yang penuh keanggunan dan keberhasilan. Ditambah sepatu hak tinggi modern berwarna emas yang menyatu dengan pakaiannya, dan penahan sanggul runcing berwarna emas.
Nyonya Yin bertanya pada Hasan soal penampilannya. Karena disana hanya ada mereka berdua Hasan pun tak malu memberikan jawaban terbaiknya.
Dengan kagun Hasan berkata. "Maaf, Nyonya Yin, tetapi saya harus mengakui bahwa pakaian Cina yang Anda kenakan hari ini sungguh memukau! Gaun merah Anda, selendang kuning, jepit rambut tajam berwarna emas, dan sepatu selop tinggi berwarna emas semuanya terlihat begitu indah!"
Pujian dibalas dengan senyuman. "Terima kasih, Hasan. Aku senang kau menyukainya. Pakaian tradisional Cina memang memiliki daya tariknya sendiri. Gaun merah ini mencerminkan semangat keberanian dan keberuntungan, sementara selendang kuning menambahkan sentuhan kemewahan dan keanggunan pada penampilan."
"Saya benar-benar terkesan dengan keindahan dan kecerdasan pakaian tersebut. Cara anda menyanggul rambut dan menahannya dengan jarum berwarna emas juga menarik perhatian saya. Mereka memberikan sentuhan yang mewah. Bagaimana Anda memilih aksesori tersebut?"
Nyonya Yin terkejut mendengar cara Hasan memujinya. Tutur bahasanya tidak buruk, sebagaimana kesannya sebagai anggota DKK yang pandai main tangan.
"Kau pintar memuji. Apa aku memang secantik itu?"
"Iya. Saya sungguh beruntung bisa melihat Anda mengenakan pakaian ini, Nyonya Yin. Anda benar-benar memancarkan keanggunan dan keindahan dalam setiap langkah Anda.
Nyonya Yin tersenyum hangat. "Terima kasih, Hasan. Aku mengenakan pakaian terbaik untuk menyambut tamu penting. Sekarang ikut aku ke ruangan belakang."
Hasan mengikuti dengan hati berdebar. Di ruang yang bercat merah emas ada tirai berwarna emas yang menutupi senjata perang milik nyonya Yin Yue.
Nyonya Yin memilih tongkat perunggu dari banyaknya senjata yang ada. Panjang tongkat itu 1,5 meter.
__ADS_1
"Duduklah dan perhatikan baik-baik. Aku akan menunjukkan padamu gerakan kungfu Choy Li Fut."
Hasan mengambil posisi sekitar 3,5 meter dari nyonya Yin yang sedang bersiap menunjukkan gerakan kungfunya.
Tongkat pendek menjadi pelengkap dalam tarian kungfu yang memikat hati. Ia seperti pena di tangan seorang seniman, melukiskan keindahan dan kekuatan dalam setiap goyangan dan putaran. Melalui gerakan-gerakannya, Nyonya Yin Yue menggambarkan kisah yang tak terucapkan, sebuah alur rahasia yang tersembunyi di balik tatapan lembutnya.
Hasan menangkap setiap lirikan mata nyonya Yin. Terlepas dari umurnya yang tak lagi muda dia adalah penari yang sangat baik.
Setiap tarikan napasnya adalah harmoni yang disusun secara sempurna. Kekuatan dan keanggunan melintas dalam setiap serangan dan pertahanan yang ia peragakan. Seperti ombak yang memecah di pantai, gerakan-gerakan itu menari-nari dengan kekuatan yang mempesona. Ia adalah ratu tari di atas panggung alam semesta, dan Hasan adalah penonton yang beruntung yang menyaksikan pertunjukan magis ini.
Hasan bertepuk tangan dengan antusias, nyonya Yin Yue mengulurkan tangannya ke Hasan, sorot matanya yang indah bagaikan mengundang Hasan ke dalam tarian indah itu.
Namun bukannya meraih tangan Hasan Yin Yue justru menarik gagang pistol yang tersembunyi di pinggang Hasan.
"Ahh! Itu senjataku! Kalau sampai hilang, bos ku akan marah besar!!"
Hasan berusaha merebut pistolnya dengan naik ke panggung khayalan yang dibuat Yin Yue.
Di atas panggung dia dipermainkan habis habisan oleh Yin Yue. Tangan penari itu sangat sulit ditangkap memaksa Hasan untuk serius.
"Baiklah nyonya Yin, aku akan mengambilnya dengan cara sedikit kasar!"
"Apa motivasimu mengajakku baku hantam nyonya?"
"Aku melihat pertarunganmu di depan restoran. Aku kagum kau tidak kena satu serangan pun meskipun lawanmu ada 10. Tunjukkan lagi padaku. Jangan melunak padaku."
Nyonya Yin mengembalikan pistol Hasan, memberinya kuda kuda sempurna Kali Arnis gaya Beyond Birthday. Tidak, bukan gaya Beyond Birthday. Setelah menggunakan Arnis cukup lama dalam banyak pertarungan Hasan berhasil mengembangkan Arnis versinya sendiri yang ia beri nama Eskrima gaya Hall Fame
"Eskrima gaya Hall Fame? Nama yang angkuh. Tunjukkan padaku!"
Krak!
Nyonya Yin menyabet tongkatnya seperti cambuk ke wajah Hasan. Tongkat dan pistol saling berbenturan.
Hasan memulai serangan dengan cepat dan taktis, meluncurkan serangkaian pukulan dan tendangan yang cepat seperti kilat. Tongkat pendek Nyonya Yin berputar di udara, menciptakan perisai tak terlihat yang menghalangi serangan-serangan Hasan. Tetapi Hasan tak kenal takut, ia melengkapi gerakannya dengan kecepatan dan akurasi yang tak terkalahkan.
__ADS_1
"Pola hidup seperti apa yang dia terapkan waktu muda sampai bisa bergerak selincah ini di usia yang tidak lagi muda!?!?" Batin Hasan dengan semangat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.
Kecepatan mereka hampir sama, ada sedikit keunggulan tipis yang ditunjukkan nyonya Yin. Dalam kelincahannya, Hasan mampu menghindari setiap serangan balik yang dilakukan oleh Nyonya Yin Yue dengan bantuan kemampuan Unpredictable Foresight.
Dia meliuk dan berguling di sekitar ruangan, mengikuti irama kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya.
Nyonya Yin Yue menikmati waktunya meskipun dia belum mendaratkan satu pukulan pun.
Ia mencermati setiap gerakan Hasan dengan seksama, mempelajari pola dan kebiasaannya. Saat momentum yang tepat tiba, Nyonya Yin melepaskan serangan terakhir yang berani. Dalam sekejap, dia meluncurkan serangan dengan kecepatan yang tidak dapat diprediksi, menyapu udara dengan gerakan yang mempesona.
Hasan terkejut oleh kecerdikan Nyonya Yin. Namun Unpredictable Foresight nya segera aktif, dan menyelamatkan Hasan dari luka.
Nyonya Yin terkejut Hasan bisa menangkis serangan itu.
Dengan gabungan berkah penglihatan masa depan, penglihatan tembus pandang, dan refleks super Hasan mengantisipasi setiap serangan tongkat Yin Yue lalu mendaratkan pukulan dengan presisi yang mematikan, menghantam tongkat pendek Nyonya Yin dari tangannya.
Dengan keahlian tingkat tinggi Hasan mendahului nyonya Yin menangkap tongkat yang melayang dengan mulutnya. Nyonya Yin mengakui titik itu sebagai kekalahannya.
Mereka menganggukkan kepala sebagai tanda saling penghormatan dan kehormatan.
Hasan mengembalikan tongkat nyonya Yin setelah mengelap menggunakan bajunya.
"Anda sangat mengagumkan nyonya Yin. Anda tidak bergeming meskipun terkena pukulan. Yang paling mengagumkan adalah anda bertarung dengan lincah dalam gaun yang tampak sesak." Hasan memuji nyonya Yin luar dan dalam.
Nyonya Yin terdiam. Meskipun Hasan tidak segan memukulnya tapi kekuatan yang pria itu tunjukan terbilang lemah. Itu artinya dia sengaja mengalah untuk nyonya Yin.
"Ternyata kau benar-benar bisa melihat masa depan ya! Kau menangkis seranganku berulang ulang padahal anak anakku saja tidak bisa melakukannya. Sekarang aku percaya padamu." Ucap nyonya Yin dengan senyum cerah.
"Anu, nyonya, tadi saya lihat gaun di paha anda robek. Apa tidak perlu diganti?"
Nyonya Yin menemukan robekan yang dimaksud Hasan. Dengan nada rendah nyonya Yin meminta Hasan menemaninya ganti baju lagi karena dia menyukai pujian indah Hasan.
Hasan pun tidak bisa menolaknya karena kolonel Graham akan marah besar kalau sampai nyonya Yin merajuk dan mengembalikannya ke departemen.
"Asalkan nyonya mengganti pakaiannya di ruangan yang berbeda saya tidak keberatan." Kata Hasan.
__ADS_1
Nyonya Yin menunjukkan koleksi bajunya satu persatu kepada Hasan. Karena modelnya itu itu saja Hasan menjadi bosan dan sempat tertidur beberapa kali saat nyonya Yin mengganti pakaiannya. Dia juga harus menyiapkan kalimat pujian yang indah untuk wanita itu.
...***...