
"Apa kau lihat wajah Lim tadi?" (Hasan)
"Dia marah besar diperlakukan seperti jal*ng. Ayo kita selesaikan ini saat mencapai ruangan kolam. Kalau kau tidak sanggup melawan mereka sembunyi saja di belakang Lim." (Silverblade)
Lim membuat kontak mata dengan Silverblade. Mereka bertukar pesan hanya dengan kedipan. Ini adalah salah satu bahasa isyarat buatan departemen kepolisian khusus.
...***Di area lapis ketiga Ramesh***...
Mary sedang ngobrol tegang dengan para investor yang menawarkan banyak hal untuk menguntungkan perusahaan dan bisnis mereka.
Mary tahu Hasan pergi ke area terdalam untuk mencari sesuatu yang ia sebut sebagai harta karun langka. Tugas Mary dan asistennya adalah menjaga Siska dan kerahasiaan penjalanan Hasan.
...***...
Di tengah ketegangan dan ketidakmampuan untuk melawan Hasan tiba-tiba mendapat ide untuk melawan balik penjarah. Dia menunggu hingga mereka memasuki ruangan berwarna cyan.
Dianggap sebagai penjarah ada untungnya juga, Hasan hanya diawasi dan tidak diikat. Saat ada kesempatan dia mengambil pulpen yang selalu ada di saku celananya.
"Woi~! Apa yang kau rencanakan?"
"Saat muncul tanda segera lari ke belakang batu itu," Bisik Hasan ke Silverblade.
"Aku akan menyelamatkan Lim,"
Hasan menghisap tinta hitam hingga muncrat ke mulutnya. Hasan sadar kalau tanah yang dia injak terdiri dari 98 persen batu fostor, 0,2 persen pasir, dan 1,8 persen material penyusun lainnya.
Batu fosfor adalah jenis batu yang dapat memancarkan cahaya apabila terpapar cahaya di siang. Tapi batu fosfor disini berbeda levelnya. Setetes air wangi berwarna cyan mampu membuat seluruh ruangan memancarkan cahaya, itu artinya ruangan ini disusun oleh bebatuan itu.
Hasan menjilat batu fosfor yang menonjol agar batu itu bersentuhan dengan tinta basah di lidahnya. Seketika cahaya cyan yang menerangi ruangan berubah menjadi cahaya hitam legam.
Semua orang terkejut sekaligus panik. Hanya Hasan yang bisa melihat di tengah cahaya gelap yang menyiraukan ini.
__ADS_1
Tidak sulit menemukan Lim dan ketua penjarah itu, dalam penglihatan Hasan mereka adalah dua skeleton yang sedang memeluk satu sama lain.
X-ray adalah bentuk radiasi elektromagnetik yang memiliki energi tinggi dan frekuensi tinggi. X-ray dapat menembus beberapa bahan dan jaringan tubuh manusia yang lembut, seperti kulit dan daging, karena energinya yang tinggi.
X-ray bekerja dengan cara melewati bahan dengan mengionisasi atom-atom di dalamnya. Ketika X-ray melewati jaringan tubuh, sebagian sinar-X akan diserap oleh jaringan dan organ di dalam tubuh, sedangkan sebagian lainnya akan terus melewati dan menciptakan bayangan di belakang jaringan tersebut. Inilah yang memungkinkan kita untuk melihat gambar internal tubuh, seperti tulang, organ, atau struktur lainnya, menggunakan teknologi radiografi atau pemindaian sinar-X. X-ray tidak dapat menembus materi yang lebih padat dan tebal, seperti logam atau beton.
Namun, X-ray milik Hasan berbeda, matanya tidak memancarkan gelombang elektromagnetik melainkan gelombang lain. X-ray nya mampu menembus batu, logam, dan dinding anti X-ray bunker Amerika. Batasan X-ray hanyalah jarak 50 meter.
Hasan menarik tangan Lim yang hanya kerangka di matanya, menempelkan Lim ke pelukannya lalu membawanya ke tempat Silverblade bersembunyi.
Hasan merebut kembali batonnya, juga pistolnya. Lalu bergerak seorang diri di tengah kegelapan. Lim dan Silverblade yang tidak punya kelebihan itu hanya bisa diam di balik batu.
Hasan mulai menghajar para penjarah, mulai dari yang memegang senjata laras panjang. Satu persatu dia tumbangkan dengan pukulan keras di pelipis mereka. Tersisa si ketua yang tidak bisa melihat.
Hasan menendangnya ke sumur, terlihat air sumur itu mengubah warna kulitnya menjadi cyan. Tak hanya warnanya yang berubah tetapi juga baunya. Dia menjadi sangat harum, bagaimana malaikat yang turun dari surga.
Keadaan menjadi kacau saat wanita yang tergabung dalam kelompok penjarah terpesona oleh aroma itu. Hasan menyadari betapa berbahayanya situasi ini. Kegelapan tidak bisa menghalang bau, itu artinya Lim juga terpengaruh aroma itu. Beruntungnya Silverblade bertindak cepat dengan memborgol tangan Lim dengannya.
Ketua penjarah di keroyok oleh para wanita yang tergila gila pada bau tubuhnya. Dia berusaha lari namun malah jatuh ke sumur itu lagi. Ngerinya para wanita itu mengikutinya terjun ke kolam, tubuhnya terinjak injak dan tidak ada ruang untuk berdiri. Akhirnya pria itu mati tenggelam di bawah kaki para wanita yang mengejarnya.
"Jalanan sudah bersih, aku juga sudah ambil air wanginya. Sekarang ayo kita pergi!"
Hasan membawa air wangi, sedangkan Silverblade membawa Lim. Mereka bertiga berhasil keluar dari ruangan gelap itu bersama beberapa penjaga yang berhasil menemukan pintu keluar.
Salah satu penjaga yang tertinggal di dalam meraba tembok dan menemukan tuas. Dia menarik tuas itu ke bawah tapi tidak terjadi apa apa. Lalu dia tarik tuasnya ke atas. Sesuatu pun terjadi. Pintu keluar satu satunya dari ruangan itu tertutup. Langit langit ruangan terbuka, lalu lantai atasnya terbuka, hingga mencapai permukaan dan cahaya matahari masuk diantara celah.
Batu fosfor pun menyerap cahaya matahari dan ruangan itu menjadi sangat terang.
"Arggh! Aku tidak bisa melihat, apa aku sudah mati?!" teriak salah satu penjarah.
Hasan melihat ke balik pintu batu yang menutup jalur masuk. Air wangi memenuhi ruangan itu menenggelamkan semua orang di dalamnya. Pemandangan itu terlalu mengerikan untuk dilihat.
__ADS_1
Hasan mengarahkan semua orang ke pintu keluar. Tak lama setelah itu terjadi semburan besar dari bawah tanah. Air wangi keluar secara serempak dari tanah yang mengurungnya, menciptakan air mancur jamur yang sangat besar. Semburannya sangat deras sampai membanjiri setengah area lapisan pertama.
Masalah muncul saat air mancur itu tidak kunjung berakhir, airnya mulai mencapai area lapisan kedua, kerugian materi tidak akan terhindarkan jika lapisan kedua banjir.
"Bagaimana sekarang?" tanya Hasan ke Silverblade.
Perhatian Silverblade tertuju pada dua orang yang sedang berjalan cepat ke arahnya. Dua orang itu adalah kolonel Graham dan satu orang lagi yang tidak dia kenal.
"Kolonel Graham!!" seru Hasan dan Lim bersamaan.
"Bertemu denganmu disini di luar perkiraan ku Hall Fame. Maksudku perkiraan kami, hehee."
Kolonel Graham nampak was was di dekat pria itu.
"Orang ini adalah unknown. Orang nomor dua kita."
Hasan terkejut melihat wajah wakil pemimpin. Bukan karena dia tampan atau unik, tapi karena penuh bekas yang tidak wajar.
"Biar aku ambil alih dari sini. Kalian tidak akan disalahkan karena menyelinap masuk." ucap Unknown dengan dingin.
Hasan dan kolonel Graham saling menatap, saling menelisik pikiran masing-masing. Merasa lelah Hasan pun mengambil kantung berisi air wanginya dan meninggalkan tempat itu.
Tangan kolonel Graham hinggap di bahu Hasan. Hasan lupa kalau dia harus menjelaskan tujuannya datang ke tempat itu dan mengenai pekerjaan mengawalnya.
"Kita harus bicara empat mata."
Kalimat itu memupuskan harapan Hasan untuk beristirahat di rumah.
"Tapi aku sangat lelah, dan bosku sedang menunggu..."
Tatapan kolonel Graham sangat tajam bagaikan jarum yang menusuk mata lawan. Akhirnya Hasan menyerah dan mengikuti kolonel Graham.
__ADS_1
...***...