A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
14. LP Trauma Apple


__ADS_3

Karena tidak fokus saat berjalan karena menghirup aroma farfum, aku pun menabrak seseorang yang sedang berjalan tapi dia juga salah tidak lihat lihat saat berjalan.


Tumpukan buku yang ia bawa jatuh dari genggamannya. Aku membantunya mengambil bukunya yang berserakan sebelum diinjak oleh pengunjung lain.


"Maaf ya mbak, tadi saya tidak fokus."


"Eh...? Iya, gak papa mas."


"Carol!!."


Teman si wanita memanggil. Instingku bangkit, mengatakan kalau wanita itu adalah wanita kaya raya.


Insting yang aku maksud adalah senjata yang telah lama aku sembunyikan milik Hasan si playboy kelas berat. Kemampuan untuk menilai wanita hanya dari tatapan mata dan ekspresinya ketika berbicara.


Aku pun buru buru memberikan buku yang ku pungut kepada wanita yang bernama Carol ini dan kabur dari sana.


"Ehh mas..!!."


Aku dengar suara mba Carol sekilas seperti memanggilku tapi aku mengabaikannya karena aku tidak tahan dengan aura wanita kaya.


"Halo...!!,"


Mbak kutu buku yang imut ini mengejarku bersama temannya si takjil.


Aku kira apa ternyata dia mengejarku untuk mengembalikan farfum apel yang jatuh saat kami bertabrakan tadi.


"Anu mas, boleh minta nomor teleponnya?,"


Aku terperanjat mendengar permintaannya yang tiba-tiba. Mbak kutu buku itu pun langsung ditarik oleh temannya.


Aku mulai berpikir setelah kecelakaan itu kharismaku naik di mata wanita. Bagaimana aku tidak berpikir begitu, pertama mbak Melinda, lalu mbak Siska, sekarang mbak kutu buku ini.


Mereka seolah terpesona olehku. Mungkin saja bukan hanya penciumanku yang menajam tapi kharismaku juga naik.


Entah kenapa rasanya konyol...


"Anu mbak, mbak tahu farfum apel yang wanginya luar biasa?."


Saking gugupnya sampai salah bicara.


"farfum apel yang baunya luar biasa?. Mungkin teman saya tahu."


Si wanita takjil menatapku. Tatapannya membekukanku, wanita ini punya kharisma yang kuat. Aku tidak menyangka bertanya soal farfum bisa semendebarkan ini.


"Saya pernah melihat 3 orang wanita mengenakannya. Farfum yang wanginya sangat tajam tapi menyejukkan hati orang yang menghirupnya. Apa ada farfum yang seperti itu?."


"Saya tidak tahu."


Jawabannya sudah dapat aku perkirakan. Si kutu buku ngotot ingin minta nomorku, akhirnya aku pun memberikannya.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba angin yang lembut menyentuh pipiku. Angin itu membawa aroma wangi yang selama ini menghantuiku, seolah memintaku untuk menemukannya. Farfum apel yang sangat indah itu muncul entah darimana di tengah kerumunan yang ramai ini.


Aku tidak tahan lagi untuk mengejarnya, aku berjalan cepat ke semua kios berharap menemukan sumber aroma wangi itu.


Kali ini pencarianku dibantu oleh pengunjung lainnya yang juga menikmati aroma itu. Pria dan wanita, anak-anak dan lansia, orang-orang yang terpengaruh semakin banyak.


"Darimanakah asal aroma yang manis ini...?." Tanya seorang nenek dengan nada berpuisi.


"Dari mbak yang itu..!!." Teriak seorang pria.


Aku mengalihkan pandanganku. Sosok yang berdiri membelakangi air mancur itu sangat rupawan.


Aku langsung menghampirinya dan bertanya merek farfum apa yang dia gunakan. Tapi otakku membeku seketika saat menatap matanya. Dia sangat cantik.


"Bapak mau tahu farfum yang saya pakai?."


Aku mengangguk dengan kencang.


"Sebaiknya bapak siapkan memo karena mereknya cukup panjang."


Aku membuka memo hp ku.


"Love phobia Trauma Apple."


Merek ini sangat asing di telingaku.


Aku didorong jatuh oleh seorang pria. Aku lihat sinar menyilaukan terpantul dari kepalanya yang botak licin.


Bahasa si botak kasar ini tidak bisa dimengerti. Bahasa yang dia gunakan seperti bahasa inggris tapi dengan logat yang sangat berbeda.


Postur badannya yang tinggi besar seolah menjelaskan kalau dia bodyguard dari wanita cantik ini.


Wanita cantik mengulurkan tangannya padaku, aku pun meraihnya dan dia membantuku bangun.


"Farfum itu tidak bisa anda temukan di Indonesia. Hanya dijual di Singapura, itu pun hanya orang kalangan atas yang bisa membelinya."


Wanita cantik memberikan informasi gratis. Sekilas dia terlihat seperti seorang bidadari. Lalu untuk yang kedua kali aku dijatuhkan ke tanah oleh si pengawal botak.


Orang-orang di sekitar lokasi hanya menonton.


Di dorong tidak masalah buatku, yang penting aku tahu kemana harus pergi.


***


Aku pulang dengan kondisi satu gigi geraham patah dan bajuku kotor.


Kalau hulk itu bisa melakukan kekerasan di tempat umum berarti bos nya si cantik berambut hitam poni itu bukanlah orang biasa.


"Apa yang kamu beli disana nak?," Tanya Ayahku.

__ADS_1


"Farfum,"


"Farfum haji kah?."


"Bukan, kalau itu Hasan sudah punya. Ini farfum beraroma buah."


Aku terkejut melihat reaksi ayah saat mencium aroma farfum keju. Baunya seperti susu basi kata ayahku. Pasalnya keju memang susu yang difermentasikan dalam waktu yang lama.


"Bagiku ini harum."


Ibu bergabung ke perdebatan kami soal farfum.


Kami berdebat sampai senja.


Saat melihat sebagian langit sudah menjadi jingga sementara sisanya lagi berwarna abu-abu gelap kami pun memutuskan menyudahi perdebatan ini dan bersiap untuk makan malam.


Ketika akan tidur aku teringat perkataan wanita cantik tadi siang.


Love Phobia Trauma Apple.


"Pftt... siapa yang memberikan nama panjang yang konyol seperti itu?." Gumamku sebelum memejamkan mata.


***


Masih di akhir pekan. Entah kenapa hari minggu sangat cepat berlalunya. Padahal aku hanya melamun seharian.


Waktu kecil aku senang menghabiskan malam minggu dengan nonton tv. Masalahnya saat ini aku tidak punya tv. Rencananya 3 - 4 bulan lagi aku akan membeli tv led.


Hari itu juga aku berencana pergi ke rumah lamaku sekedar ingin tahu bagaimana kondisinya sekarang.


"Hasan pergi dulu ya."


Aku mengambil jalan memutar supaya tidak lewat di depan kantor BPOM, masih ada pegawai yang bekerja saat yang lain libur salah satunya pak Naryono si ketua divisi lapangan.


Cukup jauh aku berjalan kaki sampai akhirnya menemukan rumah lama kami dalam keadaan rata dengan tanah.


Cukup menyedihkan melihat rumah itu menghilang dari atas tanah.


Temanku yang menyebalkan datang dari arah samping.


"Kamu datang untuk merayat ya?, untuk rumahmu yang sudah mati, hahahahahaa...!!."


"Haaahhh... Ratna, Ratna, kenapa belakangan ini kau banyak omong?, apa karena kau sedang hamil makanya jadi sangat sensitif?."


Aku dengar kabar ini sebulan yang lalu. Ternyata Ratna sedang hamil 3 bulan diluar nikah.


Tawaku pecah saat mendengar kabar tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2