A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
75. Bertahan


__ADS_3

Orang-orang itu tidak tahu kalau nyonya Yin adalah mantan diktator dari negeri tirai bambu. Menguasai bela diri adalah hal yang lumrah bagi pria maupun wanita, tua maupun muda, di negara itu.


Nyonya mematahkan hidung bajingan mesum itu lalu memukuli 5 orang lainnya dengan sapu dan kipas tangan.


"Dunia ini penuh dengan orang-orang berbahaya, karena itulah para wanita harus kuat. Selain mencari perlindungan dari komunitas yang benar-benar melindungi, belajar cara mempertahankan diri juga penting."


Nyonya Yin menatap Hasan yang berdiri di ambang tangga.


"Kenapa? Tidak pernah melihat cewek yang jago bertarung?" Tanya nyonya Yin sambil membenarkan tali bh nya yang hampir lepas.


"Anda tidak apa apa nyonya Yin? Haruskah saya berjaga di depan tangga?" Tanya Hasan.


"Tidak perlu. Kau harus berjaga saat pagi kan. Tidurlah!"


Aslinya wanita itu sangat galak. Hasan langsung melesat ke kamarnya karena dia tahu wanita itu bisa memantaunya lewat kamera cctv.


"Selamat malam semuanya." ucap Hasan pada udara.


***


Hasan yang lupa memasang alarm terlambat bangun dan dikerjai oleh Silverblade. Blade menitikkan air ke muka Hasan. Makin lama dia menumpahkan segelas air ke wajah Hasan, membuat Hasan terpelanjat.


"Bangun pangeran tidur. Mentang mentang kau ganteng kau pikir bisa tidur di jam kerja." Gerutu Silverblade.


"Jam berapa sekarang Blade?"


"Jam 7. Kau sudah ngaret selama 1 jam lebih. Sekarang mandilah dan bersiap pergi ke depan pintu."


"Aku benci misi ini...!"


Hasan membuka hari dengan perasaan lelah dan ngantuk. Tadi malam dia hanya tidur selama 4 jam yang mana biasanya dia tidur 6 sampai 8 jam.


Kamar mandinya cukup bagus dan bersih sehingga menambah semangat Hasan dalam memulai hari.


Hasan pergi ke depan dengan pakaian terbaiknya, bertukar shift dengan Blade yang kelelahan.


"Tugasmu hanya menjaga nyonya Yin. Karena ini misi pengawalan kau harus mengikutinya kemanapun dia pergi." Tutur Blade.


"Apapun akan aku lakukan untuk keluar dari tempat sialan ini."


Tidak ada pengunjung restoran yang mencurigakan di pagi hari yang gelap ini. Hasan memastikan tidak ada pengunjung yang membawa benda tajam ke dalam restoran. Setelah itu pergi mengikuti nyonya Yin yang hendak berangkat menuju rumah keluarganya.


"Aku menceritakan kejadian tadi malam kepada keluargaku. Tampaknya mereka sangat khawatir sampai memintaku datang kesana."


Hasan hanya mengangguk. Gayanya yang kaku membuat nyonya Yin enggan berbicara banyak.


"Saat kita memasuki kampung tionghoa, sebaiknya kau jaga tata kramamu. Kalau ada yang senyum senyumi balik. Itu adalah perumahan elit khusus orang cina."


Hasan mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Apa disana hanya ada orang cina nyonya?"


"Benar. Kenapa?"


Tempat yang spesial seperti itu sangat cocok sebagai tempat persembunyian. Kabarnya juga tempat itu terlarang dimasuki oleh orang pribumi. Kampung orang-orang cina berduit, namanya kampung Shenhe.


"Tidak apa-apa nyonya. Aku hanya penasaran seperti apa bagian dalam kampung yang dikelilingi tembok besar itu."


Nyonya Yin terdiam selama beberapa saat lalu berkata ke Hasan.


"Pembohong. Jawabanmu tidak nyambung dengan pertanyaanmu. Cepat atau lambat aku pasti tahu maksudmu yang sebenarnya."


Hasan menelan air liur, wanita di depannya jelas tidak bisa dibohongi. Selain memiliki aura intimidasi yang kuat, keahlian bela diri, tingkat intelektualnya juga cukup tinggi. Tidak heran dulunya ia pernah jadi penguasa.


Hasan [Aku akan ikut nyonya Yin ke perkampungan orang tiongkok. Aku akan mencari keberadaan si ******* disana.]


Bounty Hunter [Bagaimana caranya?]


Hasan [Ada deh. Setidaknya aku akan mencari ke tetangga tetangga dekat rumah keluarga Yin Yue.]


Silver Blade [Itu ide yang konyol, bagaimana kalau kau dikira pencuri?]


Bounty Hunter [Benar, benar.]


Hasan [Tidak akan. Aku punya trik jitu.]


Trik jitu itu adalah jalan jalan keliling komplek dengan X-ray menyala.


Setelah mendapat izin dari nyonya Yin Hasan mendapat pengawalan dari nyonya Yin sendiri. Maksudnya Hasan diizinkan mengelilingi komplek dengan diawasi oleh nyonya Yin yang berjalan bersamanya.


"Anda kelihatan sangat berhati-hati, apa saya membuat anda merasa tidak nyaman?" Tanya Hasan.


"Sulit menjelaskannya. Aliran chi mu berbeda dari kebanyakan orang."


"Aliran chi? Itu tenaga dalam yang muncul dalam film pendekar china kan? Bukankah semua itu, kecuali sejarahnya hanya khayalan semata?"


"Pandangan setiap manusia berbeda-beda. Keyakinan dan tujuan kita berbeda. Kau tidak bisa melihatnya karena tidak memiliki keyakinan yang sama denganku." Tutur nyonya Yin menyinggung ke hal hal berat.


"Apa yang dikatakan chi saya?" Tanya Hasan lagi.


"Chi mu terlihat berantakan. Terutama di bagian ini, ini, dan ini. Ketiga titik itu adalah pusat berkumpulnya chi."


Nyonya Yin menunjuk ke badannya.


"Apa ada sesuatu yang spesial darimu?" Tanya nyonya Yin penasaran.


Nyonya Yin menuturkan kalau dia sudah penasaran dengan Hasan sejak pertama kali mereka bertemu di restoran.


Hasan menerangkan kalau dia pernah hampir mati sebanyak 4 kali. Tabrakan dengan pembatas jalan, tersambar petir di wc, keracunan karbon monoksida di mobil, dipukuli begal. Kejadian kejadian itu membuat tubuhnya terasa aneh.

__ADS_1


Nyonya Yin ternganga. Dia menghentikan langkahnya.


"Ada apa nyonya Yin?" tanya Hasan penasaran.


Nyonya Yin membuka mulut dengan terbata-bata. Badannya tampak menggigil.


"Nyonya Yin ada apa?!!"


Nyonya Yin menggelengkan kepalanya dengan kuat dikala Hasan mengguncangnya dengan kuat.


"Sulit menjelaskannya pada orang yang tidak percaya."


Nyonya Yin menundukkan pandangannya, dia berjalan seperti itu.


Karena nyonya Yin tiba-tiba jadi aneh Hasan pun menyudahi pencariannya dan mengajak nyonya kembali ke kediaman keluarga besarnya.


***


Di ruko seberang restoran, Hunter sedang bersantai di balkon sambil memainkan lagu dengan ukulele.


"Na~ na~ na~ "


"...???"


"Wanita yang baru masuk ke restoran tadi sangat mirip dengan yang di sketsa. Sebaiknya aku memberitahu Silver Blade.


"Apa!! wanita itu muncul!!?"


Silverblade langsung mengambil topengnya lalu menuruni tangga ke lantai 1. Dia sudah siap dengan sebuh pistol.


"Angkat tangan! berbaliklah pelan pelan,"


Wanita berambut coklat itu berbalik, sejak awal Silverblade sudah ragu, mana mungkin teror*s itu muncul di siang hari buta.


Silver Blade [Bukan dia Hunter.]


Bounty Hunter [Ahh maaf, mataku terasa berkunang kunang setelah tidak tidur semalam.]


Silver Blade [Kalau begitu tidurlah. Aku akan menjaga tempat ini selama Hall Fame pergi.]


Bounty Hunter [Oke😘]


Silver Blade [🤢🤮]


Bounty Hunter [😅😅😅]


Silver Tongue sedang bersantai di ruangan cctv dengan ditemani banyak wanita cantik.


"Semoga saja teror*s itu tidak muncul. Aku ingin makan gaji buta selamanya, hahahaahahaha...!!" Gumam Silver Tongue pada para wanita.

__ADS_1


***


__ADS_2