
Keheningan menyudutkan perasaan Silverblade. Perasaan ini juga mereka rasakan saat pertama kali bertemu di medan perang penuh darah. Keheningan di tengah ladang yang penuh mayat bergelimpangan.
Silverblade teringat masa lalunya lagi. Dia selalu berusaha menghindari Mika, tapi Mika semakin memperhatikannya. Sekarang keadaan menjadi terbalik, Silverblade tidak bisa melupakan Mika dan Mika mencoba menjauh dari Cakra Silverblade.
Silverblade lebih berani dari perkiraan Hasan, dia keluar dari toilet kemudian berdiri menghadap Mika.
Mika memperhatikan matanya dengan seksama.
Silverblade menjatuhkan dirinya hingga berlutut di lantai toilet yang kotor.
"Aku prihatin atas kehidupan yang kau jalani setelah perang. Aku akui semua penderitaan yang kau hadapi setelah perang usai berakar dari kesalahanku. Aku tidak berharap kau memaafkanku, aku tidak akan melarangmu mengambil keputusan sendiri lagi, tapi ku harap kau dua sampai tiga kali sebelum memutuskan."
"Cakra... "
"Aku benci kau! Tapi melihatmu menyalahkan dirimu sendiri membuatku sedikit kesal. Dan juga aku minta maaf karena seminggu yang lalu bersikap lancang padamu."
Mika berjongkok, lalu membelai rambut Cakra. Dengan senyum tipis dia membalas tatapan penuh harap Cakra.
"Itu kejadian buruk di masa yang mengerikan, jadi jangan diungkit ungkit lagi, hiduplah untuk masa depan seperti aku. Cakra Silverblade, terima kasih sudah mengundangku. Aku memaafkan semua kebodohanmu di masa lalu." Mika tersenyum pada Cakra setelah sekian lama.
Anjing anjing Silverblade seolah bisa merasakan perubahan hati tuannya. Mereka melorong seperti sekawanan serigala.
Mika ingin pergi karena merasa urusannya sudah selesai, dengan cepat Cakra memegang tangannya.
Cakra mengajaknya makan siang seafood sebelum dia pulang.
"Terima kasih, kalian boleh pulang sekarang." Kata Cakra ke Hasan dan Lim.
"Seenaknya saja...!" gerutu Hasan.
Silverblade kembali dan mengucapkan terima kasih pada Hasan dan Lim. Dia juga berjanji akan bersikap lebih baik ke mereka saat di departemen nanti.
Hasan merasa puas begitu pula dengan Lim.
Kekesalan Hasan langsung padam saat ingat istrinya memasak barbeque hari ini. Fyp, usia kandungan Siska sudah hampir 6 bulan.
Menanti kelahiran memang sangat lama, apalagi Hasan berjanji akan menemani Siska di saat persalinan. Dia khawatir tidak bisa menepati janjinya karena pekerjaan yang kian banyak dan sulit.
Buang dulu semua pikiran yang mengganggu, Hasan mengajak Lim makan barbeque di rumah sayangnya Lim sudah berjanji ingin pergi ke bioskop malam minggu ini bersama teman temannya.
__ADS_1
"Burn Shadow akhirnya mau pergi denganku. Doakan aku berhasil berteman baik dengannya agar dia lebih terbuka pada kita."
Hasan berjanji akan berdoa saat sampai rumah, di tengah jalan dia sempat berhenti untuk memberikan uang kepada pengemis, dan khusus untuk tetangga lamanya yang kehilangan 2 anaknya. Hasan memberikan mereka cek 10 juta rupiah. Untung saja mereka tidak pindah dari rumah itu.
"Pak! Lihat pak! Ada yang meninggalkan amplop berisi 10 juta rupiah di dalam pot kembang rumah kita..!!"
Mendengar kata pot kembang entah kenapa mengingatkannya dengan pak Mulyadi. Tangan kanan pak Naryono yang dipecat karena melakukan pencurian dan fitnah kepada rekan satu kantor.
Hasan kembali tancap gas. Di rumahnya kini ada seorang pembantu, wanita muda yang cantik, yang tidak lain adalah Hajeera teman sekantor BPOM Hasan dulu. Hajeera merasa tidak cocok dengan kantor BPOM nya yang sekarang. Alasan utamanya karena 2 teman baiknya sudah berhenti berkerja. Siska resign sebulan yang lalu saat perutnya semakin berat. Siska tidak perlu mengkhawatirkan biaya hidup karena suaminya berpenghasilan besar dan tabungan mereka masih banyak.
Siska adalah wanita paling beruntung saat ini.
Hajeera membantunya menyiapkan piring dan memindahkan barbeque. Hati Hasan terasa sangat hangat melihat istrinya menyiapkan makan malam yang begitu mewah. Hasan memang bukan tipe suami yang suka marah marah ke istri.
Setelah makan malam Hajeera pamit pulang, Hasan ingin mengantarnya tapi Hajeera bersikeras ingin pulang sendiri.
"Kau harus menjaga mbak Siska. Lagipula jam 9 belum terlalu malam." Ucap Hajeera sebelum pulang naik sepeda motor, mungkin motor itu salah satu alasan dia tidak mau diantar pulang.
Hasan mulai menanyakan hal hal nakal ke Siska, seperti berapa ronde kamu tahan malam ini? Dan jam berapa kamu mau tidur malam ini?
Siska menjawab dengan senyuman lalu berkata, aku sedang tidak bisa melakukannya malam ini. Pinggangku sakit setelah tergelincir tadi.
Hasan langsung memeriksa punggung istrinya dan beruntung tidak terjadi apa apa pada bayi mereka.
"Di depan kamar mandi."
Hasan berencana mengganti keset nya besok, malam ini dia hanya ingin beristirahat dengan tenang.
Aktivitas malam minggu para agen kita antara lain: Hasan sedang asik main dengan istrinya. Supaya pinggul sang istri tidak tambah sakit Hasan memelankan speed nya dan merentang istrinya di atas kasur.
Lim, Burn Shadow, dan Kyle sedang nonton bareng di bioskop.
Cakra Silverblade masih berada di room cafe, terlarut dalam obrolannya dengan Mika, hubungan mereka membaik berkat kemampuan berbicara Silverblade, bukan tidak mungkin mereka akan melanjutkannya dengan 'itu'.
Beyond Birthday sedang berjalan jalan di tepi sungai guna menikmati kesendirian.
Kolonel Graham sedang menghadiri pesta kecil kecilan mantan istrinya.
Semua tampak damai kecuali di suatu tempat yang jauh dari jangkauan Hasan dan yang lainnya.
__ADS_1
Ingat wanita cantik yang ditemui Hasan di bazar farfum? Dia adalah seorang teror*s yang disebut The Flow.
The Flow inginkan kekacauan, dia memasang bom asap di sekitaran kantor gubernur kalimantan selatan.
Di malam hari bom itu meledak dan asapnya menutupi seluruh bagian kantor. Siang harinya asap itu hilang. Orang-orang yang masuk ke dalam bangunan itu tidak menyadari adanya asap berbahaya yang masuk ke tenggorokan mereka.
"Ini adalah senjata biologis baru. Bakteri waktu. Nampaknya orang-orang di dalam sana menyadari aroma khusus yang ditinggalkan oleh asap tapi mereka menganggap itu hanya bau biasa."
The Flow meninggalkan tempat itu dengan tenang, dengan nyawa para korban di tangannya, dia bisa membunuh atau menjadikan mereka sandera kapanpun ia mau.
***
Hasan masih di Grace Company, membantu asisten Carol membuatkan kopi dan sereal untuk CEO mereka. Entah kenapa tingkah Carol belakangan ini kekanak kanakan.
"Kenapa dia suka makanan anak-anak seperti ini?"
Hasan mencicipi sereal coklat itu dan langsung jatuh cinta pada rasanya.
"Rasa ini... ini luar biasa...!!!" Hasan mencicipi sereal yang seharusnya untuk CEO lalu mengantarkannya saat tinggal setengah.
"Kenapa hanya segini? Berapa banyak yang kau masukkan ke mangkuk?"
"10 bungkus bu. Maaf...! Tadi saya sempat mencicipinya, tidak disangka saya malah kebablasan."
Carol pun memarahi Hasan. Kau boleh mengurangi makananku asalkan jangan yang ini!!. Katanya dengan sangat marah.
Carol pun melaporkan kelakuan buruknya itu ke Silverblade.
"??? Agen kami memakan sereal anda sampai tinggal setengah??? Apa itu sereal langka dengan harga jutaan???"
Klien Grace Company : [Tidak juga sih, tapi dia telah lancang memakan serealku.]
Silverblade tertawa terbahak bahak.
DKK : [Baiklah saya akan memarahinya. Kalau dia masih melakukannya besok, anda boleh memberinya hukuman yang disahkan oleh departemen.]
Carol menatap Hasan dengan tajam.
Perkara sereal dan sarapan pagi hampir membuat Hasan terkena masalah.
__ADS_1
Hari-hari yang damai ini akan segera berakhir.
***