
"Diamlah bodoh! Siapa yang menyuruhmu memasukkan benda ke dalam sana?"
Setelah BB cek ternyata benar di dalam perut Burn Shadow terdapat sesuatu yang mencurigakan.
Pemandangan plastik dalam perut itu agak menjijikkan bagi BB.
"Bagaimana cara mengeluarkannya? plastik itu menyumpal bagian terdalam." Tanya BB ke Hasan.
"Aku tidak tahu. Bagaimana kalau kita pertemukan dia dengan Neon Blood, dia kan dokter ahli anatomi tubuh."
Lim datang. Dia bertanya kenapa Burn Shadow tidak memakai baju. Hasan memberitahunya barang asing di dalam perut Shadow yang harus segera dikeluarkan.
Lim menyarankan untuk menunggu Silverblade lebih dulu, karena dia adalah ketua operasi yang menangani urusan seperti ini.
Mereka pun menunggu Silverblade. Saat si kapten datang barulah mereka berunding untuk mengambil keputusan.
"Jangan bawa dia ke Neon Blood. Aku ragu orang itu menjaga kehigienis an alat alatnya dengan benar. Pokoknya jangan." Kata Silverblade dengan tegas.
"Kita bawa saja dia ke dokter operasi di klinik bedah. Aku punya seorang kenalan." Lim menyuarakan pendapatnya dengan penuh semangat.
Karena Hasan dan BB tidak memberikan opsi lain akhirnya mereka sepakat membawa Burn Shadow operasi dadakan ke dokter klinik bedah.
Hasan dan Lim ditugaskan menjaga dia.
Burn Shadow sangat tegang selama proses operasi itu. Walaupun dokternya sangat tampan dan bersuara lembut.
"Tenang ya bu, obat bius kami diimpor dari luar negeri. Ibu tidak akan merasakan apa-apa selama operasi nanti."
"Berhenti membuatku merasa lebih baik." Ucap Burn Shadow dengan ketus.
Akhirnya plastik dalam perutnya berhasil dikeluarkan. Burn Shadow mendapatkan 20 jahitan di perutnya karena ide konyolnya menyembunyikan barang tidak lazim ke dalam rahimnya.
Singkat cerita Burn Shadow bangun di kamar rumah sakit. Hasan tertawa melihat luka jahitan di perutnya.
"Sekarang kau tidak seksi lagi hahahhaa....!"
Burn Shadow memasang muka masam.
Barang yang dikeluarkan dari rahimnya rupanya adalah flashdisk yang berisikan data-data yang dicuri tersebut.
Burn Shadow mengaku sudah mencari ke setiap sudut data tapi tidak bisa menemukan data Amy Giselline. Departemen sengaja menghapus data agen yang tidak lagi aktif untuk menjaga kerahasiaannya.
"Dimana data agen itu? Aku membutuhkannya!"
__ADS_1
Burn Shadow menggenggam bekas jahitan di perutnya.
"Tenanglah nona Shadow."
Hasan menggengam tangan Shadow. Menahan gadis itu dari berbuat hal bodoh.
"Kau kan ahli mencari informasi, tapi aksesmu terbatas karena kau mencarinya dengan komputer biasa. Kalau kau mencarinya dengan komputer DKK aksesnya jauh lebih luas."
"Tapi kau harus mengakui kesalahanmu dulu dan bersumpah setia dengan DKK agar diizinkan bergabung ke departemen." Imbuh Lim, dia mendukung rencana Hasan.
"Tapi DKK sangat keras mendorong agennya bekerja. Aku pernah merasakannya di zaman Amy Giselline." Burn Shadow teringat masa masa kecilnya di departemen yang dikelola oleh Amy Giselline.
"Kolonel saat ini berbeda dengan zamanmu, beliau sangat baik, aku saja sempat tidak masuk kerja selama 1 minggu karena koma. Aku kira gajiku akan dipotong tapi ternyata tidak, gajiku masih utuh. Beliau juga memberikan salinan novel fantasi legendaris full volume seharga 3 juta."
Burn Shadow mulai tertarik dengan ucapan Hasan.
"Kau pernah dengar novel Hunter and The System? Itu adalah novel legendaris dari masa lalu, dan pak kolonel memilikinya dan menjualnya di bazar waktu dulu. Sayangnya karena serangan teror*s menghancurkan buku yang asli aku jadi hanya bisa mendapatkan salinannya. Beliau menyalin 24 volume novel itu bahkan covernya juga sama lalu dia jual padaku. Kalau bekerja di departemen aku akan mengurusmu dengan baik dan meminjamkan novel itu."
Hasan percaya penampilan dan kharisma bisa membuat seorang gadis jatuh hati.
Burn Shadow pun mulai jatuh hati pada Hasan, walaupun tahu dia sudah memiliki istri.
"Tapi, bagaimana kalau Rum Candle memenjarakanku?"
Burn Shadow akhirnya luluh dan memutuskan mengikuti Hasan ke departemen.
***
Silverblade bingung melihat Burn Shadow menempel ke Hall Fame. Gadis itu memegang tangan pria beristri itu dengan erat.
"Aku tidak akan bertanya apa yang terjadi pada kalian. Apa kalian sudah menemukan salinan datanya?"
"Ini kapten," Lim memberikan flashdisk itu ke Silverblade.
"Bau apa ini?"
"Itu bau wanita." Sahut Lim dengan santai.
Beyond Birthday menarik tangan Burn Shadow. Gadis itu berpegang kuat ke Hall Fame.
"Tunggu sebentar kapten Silver Blade. Kau harus mendengar pengakuan Bur Shadow terlebih dahulu."
Burn Shadow mengakui kejahatannya di depan semua anggota DKK.
__ADS_1
Lebih lanjut, Burn Shadow berkata ingin bekerja di departemen sebagai informan.
Kenyataan ini membuat Silverblade ternganga. Dia tidak bisa membujuk Shadow bergabung selama bertahun tahun sampai akhirnya dia menyerah, sedangkan Hasan berhasil kurang dari satu hari.
"Aku bersedia bekerja disini secara gratis asalkan kalian memberikanku akses ke data data penting lainnya. Contohnya data agen yang sudah berhenti. Dan aku mau agen Has menjadi partner ku di kantor."
Perilaku Burn Shadow berubah imut dan manja ketika di depan Hasan. Dia berakting seperti gadis bodoh yang jatuh cinta untuk membuat Silverblade muak. Karena Silverblade adalah orang yang paling benci dengan percintaan di lingkungan kerja.
Namun betapa marahnya pun Silverblade dia tidak bisa menghukum Burn Shadow karena gadis itu dilindungi oleh Hall Fame dan Lilipad.
"Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya kapten. Kehadiran Burn Shadow disini pasti sangat berguna bagi departemen. Sekalian bebaskan adiknya juga."
"Ini cara yang lebih baik, aku setuju pada agen Hall Fame." Beyond Birthday beralih kubu.
Meskipun hierarki Silver Blade lebih tinggi dia tidak memiliki kuasa absolut, keputusan tertinggi datangnya dari kolonel Graham.
Kolonel Graham pun datang, dia sudah tahu apa yang terjadi dari penjelasan Lim di telepon.
Hasan buka suara lebih dulu dari Silver Blade.
"Anda ingat event di bab 9 Hunter and The System!? Saat itu Heraemiel party tokoh utama hampir dieksekusi karena membawa kabur rahasia kerajaan, ke kerajaan musuh. Alasannya sederhana, untuk mencegah perang dengan cara yang tidak terpikirkan oleh raja Elf. Beruntung tepat sebelum pisau Guilottine menyentuh leher Heraemiel, Miguel Salga menembak Guilottine itu dengan api Ultimatum."
"Yang aku lakukan sekarang sama. Menyelamatkan seseorang yang masih layak diampuni."
Kolonel Graham terkejut Hasan menggunakan cerita dalam novel sebagai ilustrasi tindakannya. Hasan terlihat seperti chuunibyu di mata Kyle.
"Tolong ampuni mereka kolonel, kejahatan mereka memiliki maksud baik."
Hasan tundukkan kepala serendah tanah.
Burn Shadow yang terkesima dengan kerendahan hatinya berjanji akan mengikuti Hasan sebagai teman.
"Angkat kepalamu Hall Fame. Sejak awal aku tidak berniat menghukum Burn Shadow. Sebaliknya aku ingin menjadikannya bagian dari departemen karena kemampuan dan dedikasinya."
"Tidak ku sangka kita memiliki pemikiran yang sama selain hobi yang sama." Kolonel Graham tersenyum tipis.
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
__ADS_1
.................................................................................