A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
82. Kembar 4, Hagi The Flow


__ADS_3

Setelah nyonya Yin memutus kontrak para agen... Hasan meminta doa dan restu kedua orang tuanya baik ayah ibunya maupun orang tua Siska dan Siska sendiri. Supaya diberi keselamatan menghadapi The Flow.


Ibunya melepaskan kepergian anaknya dengan berat hati begitu pula dengan Siska. Hajeera ramai memberitakan keberangkatan Hasan ke Kal-Bar di grup BPOM.


Teman temannya di BPOM memanjatkan doa bersama untuk keberhasilan Hasan menangkap teror*s yang berbahaya.


Hasan berangkat bersama anggota DKK lainnya ke bandara. Ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di burung besi itu, getaran yang dia rasakan seakan menjadi suara terompet kenaikan status sosialnya, terlebih lagi kelas yang mereka pilih adalah kelas VIP.


Lim mengutarakan ketegangannya memulai misi kali ini. Bagaimana tidak, lawan mereka adalah teror*s yang berhasil lolos dari tiga kali kejaran DKK, polisi, dan militer.


Hasan tidak mau melirik ke Lim karena X-ray nya sedang aktif. Lim bertanya apakah Hasan masih bisa melihat ke balik bajunya. Hasan menjawab dengan jujur, Lim pun tertawa, Beda dari sebelumnya kali ini Lim mengizinkan Hasan melihatnya sampai puas, namun Hasan yang sudah bertobat tidak mau melakukannya dengan sengaja. Hasan menatap Lim setelah X-ray nya mati. Mereka berdua berbincang santai soal pekerjaan selama di pesawat.


Sementara itu Burn Shadow, Same Face (Kyle), dan Rum Candle tetap tinggal di kantor. Candle tidak ikut ke Kal-Bar dengan alasan harus menjaga seorang anggota yang penting. Dia sudah memperhitungkan kalau tindakannya ini akan membuatnya dibenci oleh Kolonel lainnya.


***


Di siang hari yang dingin pesawat yang mereka tumpangi mendarat di bandara Airlangga. Para agen turun dari sisi lain agar memudahkan mereka dan mempercepat mereka pergi ke lokasi. Lokasi yang dimaksud adalah gedung kantor DKK BARAT. Tapi mereka hanya singgah sebentar untuk menaruh koper, misi utama mereka adalah berjaga di sekitaran kantor gubernur.


Hasan di barisan belakang diajak ngobrol oleh seorang agen dari Kalimantan Timur yang tidak lain adalah Castle Snake, agen wanita mesum yang datang bersama Full Moon untuk mengambil salinan data Hasan saat baru pertama kali bergabung dengan DKK SELATAN.


"Mohon bantuannya ya~!" Ucap Castle Snake antusias dengan kedatangan Hasan.


"Iya. Ayo kita berpatroli ke belakang gedung." Ajak Hasan. Castle Snake mengikuti. Fokus wanita itu lebih baik dari yang Hasan kira, dia lebih banyak diam saat bertugas memberi Hasan sedikit rasa lega.

__ADS_1


Hasan melihat seorang wanita di belokan yang akan mereka lewati namun dia sengaja tidak memberitahu Castle Snake sehingga Castle Snake bertabrakan dengan wanita itu. Tujuannya untuk membuka penyamaran si wanita.


Ternyata benar dia adalah The Flow wanita yang dia lihat di cctv. Wanita itu masih mempertahankan penyamarannya dengan berpura-pura menjadi pegawai kantor, namun agen DKK TIMUR tidak bisa dibodohi.


Castle Snake menarik tangan The Flow lalu memasang borgol di tanganya. The Flow mengeluarkan semprotan berisi gas afrodisiak. Dengan cepat Castle Snake membatalkan niatnya memborgol The Flow dan segera mundur. Namun kaleng semprotan itu The Flow lemparkan ke arah mereka.


"Sialan!! Ternyata itu bukan semprotan melainkan bom!?!?"


Hasan menyapu asap dengan mengipaskan tangannya lalu menarik Castle Snake yang keracunan keluar dari asap afrodisiak berwarna pink tersebut.


Castle Snake batuk pandangannya menjadi tidak jelas dan birahi naik perlahan lahan. Dia mulai gila, jatuh hati pada area leher Hasan.


"Halo Silverblade! Kami menemukan The Flow wanita di belakang gedung!! Dia menyerang kami dengan senyawa kimia berbentuk gas yang memicu birahi orang yang menghirupnya, semacam gas afrodisiak dan dia pandai menyamar!!" Terang Hasan di alat komunikasi manusia.


Silverblade terpilih sebagai ketua di lapangan yang mengendalikan kedua regu. Regu pengintai pun bersiap menghadapi The Flow wanita yang dikonfirmasi bernama Hagi, mantan pasukan elit Israel. Untuk menghadapi seorang mantan pasukan elit diperlukan yang pandai menyamar diperlukan strategi khusus.


...***Di Kalimantan Timur***...


Saudari dari Hagi yang ternyata juga selamat dari insiden lubang api Persia sedang mencoba memasuki rumah gubernur dengan menyamar sebagai tukang antar gofood.


...***Di Kalimantan Selatan***...


Hagi yang asli sedang mengincar gubernur di kantornya.

__ADS_1


...***Di Kalimantan Tengah***...


Saudari Hagi sedang bersantai di warung kopi pinggir jalan. Dia menjadi satu satunya saudari wanita iblis yang berhasil menyelesaikan tugasnya tanpa mengulang. Dia adalah yang menenggelamkan gubernur Kalimantan Tengah ke sungai dan membunuh istrinya.


Ketiga saudari ini sedang menonton aksi adik termuda mereka yang di klaim merupakan yang terhebat di antara 5 bersaudari wanita iblis dari pasukan elit Israel.


"Sayang sekali kakak tertua tidak ada disini." Gumam Hagi yang sedang menyamar jadi pegawai. Dia menunda aksinya sejenak untuk menonton adiknya.


...***Kembali ke kantor gubernur Kal-Bar***...


Hasan berada di hadapan Castle Snake, yang terkena dampak zat afrodisiak yang mengkhawatirkannya. Hasan bingung mengapa hanya Castle Snake yang terpengaruh sedangkan dirinya tidak, padahal keduanya sama-sama terpapar gas tersebut.


"Sudahkah kamu merasa baik-baik saja? Aku akan mencoba memulihkanmu, Nona Snake," kata Hasan dengan nada cemas, sebelum akhirnya menampar lembut pipi Castle Snake.


Meskipun Castle Snake masih belum sadar, Hasan tidak putus asa. Dia bergegas menuju wastafel toilet umum dan mengambil segelas air. Dalam usahanya yang penuh harapan, Hasan menuangkan air tersebut ke wajah Castle Snake. Namun, upayanya itu belum membuahkan hasil.


Hasan memutuskan untuk mengurung Castle Snake di salah satu kamar mandi. Dengan cepat, dia mengunci pintu dengan kunci khusus yang diberikan oleh satpam gedung. Untuk memastikan agar pintu toilet tetap terkunci, Hasan meletakkan selembar kertas dengan pesan yang ditempelkan di wastafel.


Dengan tindakan ini, Hasan berharap bahwa tidak ada yang akan membuka pintu toilet Castle Snake, sehingga dia dapat memulihkan dirinya tanpa gangguan.


Hagi The Flow, sosok misterius, seakan menguap tanpa jejak setelah berpapasan dengan Hasan. Meski regu pengintai berusaha memburunya di setiap celah gedung, seperti hantu, Hagi The Flow menghilang begitu saja.


Ketika regu pengintai yang bertugas menjaga ruangan gubernur mulai berkurang jumlahnya karena terpisah-pisah, tiba-tiba The Flow muncul dengan aksinya yang menggemparkan. Dari suatu lubang ventilasi tersembunyi, dia melemparkan granat dengan kejam. Ledakan mengguncang ruangan, dan para agen terpental ke segala penjuru dalam kepanikan.

__ADS_1


Dalam suasana yang chaos, sang gubernur dengan sigap memanggil agen-agen terdepan untuk mundur, berusaha melindungi mereka. Namun, mereka pun tengah dihadapkan dengan *******-******* lain yang berafiliasi dengan The Flow, menjadikan situasi semakin rumit dan mencekam.


...***...


__ADS_2