
"Tapi kenapa..."
Melihat wajah tidak bersalah Melinda Hasan tersulut emosi dan memukuli Melinda secara membabi buta. "Aku tahu kenapa kau melakukan ini!! Pasti karena perselingkuhan kita kan!?!? Kalau kau ingin menghancurkanku harusnya jangan kau sentuh keluargaku!!!!"
"Jika Siska sampai tiada akan kubuat hidupmu seperti di neraka...!!!"
Silverblade mengangkat telepon dari Burn Shadow. Shadow kesal karena Hasan tidak mengangkat teleponnya, dia hanya tidak tahu apa yang terjadi di lapangan saat ini.
Silverblade hampir memecahkan layar ponselnya karena kabar yang diberikan oleh Silverblade.
"Bagaimana caraku memberitahunya...?" Gumam Silverblade, "Kematian tidak bisa dihindari,"
Hasan mencekik leher Melinda. Wanita itu mengerang kesakitan dengan tangan kanan memegang pistol milik Hasan.
Hasan dan Silverblade pun terkejut akan perlawanan yang diberikan pelaku. Melinda menembak Hasan kemudian berbalik ke Silverblade. Dengan cepat Silverblade menyadari keanehan pada Melinda, posturnya saat menembak dan kecakapannya membidik membuatnya terlihat lebih berpengalaman dibanding warga sipil. Malahan Melinda tampak seperti seorang ahli menembak melebihi atlet olahraga tembak.
Baku tembak antara agen dkk dengan pelaku pembunuhan pun tidak dapat dihindari. Selagi Hasan bersembunyi Melinda kabur melewatinya. Hasan kembali mengejar dengan kendaraan namun ban depannya dipecahkan oleh peluru.
Silverblade menawarkan tumpangan dengan motornya. "Jangan gegabah Hall Fame! Skill menembak wanita itu sangat tinggi, kurasa dia bukan orang biasa."
"Sudah pasti dia mempersiapkan banyak hal sebelum membalas dendam padaku kan. Karena aku menjadikannya wanita simpanan selama dia tidak bisa melunasi hutangnya. Dia adalah janda dengan 2 anak perempuan, aku mendatanginya 3 kali seminggu. Tapi itu dulu! Sekarang aku sudah bertobat, aku minta maaf dan mengiklaskan semua hutangnya. Tidak aku sangka dia membalas kebaikanku dengan cara yang begitu keji...!"
Silverblade mengangguk, dia tidak menyangka bualan Burn Shadow ternyata benar. Apa yang akan terjadi sekarang tergantung pilihan Hasan.
Silverblade memberi instruksi kepada anjing anjingnya lewat radio kecil di tangan para anjing, dengan gelang itu Silverblade bisa tahu dimana anjingnya berada dan mengarahkan mereka lokasi yang dia inginkan dengan siulan. Agar bisa membentuk formasi siulan yang diberikan pun berbeda dan Silverblade harus menyala-matikan gelang para anjing supaya formasinya terbentuk dengan rapi.
Tak butuh waktu lama bagi Silverblade mengisolasi target. "Anjing anjingku menemukannya di dekat kilang minyak. Mereka tidak bisa mendekat lebih dari 100 meter, ambil pistol di saku celanaku." Hasan mengambil pistol di saku celana Silverblade.
Sesampainya di kilang minyak mereka melihat si pelaku berada di atas tower sedang bersiap untuk bunuh diri. Hasan yang melihat itu pun berlari secepat mungkin.
__ADS_1
Melinda merasa dunia seolah runtuh di hadapannya. Dalam kegelapan pikirannya, dia mencari jalan keluar dari penderitaan yang dirasakannya. Namun, ketika ia berada di puncak tower kilang minyak, angin yang menyapu wajahnya memberinya refleksi singkat tentang apa yang telah ia lakukan dan bagaimana tindakannya telah merusak banyak nyawa dan menyakiti banyak orang. Perlahan, keputusasaannya berubah menjadi penyesalan yang mendalam, dan dia menyadari bahwa mengakhiri hidupnya tidak akan mengubah apa pun atau membawa perdamaian untuk dirinya maupun korban yang telah ia lukai.
Di saat yang sama, Hasan tiba di puncak tower kilang minyak dengan napas terengah-engah. Dia melihat Melinda berdiri di tepi, siap untuk melompat. Dengan penuh kasih, Hasan mencoba berbicara dengan Melinda, mengajaknya untuk berbicara dan mencari solusi bersama.
Namun, bagaikan helai daun yang tua manusia itu menjatuhkan dirinya ke tanah. Menghancurkan tulang dan meledakkan daging serta darahnya, Melinda orang yang pernah berjasa pada Hasan dan keluarganya pun berpulang pada malam itu.
Hasan terjatuh membenamkan badannya di atas papan yang dingin. Menyesal telah mengikuti bisikan setan untuk melakukan dosa. Sementara itu Silverblade memotret Melinda yang sudah tidak bernyawa. Dengan lembut dia menutup mata wanita itu dan menutupnya dengan kain putih yang ditemukan di sekitar lokasi.
Mobil ambulans datang, polisi juga datang, malam yang sunyi di kilang minyak menjadi ramai.
***
Hasan pergi menyusul istrinya ke rumah sakit, sedangkan Beyond Birthday baru kembali dari membayar biaya. "Terima kasih, aku akan mengganti uangmu setelah ini."
"Tidak perlu terburu-buru, itu hanya lembaran kertas bernomor. Maafkan aku Hasan, harusnya aku bisa melakukan sesuatu saat di ambulan, tapi aku memilih untuk diam saja. membantunya saat di Aku turut berduka cita Hasan." Beyond Birthday terisak tangis.
"Silverblade belum memberitahumu...??? Istrimu, dia tidak terselamatkan karena lukanya terlalu lebar."
Mata Hasan membulat sempurna, dia segera menghambur pintu ruang ugd, namun yang dia lihat berbeda dengan kenyataan yang dilihat BB sebelumnya. Siska belum meninggal, dia sedang dirawat oleh seorang dokter yang secara eksklusif bekerja untuk menyelamatkan nyawa keluarga para agen. Dokter itu adalah agen Neon Blood.
Bahkan Nameless juga ada disitu, tepatnya di luar jendela UGD. "Akhirnya kau datang, jangan beritahu siapa aku ke agen Beyond Birthday, aku lebih suka memberitahukannya dengan mulutku sendiri." ucap Nameless dengan santai bertengger di luar jendela yang berada di lantai 2.
"Tuan Name... Maksudku tuan Kencana, apa anda yang menyelamatkan nyawa istri saya?," tanya Hasan terbata bata.
"Lebih tepatnya Neon Blood yang menyelamatkannya, aku hanya membawanya kesini secara kebetulan, istrimu tidak akan mati selama dia bekerja dengan serius.
Hasan sedikit lega. Namun perih hatinya belum hilang.
"Sebenarnya wanita yang kau tangkap di flyover dengan yang mati di kilang minyak adalah dua orang yang berbeda."
__ADS_1
"Apa maksud anda...?"
"Yang kalian kejar sampai flyover sebenarnya adalah teror*s yang menyamar. Hagi si wanita iblis yang berhasil kabur dari penjara. Sedangkan yang bunuh diri adalah orang aslinya. Sepertinya teror*s melakukan sesuatu kepada wanita itu yang menyebabkan mentalnya rusak dan kemudian bunuh diri."
"Atau mungkin sesuatu yang lain, misalnya kekuatan supranatural." Hasan memotong ucapan Nameless.
"Apapun itu sekarang kau tidak perlu khawatir, istrimu akan baik-baik saja, sedangkan Hagi, dia sedang diburu oleh polisi sekarang. Yang perlu kau khawatirkan adalah dirimu sendiri, sebab harga yang harus dibayar atas inisiatif cepat Neon Blood akan sangat besar. Kau mengerti kan?"
"Ya," jawab Hasan singkat. Artinya dia harus mengabulkan setidaknya satu atau dua permintaan Neon Blood.
Hasan berpikir dengan cermat, berkaca dari kejadian ini dia tidak bisa tidak mengakui kalau pekerjaannya ini cukup membahayakan bagi orang orang di sekitarnya. Bergabung dengan CRYNO bukanlah jalan keluar tapi bergabung dengan CRYNO mungkin menjadi jalan satu satunya untuk mendekati Nameless. Pria yang mengetahui cukup banyak rahasia dunia ini mungkin akan berbagi informasi dengan anggota CRYNO.
Akhirnya Hasan meminta Nameless menerimanya sebagai anggota CRYNO namun secara tidak resmi. Nameless bingung dengan maksud Hasan, pria itu dengan lancang menyarankan hal yang disenangi Nameless.
"Kalau kau takut sebaiknya tidak usah ikut. Aku paling benci tekad yang setengah setengah seperti ini."
"Dengarkan aku dulu pak, saya setuju bergabung dengan CRYNO tapi dengan syarat tidak bepergian keluar negeri. Jadi saya akan mengambil misi apapun selama itu berlangsung di dalam negeri. Saya tidak takut, tetapi saya masih ragu untuk menapaki jalan itu, saya masih khawatir dengan dunia super power yang akan saya tapaki."
"Itukah alasanmu?" tanya Nameless lagi.
"Ya, saya tidak ingin mendengar tentang kekuatan supranatural itu sekaligus, jadi saya ingin melakukannya pelan pelan."
Nameless tersenyum, mengulurkan tangan ke Hasan, setelah perundingan soal gaji, jaminan dan tunjangan yang singkat Hasan akhirnya menjabat tangan pria itu dan resmi bergabung ke CRYNO.
"Untung saja belum lewat seminggu sejak kau menolak CRYNO. Kantor departemen pusat akan tetap dipindahkan ke Kal-Sel mengikuti perpindahan ibukota ke Kal-Bar. Sampai jumpa lagi."
Hasan menatap istrinya yang terbalik lemah di ranjang rumah sakit juga mengecek kondisi anaknya di bawah asuhan Lim. Divisi CRYNO akan segera dibentuk dengan Hasan sebagai anggota pertama yang direkrut langsung oleh Nameless.
...***...
__ADS_1