A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
41. Departemen Kepolisian Khusus


__ADS_3

Guk! guk! guk! guk!


Hasan disambut dengan hangat oleh anjing anjing galak yang tidak diikat.


Gigi mereka berkilau tanpa adanya noda seakan menandakan anjing anjing itu belum mengunyah apapun selama pagi ini.


Hasan mengambil sapu yang tergeletak di samping pagar lalu berusaha mengusir anjing itu, sampai seorang wanita berbaju pink keluar dari pintu kaca gedung itu.


Wanita itu bersiul, siulan itu menghentikan anjing-anjing itu menyerang Hasan.


Si mendekat lalu menaruh kedua tangannya di perutnya.


"Selamat datang pak."


"Anda tidak apa-apa kan?" Tanya wanita itu dengan senyum indah.


"Saya tidak apa-apa. Saya kemari untuk memenuhi undangan pak Cakra Silverblade." Tutur Hasan.


"Ehh? Anda datang untuk melamar kerja ya? Tapi kami tidak mendapat telepon sebelumnya."


Hasan lupa kalau Silverblade menyuruhnya menelepon ke nomor yang dia berikan terlebih dulu kalau mau bekerja. "Pak Cakra Silverblade memang sempat memberiku nomor telepon, aku tidak sempat menghubungi karena sibuk, karena itulah aku langsung datang kemari." Terang Hasan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tadi bapak bilang pak Silverblade? Oh saya tahu. Bapak adalah rekrutmen tertutup kami." Si wanita menepuk dahinya.


Si wanita mengangkat rok panjang hitamnya setinggi pinggang lalu membungkukkan badannya.


"Saya Cha Hae Lim, kalau susah panggil saja Lim."


"Selamat pagi Lim Noona. Saya Hasan, bisa saya bertemu pak Silverblade sekarang? Anda sangat cantik seperti idol korea." Hasan sedikit menggoda Lim. Hasan membuka hari dengan yang manis manis.


"Anda bisa saja. Orang Indonesia memang pemberani ya. Ikuti saya ke tempat wawancara."


Lim membawa Hasan ke ruang wawancara dimana ada seorang pria brewok sedang menunggunya.


"Ini rekrutmen yang dibawa Silverblade, namanya Hasan. Mungkin kita harus memikirkan nama alias yang keren untuknya." Ucap Lim.


Brak!


Pria brewok nan gemuk itu memukul lalat yang hinggap di meja sampai kaca atasnya retak.


Lalu seolah tak terjadi apa apa pria brewok meminta Hasan duduk di kursi depan.


"Selamat datang di Departemen Kepolisian Khusus. Seperti yang anda lihat tadi ada lalat hijau datang entah darimana. Sebagai anggota pasukan khusus humor kita pun harus khusus seperti tadi, aku memukul lalat tapi malah kacanya yang pecah, jadi... Ya begitulah..."


Si brewok tiba-tiba diam.


Hasan tidak mengerti humor apa yang coba dijelaskan oleh pria itu.


Lim meminta si pria untuk langsung memulai wawancara daripada melanjutkan humor nya yang garing.


Si brewok tetap tenang walaupun di ejek oleh Lim di depan tamu.


"Maafkan saya dan jokes garing saya." Si brewok mulai serius. Dia memperkenalkan dirinya. "Aku Bernard Beto, dipanggil Beyond Birthday."


Hasan menggaruk kepalanya. "Apakah itu nama alias yang dimaksud Lim??"

__ADS_1


"Beyond Birthday adalah nama samaranku. Nama alias ku adalah BB. Kau pun akan memiliki nama alias dan nama samaran saat bergabung. Aku yakin kau sudah tahu nama gadis disampingmu, nama aliasnya Lim dan nama samarannya Lilipad."


"Lilipad. Nama samaran yang sangat imut." Komentar Hasan.


Lim tersipu mendengar pujian Hasan.


"Saya menerima kerja dari pak Silverblade. Karena saat ini saya tidak tahu apa-apa tolong jelaskan kepada saya."


Sreet, seseorang membuka pintu geser di samping ruangan. Orang itu ternyata adalah Silverblade, dia sedang memasang perban di wajahnya.


Silverblade segera menghampiri Hasan yang terdiam melihatnya.


"Ohh kau sudah datang! Maaf, tadi aku sempat tidak mengenali suaramu karena ruangan ini kedap suara. Hahahahahaa...!!" Silverblade sudah tahu Hasan datang sejak dia dikejar anjing, karena itulah Silverblade tertawa mengingat tingkah randomnya.


"Tuan Silverblade, apa yang harus aku lakukan untuk mendaftarkan diri?"


"Kau tidak suka basa basi, itu bagus. Mari kita lihat seberapa bagus kualitas darahmu."


Silverblade mengambil kotak kecil dari laci di depan BB. Kotak itu berisi jarum suntik untuk mengambil darah pendaftar.


Hasan disuntik tanpa bius.


Ada sedikit kejadian lucu. Saat jarum suntik mendekat ke tangannya Hasan sedikit takut dan melempar wajah ke arah yang berlawanan dari jarum suntik.


Secara tidak sengaja dia mencium perut Lim yang berdiri di sampingnya.


Lim pun salah paham mengira Hasan takut dengan jarum suntik, padahal Hasan hanya terkejut. Lim memeluk Hasan untuk menenangkannya selama proses pengambilan darah itu.


"Tenang, rasanya cuma seperti digigit semut kok."


Hasan menangis tersedu sedu di pelukan Lim.


"Berhenti menangis pak Hasan. Aku pernah merasakannya, rasanya tidak sedikit itu sampai membuat seorang pria menangis." Silverblade mengejek sifat cengeng Hasan.


"Maaf... Sudah 10 tahun lebih aku tidak ambil darah, rasanya menakutkan."


Prosedur pendaftaran Departemen Kepolisian Khusus hanya pengambilan darah. Hasan langsung diterima setelahnya bahkan diberikan seragam yang harus dipakai setiap hari senin dan jumat.


Lim mengajaknya berkeliling kantor.


Ketimbang disebut kantor tempat itu lebih cocok disebut museum modern. Dengan didominasi warna putih kebiruan. Kantor itu memberikan nuansa modern yang kuat.


Lantai marmer putih bersih, 2 mobil mewah bahkan terpajang di depan pintu masuk.


"Siapa yang mendesain bangunan ini Lim? Tempat ini sangat keren dan bergaya modern."


"Tempat ini dulunya adalah museum, setelah Kolonel Graham membelinya tempat ini dirombak menjadi bangunan kantor. Ada 2 ruangan di gedung ini yang masih menggunakan gaya arsitektur yang lama. Pertama ruangan Kolonel Graham, kedua ruangan dapur."


"Hebat!" Ucap Hasan dengan kagum.


Lim menunjukkan ruang ganti pria dan wanita.


"Kita akan sering mengganti pakaian. Jangan tinggalkan sampah di ruangan ini. Lebih tepatnya jangan tinggalkan sampah di ruangan manapun dalam gedung ini."


Hasan mendapatkan fasilitas berupa kamar tidur, kamar mandi, dan toilet sendiri. Tujuan diberikannya fasilitas itu untuk membantu agem yang tidak bisa pulang ke rumah. Misal sedang diburu oleh polisi, bahkan ke masalah personal seperti bertengkar dengan orang rumah. Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah membawa orang luar departemen ke dalam kamar agen.

__ADS_1


Setelah menunjukkan semua ruangan yang perlu diketahui oleh agen baru, Lim memberikan kartu nama Hasan yang berisi nama alias dan nama samarannya.


Mulai hari ini Hasan resmi bekerja sebagai agen departemen khusus.


(Tugas dan pekerjaan Hasan akan dijelaskan di bab selanjutnya)


"Mulai hari ini anda adalah agen departemen khusus yang termuat dalam divisi lapangan. Bersama aku Cha Hae Lim."


"Benarkah?!"


Lim menggangguk dan menunjukkan senyum yang manis sebagai jawaban.


Hasan memeriksa kartu namanya.



- Profil yang diakui -


Nama asli : Hasan


Nama alias : Has


Nama Samaran : Hall Fame


Umur : 30 tahun


Alamat : ****



Nama alias dibuat oleh Silverblade. Terang Lim.


Agen [Has] diminta untuk pulang dan kembali ke departemen minggu depan.


Hasan pun kembali menemui pak Naryono yang sebelumnya mengantarnya dengan mobil dinas BPOM.


"Aku akan merindukanmu nak." Ucap pak Naryono.


"Kehidupan harus terus berjalan. Terima kasih untuk bimbingan anda selama setengah tahun ini."


Sebelum bergabung dengan Departemen kepolisian khusus tentu saja Hasan harus berhenti bekerja di BPOM. Sungguh disayangkan mengingat pekerjaan itulah yang membesarkan namanya.


"Jadi apa pekerjaanmu disitu?" Tanya pak Naryono yang berada di kursi supir.


"Mereka bilang, aku akan mengetahuinya tahu nanti. Tujuanku bergabung dengan mereka adalah menemukan farfum LP Trauma Apple, dengan cara datang ke mesir sebagai orang yang spesial."


"Kemarin malam saya sempat mencari tahu tentang departemen itu. Agen yang bekerja selama 1 tahun disana akan mendapatkan gelar Letnan. Saya harus mendapatkan gelar itu bagaimanapun caranya."


***


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2