
"Harusnya kamu sadar diri mas!, kamu tidak bisa melakukan apapun, bahkan saat aku suruh kamu menjaga anak di rumah kamu malah selingkuh!, apa kamu tidak merasa kasihan padaku?!." Papar Mary dengan nada tinggi. Dia tidak bisa lagi menahan amarah pada suaminya. Dia tidak segan lagi membentak suaminya di tempat umum.
"Beraninya kamu...!!!,"
"Beraninya aku? beraninya kamu mengkhianati aku mas!!,"
"Aku tidak peduli lagi. Tanda tangani surat cerai itu atau aku polisikan kamu atas dasar kekerasan psikis!!."
Keduanya bertengkar hebat. Beberapa kali Carol melindungi Mary yang akan ditampar oleh Maurice, itulah nama suami sampah Mary.
Saking sampahnya orang ini dia tidak segan memarahi istrinya di tempat kerja. Jadi tidak heran kalau Mary terpancing melakukan hal yang sama.
Lalu Mary mengucapkan kalimat terlarang dalam pernikahan mereka.
"Lagipula kita berdua tidak saling mencintai. Aku menikahimu karena amanat orang tuaku. Dan aku bertahan meskipun kau terus terusan menyakitiku karena Grace anakku!."
Carol yang tidak tahan melihat temannya disakiti memanggil sekuriti.
Sekuriti pun datang dan menahan Maurice.
"Apa yang kalian lakukan?!!,"
"Suruh mereka melepaskanku Mary!!," Paksa suami sampahnya.
"Seharusnya kamu sadar diri mas. Kamu hanya menginginkan hartaku, kau tidak pernah mencintaiku. Aku senang akan hal itu. Tapi aku tidak bisa memaafkan perbuatanmu yang ingin mengambil alih surat kepemilikan usaha ini. Bawa dia pergi dari sini! mulai hari ini kita cerai! angkut semua barang-barangmu dari rumahku."
Mary menyuruh para sekuriti untuk membawa Maurice keluar kantor.
Lalu diluar Maurice beralih tangan ke bodyguard pribadi Mary.
Mary melempar suaminya keluar dari rumah juga pakaian dan beberapa lembar cek sebagai hadiah perpisahan.
Anak mereka Grace melihat ibu dan ayahnya bertengkar setiap harinya. Matanya tidak kuasa menahan tangis sampai kelenjar air matanya memberontak dan tidak meneteskan air mata sedikitpun.
Grace hanya melihat dari sebagian tembok kepergian ayahnya yang jahat, namun baik di matanya.
Setelah itu Mary pergi ke anaknya, menangis tersedu sedu tanpa tahu apa penyebabnya.
__ADS_1
***
Hasan mendapatkan job lagi. Bukan sebagai petugas BPOM tapi sebagai youtuber.
Karirnya semakin melejit setelah 2 bulan pembukaan channel. Dia mulai dipandang sebagai penyelamat kantor juga calon ketua divisi lapangan selanjutnya.
Mulyadi tidak bisa menyembunyikan rasa irinya. Dia membuat rencana untuk menjebak Hasan agar citra baiknya runtuh.
Malam itu Mulyadi datang ke rumah Abigail. Pak Abigail adalah petugas kantor sekaligus pengawas cctv kantor. Mulyadi datang dengan dalih ingin membicarakan soal sepak bola tapi dia malah menidurkan Abigail dan seluruh keluarganya dengan obat tidur ketika mereka sedang makan malam.
Mulyadi mengambil laptop Abigail, password nya di dapatkan dari memo di hp Abigail. Lalu dia membuka aplikasi yang dapat mengontrol cctv.
Kamera cctv yang mengawasi 3 ruangan utama kantor yaitu ruang kerja, ruangan bos, dan tempat parkir depan pintu masuk pun dia alihkan ke bagian atas.
Lalu dengan cepat dia melesat ke kantor BPOM yang sudah tutup. Untuk menghindari pantauan satpam dia masuk lewat pintu belakang yang sudah lama tidak digunakan.
Mulyadi menerobos pintu ruangan bos. Membuka brankas yang tertutup lalu mencuri uang kas kantor. Kemudian kembali ke rumah Abigail untuk mengembalikan posisi tangkapan kamera.
Mulyadi tertawa terbahak bahak di dalam hati. Operasi kejahatannya sukses besar. Sekarang tinggal memikirkan cara untuk meletakkan uang itu di rumah Hasan sebelum pagi.
Mulyadi menghapus semua jejak kejahatannya mulai dari Abigail dan keluarganya. Selain obat tidur Mulyadi juga memasukkan obat pelupa yang dia curi dari laboratorium ke makanan Abigail, jadi dapat dipastikan mereka tidak akan ingat siapa yang bertamu malam ini.
Hasan yang malam itu tidak bisa tidur memutuskan untuk bersantai di luar. Hidungnya menangkap bau keringat yang sangat pekat datang dari belakang rumah.
Dengan perlahan Hasan masuk ke dalam rumah untuk memantau orang itu.
Disaat yang sama pak Mulyadi yang mengenakan kostum pencuri berjalan ke muka rumah Hasan. Dia memasukkan uang curiannya ke dalam pot tanaman, lalu meninggalkan tempat itu.
Tanpa sepengetahuan Mulyadi, Hasan dari tadi merekam aktivitasnya dengan kamera LDR. Hajeera ternyata bermalam di rumah Hasan untuk membuat script. Hasan meminjam kamera Hajeera untuk merekam si pria misterius juga membongkar benda yang dia masukkan ke dalam tanah.
Sementara Mulyadi kabur dari sana dengan menggunakan sepeda motor.
"Siapa bangsat itu?,"
Hasan mengangkat tanaman yang tadi diangkat pak Mulyadi lalu menemukan kantong plastik berisi uang puluhan juta rupiah di dalamnya.
Hasan menduga orang yang tadi sedang mencoba memfitnahnya dengan meletakkan uang hasil curian ke rumahnya.
__ADS_1
"Satu lagi kejadian tidak mengenakkan. Mungkin aku harus pindah dari sini." Gumam Hasan sebelum membawa gepokan uang itu.
***
Keesokan harinya seisi kantor heboh karena kantor kepala cabang kebobolan maling.
Mulyadi dengan akal bulusnya bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Dia membuat alibi yang sempurna agar tidak dicurigai. Bahkan dia berhasil mengecoh semua orang dari tuduhan Abigail.
Rupanya Abigail masih mengingat kedatangan Mulyadi. Tapi karena buktinya tidak cukup jadi dia yang disalahkan oleh bos karena mengarahkan kamera cctv ke atas.
"Berapa sebenarnya uang yang hilang itu?," Tanya Hasan.
"200 juta."
Hasan kaget jumlah uang yang dicuri sama dengan jumlah uang yang dia temukan di dalam pot kembang.
"Dia mencuri uang kantor lalu menyembunyikannya di pot kembangku. Pelakunya pasti orang yang pernah datang ke rumahku atau minimal tahu dimana rumahku. Kalau begitu, terdakwanya antara mbak Siska, pak Naryono, pak Mulyadi dan Pink man."
Pink Man pernah datang sekali ke rumah Hasan untuk meminjam uang.
Hasan terus melakukan analisa di dalam kepalanya. Karena dia tahu cepat atau lambat penjahat itu pasti akan melanjutkan aksinya. Apalagi uangnya masih di tangan Hasan.
"Pak Hasan, uangnya yang itu kan?," tanya Hajeera.
"Benar, aku bisa saja memberikannya sekarang. Tapi pelakunya tidak akan terungkap hanya dengan seperti itu. Yang paling mencurigakan adalah pak Mulyadi. Pak Abigail tidak ingat apa-apa setelah dia datang ke rumahnya tadi malam, dan dia jugalah yang posisinya paling terancam setelah kedatanganku. Aku yakin 80% dialah pelakunya." Bisik Hasan.
Tingkah mereka berdua pun dicurigai oleh si bos yang langsung membalik kursi mereka.
"Apa yang kalian bicarakan sampai berbisik begitu?."
"Kami sedang membicarakan soal syuting bos." Sahut Hasan.
"Jangan berbisik, mood saya sedang tidak baik."
"Oke pak."
Aku memberitahu soal uang itu kepada siapapun, kecuali Hajeera yang sudah tahu dari awal.
__ADS_1
"Siapapun orang itu akan aku tangkap dia!."
***